Jumat, 14 Juni 2013

Menhan: Polisi Bisa Libatkan Tentara Untuk Mengusut Kasus Penculikan


Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan pemerintah menjamin semua keamanan warga negara asing. Namun demikian, dia juga mengingatkan semua warga asing untuk bertindak secara hati-hati. 

Menhan: Polisi Bisa Libatkan Tentara Untuk Mengusut Kasus Penculikan
ilustrasi

Demikian kata Purnomo ketika menghadiri perayaan ulang tahun ke-87 Ratu Inggris, Elizabeth II, yang diselenggarakan di Hotel Shangri-La pada Kamis malam, 13 Juni 2013. Komentar Purnomo ini terkait kasus penculikan seorang warga Inggris baru-baru ini oleh gerombolan bersenjata di Aceh Timur. Pria bernama Malcolm Primrose itu Kamis kemarin telah dibebaskan.

Menurut Purnomo hingga saat ini proses pengungkapan kasus penculikan masih dalam ranah kepolisian. TNI tidak dapat terlibat terlalu banyak, kecuali diminta.


"Kasus seperti ini terkait dengan masalah tertib sipil, sehingga masih ditangani oleh pihak kepolisian. Tentu belum masuk ke dalam ranah Kemhan dan masuk ke area kepolisian untuk menyelidiki motif di balik tindak penculikan itu," ujar Purnomo.

Dalam kesempatan itu, dia juga menghimbau kepada perusahaan minyak di Indonesia yang memiliki cabang atau proyek di daerah yang tingkat keamanannya rawan ikut melibatkan tim pengamanan dari pihak mereka.

"Pemerintah ikut meminta kepada perusahaan pertambangan supaya bisa mengoptimalkan sektor keamanan yang mereka miliki sendiri," imbuh Purnomo.

Saat ditanya motif keterlibatan beberapa anggota TNI dalam kasus ini, Purnomo beralasan karena pelaku penculikan diduga kabur ke hutan, sehingga pihak kepolisian meminta bantuan beberapa personil TNI.

"Apabila membutuhkan bantuan untuk berkoordinasi, maka sesuai dengan UU penanganan konflik sosial, polisi bisa minta bantuan dari kepala daerah atau TNI. Kami siap membantu," kata Purnomo.

Hingga saat ini polisi masih mengejar enam pelaku bersenjata yang sempat menculik satu warga Skotlandia yang bekerja sebagai insinyur perminyakan Componimen PT Medco E&P Malaka, Malcolm Primrose. Primrose akhirnya dibebaskan oleh pelaku pada Kamis pagi dan ditemukan di pos keamanan sebuah perkebunan kelapa sawit. (Viva News)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar