Jumat, 16 Oktober 2015

Jelang pilkada serentak, Menko Polhukam yakin TNI-Polri Loyal dan tunduk pada UU


Menko Polhukam, Luhut Panjaitan, mengimbau kepada seluruh partai politik yang menjadi kontestan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2015 untuk tertib dalam berpolitik. Dengan begitu, pelaksanaan pilkada berjalan lancar.

Jelang pilkada serentak, Menko Polhukam yakin TNI-Polri Loyal dan tunduk pada UU

Pernyataan tersebut disampaikan Luhut dalam acara 'Silaturahmi Menko Polhukam dengan pimpinan partai politik dalam rangka menyuarakan Pilkada serentak 2015' digelar di Hotel Borobudur, Jakarta.

"Semua (harus tertib) tidak hanya parpol, sehingga aturan main yang sudah kita sepakati berjalan dengan baik," kata Luhut di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (16/10).


Upaya Prajurit TNI Terus Bangun Kanal untuk Tanggulangi Kebakaran Hutan


Para prajurit yang bertugas dalam Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan di Sumatera Selatan terus membangun kanal dan embung di lahan-lahan gambut yang terbakar. Saat ini puluhan meter kanal telah dibangun di pusat kebakaran hutan dan lahan di kawasan hutan Lalan di Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, dan hutan industri di Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Tim pemadam gabungan mengangkuti peralatan pemadaman seusai berjibaku di tengah asap kebakaran wilayah konsesi hak pemanfaatan hutan PT Putra Duta Indah Wood, Pematang Raman, Kecamatan Kumpeh Ilir, Kabupaten Muaro Jambi, Selasa (14/10). Lebih dari 100 personel dari TNI, kepolisian, Mangga Agni, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah telah dikerahkan.

Pembangunan kanal dan embung yang masih berlangsung hingga Kamis (15/10) ini dimaksudkan untuk menghadang api di lapisan dalam di lahan gambut supaya tak terus menyebar. Kanal yang dibangun berdimensi lebar dari 3 meter hingga 12 meter dengan kedalaman sekitar 3 meter.

Selama ini masalah utama pemadaman di lahan gambut adalah api yang masih membara dan terus menyebar di lapisan dalam meski api di permukaan lahan sudah padam. Kondisi ini terjadi karena lahan gambut kering. Adanya kanal yang dalam berisi air diharapkan dapat menghalangi rembetan bara tersebut.


Indonesia Minati Kapal Selam Kelas Amur Rusia


RBTH mencatat, ada sejumlah hal penting yang mencirikan peningkatan hubungan bilateral Indonesia dan Rusia, selama 10 tahun terakhir :

Pertahanan:

Pada bulan September 2015, pemerintah Indonesia mengatakan akan membeli satu skuadron Sukhoi Su–35 untuk menggantikan  F–5 Tiger buatan AS yang sudah usang. Jakarta juga berencana untuk membeli 5 kapal selam Rusia.


Indonesia Minati Kapal Selam Kelas Amur Rusia

Awalnya Indonesia mengincar untuk membeli kapal selam diesel electric Kilo class, tetapi kemudian memilih yang lebih canggih yakni kapal selam  Amur class, yang merupakan versi ekspor dari Lada–class.


RI - Rusia Pererat Kerjasama Militer, Personil TNI Bisa Berlatih di Rusia


Rusia tertarik mengembangkan kerja sama lebih lanjut dengan Indonesia di bidang militer dan teknologi. Demikian hal ini dinyatakan Ketua Dewan Federasi Rusia Valentina Matvienko dalam pertemuannya dengan Ketua DPD RI Irman Gusman.

RI - Rusia Pererat Kerjasama Militer, Personil TNI Bisa Berlatih di Rusia

Dalam pertemuan tersebut, Matvienko menegaskan bahwa kerja sama teknis militer secara tradisional telah menjadi salah satu bidang yang sangat penting, yang sudah terjalin dalam hubungan antara kedua negara.

“Kami bersedia untuk bekerja sama membangun pusat pelayanan teknis di Indonesia. Kami juga mempertimbangkan kemungkinan memulai produksi barang-barang militer di wilayah Indonesia atas dasar lisensi atau perusahaan bersama,” tutur Matvienko.


Seberapa Pentingkah Program 'Bela Negara'?


"Patut ditolak bila konsepnya belum jelas. Lebih baik modernisasi TNI."

Kementerian Pertahanan mencanangkan program pendidikan dan pelatihan bagi 4.500 warga sipil di 45 kabupaten/kota dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan kader pembina bela negara. Sebanyak 100 juta warga negara ditargetkan akan menjadi kader dalam proyek yang akan dibuka resmi secara serentak pada 19 Oktober 2015 tersebut.



"Ini bukan wajib militer. Pembentukan ini untuk melahirkan warga negara yang siap guna menyongsong Indonesia yang kuat di tengah kompleksitas berbagai bentuk ancaman nyata," kata Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di Kantor Kementerian Pertahanan, Senin 12 Oktober 2015.

Gagasan ini pun tak pelak menuai kontroversi. Sejumlah pihak banyak menyamakan bila konsep ini mirip dengan wajib militer dan sebagian lagi menilainya sebagai sebuah kebijakan yang belum patut menjadi prioritas.


Ada Kekhawatiran di Balik Penerapan Program Bela Negara


Program bela negara yang diinisiasi Kementerian Pertahanan dikhawatirkan sebagai upaya untuk mencegah kritik masyarakat terhadap pemerintah. Program ini dinilai memiliki konsep yang luas, tak hanya berkaitan dengan militerisme.

Ada Kekhawatiran di Balik Penerapan Program Bela Negara

Pengamat militer dari Institute for Defense and Peace Studies (IDPS) Mufti Makarim menilai,  program bela negara dengan pelatihan ala militerisme lebih bertujuan untuk mendoktrin warga negara agar siap bertempur menghadapi berbagai ancaman negara. Ia khawatir, pelatihan tersebut justru mengubah cara pandang warga negara.

"Bela negara memiliki konsep sangat luas. Kritisi korupsi, kritik terhadap penyalahgunaan wewenang juga disebut bela negara. Jangan-jangan orang yang kritik pemerintah nantinya malah dianggap melawan negara," ujar Mufti, saat dihubungi, Kamis (15/10/2015).


Penjelasan Kepala BIN Terkait Kericuhan di Aceh Singkil


Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso menyesalkan terjadinya kericuhan antar kelompok di Aceh Singkil, yang berujung pada pembakaran satu rumah ibadah. Sutiyoso menegaskan, yang terbakar dalam kerusuhan itu hanya satu undung-undung (bangunan gereja yang lebih kecil).

Penjelasan Kepala BIN Terkait Kericuhan di Aceh Singkil

"Bahwa sebenarnya yang dibakar itu hanya 1 undung-undung saja. Karena langsung bereaksi, para petugas dengan cepat sehingga bisa dicegah berikutnya," kata Sutiyoso saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (15/10/2015).

Sutiyoso mengatakan, awal permasalahan konflik tersebut didasari karena adanya upaya pembangunan gereja dan beberapa undung-undung. Berdasarkan kesepakatan, akan dibangun satu buah gereja dan undung-undung.


Perwira Tinggi dari Ketiga Matra TNI Naik Pangkat


Mabes TNI kembali memberi kenaikan pangkat kepada para perwira tingginya. Kenaikan pangkat ini termasuk Kepala Pusat Penenrangan (Kapuspen) TNI Tatang Sulaiman yang kini berpangkat Mayjen.

Ada 12 perwira tinggi yang mendapat kenaikan pangkat dari ketiga matra. Keputusan ini berdasarkan Surat Perintah Panglima TNI Nomor Sprin/2588/X/201d tanggal 15 Oktober 2015.


Perwira Tinggi dari Ketiga Matra TNI Naik Pangkat

"Kenaikan pangkat seperti ini harus dapat dijadikan sumber motivasi sekaligus inspirasi untuk memantapkan kejuangan, idealisme, moralitas dan etika profesi keprajuritan," ujar Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat upacara laporan Korp Kenaikan Pangkat di Mabes TNI Cilangkap, Jaktim, seperti tertulis dalam siaran pers Puspen TNI, Kamis (15/10/2015).


Cerita di balik garangnya Menteri Susi ledakkan kapal ilegal


Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti gusar karena banyaknya kapal asing tengah asyik melakukan illegal, unreported and unregulated fishing (IUUF) di laut Indonesia. Salah satu kawasan yang paling ramai adalah Laut Arafuru.

Menteri Susi mengungkapkan, berdasarkan penglihatan dari satelit, setidaknya ada sekitar 50 hingga 200 kapal asing melaut bebas di kawasan Laut Arafuru.


