Sabtu, 28 Juli 2012

Akhir Agustus 2012 Super Tucano Perkuat TNI-AU


Bertempat di fasilitas produksi Embraer di Gaveao Peixoto Sao Paulo Brazil, baru-baru ini telah dilaksanakan pemeriksaan pesawat Super Tucano TNI-AU nomor seri produksi 179 dan 180 oleh tim dari Kementerian Pertahanan RI/TNI-AU.

Super Tucano Take Off
Super Tucano Take Off

Tim pemeriksa yang dipimpin oleh Letkol Lek Alit Erbawa dengan anggota Letkol Tek Sianturi, Mayor Pnb James Yanes Singal dan Mayor Tek Yani Prasetyo melakukan pemeriksaan pesawat meliputi dokumen, pencocokan komponen pesawat, interior pesawat, pengecatan dan uji terbang.

Visit Boarding Search and Seizure (VBSS) Koarmatim amankan perbatasan laut


Tim Visit Boarding Search and Seizure (VBSS) Koarmatim siap mengamankan wilayah perbatasan laut, saat gelar latihan disekitar Dermaga Koarmatim, Ujung Surabaya, Jum’at (27/07). Sebanyak empat tim pasukan VBSS bersenjata dilengkapi dengan sarana kendaraan air cepat Rigid Hull Inflatable Boat (RHIB) dikerahkan dalam Latihan Pratugas Satuan Tugas (Satgas) Operasi Perbatasan Laut Tahun 2012.

Tim Visit Boarding Search and Seizure (VBSS) Koarmatim
Tim Visit Boarding Search and Seizure (VBSS) Koarmatim
 
Tim VBSS tersebut dibekali dan diuji kemampuannya dalam menangaai berbagai permasalahan tindak pelanggaran di wilayah perbatasan laut seperti pembajakan, perompakan, penyelundupan manusia (ilegal entri), ilegal logging, ilegal fishing, pelanggaran batas wilayah maritim dan aksi terorisme di laut. Masing-masing tim beranggotakan 6 personel dan seorang perwira yang menjabat sebagai Komandan Tim.

Untuk mengasah kemampuan naluri tempur agar tetap terjaga dan meningkat, personel yang terlibat dalam VBSS ini melaksanakan latihan pemeriksaan kapal (bording) dengan didampingi pelatih dari Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) Koarmatim. Empat tim boarding yang disiapkan oleh Koarmatim terdiri dari satu tim VBSS KRI Untung Suropati-372, KRI Abdul Halim Perdana Kusuma-355, KRI Frans Kaisiepo-368 dan KRI Arun-903.

15 Tank Leopard Bulan Oktober akan Tiba di Indonesia


Sebanyak 15 unit Main Battle Tank (MBT) jenis Leopard 2A6 direncanakan akan segera tiba di Indonesia pada Oktober mendatang. "Jadi saat HUT TNI sudah dapat diperlihatkan,"kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Hartind Asrin, di Jakarta, Jumat (27/7).

 
Menurutnya, pengiriman Leopard akan dilakukan secara bertahap hingga 100 unit seperti yang direncanakan pada 2014 mendatang. 15 tank yang akan di tahap pertama rencananya akan ditempatkan di wilayah Jawa.

Jumat, 27 Juli 2012

Strategi Pertahanan - TNI Tempatkan KOSTRAD di Perbatasan


Pemerintah Indonesia mengirim pasukan elit tambahan untuk menjaga wilayah di perbatasan negara tetangga. Tiga Batalyon Komando Strategi Angkatan Darat (Kostrad) dan Marinir telah dikirim ke wilayah perbatasan sejak pertengahan tahun ini.

Komando Strategis Angkatan Darat (KOSTRAD)
Komando Strategis Angkatan Darat (KOSTRAD)
 
Hal itu dungkapkan, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Hartind Asrin saat ditemui di Gedung Kemenhan, Jakarta, Kamis, 26 Juli 2012.

"Kami sudah mengubah strategi di perbatasan. Sekarang kita kirim pasukan pemukul (Kostrad dan Marinir) sejak pertengahan tahun ini. Pasukan elit kita masuk ke sana," kata Hartind.

Ditambahkan Hartind, wilayah perbatasan antar negara tetangga, selama ini memang kerap menjadi wilayah yang rawan konflik. Untuk itulah, maka terjadi penambahan pengiriman pasukan elit ke daerah tersebut.

Sukhoi Su-27/30 Indonesia - Welcome in Darwin


Empat pesawat tempur Sukhoi Su-27/30 Skuadron Udara 11 Lanud Sultan Hasanuddin disambut dua pesawat tempur F/A-18 Hornet No. 77 Squadron saat tiba di udara Darwin.


TNI AU pertama kalinya mengikuti Latihan Udara Bersama Pitch Black. Enam negara, 94 unit pesawat dan lebih dari 2200 personil mengikuti Latma Pitch Black 12, dimulai 27 Juli hingga 13 Agustus di Darwin.



Kemhan Pastikan Pembelian Leopard


Kementrian Pertahanan memastikan rencana pembelian Main Battle Tank jenis Leopard 2A6 dari Jerman tetap terealisasi. Penolakan dari parlemen Jerman dan DPR RI bukanlah sebuah ganjalan untuk memperkuat pertahanan negara.

Brigjen TNI Hartind Asrin
Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Hartind Asrin menyatakan, rencana pembelian Main Battle Tank jenis Leopard 2A6 dari Jerman tetap terealisasi.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Hartind Asrin menyatakan, proses pembelian tank berbobot 60 ton itu sudah tuntas. "(Penolakan) itu memang ada, namun terjadi dalam diskusi kecil. Tak membuat pembelian tank menjadi batal," kata Hartind di Jakarta, Jumat (27/7).

Menurut dia, penolakan yang diberikan anggota Parlemen Jerman pun bukanlah sebuah sikap Parlemen melainkan opini pribadi. Dengan demikian, penolakan tersebut tidak akan mengubah keputusan kedua negara melakukan transaksi.

Kamis, 26 Juli 2012

Pengamat : ASEAN Tak Berdaya Menghadapi China


Harapan Filipina dalam pertemuan ke-45 Menteri Luar Negeri ASEAN, di Phnom Penh, Kamboja, Juli 2012, agar disepakatinya Kode Tata Berperilaku di Laut China, kandas. Kandasnya kesepakatan tersebut diakibatkan di antara anggota ASEAN sendiri, khususnya Kamboja dan Filipina, yang tak menemukan titik temu.

Ardi Winangun - Pengamat Hubungan Internasional

Menteri Luar Negeri Kamboja, Hor Namhong, dalam kesempatan itu menuturkan bahwa pertemuan ini bukan untuk membahas sengketa yang terjadi di Laut China Selatan. Bahkan lebih tegas, Hor mengatakan masalah sengketa di Laut China Selatan tidak perlu dibahas.

Filipina ngotot agar masalah di Laut China Selatan bisa diselesaikan oleh negara ASEAN karena negara itu butuh dukungan. Bila Filipina menghadapi China secara sendiri, secara militer dan hukum internasional, akan kewalahan. Untuk itu Filipina tak lelah-lelahnya membawa masalah ini ke dunia internasional.

Rancangan Undang-Undang Wajib Militer Bisa Disahkan Tahun Ini


Kementerian Pertahanan menilai Rancangan Undang-Undang Komponen Cadangan Pertahanan Negara amat mendesak untuk segera disahkan tahun ini. Juru bicara Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal Hartind Asrin, menilai  peraturan itu sangat dibutuhkan untuk meningkatkan nasionalisme masyarakat dan keamanan negara. “Dibandingkan Malaysia dan Singapura, kita sangat ketinggalan," kata Hartind, Ahad 22 Juli 2012.

Wajib Militer Indonesia
Wajib Militer Indonesia

RUU itu sebenarnya sudah masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) sejak 2004, bahkan masuk kategori prioritas pada 2010. Namun hingga kini RUU belum juga selesai dan pembahasannya masih tertahan di Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat.

Dalam RUU Komponen Cadangan Pertahanan tersebut, warga sipil dipersiapkan untuk mendapat pelatihan militer. Selanjutnya, sewaktu-waktu mereka dapat dikerahkan dan dimobilisasi untuk memperbesar serta memperkuat kekuatan dan kemampuan Tentara Nasional Indonesia.

Riset dan Penguasaan Teknologi, Untuk Memperkuat Pertahanan Negara


penguasaan teknologi menjamin adanya persenjataan yang tangguh. Salah satu aspek penting pengembangan teknologi adalah untuk mendukung kemampuan pertahanan negara.

Ilustrasi Teknologi Pertahanan Indonesia
Ilustrasi Teknologi Pertahanan Indonesia

Dalam sejarah peperangan yang pernah terjadi, kemampuan suatu negara dalam menguasai teknologi sangat berpengaruh pada kemenangan. Sebab, penguasaan teknologi menjamin adanya persenjataan yang tangguh. Di Indonesia, pembangunan industri pertahanan telah dimulai sejak diterbitkannya Keputusan Presiden No 59/1983.Keppres itu membidani lahirnya sejumlah industri pertahanan seperti PT IPTN (sekarang PT Dirgantara Indonesia/ PT DI) untuk bidang kedirgantaraan, PT PAL (untuk maritim), PT PINDAD (persenjataan dan amunisi), PT DAHANA (bahan peledak), PT LEN (elektronika dan komunikasi).

Industriindustri itu mulai tenggalam setelah dihantam badai krisis pada 1998. Sekarang, pengembangan kemampuan teknologi dalam mendukung pertahanan kembali digencarkan. Guna mendukung langkah ini, dibentuklah Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) yang dipimpin Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dan beranggotakan sejumlah menteri, termasuk Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta,Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, dan Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo.

Menanti Tank Medium Buatan PINDAD


Kita telah mendengar berulangkali PT pindad akan membuat tank medium untuk mengisi kebutuhan TNI AD. Direktur Utama PT Pindad Adik Avianto Soedarsono mengatakan tank Pindad itu berkekuatan 500 tenaga kuda dengan bobot sekitar 28 – 30 ton.

Marder Retrofit Canon 105mm


Beberapa anggota Komisi I DPR mengaku telah melihat prototype tank pindad tersebut. Antara lain Wakil ketua Komisi 1 DPR, TB hasanuddin. “Prototipe tank sudah jadi dan sudah jalan. Hasilnya cocok, kenapa tidak dikembangkan. Tinggal sekarang bilang oke, buat yang banyak”, ujar TB Hasanuddin.

KSAD Jenderal Pramono Edhie Wibowo juga berbicara tentang tank medium Pindad. “Pindad hanya mampu mengembangkan tank tingkat sedang. Untuk tank berat kita belum mampu. TNI sedang bekerja sama dengan PT Pindad mengembangkan tank yang ada”, ujar KSAD.

Komandan Paspamres Berganti, Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi 2014


Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) memiliki komandan baru. Jika sebelumnya Komandan Paspampres dijabat Mayjen TNI Agus Sutomo, mulai sore ini digantikan Brigjen TNI Doni Monardo.

Serahterima-jabatan-komandan-paspampres
Upacara Serah Terima Jabatan Paspampres (sumber: detikpoto)
 
Agus Sutomo menempati jabatan baru sebagai Komandan Jenderal (Danjen) Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Sedangkan jabatan Doni Monardo (Akmil 1985) sebelumnya Wadanjen Kopassus. Serah terima jabatan Dan Paspampres dipimpin Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono.

"Tantangan ke depan, tugas Paspampres tidak akan ringan. Tamu negara akan semakin banyak, apalagi kondisi lingkungan yang semakin terbuka. Tugas pengamanan tak boleh dikurangi dan disederhanakan. Persiapkan secara matang dengan memperhatikan kewaspadaan," kata Agus Suhartono saat memimpin pelaksanaan serah terima jabatan di Mako Paspampres di Jakarta, Rabu (24/7).

Rabu, 25 Juli 2012

TNI AL dan Angkatan Laut China dialog untuk kali pertama


TNI Angkatan Laut dan Angkatan Laut China untuk kali pertama melakukan dialog dalam kerangka "navy to navy talk" guna meningkatkan kerja sama pertahanan kedua negara.

 TNI AL dan Angkatan Laut China dialog untuk kali pertama
Ilustrasi

Wakil Ketua Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Pertahanan China Laksamana Muda Guan You Fei mengatakan dialog antara angkatan laut Indonesia dan China merupakan salah satu bagian dari kerja sama pertahanan kedua negara dalam bentuk forum konsultasi bilateral bidang pertahanan dan keamanan.

