Senin, 13 Agustus 2012

TNI Tambah Satgas Helikopter untuk misi PBB di Kongo


Pasukan penjaga perdamaian Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas di Kongo, Kontingen Garuda XX-I/MONUSCO, tahun ini direncanakan diperkuat dengan Satgas Helikopter. Sebelumnya, Satgas Helikopter untuk misi PBB di Kongo, Afrika diemban oleh pasukan dari India.



    Perwira Penerangan Konga XX-I/Monusco Lettu Cku Sulikan dalam siaran pers, Sabtu (11/8) mengatakan, terkait rencana penempatan Satgas Helly di Konga XX-I/MONUSCO tersebut, tim Recce Satgas Helly dari TNI telah melakukan pengecekan ke lokasi pada Jumat (10/8). Satgas Helly itu rencananya akan bergabung dengan Konga XX-I/MONUSCO atau juga dikenal Indonesian Engineering Company yang terlebih dahulu telah melaksanakan tugas di Kongo. Secara keseluruhan, Indonesia telah melaksanakan tugas di Kongo sembilan tahun dengan masa pergantian per tahun.

    Setelah menerima paparan singkat dari Komandan Satgas Letnan Kolonel Czi Sapto Widhi Nugroho tentang situasi keamanan, kegiatan satgas, pekerjaan yang telah, akan dan sedang dikerjakan, Tim Recce Satgas Helly TNI melaksanakan diskusi dengan staf Air Ops Monusco yang berada di wilayah Dungu.

    "Dilanjutkan meninjau lokasi penempatan Satgas Helly, mengelilingi Hellypad, dan Airport Dungu sepanjang 2,5 kilometer," ujarnya.

    Rombongan juga sempat meninjau seluruh camp diantaranya, gudang senjata dan amunisi, gudang sparepart, dan rumah genset. Tak luput dari pantauan adalah gudang makanan basah dan kering, penyimpanan obat, serta alat-alat berat Zeni.

    Ketua tim Laksamana Pertama TNI Budihardja Raden mengatakan, jika tidak ada halangan dan disetujui oleh pimpinan, maka di akhir tahun ini Satgas Helly sudah bisa diberangkatkan untuk tugas ke Kongo, menggantikan satgas sebelumnya. "Akan menggantikan negara India yang ditarik pulang ke negaranya," ujarnya.

    Budihardja yang menjabat sebagai perwakilan tetap Republik Indonesia di Dewan Keamanan PBB di New York itu berpesan agar alat-alat yang sudah cukup tua tidak menjadi hambatan bagi prajurit menunaikan tugasnya. Sebaliknya, itu tantangan yang harus mampu dihadapi dengan bekerja keras. (Feber S) 



Sumber : Suara Karya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar