Senin, 15 Oktober 2012

Iran Menunggu Ketegasan Pemerintah RI soal Tawaran Kerja Sama


Pemerintah Iran mengajukan tawaran kerja sama kepada Indonesia. Kerja sama itu antara lain di bidang pendidikan dan penelitian. Tetapi, Pemerintah Indonesia tak kunjung menyikapi tawaran tersebut. Ketidakjelasan sikap ini memicu pertanyaan dari kalangan DPR.

Presiden Iran Ahmadinejad dan SBY berjabatan tangan
Presiden Iran Ahmadinejad dan SBY berjabatan tangan
foto : rferl.org

"Pemerintah itu maunya apa terhadap Iran. Jadi teman atau sebagai apa? Pemerintah tidak tegas!" kata anggota Komisi I DPR RI Meutya Hafid saat rapat kerja dengan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (10/10).

Bukan tanpa sebab jika ia bertanya demikian. Beberapa waktu lalu, anggota Fraksi Partai Golkar ini berkunjung ke Iran dalam rangka menjajaki kerja sama ekonomi. Di sana ia pun ditanya oleh pejabat Pemerintah Iran soal tawaran kerja sama yang selama ini disodorkan ke Pemerintah Indonesia.


Menurut mantan wartawati ini, Pemerintah Iran sudah beberapa kali menawarkan beasiswa bagi mahasiswa Indonesia. Namun, hingga kini belum ada tanggapan. Menteri Pertahanan Iran juga sudah lima kali berkunjung ke Indonesia. Tapi, tak ada pula tindak lanjutnya.

"Mereka juga memberi kesempatan untuk peneliti Indonesia untuk melakukan riset nuklir. Mereka gratiskan untuk Indonesia. Tapi itu juga tidak ditindaklanjuti. Padahal riset nuklir itu kan penting bagi Indonesia," kata Meutya.

Intinya, kata Meutya, mereka mengeluhkan Pemerintah Indonesia yang tidak tegas mendukung teknologi nuklir Iran.

"Praktis Iran merasa sendirian. Mereka bilang kalau tidak mau berhubungan ya sudahlah. Padahal ini momentum untuk berkawan dengan Iran, mereka itu berpeluang jadi negara besar," katanya.



Sumber : Jurnal Parlemen

4 komentar:

  1. jangan-jangan pemerintah takut krn mungkin ditekan Amerika & Barat terkait program nuklir Iran... kita menganut politik luar negeri yang bebas & aktif, jadi tidak usah takut.. apalagi kalau kerjasama ini untuk kemajuan industri pertahanan kita..

    BalasHapus
  2. Kok baru tahu, kalau presiden RI sekarang ini memang jauh dari ketegaran dalam setiaptindakannxa. Kecewa sy dulu termasuk yg mengharapkan dia. RI tidak punya harga diri dibawah pemerintahannya, krn dia tunduk pada para pemguasa negara negara adikuasa.

    BalasHapus
  3. jangan salah SBY itu waktu jadi perwira belajar nya di amerika lha ya didik supaya patuh sama amerika n sekutu nya. makanya pilih presiden kaya soekarno, Amerika No! RUSIA,CHINA,IRAN YESSS!

    BalasHapus
  4. Bagaimana nih pilih jokowi atau prabowo?terserah agan agan

    BalasHapus