Sabtu, 30 Juni 2012

Sumber Energi dan Konflik di Laut Cina Selatan


Keberadaan Sumber energi yang melimpah di dilaut cina selatan, menjadikan kawasan ini menjadi daerah rawan konflik dikawasan asia setidaknya beberapa negara terlibat dikawasan ini terutama Cina, Taiwan, Filipina, Vietman, Malaysia, Brunai bahkan Indonesia.
Konflik di Laut Cina Selatan
Konflik di Laut Cina Selatan
China terus mengencangkan cengkeramannya ke sumber-sumber energi yang mereka klaim, maupun pasokan dari negara lain. Perekonomian China sedang meroket membutuhkan pasokan gas dan minyak yang berlimpah, untuk menggerakkan mega-industri mereka.

China dan Rusia mengerahkan kemampuannya untuk menjaga posisi Presiden Suriah, Bashar Assad, dari gangguan NATO dan AS, demi mengamankan pasokan minyak Suriah ke China. China pun menggelar kapal perang di sekitar Karang Scarborough, agar Filipina tidak coba-coba mengklaim pulau tersebut. Diperkirakan potensi gas alam di Karang Scarborough Laut China Selatan, sekitar 7.500 kilometer kubik atau 266 triliun kaki kubik.


Patkamla Lanal Baku Tembak Dengan Perompak


Kapal patroli keamanan laut Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tanjung Balai Asahan berhasil melumpuhkan dan menangkap pelaku perompakan bersenjata api terhadap KM. Asahan Indah dan KM. Anugerah-1, Kamis (28/6/2012) di perairan Pulau Pandan, Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara.


Patkamla Lanal Tanjung Balai Karimun terlebih dahulu membebaskan KM. Asahan Indah, namun telah ditinggalkan oleh perompak. Dari para anak buak kapal tersebut diketahui bahwa perompak yang berjumlah tiga orang membawa dua pucuk senjata api laras pendek dengan menggunakan sarana sampan telah merompak KM. Asahan Indah dengan kerugian Pesawat Radio Kapal, GPS kapal dan 4 derigen minyak solar yang diambil secara paksa. Saat ini, para perompak telah menyandera KM. Anugerah-1.

Jumat, 29 Juni 2012

Perwira USAF Kunjungi Museum Lanud Halim


Perwira USAF Kunjungi Museum Lanud Halim
PERWIRA USAF menanyakan koleksi yang ada di museum kepada Komandan Lanud Halim Marsma TNI A. Adang Supriyadi. SE.

Komandan Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Marsekal Pertama A. Adang Supriyadi, SE, memperkenalkan Museum Lanud Halim kepada para perwira USAF peserta Latihan Bersama Angkatan Udara Indonesia dengan USAF dengan sandi “Cope West 2012” yang dipimpin Lt Col Richard, Jumat, (28/6) Saat rombongan ini melihat gambar dan foto sejarah berdirinya Lanud Halim yang ada di dalam Museum Lanud Halim mereka sangat terkesan. 


Peresmian Monumen Pesawat Cassa Lanud Husien Sastranegara


Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Danlanud) Husein Sastranegara Kolonel Pnb Umar Sugeng Hariyono, S.IP., SE., MM., menyambut kedatangan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat, S.IP., beserta rombongan dalam kunjungan kerjanya guna meresmikan Monumen Pesawat Casa di Lanud Husein, Bandung, Kamis (28/6).


KEPALA Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat, S.IP., beserta rombongan dan Dalanud Husein Sastranegara Kolonel Pnb Umar Sugeng Hariyono, S.IP., SE., M.M. foto bersama seusai peresmian Monumen Pesawat Casa di Lanud Husein, Bandung.

Menurut Danlanud Husein, pembangunan monumen pesawat casa ini didasari niat untuk melestarikan salah satu pesawat TNI AU yang pernah memperkuat kekuatan udara militer kita. Sementara Kasau dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembangunan monumen pesawat ini sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kebanggaan atas pesawat yang dimiliki oleh TNI AU. ”Siapa pun yang lewat akan merasa bangga ketika melihat monumen pesawat Casa ini”, tambah Kasau.

Bangkitnya Teknologi Nuklir Indonesia


"Bangkitnya Teknologi Nuklir Indonesia"
 
Tahun ini di bawah Dirut baru Dr.Ir.Yudiutomo Imardjoko, BatanTek tidak hanya bisa bangkit dari kuburnya bahkan begitu bangkit langsung bisa berlari dengan kencangnya. Larinya pun ke mana-mana termasuk ke puluhan negara Asia. Padahal tahun 2010 lalu BatanTek sudah dicabut nyawanya. Ini gara-gara ada larangan internasional untuk melakukan pengayaan uranium tingkat tinggi. Ini dikhawatirkan bisa disalahgunakan menjadi senjata nuklir.

Industri Nuklir BATAN (Gbr : http://jakartagreater.com)

Sejak itu PT BatanTek berhenti memproduksi radioisotop. Tim BatanTek sudah berusaha mengubah proses pengayaan uranium menjadi tingkat rendah, tapi tidak mampu. Bahkan BatanTek sudah mendatangkan ahli dari USA untuk menularkan pengetahuan proses uranium tingkat rendah. Tapi juga gagal.


Kamis, 28 Juni 2012

Intelijen - Indonesia Perlu Pusat Koordinasi Keamanan Cyber Technology


Cybertech menjadi bagian menarik dalam perkembangan isu terorisme belakangan ini. Kelompok-kelompok militan yang selama ini disebut-sebut sebagai teroris, sudah melakukan operasi-operasi dengan lebih canggih, menggunakan kemajuan tehnologi informasi.


Di Asia Tenggara, kelompok-kelompok militan antara lain menggunakan internet untuk menyebarkan ide-ide radikal, merekrut dan melatih pendukungnya. Temuan ini dilansir dua lembaga kajian ternama, Singapura Rajaratnam School of International Studies dan Australian Strategic Policy Institute.

Tim Aerobatik Jupiter Tiba di Bandara Don Muang Bangkok


Tim Aerobatik Jupiter dari TNI AU mendarat dengan selamat di bandara Don Muang Bangkok pada hari Selasa tanggal 26 Juni 2012. Tim Aerobatik Jupiter berpartisipasi dalam Perayaan 100 tahun Penerbangan Thailand. Tim Jupiter telah melakukan perjalanan panjang sebelum akhirnya tiba di Don Muang. Kedatangannya didahului oleh sebuah pesawat tim aju C-130 dari Skadron Udara 32, disusul 7 pesawat KT-1, dan disusul mendaratnya sebuah pesawat C-130 pendukung.

Pesawat KT-1 Tim Aerobatik Jupiter Indonesia
Pesawat KT-1 Tim Aerobatik Jupiter Indonesia

Rombongan Tim Jupiter kebanggaan Indonesia ini berangkat pada hari Minggu 24 Juni 2012 dengan rute Lanud Adisutjipto Yogyakarta – Lanud Halim Perdana Kusuma Jakarta – Lanud Palembang – Lanud Rusmin Nuryadin Pekanbaru – Lanud Suwondo Medan – Lanud Hat Yai - Lanud Prachuab – Lanud Don Muang Bangkok. Rombongan singgah untuk menginap atau RON (Remain Over Night) di kota Palembang dan kota Medan sebelum terbang memasuki wilayah udara tanggal 26 Juni 2012 dan mendarat di Don Muang Bangkok. Disetiap landasan persinggahan rombongan mengisi bahan bakar dan oksigen yang dibutuhkan dalam penerbangan.

Sekilas Gambaran Super Tucano TNI AU


Empat Pesawat tempur ringan turboprop Super Tucano EMB-314/ A-29 buatan Brazil segara dimiliki oleh Skadron Udara 21 Lanud Abdurrachman Saleh, Malang -Jawa Timur  awal Agustus 2012. “Di akhir tahun 2012 direncanakan, delapan pesawat Super Tucano tiba di Malang,” ujar Kasi Pemeliharaan Skadron Udara 21, Mayor Anton Firmansyah. Jumlah keseluruhan yang dipesan Indonesia sebanyak satu skadron atau 16 pesawat.

