Jumat, 19 Oktober 2012

TNI AD Usul Beli Anjing Untuk Keperluan Kopasuss


TNI AD Ingin Beli 17 Anjing Dengan Harga Total Rp 900 Juta

Komisi I DPR RI melakukan rapat kerja dengan TNI Angkatan Darat, Rabu (17/10/2012). Dalam rapat yang membahas anggaran operisional TNI itu, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Pramono Edhie Wibowo sempat mencetuskan usulan soal pembelian 17 ekor anjing pelacak.


KSAD Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo
KSAD Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowofoto : tribun

"Harganya 6.000 dollar AS untuk satu anjing. Kalau misal ada anggaran kami akan menyesuaikan maka tadi kan diusulkannya. Insya Allah ya semaksimal mungkin kalau dana ada kami sih oke saja," ujar Pramono Edhie, Rabu (17/10/2012), di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Berdasarkan perhitungan Kompas.com, total harga 17 anjing pelacak ini adalah 102.000 dollar AS. Jika nilai tukar dollar AS terhadap Rupiah sekitar Rp 9.500, maka anggaran yang diperlukan untuk membeli 17 ekor anjing pelacak ini adalah Rp 900.690.000. Hal ini belum termasuk biaya pemeliharaan dan pelatihan, yang juga membutuhkan alokasi khusus.


Pramono mengatakan bahwa anjing-anjing pelacak itu nantinya akan membantu kerja Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Akan tetapi, jika usulan itu diterima Komisi I, Pramono berharap agar pembiayaannya tidak dibebankan ke anggaran Paspamres soal dana pemeliharaan.

"Harus membentuk satuan lagi karena itu kan bersifat khusus. Yang sekarang ada adalah punya Kopassus. Jadi bisa juga kita berikan ke Kopassus untuk biaya pemeliharaannya, sementara Paspampres yang melaksanakan," kata jenderal bintang empat ini.

Keberadaan anjing-anjing pelacak ini cukup bermanfaat untuk melacak dan menyerang penjahat.

Usulan ini belum dibahas secara serius oleh anggota DPR. Namun, jika nanti usulan pembelian anjing pelacak ini diloloskan, Edhie berharap bisa dilakukan pembelian secara maksimal untuk membantu personil Paspampres yang ada.


17 Anjing untuk mendukung kinerja Kopassus

TNI Angkatan Darat (AD) berencana membeli 17 ekor anjing.

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Pramono Edhie Baskoro mengatakan, harga seekor anjing senilai 600 dolar Amerika Serikat (AS), atau sekitar Rp 5,7 juta.

Jika TNI AD berencana membeli 17 ekor anjing, maka anggaran yang dibutuhkan sebesar 10.200 dolar AS (sekitar Rp 97,6 juta)

"Itu cuma harga belinya, belum perawatan sampai dia dilatih dan bisa melakukan tugas," kata Edhie di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (17/10/2012).

Meski begitu, TNI AD tidak ingin pembelian anjing engganggu pos anggaran yang mereka miliki.

"Kalau misal ada anggaran, kami menyesuaikan," imbuhnya.

Edhie mengungkapkan, anjing yang akan dibeli bertujuan meningkatkan kinerja satuan khusus TNI AD, yakni Kopassus. Perawatan anjing, jelasnya, juga diserahkan kepada Kopassus.

"Lebih baik kami berikan kepada Kopassus yang memelihara, dan Paspampres yang melaksanakan," ujarnya.

Kopassus sebenarnya sudah memiliki anjing pelacak. Namun, Edhie lupa berapa jumlahnya.

"Tapi ada namanya satuan anjing, dia bisa anjing pelacak dan bisa menyerang juga kalau ada orang-orang yang melakukan kejahatan," ucapnya.



Sumber : Tribun

Tidak ada komentar:

Posting Komentar