Cerita di balik garangnya Menteri Susi ledakkan kapal ilegal

"Sekarang dari hasil satelit setiap hari di Laut Arafuru ini ada sekitar 50-200 kapal di atas 20-30 meter, bahkan ada yang 50 meter beroperasi tanpa VMS dan tanpa AIS," jelasnya di Kantornya, Jakarta.

Pemerintah pun mengambil sikap tegas. Kementerian Kelautan dan Perikanan menabung genderang perang terhadap para pencuri ikan. Salah satu langkah yang diambil ialah dengan menenggelamkan kapal para pencuri tersebut.

Kementerian milik Susi Pudjiastuti itu pun telah mendapatkan restu dari Presiden Joko Widodo untuk mempercepat penenggelaman kapal pencuri ikan di laut Indonesia. Selama ini penenggelaman kapal harus melalui proses hukum yang panjang.


Mengenal Sosok Iptu Dhayita, Kapolsek termuda calon jenderal


Siapa yang bakal mengira di usianya yang baru menginjak 23 tahun Iptu Dhayita Daneswari sudah menduduki posisi sebagai Kapolsek Candisari, Semarang, Jawa Tengah. Hal ini membuatnya tercatat menjadi Kapolsek perempuan termuda sepanjang sejarah di Pulau Jawa.

Mengenal Sosok Iptu Dhayita, Kapolsek termuda calon jenderal
Iptu Dhayita. | Foto : Merdeka.com/parwito

Meski terkesan mudah di usianya yang muda sudah mendapatkan jabatan yang prestisius, bukan berarti dara manis ini mendapatkannya dengan mulus begitu saja. Usai lulus dari SMA Negeri 6 Kota Semarang jurusan IPA, perjalanan karier Dhayita diawali dengan mengenyam pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) lulus tahun 2012.

"Memang, di usia muda adalah usia di mana masa-masa ingin menikmati kebahagiaan dan kesenangan hidup. Namun, sejak masuk ke Akpol karena sebagai taruna kita sudah diberikan pendidikan dengan konsekuensi bahwa masa muda kita akan dihabiskan dengan pengabdian dan kedisiplinan tinggi. Maka saya menyadari seluruh konsekuensi tersebut," ungkapnya, Rabu (14/10) kemarin.


Kamis, 15 Oktober 2015

Konflik Aceh Bukti Kurang Koordinasi Antara BIN, TNI dan Polisi


Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI Ahmad Muzani menyesalkan kembali terulangnya konflik horizontal yang mengatasnamakan agama di Aceh Singkil beberapa hari lalu. Peristiwa di Aceh Singkil terjadi menyusul peristiwa Tolikara, Papua.

Konflik Aceh Bukti Kurang Koordinasi Antara BIN, TNI dan Polisi

Di mata Muzani, berulangnya konflik horizontal menunjukkan kurangnya koordinasi antara pemerintah, aparat keamanan dan penegak hukum. Seharusnya potensi konflik bisa diantisipasi agar tak terjadi.

"Ini berulang-ulang, dari Tolikara ke Aceh, saya kira koordinasi harus betul-betul serius, BIN, kepolisian, TNI harus koordinasi secara sungguh-sungguh tentang potensi-potensi itu supaya kejadian sejenis tidak terulang," kata Muzani di Kompleks Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (15/10).


Atlet TNI Rebut Tiga Medali Olimpiade Militer Dunia


Kiprah Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali mengharumkan Indonesia di pentas internasional. Tiga altet wanita TNI berhasil membawa pulang tiga medali usai mengikuti Olimpiade Militer Dunia ke-6 di Korea Selatan (Korsel), yang berlangsung mulai tanggal 2 sampai 11 Oktober 2015.

Atlet TNI Rebut Tiga Medali Olimpiade Militer Dunia
Panglima TNI beri penghargaan terhadap 3 atlet wanita. ©2015 handout/Puspen TNI

Berkat prestasi tersebut, Serda (Kowad) Dessy Alvionita, Serda (Kowad) Ni Putu Virgynia Widayanti, dan Serda (Wara) Benanda Fransiska diganjar penghargaan dari Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Masing-masing mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp 150 juta kepada peraih Perak dan dua Perunggu sebesar Rp 75 juta.

Peraih medali perak tersebut adalah Serda (Kowad) Dessy Alvionita yang mencatat nilai tertinggi kedua pada cabang olahraga Parachuting kategori ketepatan mendarat junior putri. Wanita ini sehari-hari bertugas sebagai Pengatur Administrasi Gudang Kendaraan Peralatan (Turmin Gudranpal) Makopassus.


Mengenal Serma Joko Susanto, Penyelamat Korban Helikopter EC 130


Serma Marinir Joko Santoso adalah salah seorang yang tergabung dalam tim SAR gabungan pencarian helikopter EC 130 yang hilang. Joko wajar disebut sang penyelamat sebab anggota Satuan Angkatan Laut dari Lantamal I Belawan ini berhasil menyelamatkan Fransiskus (22), salah seorang penumpang helikopter yang jatuh pada Minggu (11/10/2015).

Mengenal Serma Joko Susanto, Penyelamat Korban Helikopter EC 130

Diwawancarai di Pelabuhan Onan Runggu, Kabupaten Samosir, sesaat setelah turun dari kapal SAR, Rabu (14/10/2015), Joko mengisahkan penyelamatan Fransiskus. Awalnya, Joko bersama tim gabungan yang berjumlah delapan orang melihat sebuah benda mencurigakan muncul dan tenggelam.

Dalam hati, Joko menyakini benda tersebut merupakan barang bukti dari helikopter. Setelah jarak cukup dekat, Joko bersama timnya melihat sosok manusia yang mengapung. Dia melihat Fransiskus masih sempat berenang beberapa kayuhan. "Saya salah satu korban helikopter," kata Fransiskus lemah.


Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Pemaicu Kerusuhan Aceh Singkil


Kepolisian Daerah Aceh menetapkan tiga tersangka kasus kerusuhan di Desa Suka Makmur, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh, Selasa siang (13/10).

Kepala Kepolisian Daerah Aceh Inspektur Jenderal Pol Husein Hamidi mengatakan ketiga tersangka tersebut saat ini ditahan di Markas Kepolisian Resor Aceh Singkil. “Ketiganya yang melakukan pembakaran. Saya tidak hafal namanya. Pria dewasa,” kata Husein saat dihubungi CNN Indonesia, Kamis (15/10).


Kapolda Aceh Irjen Pol. Husein Hamidi (kiri) bersama Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Agus Kriswanto (kanan) usai mengikuti upacara bersama di Banda Aceh, Aceh, Selasa (17/3). (ANTARA FOTO/Ampelsa)

Husien mengatakan ketiganya merupakan sebagian dari puluhan orang yang sudah diperiksa oleh polisi. Kepolisian hingga saat ini masih terus melakukan pemeriksaan. Sedikitnya ada 45 orang yang diperiksa sebagai saksi kasus pembakaran gereja di Desa Suka Makmur.

Komisi Komisi Agama dan Sosial Dewan Perwakilan Rakyat memperingatkan pemerintah untuk tidak lengah dalam mengatasi masalah kerusuhan Aceh Singkil.


Jawaban Freeport Atas 3 Syarat dari Menko Kemaritiman dan Sumber Daya


Menko Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli baru-baru ini mengeluarkan jurus 'rajawali ngepret' untuk Freeport. Rizal menyebut ada 3 syarat yang harus dipenuhi oleh Freeport jika perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) itu ingin menggali emas dan tembaga lebih lama lagi di Indonesia.

Jawaban Freeport Atas 3 Syarat dari Menko Kemaritiman dan Sumber Daya

Ketiga syarat itu adalah kenaikan royalti sampai 7%, pengolahan limbah tailing dengan benar supaya tidak merusak lingkungan sekitar, dan divestasi saham. Bagaimana tanggapan PT Freeport Indonesia atas 3 syarat yang diajukan Rizal Ramli ini?

VP Corporate Communications Freeport Indonesia, Riza Pratama, menyatakan bahwa pihaknya bersedia merundingkan kenaikan royalti dengan pemerintah Indonesia demi memperoleh perpanjangan kontrak di tambang Grasberg, Papua. Namun, besaran kenaikan royalti harus dinegosiasikan dulu.

"Kenaikan royalti adalah bagian dari perundingan dengan pemerintah Indonesia guna memperoleh perpanjangan izin operasi dan kepastian hukum dan fiskal selama beroperasi," kata Riza melalui pesan singkat kepada detikFinance di Jakarta, Kamis (15/10/2015).


Selasa, 13 Oktober 2015

Aceh Singkil Rusuh, TNI - Polri Kerahkan Ratusan Prajurit


Kerusuhan di Desa Suka Makmur, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh, Selasa (13/10), memakan korban. Satu orang warga tewas sedangkan beberapa lainnya terluka, termasuk tentara.

“Sebetulnya ini antara dua kelompok masyarakat, motifnya berlatar belakang agama. Satu orang tewas, dari warga dan tujuh orang lainnya luka-luka,” kata Bupati Aceh Singkil, Safriadi, kepada CNN Indonesia.


Aceh Singkil Rusuh, TNI - Polri Kerahkan Ratusan Prajurit

Di antara ketujuh orang yang terluka tersebut, ujar Safriadi, enam berasal dari warga, sedangkan satu lainnya merupakan prajurit TNI. Seluruh korban telah dibawa ke rumah sakit untuk dirawat.

Sebuah insiden kerusuhan terjadi di Desa Suka Makmur, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh, sekitar pukul 11.00 WIB. Kerusuhan bermula ketika sekelompok orang bersenjata tajam mendatangi salah satu gereja di Desa Suka Makmur dan membakarnya.


Pemerintah Harus Perhatikan 5 Hal ini Jika Ingin Terapkan Bela Negara


Rencana pemerintah memberlakukan kegiatan Bela Negara bagi WNI yang berusia di bawah 50 tahun mendapat tanggapan beragam. Salah satunya dari Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjadjaran, Bandung, Muradi.

Pemerintah Harus Perhatikan 5 Hal ini Jika Ingin Terapkan Bela Negara

Dia mengaku bisa memahami program Bela Negara yang dicanangkan pemerintah. Namun dalam pelaksanaannya saat ini terkesan dipaksakan tanpa memperhatikan substansi legalitas dan infrastruktur penyokongnya.

Apalagi kemudian pemerintah memasang target program Bela Negara harus diikuti oleh 100 juta warga dalam waktu 10 tahun.  Target ini membuat publik merasa bahwa pemerintah sebenarnya tidak paham substansi peruntukan dari Bela Negara ini.

"Kesan bombastis dan menakut-nakuti publik terbaca manakala ada penekanan kewajiban yang bila menolak silakan angkat kaki dari bumi republik terbaca saat aturan legal formal dari substansi bela negarannya tidak ditekankan," kata Muradi melalui keterangan tertulisnya, Selasa (13/10/2015). 


Hilang Tiga Hari Penumpang Selamat Helikopter EC130 Dirawat di Puskesmas


Fransiskus, penumpang helikopter EC130 PK-BKA yang hilang sejak Minggu lalu ditemukan selamat. Ia segera dilarikan ke Puskesmas Onan Runggu untuk mendapat perawatan intensif.

Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara Komisaris Besar Helfi Assegaf mengatakan, Fransiskus ditemukan di sekitar perairan Onan Baru Kecamatan Onan Runggu, Kabupaten Samosir.


Hilang Tiga Hari Penumpang Selamat Helikopter EC130 Dirawat di Puskesmas

"Saat ini korban masih dirawat di Puskesmas Onan Runggu," kata Helfi kepada CNN Indonesia, Selasa (13/10).


Belum diketahui kondisi kesehatan Fransiskus setelah ditemukan. Fransiskus ditemukan oleh Tim SAR Lantamal sekitar pukul 12.15 WIB.

Meski salah satu penumpang sudah ditemukan dalam kondisi selamat, sampai saat ini belum diketahui keberadaan helikopter dan dua penumpang serta pilot dan teknisi.


Banyak Potensi Ancaman, Komisi I DPR Dukung Bela Negara


Wakil Ketua Komisi I DPR, Hanafi Rais mengapresiasi ide bela negara yang dicetuskan oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. Menurutnya, ide tersebut relevan dengan kondisi Indonesia yang mendapatkan banyak ancaman dari dalam dan luar negeri.

Banyak Potensi Ancaman, Komisi I DPR Dukung Bela Negara

"Semangatnya baik dan ada relevansi dengan kondisi sekarang di mana ancaman tradisional maupun non tradisional sudah sering mengemuka seperti fenomena WNI direkrut jaringan teroris, infiltrasi budaya asing, dan kasus-kasus di perbatasan," kata Hanafi kepada CNN Indonesia, Senin (12/10).

Meskipun begitu, Hanafi menilai, bela negara tidak harus berhubungan dengan pertahanan dan keamanan. Tetapi, bisa juga digunakan untuk keperluan pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat layaknya program "Peace Corps" di Amerika Serikat.

Anak dari Amien Rais tersebut menjelaskan, kurikulum bela negara bisa dibagi menjadi dua cakupan yaitu umum dan khusus.


Anggaran Belanja Alutsista Produk Dalam Negeri Meningkat 100 Persen


Kementerian Pertahanan meningkatkan alokasi anggaran untuk pengadaan alat utama sistem persenjataan produksi industri strategis nasional.

Kementerian Pertahanan mengalokasikan anggaran Rp 3 triliun untuk belanja alutsista produksi industri strategis nasional tahun 2016. Alokasi ini meningkat 100 persen dari belanja alutsista produk dalam negeri tahun 2015 yang berjumlah Rp 1,5 triliun.


Anggaran Belanja Alutsista Produk Dalam Negeri Meningkat 100 Persen

Kementerian Pertahanan bertekad mengalokasikan 30 persen dari Rp 95,9 triliun anggaran pertahanan yang terdapat dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun 2016. Alokasi ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo dalam sidang kabinet paripurna pada 3 November 2014 yang berkomitmen penuh memotivasi dan memacu produksi alutsista dalam negeri.

Presiden Jokowi menegaskan, pemerintah harus berani memasukkan anggaran bagi industri pertahanan, seperti PT Pindad atau PT PAL, untuk menaikkan omzet 30 persen hingga 40 persen per tahun. “Soal perencanaan pengadaan alutsista, kami lebih meningkatkan dan mendorong lagi alokasi untuk proyek-proyek industri dalam negeri.


Senin, 12 Oktober 2015

Penandatanganan kontrak Sukhoi Su-35BM tunggu waktu yang tepat


Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, menegaskan, kontrak pembelian pesawat tempur Sukhoi Su-35BM buatan Rusia, masih memerlukan waktu dan proses pembiayaan ada di tangan Kementerian Keuangan dan Bappenas.

“Lihat waktu yang baik, dan saya sudah ke sana juga. Kenapa kami pilih itu? Pasti ada… ada… ada… yang kita perlukan,” katanya, kepada pers, di Jakarta, Senin.


sukhoi su 35bm

Sebelumnya, penandatangan kontrak pembelian Sukhoi Su-35BM yang diproyeksikan menggantikan F-5E/F Tiger II di Skuadron Udara 14 TNI AU dikatakan terjadi pada September 2015 ini.

Dia juga katakan, proses pengadaan dan akuisisi Sukhoi Su-35BM itu memerlukan skema pembiayaan yang tidak sedikit dan mudah. “Ada di Kementerian Keuangan dan Bappenas,” katanya.


33 Prajurit Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-B/Minusca Naik Pangkat


Sebanyak 33 orang Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXVII-B/Minusca (Multi-Dimensional Integrated Stabilization Mission in Central African Republic) Central Africa Republik (CAR) di Afrika mendapat kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi dari pangkat semula, terhitung mulai 1 Oktober 2015.

33 Prajurit Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-B/Minusca Naik Pangkat

Upacara kenaikan pangkat dipimpin oleh Komandan Satgas Kizi TNI, Letkol Czi Denden Sumarlin, S.E., bertempat di lapangan upacara Bumi Garuda Indoengcoy Camp, Mpoko Bangui, Afrika Tengah, Sabtu (10/10) lalu.

Kenaikan pangkat ini merupakan penghargaan yang telah diberikan oleh Negara dan TNI kepada personel TNI atas dedikasi yang baik dalam melaksanakan tugasnya selama ini.

Komandan Satgas Kizi TNI Letkol Czi Denden Sumarlin, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh anggota yang naik pangkat.


Boeing Tawarkan Malaysia F/A18E/F Super Hornet Sebagai Tandingan SU-35 Indonesia


TNI AU menegaskan rencana pembelian Sukhoi Su-35 dari Rusia akan terus berjalan. Pesawat jet tempur generasi 4+ itu akan menggantikan skadron F-5 Tiger yang sudah digrounded.

SU-35 termasuk pesawat yang diakui cukup ditakuti oleh pihak NATO. Manuver, persenjataan dan radar milik pesawat pemburu itu akan membuat TNI AU makin bergigi di Asia Tenggara.


FA18EF Super Hornet

Negeri jiran Malaysia pun ternyata sedang melirik pesawat tempur generasi 4++. Mereka berniat mengganti pesawat F-5 dan MiG-29 yang sudah belasan tahun digunakan. Sejak awal tahun lalu, Tentara Udara Diraja Malaysia sudah mulai mencari pengganti dua pesawat jet tersebut.

Syarat pesawat generasi 4+ bukan lagi generasi 4 menjadi hal yang sepertinya mutlak. Apalagi kalau Indonesia benar-benar mendatangkan SU-35.


Panglima OPM Goliat Tabuni kini jadi pengusaha kayu


Panglima Kodam (Pangdam) XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian mengatakan Goliat Tabuni yang mengklaim diri sebagai Panglima TPN/OPM di wilayah Puncak Jaya, kini telah beralih profesi sebagai pengusaha kayu.

Panglima OPM Goliat Tabuni kini jadi pengusaha kayu

"Berdasarkan keterangan Bupati Puncak Jaya Henok Ibo, terungkap bahwa Goliat Tabuni menawarkan sejumlah kayu olahan untuk dijual," kata Pangdam Hinsa Siburian seperti dikutip dari Antara, Senin (12/10).

Siburian mengemukakan Bupati Puncak Jaya Henok Ibo di hadapan wartawan yang ikut berkunjung ke Mulia mengatakan pemerintah daerah telah menyumbangkan mesin pemotong kayu dan bahan bakar minyak (BBM) berupa bensin kepada Goliath Tabuni.


Ini Landasan Perundang-undangan Sebagai Payung Hukum Program Bela Negara


Kemenhan meluncurkan program bela negara yang menyasar seluruh warga negara. UUD 1945 dan UU No 3 tahun 2002 tentang Pertahanan jadi landasan Kemenhan menjalankan program ini.

"Pokoknya program ini never ending process," kata Direktur Bela Negara Laksamana Pertama M Faisal di Kemenhan, Ruang Bhinneka Tunggal Ika, Jl Medan Merdeka Barat, Jakpus, Senin (12/10/2015).


Ini Landasan Perundang-undangan Sebagai Payung Hukum Program Bela Negara

Di dalam UUD 1945 Pasal 27 ayat 3 dijelaskan secara singkat kewajiban warga dalam mempertahankan negara. Hal itu kembali diulang di dalam Pasal 30. Berikut bunyinya:

(Pasal 27 ayat 3) Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.

(Pasal 30) Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara


Manipulasi Kurs Nilai Tukar Rupiah Bahayakan Ketahanan Negara


Ekonom yang juga mantan Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional Dradjad H Wibowo curiga ada yang bermain dalam jungkir baliknya nilai mata uang rupiah pekan lalu. Pekan lalu mata uang rupiah bergerak secara mengejutkan terhadap dolar Amerika Serikat. Sempat terpuruk ke posisi Rp 14.400, rupiah kemudian naik Rp 13.400 per dolar AS.

Manipulasi Kurs Nilai Tukar Rupiah Bahayakan Ketahanan Negara

"Jungkir balik rupiah dalam skala sebesar dan waktu sesingkat itu hanya bisa dijelaskan dengan satu kata: manipulasi. Ada oknum yang memanipulasi kurs rupiah," kata Dradjad saat berbincang dengan detikcom, Senin (12/10/2015).

Manipulasi rupiah, kata Drajad, lebih berbahaya dari spekulasi. Spekulan bisa disebut sebagai penjudi yang tidak bisa mengatur hasil. "Sehingga mereka (spekulan) bisa untung, tapi bisa juga buntung," kata dia.


Warga RI dibawah Usia 50 Tahun di Wajibkan Ikuti Program Bela Negara


Kemenhan mengumumkan kebijakan program bela negara. Setiap warga negara berusia 50 tahun ke bawah wajib ikut program itu. Nantinya selama satu bulan akan digembleng pelatihan fisik dan psikis di markas tentara.

Warga RI dibawah Usia 50 Tahun di Wajibkan Ikuti Program Bela Negara

"Akan ditampung di satuan TNI pendidikan, Rindam atau batalyon. Kerja sama kepala daerah dan TNI setempat. Ditempatkan di asrama," kata Direktur Bela Negara Ditjen Pothan Laksamana Pertama M Faizal dalam jumpa pers di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (12/10/2015).

Jangan khawatir tentang program pelatihannya. Kemhan sudah membuat secara matang standardisasinya.


Pembelian Jet Tempur SU-35 Indonesia Bukan Tandingan Bagi AU Australia


Kehadiran Su-35 ke Indonesia bisa mengubah peta kekuatan di kawasan Asia pasifik. 

