Senin, 10 Juni 2013

Tentara AS-Indonesia Latihan Perang Bersama


Angkatan Darat Indonesia dan Amerika Serikat menggelar latihan perang bersama yang dimulai hari ini, 10 Juni 2013. Latihan gabungan ini adalah salah satu kemitraan kedua negara dalam upaya menjaga perdamaian di kawasan.

Pembukaan Latihan Gabungan Garuda Shield 2013

Latihan bernama sandi "Garuda Shield" ini dibuka di Markas TNI Infanteri 1 Kostrad Divisi di Depok, Jawa Barat, dan akan berlangsung selama 12 hari, dari tanggal 10 Juni hingga 21 Juni 2013.

Wakil Komandan Jenderal Tentara Garda Nasional AS di Pasifik (USARPAC), Gary M Hara, mengatakan mereka memboyong 312 personel untuk turut serta dalam latihan. Sementara dari Indonesia 300 personel.


"Latihan ini merupakan kegiatan penting yang memungkinkan AS dan Indonesia terlibat bukan hanya di urusan militer, tetapi sebagai mitra di kawasan Asia-Pasifik," kata Hara.

Kata dia, Garuda Shield mendemonstrasikan penekanan dan pengakuan bersama atas pentingnya keamanan dan stabilitas wilayah Asia-Pasifik.

Hara menegaskan, dalam latihan ini AS dan Indonesia akan berkolaborasi dalam lingkungan pelatihan sebagai satu tim. Kedua angkatan bersenjata akan belajar bersama berbagi pengalaman, taktik dan teknik.

"Seperti yang telah disampaikan Presiden Obama ketika berkunjung ke negara yang luar biasa ini tahun 2010, 'ini adalah kemitraan yang setara, didasarkan pada kepentingan bersama dan rasa saling menghormati'," tegas Hara.

Tingkatkan Kapasitas TNI AD

Latihan Garuda Shield terdiri dari Latihan Brigade Gabungan Tingkat Posko (CPX), korps operasi tingkat angkatan udara (ABN) yang memfokuskan pada Kegiatan Pelatihan Lapangan, Aksi Teknisi Sipil untuk Kemanusiaan (ENCAP), Pertukaran Para Ahli Teknik (SMEE), dan Program Pemahaman Budaya dan Kemahiran Bahasa (CULP).

"Para prajurit akan melakukan latihan lapangan (operasi udara), berpartisipasi dalam latihan pos komando fiksi perdamaian dan kemanusiaan dan melakukan Engineer Civic Action Project-Subject Matter Exchange (ENCAP-SMEE)," ujar pernyataan TNI AD.

Tujuan latihan gabungan ini adalah meningkatkan kapasitas TNI-AD untuk menolak organisasi kekerasan ekstremis atau pemberontakan dan respon terhadap bantuan kemanusiaan bencana internasoinal. Selain itu, latihan ini diharapkan dapat meningkatkan tingkat interoperabilitas taktis dengan AS.

"Mempertahankan kapasitas TNI AS untuk memimpin dan berpartisipasi dalam operasi bilateral dalam mendukung operasi perdamaian," ujar TNI. (Viva News)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar