Sabtu, 08 Desember 2012

Prototype Tank Medium Pindad Selesai 2014


PT Pindad mengembangkan tank tempur medium (Medium Battle Tank) untuk kali pertama. Tapi dipastikan tidak akan meniru model tank tempur Medium Marder dari Jerman yang akan dipesan Indonesia.

Tank Marder Inspirasi Pengembangan Tank Medium PINDAD

"Kami tidak akan meniru dari mana. Pengembangan tank tempur Medium ini tentunya dibuat sesuai kebutuhan dan permintaan TNI. Sehingga ketika beroperasi nanti dapat digunakan secara maksimal. Kami akan desain dengan menyesuaikan requirement dari kavaleri TNI,"
ujar Hery Mochtady, kepala divisi Kendaraan Khusus Pindad di PT. Pindad, Bandung, Jawa Barat, baru-baru ini.

Sejauh ini, lanjut Hery, tahapan yang telah dilalui sampai pada pembuatan desain. Dalam pembuatan desain inilah kavaleri TNI dilibatkan meski tidak sampai ke tahap lebih jauh. "Target kami pada 2014 sudah jadi prototype. Setelah prototype jadi, kami mulai produksi," jelasnya.


Pendidikan Bela Negara untuk Generasi Muda Papua


Menteri Pertahanan (Menhan), Purnomo Yusgiantoro, terus menyosialisasikan pentingnya pendidikan bela negara kepada generasi muda di Tanah Air, khususnya mereka yang berada di Papua. Masalah pendidikan bela negara ini menjadi salah satu program dari Kementerian Pertahanan.

Pendidikan Bela Negara untuk Generasi Muda Papua

"Pendidikan bela negara untuk generasi muda diharapkan dapat menjadi salah satu cara dalam penjagaan kedaulatan negara karena sistem pertahanan yang dianut adalah sistem pertahanan rakyat semesta," kata Menhan saat menerima kunjungan kepala suku dan tokoh agama dari Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, yang dipimpin oleh Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Pdt Esmon, di Kantor Kemhan, Jakarta, Jumat (7/12).

Pertemuan yang difasilitasi oleh Ditjen Strategi Pertahanan Kemhan ini merupakan bagian dari upaya menyosialisasikan pendidikan bela negara bagi generasi muda Papua. Saat menemui 22 perwakilan dari Provinsi Papua tersebut, Menhan didampingi oleh Sekjen Kemhan, Marsdya TNI Eris Herryanto, dan pejabat Eselon I dan II Kemhan.


Moncong Hiu Yang Melegenda


Sejarah motif ini sangat panjang. Di Indonesia mulai dikenal menjelang akhir Perang Kemerdekaan ketika Belanda membawa armada P-51D Mustang yang saat itu disebut dengan Cocor Merah. Ada juga yang menyebutnya Mustang Gigi.
 

 

Hiasan ini sangat populer hampir di setiap era ada saja pesawat yang dihiasai dengan motif seperti ini. Tampilanya dari zaman ke zaman nyaris tidak jauh berbeda yaitu bentuk gigi yang menyeringai warna putih dengan ekspresi mata yang sedang marah. Dan jika menggunakan baling-baling pada bagian ujung (cone) hidung pesawat biasanya diberi warna merah.

Kalau diperhatikan pesawat yang menggunakan motif ini adalah keluaran pabrikan dari AS. Padahal Luftwaffe adalah yang pertama kali mengunakannya di tahun 1915 pada pesawat Roland C.II yang dipiloti oleh Oberleutnant Ritter von Schlech. Cuma saat itu motifnya masih bernama Walfisch (ikan paus) dengan bentuk gambar yang belum begitu jelas. Tapi inilah yang menjadi cikal baka dari motif moncong hiu.


Indonesia akan Latih Polisi Afghanistan


Pemerintah Indonesia bekerjasama dengan United Nations Development Program (UNDP), berencana akan memberikan pelatihan kepada 50 anggota Kepolisian Afghanistan.

Polisi Afganistan
foto : guardian.co.uk
 
Rencananya program pelatihan tersebut akan dilaksanakan di Indonesia, 10 hingga 23 Desember 2012. “Pelatihan ini merupakan bagian dari realisasi komitmen Pemerintah RI untuk membantu proses rekonstruksi dan rehabilitasi Afghanistan dengan memberikan bantuan capacity building,” ucap Duta Besar LBBP RI untuk Afghanistan, Mayjen TNI (Purn) Anshory Tadjudin, seperti dilansir oleh situs Kementerian Luar Negeri.

Pelatihan kepolisian difokuskan pada tiga bidang, yaitu lalu lintas, reserse kriminal, dan public police.

Menjelang keberangkatan peserta pelatihan ke Indonesia, Dubes Anshory Tadjudin menerima 6 orang perwakilan dari anggota polisi Afghanistan calon peserta pelatihan dan satu orang perwakilan dari UNDP M. Salim Qayoumi di kantor KBRI Kabul,  Rabu (5/12/2012).
 


Pangkostrad Tinjau Pembangun Garasi Tank Leopard Yonkav 1


Pangkostrad Letnan jenderal TNI M. Munir pada hari Selasa tanggal 4 Desember 2012 mengunjungi pembangunan Garasi Leopard di Yonkav 1 Kostrad Cijantung. Pada kesempatan itu Pangkostrad melihat lihat pembangunan garasi. Dalam kunjungan pangkostrad tersebut didampingi  oleh Komandan Batalyon Kav 1 Kostrad Mayor Kav Eko.

Pangkostrad Tinjau Pembangun Garasi Tank Leopard Yonkav 1

Sebagai salah satu satuan yang berada di bawah komando Divisi Infanteri 1 Kostrad, Batalyon Kavaleri 1/ Tank merupakan salah satu satuan banpur yang menjadi pemukul di jajaran Kostrad pada khususnya dan di jajaran TNI AD pada umumnya.


