Selasa, 16 April 2013

DPR: pengakuan TNI adalah reformasi yang patut dihargai


Anggota Komisi I DPR RI Susaningtyas Nefo Kertopati mengatakan pengakuan  TNI bahwa 11 anggotanya terlibat penyerangan LP Cebongan merupakan bagian dari reformasi TNI dan hal itu patut dihargai.

DPR: pengakuan TNI adalah reformasi yang patut dihargai
Wakil Komandan Pusat Polisi Militer dan Ketua Tim Investigasi TNI AD Brigjen TNI Unggul K Yudoyono (kiri) ketika memberi keterangan mengenai hasil investigasi Tim TNI AD pada insiden penembakan di Lapas Cebongan, di Kartika Media Center, Jakarta, Kamis (4/4).(ANTARA/M Agung Rajasa)

"Jadi bukannya terus menjelek-jelekkan kedua institusi negara itu. Karena bagaimanapun institusi TNI dan Polri termasuk pilar-pilarnya bangsa dan negara ini sehingga negara ini bisa tetap berdiri tegak," kata Susaningtyas yang akrab dipanggil Nuning di Jakarta, Senin.

Nuning meminta kepada LSM dan juga pengamat untuk tidak terus "memojokkan" TNI dan Polri dengan pernyataan-pernyataannya terkait kasus yang mengakibatkan 4 orang tewas itu. Ia meminta, semua pihak harus memandang dari sudut keutuhan NKRI.


"Opini yang terbentuk itu, dari kalangan LSM dan pengamat justru membuat situasi bertambah panas. Kalau panas terus, maka konflik selalu terjadi. Lantas akibatnya rakyat tidak lagi percaya lagi kepada hukum. Rakyat main hakim sendiri karena hukum sudah gak mereka percayai lagi. i," ujarnya.

Disamping itu, Nuning meminta Komnas HAM untuk bertindak adil dan jangan tebang pilih dalam menjalankan fungsinya.

"Tolong diingat, setiap prajurit TNI dan Polri itu pun adalah anak-anak bangsa yang mempunyai Hak Asasi Manusia pula," katanya.

Nuning berpendapat sesuai ketentuan undang-undang yang berlaku, yakni sesuai UU Peradilan Militer, maka para pelaku seharusnya disidangkan di peradilan militer. (Antara)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar