Kamis, 11 April 2013

Pasok Komponen Airbus, PTDI Raup Rp113 Miliar


PT Dirgantara Indonesia (PTDI) sejak 2002 lalu telah menjadi pemasok utama komponen untuk pesawat-pesawat Airbus, baik itu Airbus Military dan Airbus SAS sebagai produsen pesawat komersil.

Pasok Komponen Airbus, PTDI Raup Rp113 Miliar

Direktur Utama PTDI, Budi Santoso, menjelaskan kerja sama dengan Airbus sangat penting bagi kondisi keuangan perusahaan. Meskipun jumlah yang diterima PTDI tidak sebesar dibandingkan menjual pesawat secara utuh, namun uang yang masuk berjalan secara berkelanjutan dan masuk setiap bulan.

"Ini tentu berpengaruh terhadap kelancaran kas PTDI," katanya saat berbincang dengan VIVAnews di ruang kerjanya, awal pekan ini.


Pada 2012, PTDI meraup pendapatan sebesar Rp2,98 triliun, di mana penjualan komponen ke Airbus menyumbang Rp113 miliar. Bahkan, pada tahun ini Airbus meminta agar pengiriman komponen ke maskapai Eropa itu ditingkatkan dari satu set sayap per hari menjadi dua set.

Airbus memiliki produksi standar tinggi, sehingga PTDI terus meningkatkan kemampuan untuk berusaha mensuplai komponen untuk perusahaan penerbangan tersebut. Dengan menggandeng Airbus, otomatis citra PTDI dalam industri penerbangan dunia akan meningkat.

"PTDI saat ini, menerapkan standar Airbus dari pembuatan pesawat hingga administrasi. Alhamdulillah, kita belum pernah gagal memenuhi permintaan Airbus," kata Budi. (Viva)

3 komentar:

  1. kalau berbicara mengenai PT DI selalu sll menumbuhkan kebanggaan akan kemampuan bangsa Indonesia menguasai tekhnologi tinggi, ini terkait nasionalisme.. kebanggaan akan ke-Indonesiaan.. sayang sekali N2130 dulu tdk jadi dibuat krn "digagalkan" melalui sebuah skenario yg curang.. alangkah baiknya N2130 tsb dihidupkan lagi, atau kalau tidak PT DI bikin sekelas A400M.. insinyur2nya pasti mampu kalau mau...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya rasa N2130 jangan dibikin dulu...walaupun kita sebenarnya mampu membuatnya...karna itu pesawat sebesar itu pasarnya milik Boing dan Airbus,,,,tau sendirilah...siapa pun yang menjadi saingan Boing dan Airbus pasti kena banyak masalah...contoh Pesawat Superjet100,,,Rusia aja kewalahan menghadapinya..."bagusnya kita main kecil-kecil sajalah" (Seperti Kata dalam Film Nagabonar) karna kalau kita main besar,besar pula resikonya....

      Hapus
  2. Tetap lanjutkan N2310, N2320, dst.... Buat pasar lokal juga OK, asal bangsa ini mau bersatu demi kepentingan bangsa...

    BalasHapus