"Dialog antarangkatan laut kedua negara menjadi salah satu komponen penting untuk membina hubungan yang lebih baik berdasar saling pengertian, dan saling percaya," kata Guan You Fei.

Jelang Sail Morotai, TNI AL Lakukan Sapu Ranjau


Menjelang pelaksanaan Sail Morotai 2012, Staf Operasi Angkatan Laut (Sopsal) TNI AU membentuk tim khusus untuk melakukan sapu ranjau, inspeksi lapangan, operasi survei, dan pemetaan hidro-oseanografi di perairan Morotai, Maluku Utara.

Ilustrasi Ranjau Laut
Ilustrasi Ranjau Laut

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Untung Suropati mengungkapkan, pelaksanaan inspeksi tersebut sekaligus untuk meninjau kesiapan Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Morotai dalam rangka melaksanakan dan mendukung Sail Morotai tahun 2012. "Dalam waktu dekat ini TNI Angkatan Laut juga akan melaksanakan kegiatan penyapuan ranjau oleh Satuan Kapal Penyapu Ranjau Komando Armada RI Kawasan Timur surabaya, "kata Untung di Jakarta, Selasa (24/7).

KRI Teluk Penyu-513 Distribusikian 40 Unit Mobil Internet Untuk Wilayah Timur Indonesia


Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Teluk Penyu-513, akan mendistribusikan mobil internet ke wilayah timur Indonesia tepatnya di Propinsi Sulawesi Utara (Sulut) dan Gorontalo, dalam sebuah kerjasama antara Koarmatim dengan Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) di Koarmatim Ujung Surabaya, Selasa (24/07). 

KRI Teluk Penyu-513 Distribusikian 40 Unit Mobil Internet Untuk Wilayah Timur Indonesia
KRI Teluk Penyu-513 Distribusikian 40 Unit Mobil Internet Untuk Wilayah Timur Indonesia


Rencananya mobil internet yang diberi nama Mobil Pusat Pelayanan Internet Kecamatan (MPLIK) diangkut oleh KRI Teluk Penyu menggunakan jalur Lintas Laut (Linla) dari Dermaga Koarmatim Ujung Surabaya menuju Dermaga Pelabuhan Bitung Sulut.


KRI AHMAD YANI 351 - Fregat TNI AL


KRI Ahmad Yani (351) merupakan kapal Perusak Kawal Rudal (KPR) milik TNI AL. Sebelumnya kapal ini merupakan kapal fregat AL Belanda (HMNLS Van Speijk F804) yang kemudian dibeli oleh Indonesia. 

KRI AHMAD YANI 351
KRI AHMAD YANI 351

Kapal ini bersaudara dekat dengan Fregat Inggris Kelas HMS Leander dengan sedikit modifikasi dari disain RN Leander asli. Dibangun tahun 1967 oleh Koninklijke Maatschappij de Schelde, Vlissingen, Belanda dan mendapat peningkatan kemampuan sebelum berpindah tangan ke TNI Angkatan Laut pada tahun 1977-1980. Termasuk diantaranya adalah pemasangan sistem pertahanan rudal anti pesawat (SAM, Surface to Air Missile) ) Mistral menggantikan Sea Cat.

Bertugas sebagai armada patroli dengan kemampuan anti kapal permukaan, anti kapal selam dan anti pesawat udara.

Pada tahun 2007, bersama dengan KRI Abdul Halim Perdanakusuma (355), selesai menjalani pergantian mesin yang dijalaninya selama 2 tahun. Saat ini KRI Ahmad Yani kembali memperkuat Komando Armada RI Kawasan Timur 

Selasa, 24 Juli 2012

BTR-80A - Monster Amfibi Korps Marinir TNI-AL


BTR-80A menjadi Panser amfibi andalan Korps Marinir TNI AL meski jumlahnya hanya 12 unit, tapi ada kesan mendalam tentang panser beroda delapan ini, BTR-80A TNI AL sudah mendapat penugasan dalam misi memperkuat batalyon mekanik pada pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon. Hal ini menandakan Indonesia tidak pelit untuk berpartisipasi dalam menjaga perdamaian dunia.