Jumat, 07 Desember 2012

Indonesia-China Sepakati Empat Bidang Kerja Sama Maritim


Indonesia dan China menyepakati empat bidang dalam kerja sama maritim, sebagai bagian dari nota kesepahaman kerja sama maritim kedua negara pada Maret 2012.

Indonesia-China Sepakati Empat Bidang Kerja Sama Maritim
 

Empat bidang dalam kerja sama maritim kedua negara itu disepakati pada sidang pertama Komisi Kerja Sama Maritim (Maritime Cooperation Commission/MCC) Indonesia-China di Beijing, Kamis.

Wakil Menteri Luar Negeri RI Wardana kepada ANTARA mengatakan keempat bidang kerja sama itu, adalah penggantian alat bantu navigasi di sepanjang Selat Malaka yang rusak karena tsunami Aceh pada 2006, dan pendirian pusat kelautan dan iklim Indonesia-China.

Selain itu, lanjut dia, Indonesia dan China juga menyepakati peningkatan daya mampu dan pelatihan operator vessel traffic service (VTS) di Selat Lombok dan Selat Sunda serta pembangunan KAMLASAT (satelit keamanan laut).


Ancaman Keamanan Udara Indonesia Oleh Asing


Seringkali kita selalu berbicara tentang ancaman keamanan nasional, maka mainstream pembicaraan mengarah kepada jenis-jenis ancaman yang bersifat politik, ideologi, ekonomi dan hankam, sementara di sisi yang lain kita kurang menyadari bahkan mungkin beberapa petinggi di negara ini atau pengambil kebijakan di negara ini juga kurang mengerti sebenarnya ada ancaman sangat besar yang bisa menerkam Indonesia ke depan yaitu ancaman “pengkaplingan udara” Indonesia oleh asing.

Ancaman Keamanan Udara Indonesia Oleh Asing
Dalam konsep ATFM (Air Traffic Flow Management), wilayah udara dunia akan dibagi menjadi 4 pusat pengendalian penerbangan (ATFM Centre) : Eurocontrol, mengendalikan seluruh penerbangan di Eropa. Berpusat di Brussels dan mulai dibuka tahun 1996. ATCCC, mengendalikan seluruh penerbangan di Amerika. Berpusat di Warrenton, VA. Dibuka mulai 2002 sebagai pemgembangan TRACON. ATNS, menjadi pusat pengendalian penerbangan di seluruh wilayah udara Afrika. Dibuka sejak 2010 dan berpusat di Johannesburg. Sedangkan untuk Asia Pasifik, saat ini ada 3 negara sedang bersaing untuk memperebutkan sebagai ATFM Centre, yaitu : Indonesia, Thailand dan Australia, seperti yang tergambar dalam ATC world map dibawah ini :       

Ancaman Serius

Persoalan keamanan udara Indonesia ini tidak dapat dipandang sebelah mata, karena dapat menimbulkan ancaman serius. Salah satu bentuk ancaman tersebut adalah apabila asing (Thailand atau Australia) berhasil menjadi ATFM Centre di Asia Pasifik, maka seluruh penerbangan di wilayah ini akan dikendalikan dari sana, termasuk Indonesia. Dengan kata lain, apabila pesawat Garuda akan terbang dari Jakarta ke Makassar, maka dia harus ijin dulu ke Thailand atau Australia. Begitu pula apabila pesawat TNI-AU akan berpatroli, maka harus ijin kepada Thailand atau Australia.
 


PT. DI - Airbus Military Jajaki Kerja Jangka Panjang


Pemerintah Indonesia menjajaki kerja sama jangka panjang dengan Airbus Military, khususnya dengan PT Dirgantara Indonesia setelah keduanya menjalin kerja sama kembali dengan penandatanganan Team Agreement Contract pada April tahun ini.

Pesawat CN-295
Pesawat CN-295


Hal itu terungkap dalam kunjungan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Armida Salsiah Alisjahbana ke pabrik pesawat udara Airbus Military di Sevilla, Spanyol, demikian disampaikan Counsellor KBRI Madrid Theodorus Satrio Nugroho kepada ANTARA London, Rabu.

Dikatakannya, MenteriPPN/Kepala Bappenas berkunjung ke Spanyol pada 3 Desember dan mengunjungi pabrik pesawat udara Airbus Military di Sevilla, Spanyol untuk menjajaki kerja sama jangka panjang antara Airbus Military dengan Pemerintah Indonesia, khususnya dengan PT Dirgantara Indonesia.

Hal itu dilakukan setelah keduanya menjalin kerja sama kembali dengan penandatangan Team Agreement Contract pada April tahun ini, ujar Theodorus Satrio Nugroho


Elang Khatulistiwa Terbang Malam


SEBAGAI satu-satunya Pangkalan TNI Angkatan Udara yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, serta mempunyai alutsista pesawat tempur di pulau Kalimantan, Lanud Supadio harus selalu siap operasional dalam melaksanakan tugas-tugas pertahanan udara, selain kesiapan alutsista dan para penerbang yang mengawakinya, tentunya kesiapan seluruh komponen pendukung harus tetap terjaga termasuk para crew pesawat yang memiliki andil sangat besar dalam keberhasilan setiap operasi udara yang dilaksanakan, demikian disampaikan Danlanud Supadio, Kolonel Pnb Ir. Novyan Samyoga disela-sela latihan terbang malam yang digelar Skadron Udara 1, Rabu (5/12).

Elang Khatulistiwa Terbang Malam

Danlanud Supadio Kolonel Pnb Ir. Novyan Samyoga mengatakan bahwa bagi penerbang tempur latihan terbang malam bukan hal yang luar biasa.  Namun merupakan tuntutan yang perlu dilatihkan, hal ini bertujuan untuk membiasakan terutama ketika saat lepas landas dan mendarat meski hanya mengandalkan instrumen dan visual yang sangat terbatas. Sehingga para penerbang dituntut lebih teliti serta hati-hati dalam menerbangkan pesawat serta melakukan manuver-manuver tertentu, dan harapannya Latihan ini juga dapat meningkatkan skill (keahlian) dan profesiensi (kemampuan terbang) dari para penerbang Skadron Udara 1.


Rusia Berharap Indonesia Membeli Jet Tempur Sukhoi Su-35


Rusia mengharapkan Indonesia kembali melirik pesawat tempur sukhoi Su-35, pernyataan ini diungkapkan Wakil Direktur "Rosoboronexport" Victor Kumardin kepada vietnamese.ruvr.ru bulan November lalu.

Pesawat Tempur Multirole Sukhoi SU-35 BM
Pesawat Tempur Multirole Sukhoi SU-35 BM
foto : defence.pk
 

"Kita tahu bahwa Angkatan Udara Indonesia mengadakan latihan bersama dengan Angkatan Udara Australia, di mana Su-30 menunjukkan kinerja yang sangat baik. Artinya, kita berani berasumsi bahwa Indonesia mungkin tertarik pada Su-35, yang kami tawarkan, "kata Komardin.


Galau, Korea Selatan Hentikan Pendanaan Riset KFX untuk 2013


Proyek perancangan pesawat tempur generasi 4,5 KFX yang dikerjakan Korea dan Indonesia memasuki masa yang tak jelas. Kekuatiran ini menyeruak setelah belum lama ini Pemerintah Korea Selatan memutuskan memotong anggaran proyek ini untuk 2013. Pemotongan anggaran dilakukan atas dua pertimbangan, yakni perkembangan ancaman dan keamanan regional yang telah sedemikian mengkuatirkan, serta pembatalan Turki yang semula akan ikut menanggung pembiayaan KFX. Demikian ungkap sumber Angkasa di Korea Selatan.

Korea Hentikan Pendanaan KFX untuk 2013

Juga merujuk pemberitaan media setempat, terungkap, langkah drastis tersebut terpaksa diambil karena Seoul sudah tak sabar menunggu jet tempur masa datangnya muncul sementara negara-negara di sekitarnya telah tampil dengan berbagai persenjataan baru yang mematikan. Mereka akhirnya mengaku berat menyandang beban tanggung-jawab pendanaan KFX sebesar 80% (Indonesia menanggung 20%) setelah Turki mengundurkan diri dari rencana keikutsertaannya. Korea Selatan tampak benar-benar cemas dengan kemunculan Sukhoi T-50 dari Rusia, indigenous stealth J-20 dari China, dan sebentar lagi ATD-X dari Jepang. Pengembangan roket balistik Korea Utara yang seakan tak terbendung AS – seperti Unha-3 yang akhir Desember ini akan diluncurkan -- pun ikut membuat mereka semakin panik.


Kamis, 06 Desember 2012

Selat Malaka Jadi Perhatian TNI AL


Panglima TNI, Laksamana Agus Suhartono, menyatakan TNI AL akan memberikan perhatian lebih dalam pengamanan Selat Malaka. Hal itu disebabkan posisi strategis perairan yang menghubungkan Indonesia, Malaysia, dan Singapura itu sebagai salah satu jalur perdagangan laut internasional.

Panglima TNI, Laksamana Agus Suhartono Memeriksa Pasukan Dalam Upacara Hari Armada
Panglima TNI, Laksamana Agus Suhartono Memeriksa Pasukan Dalam Upacara Hari Armada
foto : koran-jakarta.com

"Selat Malaka dilalui oleh lebih dari 64 ribu kapal pengangkut berbagai komoditas, seperti bahan makanan dan pertambangan, untuk sepertiga perdagangan dunia. Karena itu, Selat Malaka menjadi atensi pengamanan prajurit, khususnya TNI AL," kata Panglima TNI pada Peringatan HUT ke-67 Armada RI di Pangkalan Komando Armada RI Kawasan Timur, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (5/12).
Dia menambahkan untuk menunjang hal itu, pihaknya tengah menyiapkan modernisasi sejumlah alat utama sistem senjata (alutsista) untuk meningkatkan kemampuan pertahanan TNI.


Modernisasi Alutsista TNI AU Datangkan 102 Pesawat Tempur


PROGRAM modernisasi Alutsista TNI Angkatan Udara yang tengah dilaksanakan saat ini, tanpa kemauan kuat yang dilandasi dengan profesionalisme dan pembinaan logistik yang tepat, maka The First Class Air Force yang kita cita-citakan tidak akan dapat dicapai.

Modernisasi Alutsista TNI AU Datangkan 102 Pesawat Tempur


Penegasan itu dikatakan Kasau Marsekal TNI Imam Sufaat S.IP pada pembukaan Rakernislog (Rapat Kerja Teknis Logistik) yang dihadiri seluruh jajaran logistik TNI Angkatan Udara di Mabesau Cilangkap Rabu (5/12).

Dikatakan, Rakernislog 2012 yang mengambil tema “Melalui Rakernislog TNI AU TA 2012 kita tingkatkan profesionalisme pembinaan dan dukungan logistik menuju The First Class Air Force”ini, sangat tepat sebab peran logistik dalam organisasi perang sangat strategis dan keputusan strategis di bidang logistik sangat menentukan keberhasilan misi dan operasi yang akan dilaksanakan.


Satu Brigade Prajurit Marinir TNI AL Ikuti Upacara Hari Armada


Satu Brigade prajurit Korps Marinir dari Pasmar-1 mengikuti upacara parade dan defile Hari Armada tahun 2012 yang dipimpin langsung Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E. di Dermaga Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) Ujung, Surabaya, Rabu (5/12/2012).

Satu Brigade Prajurit Marinir TNI AL Ikuti Upacara Hari Armada

Dalam kesempatan itu, prajurit Korps Marinir di bawah pimpinan Kolonel Marinir Markos (Komandan Resimen Artileri-1 Marinir) juga menurunkan sejumlah material tempur antara lain, 4 unit Tank BMP-3F, 4 unit Tank PT 76, 4 unit Tank AMX 10, 4 unit BTR 50 PM, dan 8 pucuk Howitzer 105.

