Sabtu, 15 Juni 2013

Tahun 2014 TNI AU akan diperkuat dengan 88 Pesawat Baru


TNI Angkatan Udara (AU) menargetkan penambahan 88 pesawat tempur, angkut, dan latin, pada 2014. Pesawat-pesawat tersebut akan melengkapi alat utama sistem pertahanan (alutsista) yang sudah ada.

SU-35 BM

“Pesawat yang akan datang di antaranya T50 dan pesawat latih Grop,” ungkap KSAU, Marsekal TNI IB Putu Dunia.

Sementara untuk pesawat tempur adalah F16, Sukhoi, dan Super Tucano dan pesawat jenis angkut, yakni CN295, Hercules, serta pesawat rotor atau helikopter.


“Pesawat itu diharapkan sudah ada di Indonesia tahun depan,” tegasnya.

Selain pesawat, lanjur dia, TNI AU juga akan melengkapi alutsista modern, seperti radar pertahanan udara, peluru kendali jarak sedang, dan pesawat tanpa awak.

Strategi lain dalam membangun kekuatan TNI AU, yakni mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang akan mengawaki alutsista tersebut.

“Konsekuensi dengan bertambahnya alutsista ini yaitu harus menyiapkan SDM lebih banyak, terutama penerbang,” ungkapnya.

Menurut IB Putu Dunia, TNI Au menargetkan setiap tahun ada 40 penerbang baru, baik berasal dari lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) maupun prajurit sukarela dinas pendek (PSDP).

Selain mendidik di sekolah penerbang (Sekbang), TNI AU juga mengirim prajurit ke luar negeri.

“Dengan langkah ini, untuk penerbang maupun yang mengawaki alutsista lainnya akan terus bertambah setiap tahun,” tandasnya. (Oke Zone)

4 komentar:

  1. Utk menjaga kedaulatan indonesia, setidak2nya indnesia memiliki minimal 16 skuadron pesawat tempur di luar pesawat angkut,heli serang dan heli serbu,heli angkut,pesawat tangker, UAV pesawat patroli, dr idealnya 25 skuadron tempur, krn wil indonesia tdk hanya meliputi lautan, dan daratan shg demi efisiensi dan efektifitas di d5m melakukan patroli di perbatasan indonesia dng negara lain, indonesia juga perlu utk dpt mempertimbangkan pengadaan dan penggunakan pesawat amphibi yg dipersenjatai dan dilengkapi GPS.

    BalasHapus
  2. Proyek militer haruz truz di teruzkan...

    BalasHapus
  3. tapi dpr banyak yang kontra soalnya...,soalnya..... anggaran yang seharusnya masuk kantong mereka jadi berkurang ataupun malahan gk ada heheheh....

    BalasHapus
  4. Perbanyalah pesawat tempur baru atau peralatan militernya, jangan sampai menerima/membeli pesawat hibah yang harga lebih murah yang nantinya negara lain yang pernah memakai bisa mengukur kemampuan kita... Belilah pesawat/peralatan militer terbaru untuk menjaga negara kesatuan NKRI ini. dan jangan lupa juga berikan kesempatan kepada penerus generasi ini kesempatan utk meningkatkan peralatan militer yang dibuatknya karena saya yakin kemampuan intelektualnya tdk kalah dari negara lain.

    BalasHapus