Upaya perusahaan penerbangan asal Amerika Serikat (AS), Lockheed Martin jauh-jauh datang ke tanah air untuk merayu pemerintah Indonesia membeli varian terbaru F-16 sirna sudah. Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) menyatakan menolak dan tetap melanjutkan rencana pembelian Sukhoi Su-35 dari Rusia.

Pembelian Jet Tempur SU-35 Indonesia Bukan Tandingan Bagi AU Australia

Padahal, Lockheed Martin menawarkan serangkaian keunggulan dan sangat menggiurkan. Mulai dari negara pertama yang mengoperasikan F-16 Viper, hingga biaya operasional terjangkau serta penggunaan teknologi terkini.

Meski tawaran menarik tersebut tak membuat TNI AU bergeming dari rencana semula. Korps dengan semboyan 'Swa Bhuwana Paksa' tetap menjalankan rencana awal, yakni membeli Sukhoi Su-35 buatan Rusia untuk menggantikan F-5 Tiger II yang mulai termakan usia.


Berprestasi Tim reaksi cepat Komando Armada Barat TNI AL layak diberi penghargaan


Panglima Komando Armada Indonesia Kawasan Barat TNI AL, Laksamana Muda TNI Achmad Taufiqoerrochman, mengapresiasi langkah tim reaksi cepat (WQFR) Pangkalan Utama TNI AL IV/Tanjungpinang, dalam menumpas kejahatan di wilayah perairan Kepulauan Riau.

 Tim reaksi cepat Komando Armada Barat TNI AL

"Kinerja anggota tim reaksi cepat ini memberi dampak positif dalam pengamanan di perairan Kepulauan Riau," kata dia, di Tanjungpinang, Minggu. Dia ada di Tanjungpinang sejak kematin untuk meninjau kantor tim reaksi cepat itu, di Sekupang dan Punggur Batam.

Setiap hari petugas tim itu bekerja selama 24 jam secara bergiliran dalam merespons laporan, dan melakukan tindakan cepat terhadap kejahatan yang dilakukan. "Mereka siaga satu kali 24 jam tiap hari. Mobilitas mereka sangat tinggi," ucapnya.


Kopaska TNI AL Stupid Crazy, Serdadu Tetangga Pernah Merasakan Kegilaanya


TNI memang memiliki beberapa pasukan elit yang bisa dibanggakan. Di antaranya adalah Kopassus, Satgultor-81, Taifib Marinir, Kopaska, Denjaka, Kopaskhas, dan Den Bravo dan lainnya. Kehebatan mereka pun sampai terdengar di penjuru dunia. Terakhir, dalam perayaan HUT TNI di Cilegon, Banten 5 Oktober lalu, beberapa kalangan menyebut bahwa Marinir TNI AL Stupid Crazy saat menerjunkan tank amfibinya LVT-7 dari darat ke laut.

Kopaska TNI AL Stupid Crazy, Tentara Tetangga Pernah Merasakan Kegilaanya

Sebenarnya, bukan hanya marinir yang bisa disebut stupid crazy alias nekat dan gila. Tapi para pasukan elit TNI lainnya juga tergolong nekat dan gila. Salah satunya adalah Kopaska (Korps Pasukan Katak).

Pasukan katak adalah pasukan khusus milik TNI yang didirikan oleh Presiden Soekarno pada 31 Maret 1962. Pasukan ini memiliki motto Tan Hana Wighna Tan Sirna atau Tidak Ada Rintangan yang Tak Dapat Diatasi.


TNI AU Inginkan Satu Skuadron Pesawat Angkut Militer Hercules Tipe J


TNI terus berupaya memperkuat diri, terutama di matra udara dan laut. Langkah ini guna mendukung visi pemerintah mewujudkan Poros Maritim Dunia.

Peremajaan Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) di dua matra itu pun terus dilakukan. Terbaru, TNI Angkatan Udara (AU) menyiapkan pembelian pesawat angkut Hercules tipe J.


TNI AU Inginkan Satu Skuadron Pesawat Angkut Militer Hercules Tipe J

"Untuk menggantikan Hercules tipe B yang sudah berusia sepuh," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Muda (Marsma) Dwi Bagarmanto kepada Jawa Pos kemarin (10/10). Kemungkinan, peswat angkut Hercules tipe B akan segera dipensiunkan.

Sebagaimana diketahui, Indonesia merupakan satu-satunya negara yang masih menggunakan pesawat angkut Hercules tipe B. Terakhir, salah satu unit pesawat yang sudah ada sejak pemerintahan Soekarno itu jatuh di Medan pada akhir Juni lalu.