Pada upacara Parade dan Defile Hari Armada RI Tahun 2012 ini melibatkan 2.400 pasukan upacara yang terdiri dari para prajurit TNI AL dan PNS TNI AL wilayah Surabaya, dengan mengangkat tema “Kobarkan Semangat Kepahlawanan Guna Memantapkan Profesionalisme dalam Rangka Mewujudkan TNI AL yang Handal dan Disegani”.


MAKO LANTAMAL VI Peringati HUT Armada Ke 67


Hari Ulang Tahun Armada RI ke 67 tahun 2012 diperingati dalam suatu upacara Militer di Dermaga Layang Mako Lantamal VI oleh personel Mako Lantamal VI, Rabu (5/12/2012). Bertindak selaku inspektur upacara (Irup) Wakil Komandan Lantamal VI Kolonel Laut (P) Jan R.H. Simamora.

MAKO LANTAMAL VI Peringati HUT Armada Ke 67


Dalam amanat tertulis Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono S.E yang dibacakan Irup antara lain mengatakan; memperingati Hari Armada RI, seluruh perasaan dan pikiran kita menerawang jauh pada perjalanan sejarah, serta mengenang betapa heroiknya perjuangan TNI AL dalam mempertahankan keutuhan wilayah dan menegakkan kedaulatan NKRI.

Presiden Soekarno dalam pidatonya pada peringatan HUT Armada RI tahun 1961 menyatakan “Bahwa Negara kita hanya bisa menjadi besar dan kuat jikalau ada persatuan, perhubungan dan penguasaan yang mutlak atas lautan”. Dengan demikian, peringatan ini dapat dijadikan sebagai refleksi historis perjalanan pengabdian TNI AL, dalam wujud evaluasi dan instropeksi, guna penyempurnaan pelaksanaan tugas dan pengabdian dimasa yang akan datang.


Armada Pati Unus & Hari Armada 2012


Pertahanan negara seringkali diartikan sebagai segala usaha untuk mempertahankan kedaulatan negara,keutuhan wilayah,dan keselamatan segenap bangsa dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.

 Armada Pati Unus & Hari Armada 2012
Ilustrasi Armada Pati Unus Saat Menyerbu Malaka
gbr : ovejegres.blogspot.com
 
Pertahanan negara seringkali diartikan sebagai segala usaha untuk mempertahankan kedaulatan negara,keutuhan wilayah,dan keselamatan segenap bangsa dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.

Dalam bahasa resmi negara dan undang-undang,dicantumkan bahwa pertahanan negara dijalankan dalam sebuah sistem yang bersifat semesta: melibatkan seluruh warga negara, wilayah, dan sumber daya nasional, dipersiapkan secara dini, diselenggarakan secara total, terpadu, terarah, dan berlanjut untuk menegakkan kedaulatan negara, menjaga keutuhan wilayah. Jelas pula, seharusnya termasuk menjaga seluruh kekayaan negara demi kepentingan warga negaranya.

Indonesia adalah negara kepulauan yang sangat besar. Jika Jerman menetapkan diri sebagai “Jantung Tanah Eropa”, Indonesia dapat mengklaim sebagai “Jantung Maritim Asia Tenggara”. Dengan lebar dari sisi Timur ke Barat yang mencakup 13 persen dunia, memiliki 12 lautan: laut Natuna,Jawa,Sulawesi,Flores, Banda,Aru,Arafuru, Maluku, Seram, Halmahera,Timor dan Sawu berikut lengkap dengan sea lanes of communications (SLOC) yang demikian strategis, telah menempatkan negeri ini dalam posisi geopolitik yang sangat menawan dan suprastrategis.


Industri Indonesia Harus Didukung Sistem Keamanan Yang Baik


PERTUMBUHAN ekonomian terus bergairah. Hal ini ditunjukan dengan berkembangannya berbagai sektor industri di Tanah Air. Situasi ini rupanya harus didukung pula dengan jaminan keamanan agar para investor merasa nyaman berinvestasi di Indonesia.

Industri Indonesia Harus Didukung Sistem Keamanan Yang Baik


Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Mabes Polri, Komisaris Jenderal Imam Sudjarwo, mengatakan, keamanan merupakan suatu sistem yang di dalamnya memiliki keterkaitan, baik itu antara penegak hukum, pelaku Industri serta masyarakat.

Menurutnya, keamanan sendiri sangat penting dalam suatu negara. Dalam konteks dunia usaha, jaminan keamanan modal utama menjaga iklim usaha, serta melindungi para investor. "Jadi kalau keamanan kondusif, maka investor dari dalam maupun luar negeri akan nyaman berinvestasi di Indonesia," ujar Imam Sudjarwo di sela-sela Conference & Exhibition Management Services Ltd (CEMS) yang berbasis di Singapura bersama Royalindo Exhibition International, mengadakan Pameran Safety & Security Asia (SSA) dan Fire & Disaster Asia (FDA) di Jakarta Convention Centre, Assembly Hall, Jakarta, Rabu (5/12).


Rabu, 05 Desember 2012

Catatan Mozaik Kapal Selam Whiskey Class Indonesia


ARC - Sejarah perjuangan dan pertempuran Indonesia bagaikan mozaik-mozaik yang berceceran dimana-mana. Bertemu dengan salah satu saksi sejarah dan merekam kenangannya, sungguh sebuah pengalaman tak terlupakan. Apalagi, ketika sang saksi menggelontorkan sejumlah mozaik yang tercecer.

