Jumat, 17 Agustus 2012

Kontingen Garuda di Kongo Peringati 17 Agustus


Peringatan ulang tahun Republik Indonesia ke-67 di markas Kontingen Garuda Indonesia XX-I Dungo, Kongo, berlangsung khidmad dan meriah.  Upacara dipimpin Komandan Satuan Tugas Garuda XX-I Letkol CZI Sapto Widhi Nugroho sebagai inspektur upacara, dan komandan upacara Kapten Marinir Agus Wahyu Widodo.


Dalam kesempatan itu inspektur upacara membacakan amanat Panglima TNI. Bagi 175 anggota Garuda XX-I, perayaan kamp ini istimewa karena dihadiri Wakil Menteri Pertahanan Letjen TNI Syafrie Syamsoeddin. Ikut dalam rombongan Direktur Strategi Pertahanan Mayjen TNI Puguh Santoso, Dirrah Ditjenstrahan Brigjen TNI Fransen Siahaan, Dirziad TNI AD Brigjen Zainal Arifin, Penasihat Militer Perwakilan Tetap RI di New York Brigjen Budhihardja Raden, Atase Pertahanan RI Afrika Selatan Kolonel Victor Simatupang, juga Direktur Pindad Adik Avianto Sudarsono. 

Usai upacara Safrie mengatakan dirinya diminta untuk melihat dari dekat aktivitas kontingen Garuda.  Dia menegaskan Kontingen Garuda adalah wajah 250 juta warga Indonesia, di Kongo. "Saya telah melihat bahwa para prajurit telah melakukan dengan baik apa yang ditugaskan negara," kata Safrie.

Selanjutnya Wamen menyerahkan bingkisan lebaran dari Asabri untuk semua anggota Garuda XX-I. Peringatan kemerdekaan diakhiri foto bersama di halaman kamp Garuda XX-I. 

Garuda XX-I mulai bertugas di Dungu pada Desember 2011. Misi mereka adalah melakukan konsolidasi keamanan untuk perdamaian. "Kami"Kami di sini membuat jalan, jembatan, landasan terbang," kata Komandan Satgas Garuda XX-I Letkol Sapto.

Pada Kamis 16 Agustus, wamen sempat diajak melihat ruas jalan Dungo - Duru. Jalan yang rencananya sepanjang 84 km ini dirintis oleh Kontingen Garuda XX-H dan dilanjutkan sambil dirawat oleh Garuda XX-I.

Jalan tanah yang dikeraskan dengan lapisan limnit - tanah merah bercampur pasir dan krikil - itu tampak mulus dan nyaman dilalui. Limonit diambil dari lapisan atas tanah di kiri kanan jalan yang baru dibuka itu. Pada tepian jalan mulai ada komunitas lokal mendirikan hunian, berkelompok lima hingga 10 rumah.

Letkol Sapto mengatakan hambatan mereka cuma peralatan kerja yang sudah mulai rusak, disamping malaria. "Sudah 143 anggota kami yang kena malaria," katanya. 

Sebelum kembali wamen mengatakan akan segera mengusulkan pembaruan alat kerja Kontingen Garuda. "Kita akan lakuksn kebijaksn khusus untuk tugas teknis peace keeping operation ini," katanya. 



Sumber : Tempo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar