Jumat, 05 Desember 2014

Beginilah Prosedur Kapal Patroli Identifikasi dan Tenggelamkan Kapal Ikan Asing


Salah satu kesulitan dalam operasi patroli penjagaan wilayah perairan Indonesia khususnya di dekat perbatasan adalah mengidentifikasi kapal ikan yang ditemui selama patroli.

Sebab, menurut Komandan KRI Barakuda-633, Mayor Laut (P) Saryanto, kebanyakan kapal ikan memiliki kesamaan bentuk jika dilihat dari kejauhan.



"Dari kejauhan bentuknya hampir sama, tentunya harus dideteksi dengan didekati," katanya saat ditemui di atas KRI Barakuda-633 di rute perjalanan Batam menuju perairan Laut Natuna, Kepulauan Riau, Kamis malam.

Akan tetapi, Saryanto mengaku pihaknya sudah memiliki sejumlah ciri-ciri kapal ikan asing dari negara tetangga yang kerap diketahui melakukan aktivitas ilegal di wilayah perairan Indonesia.


Seluruh KRI siap tindak pencurian ikan


Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Marsetio menyatakan seluruh kapal perang (KRI) siap dioperasikan untuk menindak pencurian ikan sesuai perintah Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Seluruh KRI siap tindak pencurian ikan

"Seluruh kapal perang kami siap, memang selama ini ada hambatan di anggaran, untuk pemenuhan kebutuhan bahan bakar, namun sudah teratasi," kata dia, di Piabung Pesawaran, Kamis.

Ia menjelaskan, ada sekitar 147 kapal yang siap dioperasikan, dan berdasarkan rapat koordinasi terakhir dengan kabinet, pemerintah siap memenuhi segala kebutuhan bahan bakar dan operasional kapal. Anggaran sudah masuk dalam APBN 2015.

Sebelumnya, pemenuhan anggaran operasional dan bahan bakar kapal perang hanya sebesar 27 persen dari kebutuhan anggaran.


Perintah Tenggelamkan Kapal Jadi Efek Gentar Bagi Negara Tetangga


Pemerintah Malaysia sempat menyatakan tidak yakin dengan keberanian pemerintah Indonesia untuk menenggelamkan kapal asing yang beroperasi ilegal di perairan Indonesia. Ketidakyakinan itu bakal segera terjawab.

Perintah Tenggelamkan Kapal Jadi Efek Gentar Bagi Negara Tetangga
 
Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan instruksi kepada Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) untuk menenggelamkan tiga kapal asing yang mencuri ikan di perairan Natuna, Kepulauan Riau.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pun mengaku makin bersemangat mengeksekusi instruksi presiden. Susi mengaku sudah mendapat instruksi dari Presiden Joko widodo untuk menenggelamkan kapal asing ilegal yang masih beredar di laut Indonesia. Kebijakan itu akan dilakukan mulai pekan depan.


Kamis, 04 Desember 2014

KSAU Resmikan Pengoperasian Skadron Udara F-16 di Pekanbaru


Skadron Udara F-16 akhirnya resmi dioperasikan di Lapangan Udara (Lanud) TNI AU, Roesmin Nurjadin di Pekanbaru. Penempatan pesawat F-16 ini untuk memperkuat operasi pengamanan wilayah udara Indonesia Bagian Barat.

 KSAU Resmikan Pengoperasian Skadron Udara F-16 di Pekanbaru

Demikian disampaikan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia, dalam peresmian di Pekanbaru, Rabu (3/12/2014). Marsekal Bagus Putu Dunia menjelaskan, peletakan Skadron F-16 di Lanud Roesmin Nurjadin di Pekanbaru karena letaknya yang strategis di wilayah barat Indonesia.

"Inilah salah satu mengapa kita letakan Skadron F-16 ada di wilayah Pekanbaru. Karena letaknya yang pada posisi jalur udara yang sangat strategis untuk bisa mengamankan kedaulatan negara kita," kata Marsekal IB Putu Dunia.


KRI Frans Kaisepo 368 Gelar Passing Exercise Dengan Royal Saudi Naval Force


Untuk pertama kalinya TNI AL menggelar kerjasama latihan berupa manuver laut passing exercise (passex) dengan salah satu unsur Royal Saudi Naval Forces (RSNF). Kerjasama latihan tersebut dilaksanakan saat Satgas Maritim TNI Konga XXVIII-F/UNIFIL 2014 KRI Frans Kaisiepo – 368 (FKO) meninggalkan pelabuhan Jeddah pada hari Sabtu, 22 November 2014. Laut Merah. Sabtu, (22/11/2014).


Rencana latihan itu telah dikoordinasikan 2 (dua) hari sebelumnya dengan matang saat Komandan KRI FKO-368, Letkol Laut (P) Ade Nanno Suwardi beserta Kepala Departemen Operasi, Mayor Laut (P) Memet Kurniawan, Kepala Divisi Navigasi, Kapten Laut (P) Herstyadi Sapto Condro, Kepala Divisi Senjata Bawah Air , Kapten Laut (P) Soni Wibisono dan Asisten melaksanakan courtesy call kepada Commander of Western Fleet Command di RSNF Headquarters. Dalam kesempatan langka ini KRI FKO-368 diberikan kehormatan melaksanakan latihan dengan salah satu kapal perang Saudi Arabia HMS Al Dammam 816.


Koarmatim Tangkap 9 Kapal Ikan Ilegal di Laut Aru dan Sulawesi


Instruksi Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Arie H. Sembiring kepada seluruh satuan operasional Koarmatim agar meningkatkan intensitas operasi keamanan laut, telah membuahkan hasil, kapal perang Koarmatim yang tengah melaksanakan tugas penegakan kedaulatan dan hukum di Laut Aru, Arafuru dan Laut Sulawesi menangkap sembilan kapal ikan yang melakukan tindak pidana di laut.

Koarmatim Tangkap 9 Kapal Ikan Ilegal di Laut Aru dan Sulawesi
KRI Yos Sudarso-353

Sejumlah kapal perang tersebut antara lain KRI Makassar-590 menangkap KM Fak-Fak Jaya Karya di Laut Aru, Arafuru. Kapal ikan yang bertonase 528 ton itu diawaki 12 orang anak buah kapal dan telah menguras ikan campuran secara ilegal kurang lebih 200 ton ikan campuran dan 12 ton ikan hiu. Selain itu, satuan operasional Koarmatim telah menangkap KM Bandar Nelayan-02 dan KM Bandar Nelayan 221.

Sebelumnya, KRI Makassar-590 yang merupakan unsur operasi Guspurlatim juga menangkap kapal ikan raksasa KM Jurong Jaya 02. Kapal yang bertonase 507 GT tersebut diamankan bersama hasil tangkapan yaitu kurang lebih 160 ton ikan tuna dan cakalang. KM Jurong Jaya 02 diawaki oleh 26 orang anak buah kapal (ABK), masing-masing 13 warga negara asing dan 13 orang warga negara Indonesia. Selanjutnya, KM Jurong Jaya 02 dikawal ke Lanal Tual untuk proses hukum selanjutnya.


Reposisi Polri tak selesaikan akar masalah


Pakar hukum tata negara Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Jawa Tengah Dr Rahmat Bowo mengatakan bahwa reposisi Polri di bawah kementerian tidak menyelesaikan akar permasalahan.

Reposisi Polri tak selesaikan akar masalah

"Kalau Polri mau direposisi sah-sah saja. Akan tetapi, belum tentu dengan menjadikan Polri di bawah kementerian, konflik yang terjadi antara Polri-TNI tidak muncul lagi," katanya di Semarang, Rabu.

Menurut pengajar Fakultas Hukum Unissula itu, reposisi Polri memang bisa dilakukan menjadi di bawah kementerian dan kementerian yang paling pas dalam konteks ini adalah Kementerian Dalam Negeri.

Namun, ia mengingatkan pemisahan Polri dari bagian Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) terjadi pada zaman reformasi yang mengarahkan Polri sebagai polisi sipil, bukan bagian militer.


Jokowi Kantongi Nama Calon KSAU dan KSAL


Panglima TNI Jenderal Moeldoko telah menyerahkan nama pengganti Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Marsetio dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Ida Bagus Putu Dunia. Terdapat tiga kandidat kepala staf berpangkat bintang tiga untuk masing-masing satuan.

Jokowi Kantongi Nama Calon KSAU dan KSAL
Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko (tengah) berjalan bersama Kasad baru Letjen TNI Gatot Nurmantyo (kanan) dan mantan Kasad Jenderal TNI Budiman, usai acara serah terima Jabatan, di Markas Besar TNI Angkatan Darat, Jakarta, 25 Juli 2014.
TEMPO/Imam Sukamto

"Sudah di Presiden semua. Semua bintang tiga," kata Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno di Istana Negara, Rabu, 3 Desember 2014.

Menurut dia, hingga saat ini Presiden Joko Widodo belum juga menentukan pilihan. Meski demikian, penggantian keduanya akan dilakukan bersamaan yaitu bulan ini. Pensiun Ida Bagus dipercepat dua bulan sehingga bersamaan dengan Marsetio.


Rabu, 03 Desember 2014

BNPT: teroris mulai rekrut perempuan


Direktur Penindakan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Brigjen Petrus Reinhard Golose mensinyalir teroris mulai merekrut perempuan untuk ikut dalam aksi teror di Indonesia.

teroris mulai rekrut perempuan


"Sekarang, perempuan juga direkrut untuk jadi teroris," katanya saat memberi pengarahan apel kesiapsiagaan di Markas Batalyon Marinir 10 Setokok Kota Batam Kepulauan Riau, Selasa.

Para perempuan yang direkrut itu kemudian ditempatkan di posisi strategis dalam perang yang dilakukan oleh organisasi teroris ISIS (Militan Daulah Islam Irak dan Suriah).

Meski enggan memberikan detil peran dalam perang, namun ia meyakini posisi perempuan dalam teror itu relatif penting.


Penembak dua Brimob bawa kabur senjata


Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah Papua Kombes Polisi Pudjo mengemukakan penembak dua anggota Brimob di Kabupaten Ilaga juga membawa kabur dua senjata milik korban, yaitu jenis AK 47.

Penembak dua Brimob bawa kabur senjata

"Anggota (Brimob) saat itu membantu membawa kursi dalam rangka memperingati Natal, namun dalam perjalanan ditembak oleh kelompok bersenjata," katanya kepada Antara di Jayapura, Rabu.

Ia menjelaskan dua anggota Brimob Polda Papua, yakni Ipda Thomson Siahaan dan Bripda Jeferson ditembak orang tidak dikenal, Rabu sekitar pukul 10.15 WIT.


Enam T-50i Golden Eagle mendarat di Pangkalan TNI AU Balikpapan


Enam unit pesawat tempur T50i Golden Eagle Skuadron Udara 15 TNI AU tiba di Pangkalan Udara TNI AU Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa. Mereka terbang langsung dari home base-nya, Pangkalan Udara Utama TNI AU Iswahyudi, Madiun, Jawa Timur. 

Penembak dua Brimob bawa kabur senjata

"Mereka akan berpartisipasi pada Latihan Angkasa Yudha 2014, terutama di Alur Laut Kepulauan Indonesia II, di Selat Makassar," kata Komandan Udara TNI AU Balikpapan, Kolonel Penerbang Tri Bowo Budi Santoso, di Balikpapan, Selasa.

"Kontingen" T-50i Golden Eagle itu dipimpin langsung Komandan Skuadron Udara 15, Letnan Kolonel Penerbang Marda Sarjono, didampingi Kepala Dinas Operasi Pangkalan Udara Utama TNI AU Iswahjudi, Kolonel Penerbang Azhar Aditama.


Pendirikan bersama taruna TNI-Kepolisian Indonesia mulai 2015


Panglima TNI, Jenderal TNI Moeldoko, mengatakan pendidikan gabungan taruna tingkat satu Akademi TNI-Akademi Kepolisian direncanakan mulai 2015. Dia katakan untuk  dapat membangun kesamaan karakter dan kesamaan persepsi terhadap keamanan dan pertahanan negara.

 Pendirikan bersama taruna TNI-Kepolisian Indonesia mulai 2015

Sebelum masa pendidikan Akademi TNI dan Akademi Kepolisian Indonesia menjadi tiga tahun pada 1988, para taruna kedua akademi itu menempuh pendidikan empat tahun, dimana tahun pertama adalah masa pendidikan bersama dengan mengambil tempat di Kampus Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah.

Pada masa-masa itu, para alumni kedua akademi itu saling mengenal satu sama lain, walau jumlahnya menjadi lebih banyak -- sekitar 700-800 orang-- sebelum di-"kirim" pada tahun kedua pendidikan ke akademi-akademi tujuan sesuai hasil tes.