Kapal Selam Whiskey Class ALRI Era 60-an
Kapal Selam Whiskey Class ALRI Era 60-anall foto : ARC
 
Redaksi ARC beruntung bisa bertemu langsung dengan salah satu saksi sejarah. Beliau adalah Kolonel Purnawirawan Arifin Rosadi. Saat kampanye perang memperebutkan Irian Barat, pak Arifin bertugas sebagai Kepala Kamar Mesin kapal selam KRI Nagabanda dengan pangkat Kapten. Usianya sudah cukup tua. Salah satu kakinya bahkan sudah diamputasi karena alasan kesehatan. Di usianya tersebut, pak Arifin masih semangat menceritakan pengalamannya. Semangatnya tak beda dengan anak muda usia 20-an. Nada bicaranya masih tegas, lantang dan lancar.

Seperti diketahui, pada masa Trikora, Indonesia membeli 12 buah kapal selam kelas whiskey. Awalnya pembelian sebenarnya hanya 2 buah. Namun, karena situasi yang makin genting, Indonesia membeli lagi 4 buah kapal selam.


TNI AL Gandeng Pramuka Kenalkan Dunia Bahari


TNI AL menggandeng gerakan Pramuka untuk memperkenalkan kepada pemuda betapa kayanya potensi maritim di Indonesia. TNI AL ingin menarik minat pemuda melalui gerakan Pramuka agar mau mempelajari laut Indonesia.

TNI AL Gandeng Pramuka Kenalkan Dunia Bahari
foto : koran-jakarta.com

"Kita ingin mengemas pengajaran mengenai dunia maritim dengan cara bermain. Mengajak anggota Pramuka ini merupakan pilihan yang sangat strategis. Gerakan Pramuka selalu memperkenalkan para pemuda pada ilmu pengetahuan dengan cara bermain," kata Kepala Dinas Potensi Maritim TNI AL, Laksma Kingkin Suroso, saat meluncurkan Majalah SeaKing, di Jakarta, Selasa (4/12).

Menurut Kingkin, penerbitan majalah SeaKing merupakan bagian tak terpisahkan dalam sosialisasi dunia bahari. Penerbitan majalah yang rencananya terbit sebulan sekali itu adalah untuk memberikan wadah bagi para pemuda untuk berkreasi. “Kalau dulu ada istilah 'jangan lupa daratan' karena sering menjelajah di laut, saat ini harus dibalik menjadi 'jangan lupa lautan'’ karena terlalu sering di darat," kata dia.


RI Buka Peluang Industri Asing Produksi Peralatan Pertahanan dan Militer


Indonesia telah membukakan peluang industri pertahanan  bagi perusahaan asing untuk masuk. Syaratnya, perusahaan itu harus mengandeng  perusahaan dalam negeri untuk memproduksi peralatan pertahanan dan militer.

RI Buka Peluang Industri Asing Produksi Peralatan Pertahanan dan Militer
Pengunjung berfoto dengan barisan kendaraan panser Anoa 6x6 buatan PT Pindad.
foto : KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN


Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro menyatakan, kepada perusahaan penerbitan, penelitian dan perusahaan konsultan global, Oxford Business Group (OBG) di Jakarta belum lama ini menyatakan aturan baru tersebut berarti sekarang perusahaan asing  bisa bekerjasama dengan perusahaan dalam negeri.

"Waktu yang lalu,  sektor pertahanan Indonesia tertutup bagi investor asing sementara dengan peraturan baru ini memungkinkan investor luar negeri untuk masuk ke sektor ini melalui kerjasama," tuturnya.

Yusgiantoro berbicara dengan OBG sebagai bagian dari penyusunan hasil penelitian untuk Laporan: Indonesia 2013,  tentang panduan kegiatan ekonomi negara Grup dan peluang investasi yang disusun dengan bantuan penelitian dari BKPM, Kamar Dagang Indonesia & Industri (KADIN), Lubis Santosa & Maramis dan Pricewaterhouse Coopers (PWC).


PT Dirgantara Indonesia lakukan pembenahan besar


PT Dirgantara Indonesia (Persero) melaksanakan pembenahan diri skala besar melalui program restrukturisasi dan revitalisasi guna menghadapi tantangan bisnis kedirgantaraan kini dan masa depan.

PT Dirgantara Indonesia lakukan pembenahan besar
Ilustrasi (foto : kabarbisnis.com)
 

 

"Pasar industri kedirgantaraan semakin kompetitif. PT DI sebagai industri pesawat terbang kebanggaan bangsa Indonesia harus siap menghadapi tantangan itu agar tetap eksis," kata I.P. Windu Nugroho, staf senior Divisi Komunikasi PT DI kepada pers di Bandung, Selasa (4/12).

Windu mengatakan jajaran PT DI menyadari upaya menghadapi tantangan bisnis itu bukan pekerjaan mudah. Diperlukan kerja keras dan tekad bersama seluruh komponen bangsa terkait, dukungan Pemerintah dan para pemangku kepentingan lainnya, wacana saja tak cukup, kata Windu.

Untuk menjawab tantangan, PT DI telah melakukan Program Restrukturisasi dan Revitalisasi baik dalam hal organisasi, keuangan, SDM, perbaikan sistem Informasi Teknologi, permesinan, dan lainnya.


Selasa, 04 Desember 2012

TNI AL – Undip Jalin Kerja Sama Penelitian


TNI AL dan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menjalin kerja sama peningkatan sumber ddaya manusia (SDM) di bidang Hidrografi dan Oseanografi melalui pedidikan, pelatihan, dan penelitian. Hal itu ditandai dengan penandatangangan kerja sama antara Kepala Dinas Hidro-Oseanografi TNI AL (Dishidros) dan Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, di Semarang, Jawa Tengah, Senin (3/12).

TNI AL – Undip Jalin Kerja Sama Penelitian


Kepala Dishidros, Laksma TNI Aan Kurnia, mengatakan kerja sama di bidang pendidikan dan pelatihan ini nantinya dapat saling memberikan kesempatan kepada mahasiswa ilmu perikanan dan kelautan dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan.


Indonesia Membutuhkan Ikon Pahlawan Laut


Indonesia membutuhkan ikon pahlawan di laut sebagaimana tokoh-tokoh seperti Sinbad, Kapten Hawk, Colombus, hingga Marcopolo di negara-negara lain. Ikon kepahlawanan di laut dibutuhkan untuk menumbuhkan watak dan karakter anak bangsa. Sejumlah nama pahlawan laut di Indonesia, seperti Hang Tuah, Malahayati, Nala, hingga komandan Pasukan M, Kapten Markadi, belum berhasil menjadi ikon.

KSAL Laksamana TNI Soeparno (kanan)
KSAL Laksamana TNI Soeparno (kanan)
 foto detik.com



"Ikon-ikon pahlawan laut seperti di negara lain saat ini belum tumbuh di Indonesia," kata Kepala Staf TNI AL (Kasal), Laksamana Soeparno, saat meluncurkan buku Pasukan M, di Jakarta, Senin (3/12).

Khusus Kapten Markadi, dia patut menjadi ikon karena ketokohannya yang menyerupai Bima dalam babad Mahabarata. "Ibarat Bima, dia memiliki karakter gagah, teguh, kuat, tabah, jujur, berhati lembut, dan rendah hati," kata dia.

Bahkan, kata Kasal, Pasukan M yang hanya menggunakan perahu kecil mampu mengusir pasukan Belanda yang memiliki kapal lebih canggih. Pertempuran yang dilakoni Pasukan M ini dinilai sebagai pertempuran laut pertama di Indonesia. Pertempuran itu juga dinilai sebagai operasi gabungan pertama yang melibatkan rakyat.

Serah Terima Otoritas Kendali Operasional FPC di Lebanon


KOMANDAN Satuan Tugas (Dansatgas) Force Protection Company (FPC) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXVI-D2/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon), Mayor Inf Wimoko menyerahkan tugas wewenang dan tanggung jawab jabatannya kepada Mayor Inf Yuri Elias Mamahi selaku Dansatgas Konga XXVI-E2/UNIFIL. Pelaksanaan serah terima Otoritas Kendali Operasional (Transfer Of Authority/TOA) dilaksanakan di Lapangan Sudirman Camp, Green Hill, Naqoura-Lebanon, Senin (3/12/2012).

Serah Terima Otoritas Kendali Operasional FPC di Lebanon


Dengan telah diserahkannya Otoritas Kendali Operasional Satgas FPC, maka terhitung saat itu 150 personel Satgas FPC Konga XXVI-E2/UNIFIL, akan mempunyai tugas pokok sebagai berikut:

Mengamankan wilayah Markas Besar UNIFIL di Naqoura; menyiapkan tim penanggulangan huru-hara (CRC) dengan berkemampuan pengendali masa yang dapat bergerak cepat terhadap ancaman yang mungkin timbul; menyiapkan tim reaksi cepat (QRT); melaksanakan pengawalan terhadap semua aset Force Commander (FC) selama dalam perjalanan di daerah operasi dengan mengacu pada direktif dari FC; sebagai bagian dari unit pertahanan dalam satuan pertahanan terkoordinasi dalam wilayah Markas Besar UNIFIL; memberikan bantuan massive deployment kepada unsur UN lainnya di luar camp jika mendapatkan serangan; dan melaksanakan tugas lainnya yang diberikan FC.


Habis N-250, Terbitlah Regio Prop


Sepintas pesawat itu mirip dengan pendahulunya N-250. Karena wajar, terlebih pesawat masa depan Indonesia ini, merupakan turunan dari pendahulunya yang baru saja dirancang pada tahun 2004.

Rancangan Regio Prop
Rancangan Regio Prop rancangan pesawat penerus N-250 karya Ilham Habibie (foto: Ist / okezone)
Mendapat dukungan dari sang ayah yang juga merupakan perintis pesawat terbang nasional sekaligus arsitek terbangunnya pesawat N-250, Ilham Akbar Habibie mencoba merancang sendiri pesawat yang digadang-gadang bakal menjadi kebanggan bangsa Indonesia.

“Namun, ini masih sebatas rancangan kasar, belum selesai secara keseluruhan,” kata Ilham Habibie saat berbincang santai dengan Okezone di kantornya, di Kawasan Mega Kuningan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Akan tetapi, lanjut putra sulung presiden RI ke-3 ini, setidaknya orang Indonesia telah mampu berpikir jauh bagaimana menciptakan pesawat yang mampu mengangkut jutaan masyarakat Indonesia dari Sabang hingga Merauke.

Dengan Regio Prop yang mampu mengangkut 50 hingga 70 penumpang, diharapkan dapat terealisasi dengan mulus. Sang arsitek yang telah lama mengenyam pendidikan di Jerman itu, mengaku bangga bisa memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negeri ini melalui karya-karyanya.


Senin, 03 Desember 2012

Penerjunan Peralatan SAR Dari Pesawat CN 235 Di Lanud Halim


KOMANDAN Lanud Halim Perdanakusuma Marsekal Pertama TNI A. Adang Supriyadi, SE; bersama para pejabat Lanud Halim menyaksikan Pelaksanaan latihan penerjunan peralatan SAR (SAR Equipment Drop) Skadron Udara 2 di Terminal Selatan Senin pagi, (3/12/2012) . Kegiatan ini berlangsung dengan aman, lancar dan sukses.

Penerjunan Peralatan SAR Dari Pesawat CN 235 Di Lanud Halim
Awak pesawat CN 235 saat mempersiapkan Peralatan SAR yang akan diterjunkan di Run Way Lanud Halim Perdanakusuma.
(Pentak: Lanud Halim / Pelita online)

“Ini salah satu sarana untuk melatih dan menguji kesiapan operasional personel dan peralatan yang dimiliki oleh Skadron Udara 2 khususnya dalam misi Search and Rescue” ujar Komandan Lanud setelah menyaksikan pelaksanakan penerjunan peralatan SAR.

