Selasa, 23 Oktober 2012

Mahasiswa Wajib Kawal Keutuhan NKRI


PANGDAM III/Siliwangi Mayjen TNI Sonny Widjaya mengingatkan. perjalanan 67 tahun kemerdekaan Indonesia bukan perjalanan yang mulus, tetapi berliku dan penuh dinamika yang diwarnai oleh revolusi fisik, pemberontakan dan krisis ekonomi yang berdampak pada terjadinya reformasi.

Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Sonny Widjaya menerima plakat usia memberikan ceramah
Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Sonny Widjaya menerima plakat usia memberikan ceramah
foto : Pelita Online

“Kewajiban Mahasiswa  bersama elemen bangsa  sekarang adalah mengawal keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia agar menjadi Negara dan bangsa yang maju dan sejahtera,” ujar Pangdam saat menjadi pembicara dalam Pekan Integrasi Nasional Resimen Mahawarman Batalyon XI/Universitas Pendidikan Indonesia di Bale Pertemuan UPI, Jalan DR. Setiabudhi Bandung, Senin (22/10/2012).

Pangdam menjelaskan bahwa NKRI merupakan harga mati yang harus dipertahankan sampai kapanpun. Untuk mewujudkan itu menurut Pangdam, Bangsa Indonesia sesungguhnya memiliki modal sosial (Social capital) yang besar diantaranya adanya sikap toleransi dan semangat kesetiakawanan social, semangat musyawarah untuk mufakat, semangat nasionalisme dan patriotisme serta semangat gotong royong yang telah menjadi bagian budaya bangsa.


Ancaman pada era millennium ke tiga sekarang ini, lanjut Pangdam, perang menggunakan kekuatan bersenjata bukanlah satu-satunya pilihan. Perang melalui penghancuran moral dan budaya bangsa adalah satu pilihan yang menarik dan menguntungkan.

Alasannya, kata Pangdam, diantaranya tidak memerlukan kekuatan senjata yang mahal, tidak berisiko timbulnya kematian akibat senjata dan system senjata serta tidak terjadi perang fisik karena proses penghancuran menyatu dengan kejadian normal kehidupan sehari-hari.

“Juga memutuskan ikatan emosional kebangsaan dan norma-norma kemanusiaan, sehingga terjadi pembusukan dari dalam dan terjadi pertumpahan darah antara sesama anak bangsa ” jelas Pangdam dadlam ceramahnya yang bertajuk “Memperkokoh Kesatuan dan Persatuan Guna Mencegah Runtuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.”

Upaya-upaya mengatasi dan mengantisipasi ancaman tersebut, menurut Pangdam, adalah dengan terus mengimplementasikan Pancasila sebagai nilai moral bangsa, nilai budaya bangsa serta menanamkam semangat kebangsaan untuk rera berkorban bagi kepentingan bangsa, rasa senasib sepenanggungan  serta mengokohkan soliditas aparat Negara dengan diawali menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri untuk mau berubah menuju yang lebih baik.

Pekan Integrasi Nasional “Yudha Manunggal Chakti” yang diselenggarakan Menwa Mahawarman  Batalyon XI/UPI diikuti oleh 150 peserta terdiri dari perwakilan anggota Resimen Mahasiswa se Indonesia, diantaranya perwakilan dari Unpar Bandung, Univ Maritim Raja Ali Haji Kepri, Unbraw Malang, Unimal Aceh, IAIN Wali Songo Semarang, STAIN Palangkaraya, UIN Kalijaga Yogyakarta, UPS Tegal, Unsoed Purwokerto,  Univ Wahidiyah Kediri, Instipar Yogyakarta, Univ Bengkulu, Univ Pekalongan, STIE Adi Niaga Bekasi, IKIP PGRI Semarang, Unpas Bandung, Unigal Ciamis, ITB, Unpad, UNS, UNJ, UGM, Unnas, Stain Kudus, Univ 45 Makasar dan SBB Cirebon. 



Sumber: Pelita Online

1 komentar:

  1. mahasiswa mempunyai tridharma perguruan tinggi sama dg TNI, jadi jangan diragukan semangat masiswa menuntut ilmu pengetahuan dan TNI hrs berani merangkulnya utk kemajuan TNI ttp jangan disalah gunakan. Slamat bergabung TNI mahasiswa...Jayalah NKRI

    BalasHapus