Senin, 08 April 2013

TNI AU Tambah Skadron Pesawat Tempur, Angkut, dan Pesawat Intai


TNI Angkatan Udara (AU) berencana untuk menambah tiga skadron udara, yakni skadron udara tempur, angkut, dan pesawat intai menyusul program pembelian 102 unit pesawat berbagai jenis.

TNI AU Tambah Skadron Pesawat Tempur, Angkut, dan Pesawat Intai
 
"Saat ini tengah disiapkan skadron udara 16 di Pekanbaru (Riau), pembangunan skadron udara di Makassar, Sulawesi Selatan dan skadron udara Pontianak, Kalimantan Barat," kata Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia, di Jakarta, Minggu.

Menurut dia, pembangunan skadron udara 16 nantinya akan dipakai sebagai home base pesawat tempur F-16, yang merupakan hibah dari Amerika Serikat. "Sekarang ini sudah mulai bangun shelter untuk pesawat. Tahun depan akan datang 8 unit (dari 24 unit)," katanya.


Pembangunan skadron udara untuk pesawat angkut di Makassar, Sulawesi Selatan, kemungkinan akan diisi oleh pesawat jenis Hercules C-130 pembelian teranyar dan hibah dari Australia yang totalnya sebanyak 10 unit.

Sementara skadron udara di Pontianak, Kalimantan Barat akan dijadikan markas dari pesawat tanpa awak (UAV). "Skadron UAV di Pontianak sudah disiapkan, tinggal menunggu pesawatnya saja. Mudah-mudahan segera datang," kata Ida Bagus.

Ia mengatakan, penambahan jumlah skadron tersebut sangat dimungkinkan mengingat masih banyak pesawat pesanan yang belum tiba. TNI AU memprogramkan pembelian total 102 pesawat guna mencapai target kekuatan pokok minimal (MEF), antara lain, enam unit Sukhoi SU-30 MK2, 24 unit F-16, Super Tucano, Hercules C-130, Grobb, T-50 Golen Eagle, C-295 dan beberapa jenis pesawat rotary wing (helikopter).

Penerbang perempuan
KSAU mengatakan, selain menambah skadron udara baru, TNI AU juga terus melakukan penambahan penerbang untuk mengawaki alat utama sistem senjata (alutsista) baru. "Kita butuh penerbang banyak, kita sudah membuat perencanaannya," tuturnya.

Oleh karena itu, pihaknya membuka kesempatan bagi penerbang perempuan (wanita angkatan udara/wara), yang saat ini hanya ada dua penerbang Wara yang masih aktif terbang, yakni penerbang pesawat angkut dan helikopter.

Kesempatan wanita untuk menjadi penerbang TNI AU semakin terbuka karena mulai tahun 2013 ini TNI membuka kesempatan bagi wanita untuk masuk Akademi Angkatan Udara (AAU). Jumlah penerimaan karbol (sebutan taruna AAU) wanita sebanyak 12 orang. Pihaknya berharap bisa mendapatkan karbol wanita yang berkualitas.

Karbol wanita (taruni) nantinya mengikuti kurikulum yang sama dengan karbol pria.

"Kegiatannya sama, pelajarannya sama, latihan lapangan sama. Kita akan merekrut dari lulusan SMA Taruna Nusantara dan Krida Nusantara," kata Gubernur AAU Marsekal Muda TNI Tabri Santoso.  (Investor)

1 komentar:

  1. Selamat HUT TNI AU ke 67,smoga TNI AU tetap jaya. Sekedar saran Bp. KSAU meskipun MEF udh bisa dipercepat,tp krn orientasi TNI AU sbg bgn dr TNI yg brtujuan menjaga dan mempertahankan kedaulatan,sdgkn bnyk area yg blind dn trbtsnya kualitas dan kuantitas alutsista kita srt trbtsnya anggaran utk mngadkn alutsista,shg msh hrs ada pngadaan alutsista,mislnya 12 skuadron pesawat tmpr klas SU 35BM atau SU 30 MKI atau gripen dr swedia, dr perancis, dr utk ditmptkn di kalimantan utara,di kalbar,dipapua,dinatuna,di NTT,NTB,di papua yg jg memerlukan helikopter serang sbnyk 8 skuadron,8 skuadron UAV yg dipersenjatai,utk helikopter serang bisa dimintai bntuan ke propinsi yg kaya utk mngadakan 2-3 helikopter serang dng amunisi roket dan rail gun.

    BalasHapus