Latihan ini bertujuan guna menguji kesiapan peralatan SAR yang dimiliki oleh Skadron Udara 2 berupa Light Store Cannister (LSC), Droppable water pump dan Helibox. Peralatan LSC dan Droppable water pump adalah merupakan hibah dari Australian Maritime Safety Autorisation (AMSA) yang merupakan Institusi Badan SAR di Australia. ”Seluruh peralatan yang diterjunkan pada latihan ini, dapat digunakan dalam misi SAR baik di darat maupun di Laut” tegas Komandan Lanud Halim.


Pemerintah Tidak Berwenang Beri Bintang Anggaran Alutsista


Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat menilai pemerintah tidak berwenang memberi bintang anggaran alutsista Kementerian Pertahanan senilai Rp 678 miliar. Apalagi, pembintangan anggaran itu tanpa sepengetahuan DPR yang mengegolkan anggaran itu.

Sekretaris Kabinet Dipo Alam
Sekretaris Kabinet Dipo Alam

"Pihak yang berhak membintangi hanya DPR melalui komisi yang bersangkutan. Saya nggak tahu apakah pemerintah melalui Seskab, Menkeu, dan Menhan apa mereka punya wewenang? Menurut kami mereka tidak punya kewenangan," ujar Wakil Ketua Komisi I Agus Gumiwang, Kamis (29/11/2012) kemarin, di Gedung Kompleks Parlemen Senayan.

Pembintangan anggaran yang ditengarai atas instruksi Sekretaris Kabinet Dipo Alam ini pun kemudian mengundang kecurigaan DPR. Agus menilai tindakan Dipo yang menginstruksikan pembintangan anggaran untuk mencegah praktik mark-up sebenarnya baik. Namun, niatan itu dinilai akan mengganggu jalannya keseluruhan program TNI dan TNI Angkatan Laut yang ada.


Strategi Armada Perang TNI AL Tingkatkan Kemampuan Tempur


TNI AL terus berbenah memperbaiki armada kapal perang mereka agar semakin disegani dan berwibawa. TNI AL harus memutar otak di tengah keterbatasan anggaran dan dominasi kapal tua yang mereka miliki. Alhasil ditemukan sebuah proyeksi yang dianggap mumpuni, walau dalam keterbatasan anggaran.

Frgate KRI Oswald SIahaan, Van Speijk Class
Frgate KRI Oswald SIahaan, Van Speijk Class
all foto : jakartagreater.com
 
Saat ini TNI AL terus menguji coba kemampuan rudal yakhont berdaya jangkau 300 km di frigate KRI Van Speijk Class. Rudal Yakhont ini baru dipasang di satu KRI Van Speijk Class, KRI Oswald Siahaan.

Dalam ujicoba pertama, rudal yakhont sedikit oveshot dari sasaran. Setelah dilakukan evaluasi, satu tahun kemudian dilakukan ujitembak yang kedua. Hasilnya sangat memuaskan. Banyak yang tidak mengangka, satu tembakan yakhont langsung menenggelamkan KRI Teluk Berau. Hal ini menyebabkan rudal exocet, C-705 dan Torpedo SUT, tidak jadi diujicoba, karena target langsung tenggelam setelah dihantam Yakhont.


Minggu, 02 Desember 2012

Mengenang semangat Soekarno mengganyang Malaysia


Mengenang semangat Soekarno mengganyang Malaysia
foto : Merdeka.com

Kalau kita lapar itu biasa
Kalau kita malu itu juga biasa
Namun kalau kita lapar atau malu itu karena Malaysia, kurang ajar!


Kerahkan pasukan ke Kalimantan hajar cecunguk Malayan itu!
Pukul dan sikat jangan sampai tanah dan udara kita diinjak-injak oleh Malaysian keparat itu..


Demikian petikan pidato Presiden Soekarno yang disampaikan berapi-api tanggal 27 Juli 1963. Saat itu Indonesia memprotes pembentukan negara Malaysia yang dianggap Soekarno sebagai satelit neokolonialisme Inggris di Asia Tenggara.

Sebelumnya hubungan Indonesia dan Malaysia sudah memburuk. KBRI di Indonesia dirusak oleh sekelompok demonstran. Ada yang menyebut bendera merah putih dan lambang garuda diinjak-injak. Soekarno pun meradang.

Balasannya, Soekarno mengumumkan Dwikora atau Dwi Komando Rakyat.

1. Pertinggi ketahanan revolusi Indonesia.
2. Bantu perjuangan revolusioner rakyat Malaya, Singapura, Sarawak dan Sabah, untuk menghancurkan Malaysia.


Optimisme Habibie 2018 Penerus Pesawat N-250 Akan Hadir


Presiden Ke-3 Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie (B.J Habibie) kian mantap menumbuhkan kembali industri penerbangan Indonesia. Optimisme Habibie itu didukung dengan banyaknya orang Indonesia yang memiliki pengalaman dalam industri penerbangan.

Berbekal pengalaman dan keahlian putra-putri Indonesia dalam teknologi dan industri penerbangan, Habibie yakin dalam lima tahun mendatang Indonesia bisa menghadirkan pesawat yang melebihi N-250.


Pesawat N-250
Pesawat N-250 (foto : merdeka.com)

"Banyak anak-anak kita, yang di luar negeri juga memiliki pengalaman dalam industri penerbangan. Saya perkirakan tahun 2013 akan mulai (perkembangan industri penerbangan Indonesia), Insya Allah tahun 2018 kita akan memiliki pesawat yang lebih baik daripada N-250," kata Habibie di sela-sela acara Peringatan 50 Tahun pendidikan Teknik Penerbangan Institut Teknologi Bandung, di Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu (1/12/2012).

"Kita akan melihat kembalinya N-250, tapi tentu yang lebih canggih dan perusahaannya juga telah dibentuk," lanjut Habibie.


Indonesia Butuh Pemimpin Berkarakter


PEKANBARU - Rektor Universitas Paramadina, Anis Baswedan, menegaskan Indonesia membutuhkan sosok pemimpin berkarakter kuat untuk keluar dari segala masalah yang ada. Pemimpin tersebut layaknya seorang dirigen dari sebuah orkestra yang bisa dipercaya oleh semua rakyat agar ikut turun langsung membangun negeri Dia menekankan sosok pemimpin yang ideal adalah yang mau untuk dikritik dan tak cepat terbuai sanjungan.

Indonesia Butuh Pemimpin Berkarakter
Indonesia Butuh Pemimpin Berkarakter
foto : republikas / koran jakarta

Pemimpin juga harus mengatasi masalah dengan pendekatan program, memiliki visi, dan teguh dalam pendiriannya. "Pemimpin itu ketika dikritik tidak tumbang, dipuji tidak terbang," kata Anis Baswedan di sela-sela Munas Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Kahmi) IX di Riau, Sabtu (1/12).

Menurut Anis, Kahmi tidak perlu susah-susah mencari lagi karena sudah cukup berkaca dari sifat-sifat Nabi Muhammad, Rasulullah. Diungkapkan, cerminan empat sifat Rasulullah yang selayaknya dimiliki oleh pemimpin Indonesia, antara lain jujur (siddiq), dapat dipercaya (amanah), cerdas (tabligh), dan rajin (fathonah).


AS Siap Kirim Pasukan untuk Memerdekakan Papua


Asing akan tetap melibatkan diri dengan urusan Papua. Itulah yang menjadi perhatian Hariyadi Wirawan ketika diwawancarai itoday, Senin (20/2).

Asing terlibat karena persoalan Papua tidak pernah selesai, tutur pengamat hubungan internasional Universitas Indonesia ini.



Bendera Bintang Kejora
Bendera Bintang Kejora
(Foto: Istimewa / itoday.co.id)

Menurutnya, apa yang terjadi di Papua sekarang, jelas mengikuti skenario kemerdekaan Kosovo, yang berhasil memerdekakan dirinya dengan bantuan lembaga internasional. Hal ini terlihat dengan didaftarkannya kemerdekaan Papua Barat ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) minggu lalu.

Jika asing melihat masalah Papua sebagai sebuah isu internasional yang hangat, dan menganggap Indonesia tidak peduli. Maka kesempatan Papua untuk merdeka akan semakin besar, jelasnya.


Kopassus Terjunkan Pasukan dibelantara Kaltim


Dua kompi prajurit Komando Pasukan Khusus atau Kopassus TNI AD diterjunkan ke hutan belantara Kalimantan Timur, Sabtu (1/12/2012) malam ini. Penerjunan malam dari empat pesawat Hercules TNI AU tersebut dalam rangkaian latihan infiltrasi melalui udara.

Dua kompi Kopassus latihan di belantara hutan Kaltim foto
Dua kompi Kopassus latihan di belantara hutan Kaltim
foto : Penerangan Kopassus / kompas

Pejabat Penerangan Kopassus Mayor Inf Achmad Munir di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Sabtu sore, membenarkan adanya rencana penerjunan para prajurit tersebut.


Hendardi Jalankan 'Operasi Intelijen Asing' untuk Hancurkan NKRI


Pengakuan Ketua Badan Pengurus Setara Institute, Hendardi di media online Rabu (21/11) telah mendapatkan dana dari luar negeri menjadi bukti bahwa dirinya telah menjalankan 'operasi intelijen asing' untuk menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hendardi Jalankan 'Operasi Intelijen Asing' untuk Hancurkan NKRI
Hendardi (foto : itoday.co.id)

"Dengan menyatakan menerima dana Asia Foundation yang berasal dari Zionis Israel, Setara Institute berarti telah menjalankan 'operasi intelijen asing' dengan 'modus' mengangkat isu intoleransi," kata Direktur Pencegahan Penistaan Agama dan Anti Diskriminasi, Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia (PUSHAMI) KL. Pambudi SH kepada itoday, Sabtu (1/12).

Menurut Pambudi, dalam menjalankan 'operasi intelijen asing ' itu, Hendardi membela aliran sesat Ahmadiyah secara membabi buta, tanpa melihat norma-norma hukum yang berlaku di NKRI.

Kata Pambudi, 'operasi intelijen asing' yang dijalankan Hendardi dan Setara Institute dengan dana Zionis Israel mengangkat isu intoleransi. "Isu itu Hanya menciptakan konflik horizontal di masyarakat yang akan menimbulkan instabilitas politik di NKRI serta merugikan dan menyudutkan umat Islam," paparnya.


Wakapolri Anggap Malaysia Taik Anj*ng


Video yel-yel pendukung tim sepak bola Malaysia yang menghina dan mencaci Indonesia ternyata juga menarik perhatian Wakil Kepala Polisi RI (Wakapolri) Komisaris Jenderal Nanan Soekarna.

Wakapolri Anggap Malaysia Taik Anjing
Suporter Indonesia saat pertandingan Indonesia melawan Malaysia dalam kompetisi AFF Cup di Stadion Nasional Bukit Jalil, Malaysia (1/12).
  FOTO: Angger Bondan/Jawa Pos
 
Ia bahkan mengaku mendapat sejumlah pesan singkat yang kesal dengan adanya aksi suporter Malaysia tersebut. Hal ini diungkapkan Nanan saat menghadiri malam Sarasehan Budaya bersama Emha Ainun Najib alias Cak Nun di Auditorium PTIK, Jakarta, Jumat (30/11).

Dia cerita, banyak menerima layanan pesan singkat (SMS) karena sakit hati atas ulah suporter Malaysia yang menghina Indonesia. "Saya bilang enggak usah marah. Kalau kita dibilang anjing, enggak usah marah. Kalau kita anjing, dia (Malaysia, red) taiknya," kata Nanan sambil tertawa.