Super Tucano EMB-314 TNI AU
Super Tucano EMB-314 TNI AU


Pesawat ini memiliki kemampuan menjejak posisi musuh dengan cepat serta memiliki kemampuan penghancuran. Super Tucano EMB-314 mengandalkan mesin tunggal Empresa Braziliera de Aeronautica (Embraer), untuk melakukan tempur taktis “close air support” bagi bantuan pasukan infanteri maupun kavaleri.  Super Tucano dilengkapi dua senapan mesin di sayap serta 5 hardpoint di sayap dan fuselage untuk mengangkut rudal, roket atau bom seberat 1,5 ton. Super Tucano mampu bermanuver hingga +7g dan -3.5g dikombinasi dengan kecepatan tinggi dan lincah sehingga memiliki tingkat survivability cukup tinggi.

Peta Kekuatan Angkatan Udara Asia Tenggara


Di Era tahun 60an TNI AU/AURI saat itu pernah memiliki kekuatan udara yang membuat banyak negara menjadi ‘ketar ketir’, khususnya negara-negara Kasawan Asia Tenggara. Pada masa itu TNI AU memiliki sejumlah pesawat tempur dan bomber strategis tercanggih di jamannya dan semuanya berasal dari Uni Soviet. Ketika itu paling tidak AURI memiliki 25 unit pesawat bomber Tu-16KS-1, pesawat tempur Mig-15, Mig-17, Mig-19, Mig-21, pembom ringan Il-28 dan lain sebagainya. bukan saja dari sisi kelengkapan armada tempurnya saja AURI juga banyak memiliki pilot-pilot handal dan 'nekad'.
 

 
Seiring dengan bergantinya puncak kekuasaan, arah politik luar negeri RI dan pengarun AS terhadap perkembangan militer di Indonesia kian merubah haluan peralatan tempur TNI AU yang cenderung memakai peralatan militer dari blok barat seperti Amerika dan sekutunya, hal ini membuat armada tempur AURI rontok secara perlahan.

Dimasa Ordebaru kekuatan udara Indonesia banyak dilengkapi dengan produk dari blok barat dan sekutunya sebut saja pesawat tempur F-16, F-5, C-130 dari Amerika dan Hwak-200 dari Inggris telah menjadi tumpuan TNI AU pada masa orde baru bahkan hingga kini. 


Menyibak Misteri “Lock” Sukhoi TNI-AU


Hari jumat tanggal 20 Februari 2009 boleh jadi adalah momen berharga bagi Angkatan Udara Indonesia. Pasalnya, ini kali pertama jet tempur termodern TNI-AU, Su-30 Sukhoi dikabarkan di lock (dikunci) oleh sensor rudal pesawat tak dikenal. Sontak berita ini jadi headline di berbagai pemberitaan nasional. Ada yang menyebut dua Sukhoi TNI-AU di lock oleh pesawat tempur berkualifikasi stealth, ada lagi yang bilang Sukhoi di lock oleh kapal selam asing, lalu satelit, bahkan ada pendapat yang cukup aneh, Sukhoi telah di lock oleh UFO.

Salah satu Su-30MK2 yang dimiliki Indonesia


Opini di masyarakat pun berkembang luas. Mengatasi berita yang sumir, pihak Puspen TNI akhirnya memberi pernyataan bahwa dua Sukhoi mengalami kerusakan elektronik. Sejak saat itu berita Sukhoi di lock mulai sepi dari ulasan di berbagai media. Tapi peristiwa 20 Februari itu terus mengundang tanya, apakah mungkin dua jet tempur super canggih berharga ratusan juta US dollar itu mengalami kerusakan elektronik secara bersamaan? Terlebih lagi pesawat saat kejadian diawaki oleh instruktur pilot berpengalaman dari Rusia. Nah, ketimbang dibuat bingung, ada baiknya kita analisa mengenai beberapa kemungkinan yang terjadi pada hari jumat pagi itu.



Sukhoi di “lock” pesawat tempur

Kalaupun Sukhoi di lock rudal pesawat tempur, tentu tak sulit menemukan tersangkanya. Secara kemampuan militer, hanya Amerika Serikat dan Australia yang bisa “berani” untuk melakukan hal ini. Seandainya di lock oleh sosok pesawat stealth, AS lah yang mungkin terlibat. Tapi untuk misi ini membutuhkan pangkalan aju, semisal di Guam atau di Darwin (Australia Utara). bahkan boleh jadi perlu dukungan air refeuling untuk misi jarak jauh. Pesawat AS yang punya kemampuan stealth saat ini diantaranya F-22 Raptor, F-117 Night Hawk dan B-2 Spirit.


Rabu, 27 Juni 2012

Robot Serangga, Masa Depan Mata-Mata Militer


Robot Serangga, Masa Depan Mata-Mata Militer

Untuk memburu teroris di Pakistan, CIA dan militer AS menggunakan robot. Dalam sejarah robot pengintai canggih, ukuran robot kini jauh dari bayangan kita.
Dalam sejarah robot pengintai, robot ini kini memiliki ukuran jauh lebih kecil. Selama beberapa tahun terakhir, diduga sejumlah robot pengintai ini menggunakan fisik dan ukuran yang sama seperti serangga.

Dilansir oleh DailyMail, dugaan tentang robot pengintai ini berawal pada 2007. Ada laporan tentang kemunculan 'obyek aneh' yang terbang melayang di atas aksi protes antiperang. Hal ini berujung tuduhan pada pemerintah AS yang secara diam-diam mengembangkan mata-mata robot serangga.

Kerjasama Produksi Rudal Indonesia-Tiongkok Perkuat TNI AL


Kerjasama Produksi Rudal Indonesia-Tiongkok Perkuat TNI AL

Pengamat intelijen Wawan Purwanto dari Lembaga Pengembangan Kemandirian Nasional (LPKN) mengatakan kemitraan Indonesia dan Tiongkok dalam memproduksi peluru kendali, alias rudal, dinilai cukup strategis karena memperkuat kapal-kapal perang TNI Angkatan Laut dalam melindungi wilayah perbatasan Indonesia. 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqCoHxRXSuLSIrHaMdaJkvI6Rf5K4aHp6o1qCl-O3Z4QXEaq1KP6vWG6H_OUUFTRiNlsHhGKeur5GyJFLX1weKs7gYPRmlrRRL9EwTpOHEHCwvTJMZiEynHP-MgpxhtSU7Y9pD3yaTotE/s320/zhuhai_airshow_22large.jpg

Menurut Wawan, di samping modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) TNI Angkatan Laut, kerjasama produksi rudal tersebut oleh pihak pemerintah Indonesia dilakukan dengan menekankan mekanisme alih teknologi antar pakar kedua negara.

“Itu sangat konkrit, tampak ada kemajuan-kemajuan. Berbagai kepentingan terkait persenjataan, baik di darat, laut, udara dan Kepolisian didorong untuk 60 persen dipenuhi dari dalam negeri, tentu saja dengan persetujuan rakyat melalui DPR RI,” ujar Wawan di Jakarta pada Jumat (22/6).

Kiprah TNI Dalam Memelihara Perdamaian Dunia


Kiprah TNI Dalam Memelihara Perdamaian Dunia : Roadmap Menuju Peacekeeper Kelas Dunia 

"The United Nations was founded by men and women who dreamt of peace because they knew the cost of war. We in our time, and especially in the last year, have also witnessed friends and colleagues pay the ultimate price in the cause of peace." (Kofi A. Annan) 


Sepanjang sejarah umat manusia, konflik merupakan hal yang tidak dapat dihindarkan. Konflik terjadi mulai dari skala yang terkecil antar komunitas sampai dengan skala yang besar berupa perang antar negara ataupun konflik multi dimensi. Menyadari akan akibat yang sangat menyedihkan karena konflik, bangsa-bangsa di dunia melakukan berbagai upaya untuk mencegah konflik semakin luas. Pembentukan Liga Bangsa-Bangsa (LBB) yang di sempurnakan menjadi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjadi bukti nyata bahwa secara alamiah umat manusia di dunia sebetulnya sangat mendambakan perdamaian. Sejak awal dibentuk, PBB telah melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan keamanan, ketertiban dan perdamaian dunia melalui operasi pemeliharaan perdamaian.

Pembangunan Pangkalan Tank Leopard Di Yonkav 8/Tank


 Pembangunan Pangkalan Tank Leopard Di Yonkav 8/Tank
Sebagai salah satu satuan yang berada di bawah komando Divisi Infanteri 2 Kostrad, Batalyon Kavaleri 8/Tank merupakan salah satu satuan banpur yang menjadi pemukul di jajaran kostrad pada khususnya dan di jajaran TNI AD pada umumnya. 

Pembangaunan Pondasi Untuk Garasi Tank Leopard
 
Saat ini batalyon Kavaleri 8/Tank diperkuat oleh alutsista kendaraan tempur Scorpion dan Stormer. Berdasarkan pertimbangan dan keputusan dari Kepala Staf Angkatan Darat dan dengan persetujuan dari pemerintah RI, maka Pemerintah RI melalui Angkatan Darat akan mendatangkan kendaraan tempur baru jenis MBT dari Jerman yaitu Leopard dan Batalyon Kavaleri 8/Tank merupakan Satuan Kavaleri yang mendapat kehormatan dan kepercayaan untuk menerima dan mengoperasikan Leopard ini dengan kekuatan 1 Batalyon lengkap. 



Selasa, 26 Juni 2012

Helikopter Chinook diusulkan untuk jadi Alutsista TNI


"Komisi I tertarik dan mengusulkan pesawat angkut jenis Chinook," ujar anggota Komisi I DPR Muhammad Najib pada Jurnalparlemen.com di Jakarta, Minggu (17/6).
Helikopter Chinook
Kementerian Pertahanan diharapkan mempertimbangkan bahkan mengkaji pengadaan alat angkut bagi TNI mengingat pesawat yang ada saat ini seperti Hercules sudah tua sehingga perlu peremajaan bahkan bila perlu pembelian baru.

Latihan Parsial Armada Jaya tahun 2012 - Resimen Artileri-1 Marinir


Komandan Resimen Artileri-1 Marinir Kolonel Marinir Markos secara resmi membuka latihan parsial Armada Jaya tahun 2012 di lapangan apel Bhumi Marinir, Karangpilang, Surabaya, Senin, (25/62012). 



Dalam amanatnya Komandan Resimen Artileri-1 Marinir mengatakan, latihan Armada Jaya merupakan latihan rutin yang diselenggarakan  setiap tahun oleh TNI AL dengan melibatkan unsur-unsur yang berada di jajaran TNI AL, tidak ketinggalan prajurit-prajurit Menart-1 Mar juga terlibat dalam latihan tersebut.


Kohanudnas - Latihan Hanudnas Perkasa


KOMANDO Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) baru-baru ini, melaksanakan Penataran Pengawas, Pengendali dan Penilai (Tarwasdalnil) dalam rangka Latihan Hanudnas Perkasa C/D Tahun Anggaran 2012 di gedung Serbaguna Komando Sektor (Kosek) Hanudnas I Halim Perdanakusuma. 



Dalam sambutan tertulis Pangkohanudnas, yang dibacakan Kepala Staf Kohanudnas Marsma TNI Chaerudin Ray mengatakan, Kohanudnas sesuai tugasnya menyelenggarakan upaya pertahanan keamanan terpadu atas wilayah udara Nasional secara mandiri ataupun bekerjasama dengan Kotama operasional TNI lainnya dalam rangka mewujudkan kedaulatan dan keutuhan serta kepentingan lain dari NKRI. Oleh karena itu, Kohanudnas senantiasa berupaya menjaga kesiapsiagaan operasional dengan menggelar latihan Hanudnas Perkasa C/D TA. 2012.


IPW Cium Bau Korupsi di Pembelian PKR 10514 TNI AL


Rencana pembelian proyek alutsista Kapal PKR 10514 TNI AL senilai 220 juta dolar AS (sekitar Rp 2,2 triliun) menuai polemik. Dugaan adanya pemaksaan dari pemerintah kepada TNI AL dalam pembelian kapal perang milik Belanda tersebut, menimbulkan desakan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelidikinya.

"Kami menemukan fakta, dalam surat tanggal 4 Mei 2012 kepada Panglima TNI, Kepala Staf TNI AL Laksamana Soeparmo tersirat adanya 'penolakan' terhadap rencana pembelian kapal Belanda itu," ungkap Deklarator Komite Pengawas KPK Neta S Pane, Senin (25/6).



Korea Selatan Merilis Rendering Pesawat KFX C100 Dan KFX C200


Korea Selatan beberapa waktu lalu merilis rendering pesawat tempur dan mesin pesawat tempur KFX C100 dan KFX C200.