BTR-80A - Marinir TNI AL
BTR-80A - Marinir TNI AL

Berbeda dengan panser-panser buatan Eropa Barat dan Amerika. BTR-80A besutan Rusia tampil garang, dengan bobot lebih dari 13 ton panser ini jelas mempunyai efek deteren yang dahsyat, belum lagi pamor keluarga BTR-80 yang sudah kesohor sebagai kampiun di berbagai medan perang. 


Pindad Butuh Rp 300 Miliar untuk Mesin Pembuat Peluru


PT Pindad, produsen senjata dan amunisi, membutuhkan dana Rp 300 miliar untuk mesin peluru baru.

Mesin Pembuat Peluru PINDAD
Mesin Pembuat Peluru PINDAD
 
Direktur Sistem Senjata PT Pindad Irianto yang ditemui rombongan wartawan Kementerian Pertahanan di pabrik peluru dan bahan peledak Pindad di Turen, Kabupaten Malang, Kamis (3/11/2011), menjelaskan, pihaknya membutuhkan sekurangnya dua mesin baru.

"Itu baru mesin amunisi 5,56 milimeter dan 9 milimeter. Kebutuhan untuk mesin lain masih banyak," kata Irianto.

Panser Anoa PINDAD Perkuat Pasukan UNIFIL


Suatu kehormatan bagi Satgas Indo FPC TNI Konga XXVI-D2/UNIFIL untuk menggunakan kendaraan tempur (ranpur) Anoa yang merupakan sebuah kendaraan tempur militer lapis baja dan merupakan salah satu hasil karya terbaik anak bangsa yang diproduksi secara langsung oleh PT Pindad-Indonesia.

Panser Anoa PINDAD Perkuat Pasukan UNIFIL
Kendaraan tempur Anoa produksi PT Pindad-Indonesia yang akan digunakan oleh Satgas Indo FPC TNI Konga XXVI-D2/UNIFIL.


Salah satu kelebihan yang ada pada Anoa adalah sistem perlindungan yang diberikan oleh lapisan baja dan rangka, yaitu memiliki tingkat STANAG 3 level 3. Ini berarti, ranpur tersebut bisa menahan peluru kinetis hingga 7,62 x 51 mm Armor Piercing standar NATO dari jarak 30 meter dengan kecepatan 930 m/s, serta bisa menahan ledakan ranjau hingga massa 8 kg di bagian roda gardan dan di tengah-tengah badan.


Mudik Lebaran TNI AL Siapkan 5 KRI


PANGLIMA TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan, TNI akan membantu Polri untuk pengamanan Lebaran. TNI juga menyiapkan angkutan Lebaran untuk mengurangi kecelakaan pemudik.

Mudik Lebaran TNI AL Siapkan 5 KRI
Mudik Lebaran TNI AL Siapkan 5 KRI
 
"Semua pasukan yang kami siapkan sudah kami sebar untuk mengurangi angka kecelakaan pemudik. Pemudik yang menggunakan sepeda motor juga sudah kami siapkan kapal untuk mengangkut mereka ke tempat tujuannya secara gratis," kata Panglima usai melakukan buka bersama dengan Komisi I DPR RI di Mabes TNI, Jakarta, Kamis (25/8).

Senin, 23 Juli 2012

TNI AL Manfaatkan UAV Buatan LAPAN


TNI AL akan memanfaatkan pesawat intai tanpa awak (UAV) milik Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pesawat Terbang nir Awak  Lunav 01 (Atas) dan Skywalker (Bawah)


Pemanfaatan teknologi penginderaan jauh itu ditandai dengan penandatanganan Piagam Kesepakatan Bersama yang dilakukan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Soeparno dan Kepala LAPAN Bambang S Tejasukmana, di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi kedirgantaraan, di Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin.

TNI AU - Telkom Kembangkan Komunikasi Tertutup


TNI Angkatan Udara intensif mengembangkan jaringan komunikasi tertutup berteknologi canggih berbasis Information and Communication Tehnology (ICT). Modernisasi teknologi militer ini untuk mendukung operasi perang militer (OMP) dan operasi perang selain militer (OMSP)


 
Asisten Operasi Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Asops KSAU), Marsda TNI Ismono Wijayanto di Mabes TNI AU, Cilangkap, Jakarta, Kamis (19/7), menguji serta meresmikan penggunaan ICT yang mencakup Jaringan Komunikasi Berita (Jarkombra), Voice Over Internet Protokol (Voip) dan Video Conference (Vicon). ICT sebagai bagian dari moderniasi sistem komando, kendali, komunikasi dan informasi (K3I) TNI AU.
 

PT DI - Dorong Pasar Penerbangan Komersial


CN-235 dan N-295 memiliki keunggulan terutama untuk penerbangan perintis. PT Dirgantara Indonesia (PTDI) tak hanya membuat pesawat versi militer. Tapi, terus berupaya mendorong pasar pesawat sipil dan komersial.

CN-295
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memasuki pesawat CN-295. Pesawat militer produksi PT DI ini digunakan presiden dalam kunjungannya ke hangar PT Dirgantara Indonesia.
 

"Dalam beberapa tahun terakhir ini pesanan ke PT DI kebanyakan pesawat militer. Tapi bukan berarti hanya membuat pesawat versi itu, pasar sipil terus dikembangkan, baik untuk CN-235 maupun N-295," kata Kepala Divisi Kepatuhan dan Komunikasi PTDI Sonny Saleh Ibrahim di Bandung, hari ini.

Dia mengakui, bila pesawat CN-235 yang diproduksi dalam satu dekade terakhir adalah versi Maritime Patrol Aircraft atau patroli maritim pesanan Korea Selatan. Juga pesanan sejumlah N-295 dari TNI-AL dan TNI-AU juga untuk versi militer.

Minggu, 22 Juli 2012

Uji Ketangguhan Pilot Sukhoi Indonesia Vs Super Hornet Australia


Dalam minggu ini ada satu berita mengenai militer Indonesia yang menurut saya sangat menarik dan saya sangat menaruh minat yang besar akannya. Berita yang saya maksud adalah berita mengenai keikut sertaan Angkatan Udara Indonesia dalam latihan angkatan udara beberapa negara yang dilakukan di Australia. Event ini disebut dengan Picth Black 2012. Latihan Pitch Black ini di jadwalkan akan diadakan pada tanggal 27 July sampai pada 17 Agustus 2012. Dan tempat latihan akan diadakan di kawasan Utara Australia.

Sukhoi Su-30 MK2
Sukhoi Su-30 MK2 TNI AU

Dalam latihan dengan sandi Pitch Black 2012 ini akan di ikuti oleh angkatan udara dari Australia, Amerika Serikat, Singapura, Indonesia dan Thailand. Pada latihan ini juga akan di simulasikan pertarungan udara antar angkatan udara yang terlibat dalam latihan ini. Namun jenis pertarungan yang akan dilakukan dan negara mana yang akan melawan negara mana itu, saya sebagai admin AnalisisMiliter.com belum mendapatkan informasi akuratnya.

Spesifikasi Tiga UAV Canggih Buatan BPPT


Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengaku sedang mengembangkan berbagai varian pesawat udara nir awak (PUNA). Kepala Program PUNA BPPT, Joko Purwono mengatakan, BPPT terkendala komitmen dukungan pemerintah dalam mengembangkan pesawat intai tanpa awak alias unmanned aerial vehicle (UAV). Ini dibuktikan dengan rencana Kementerian Pertahanan (Kemenhan) membeli satu skuadron pesawat UAV buatan Israel Aerospace Industries (IAI).

UAV Wulung Saat Terbang
UAV Wulung Saat Terbang

Padahal produk BPPT, seperti PUNA Wulung, papar Joko, sangat canggih dengan dilengkapi kamera pengintai yang dapat merekam wilayah yang diamati. Jika sekarang baru mampu terbang hingga 51 kilometer dari pusat kontrol, ke depannya ditargetkan mampu terbang dengan jarak 200 kilometer dari ruang kendali. “Sehingga kalau digunakan di daerah perbatasan sangat efektif,” kata Joko.


Armada TNI AL di Pasifik Harus Ditingkatkan


Peranan TNI Angkatan Laut (AL) Indonesia di Samudera Pasifik ternyata masih kecil. Padahal, pangkalan militer Amerika Serikat sudah berada di Samudera Pasifik dan Hindia yang mengelilingi Indonesia. 

Patroli Laut Samudra Pasifik Harus ditingkatkan
Patroli Laut Samudra Pasifik Harus ditingkatkan

Dalam "Perbincangan dari Jogja untuk Indonesia," Pengamat Militer Connie Rahakundinie mengatakan, kemampuan militer Indonesia di Samudera Hindia wajib ditingkatkan.

Kesempatan Indonesia Untuk Membuat Rudal Nasional Segera Terwujud


Tanggal 25-26 Juli 2012 bisa menjadi hari bersejarah bagi dunia militer dan dunia teknologi Peroketan Indonesia. Republik Indonesia akan memasuki babak baru dengan lompatan yang sangat signifikan di bidang peluru kendali.

Rudal C-705, China Siap Transfer Teknologi Rudal pada Indonesia
Rudal C-705, China Siap Transfer Teknologi Rudal pada Indonesia

Di hari itu Kementerian Pertahanan akan kedatangan tamu istimewa dari China, untuk menetapkan perjanjian dimulainya alihteknologi pengembangan produksi bersama peluru kendali C-705 yang digunakan TNI Angkatan Laut.


China setuju untuk membangun pabrik pembuatan rudal C-705 di Indonesia dan siap berbagi teknologi sejak awal pembuatan rudal. PT Pindad telah menyiapkan lahan sebagai tempat perakitan rudal C-705. Kementerian Pertahanan juga menyiapkan pasokan bahan baku roket (propelan) yang pabriknya baru dibangun di Kalimantan.

KRI Sultan Hasanuddin-366 Dijadikan Kapal Markas MTF/ UNIFIL


Menjadi suatu kehormatan dan kebanggaan bagi Satgas Maritim TNI Konga XXVIII/D UNIFIL 2012 dan seluruh prajurit KRI Sultan Hasanuddin (SHN)-366 dan juga TNI AL, karena pada on task yang ke empat ini, MTF Commander Rear Admiral Wagnen  Lopes  de  Moraes  ZAMITH  dengan tiga orang stafnya dan  Chief of Staff of LAF Navy Rear Admiral Nazih Baroudi dengan seorang stafnya onboard di KRI Sultan Hasanuddin-366 dan menjadikan KRI Sultan Hasanuddin-366 sebagai kapal markas (flag ship), belum lama ini, Jum’at (13/7).

KRI Sultan Hasanuddin-366 Dijadikan Kapal Markas MTF/ UNIFIL
KRI Sultan Hasanuddin-366 Dijadikan Kapal Markas MTF/ UNIFIL

Hal ini merupakan pertama kalinya pimpinan MTF dan LAF Navy turut dalam pelayaran kapal perang Indonesia dalam operasi di Area of Maritim Operation Lebanon, sejak Indonesia mengirimkan kapal perang untuk bergabung dengan MTF/UNIFIL pada tahun 2009. Ini merupakan bentuk penghormatan dan kepercayaan yang diberikan kepada pemerintah Indonesia dari pemerintah Lebanon dan Dewan Keamanan PBB atas partisipasi Indonesia dalam misi pemeliharaan perdamaian di wilayah perairan Lebanon.



Prajurit Satfib Koarmatim Tingkatkan Kemampuan Nembak Meriam


Prajurit Satuan Kapal Amfibi (Satfib) Koarmatim meningkatkan  kemampuan dengan latihan menembak meriam kaliber 37 mm, 20 mm dan 12,7 mm.  Latihan yang dipimpin langsung Komandan Satfib Koarmatim Kolonel Laut (P)  Irwan Achmadi ini, berlangsung selama empat hari melaksanakan latihan di lapangan, mulai 17 Juli hingga 20 Juli 2012 di Batu Poron Madura.

Prajurit Satfib Koarmatim Tingkatkan Kemampuan Nembak Meriam
Prajurit Satfib Koarmatim Tingkatkan Kemampuan Nembak Meriam

 
Sebelum melaksanakan latihan di lapangan, prajurit melakukan latihan klasikal dimulai tanggal 12 Juli hingga 16 Juli 2012 bertempat di Markas Satfib Koarmatim. Latihan menembak meriam ini melibatkan 372 personel, yaitu dari personel KRI, pelatih, penilai (Kolatarmatim), staf latihan, staf pendukung, dan Arsenal Batu Poron. Dalam latihan ini juga dihadiri Kepala Arsenal Kolonel Laut (E) Endarto Pantja Irianto.