Berikut Gambar2 Ilustrasi KFX dari internet maupun kaskus. Akankah pesawat KFX/IFX akan berbentuk seperti dibawah ini :








Senin, 25 Juni 2012

Korvet Nakhoda Ragam Class - Selamat Bergabung dengan TNI-AL Indonesia


Nakhoda Ragam Class di Lursen Jerman

Welcome Nakhoda Ragam. Tiga korvet Nakhoda Ragam Class buatan Inggris, segera bergabung dengan Angkatan Laut Indonesia setelah dibeli seharga 380 juta USD dari Galangan Kapal Lursen Jerman. Pakistan sempat berminat membeli 3 korvet itu, namun batal karena harganya tidak bisa turun dari 300 juta USD.

Ada sesuatu yang menarik dari 3 korvet Nakhoda Ragam Class yang bersandar di Galangan Kapal Lursen Jerman. Rudal-rudal kapal perang itu, sudah tidak ada, hanya meninggalkan peluncur saja.

Salah satu peluncur yang menarik perhatian adalah torpedo Sting Ray launcher, anti-kapal selam.


Senjata SS2 V5C Kopassus Produk Pindad


Ribuan senjata serbu SS2 V5C pesanan Kopassus sedang diproduksi oleh PT Pindad. Untuk tahap awal, Kopassus akan mendapatkan 1000 pucuk SS2 V5K dalam waktu dekat.




Varian Terbaru SS2 V5
Varian Terbaru SS2 V5

Sementara pasukan Brimob memesan varian SS2 V5A1.

Pasukan TNI telah menggunakan SS2 V1 sejak tahun 2005, namun SS2 V5 pertama kali ditampilkan pada tahun 2008. Sementara varian SS2 V5 Commando dan SS2 V5AI, baru diproduksi tahun 2012.


PT DI Percepat Produksi Pesawat N295


Dananjoyo Kusumo / Jurnal Nasional
Suasana perjanjian kerja sama antara PT Dirgantara Indonesia dengan Airbus Military untuk memproduksi bersama pesawat angkut militer sedang, N295 di Indonesia.

PT Dirgantara Indonesia (Persero) sudah mempercepat produksi pesawat transpor militer menengah N295 guna memenuhi kebutuhan TNI Angkatan Udara menggantikan Fokker-27. "Kami ini sudah masuk gigi tiga untuk produksi N295 karena harus mengejar waktu penyelesaian sembilan pesawat sampai akhir 2014," kata Sonny Saleh Ibrahim, Asisten Dirut PT DI Bidang Sistem Manajemen Mutu Perusahaan merangkap Pembina Komunikasi Perusahaan, Sabtu (23/6).

Sonny dimintai komentarnya sehubungan dengan pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Rio de Janeiro, Brasil, Jumat waktu setempat atau Sabtu WIB, setelah menyampaikan belasungkawa untuk korban gugur dalam jatuhnya pesawat Fokker-27 TNI AU di Jakarta, Kamis (21/6) lalu.

Suluk Beluk Pilot Militer


 Biaya Pendidikan Satu Pilot Militer Capai Rp 9,4 M

TEMPO.CO, Bandung—Perlu dana US$ 1 - 1,5 juta untuk menyiapkan seorang pilot militer TNI Angkatan Udara di Indonesia. Dana pendidikan seorang pilot selama 2-3 tahun sekitar Rp 9,5 hingga Rp 14 milyar dan itu seluruhnya ditanggung negara.

Direktur Utama Bandung Pilot Academy Nasrun Natsir mengatakan, biaya sekolah penerbangan TNI AU jauh lebih mahal daripada sekolah penerbang swasta. “Satu jam terbang training pesawat F-16 saja biayanya US$ 5.000 atau Rp 50 juta,” kata mantan instruktur penerbang pesawat tempur di Angkatan Udara itu, Sabtu, 23 Juni 2012.


Sekolah penerbang TNI AU biasanya berjalan selama 18 bulan. Siswa yang lulus kemudian berlatih di kesatuan selama 6 bulan. Setiap siswa kemudian diberikan pilihan sebagai pilot pesawat tempur, transportasi, atau helikopter. Mereka pun disiapkan lagi untuk latihan operasi perang, selama 6-12 bulan.