Selasa, 27 Agustus 2013

Menteri PDT: Pancasila itu Final dan Paling Ideal


Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Helmy Faisal Zaini dianugerahi gelar Doctor Honoris Causa (Dr HC) oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung. Dalam orasi ilmiahnya, Helmy membeberkan bangsa Indonesia adalah bangsa yang plural atau bhineka. Dasar negara ini Pancasila, yang sudah final dan ideal, serta tidak bisa diubah dengan dasar lainnya.


Helmy tidak memungkiri adanya gerakan sekelompok orang atas nama agama yang ingin mengubah dasar negara Indonesia. Gerakan ini bahkan sudah mencabik keutuhan Indonesia. Sehingga negeri ini sudah tidak asing lagi dengan kasus teror bom atau membunuh atas dasar agama.


"Tugas saya sebagai Menteri PDT sering bertemu masyarakat beragam etnis, agama, dan suku bangsa. Itu artinya masyarakat kita plural, sehingga Pancasila final dan paling ideal (sebagai dasar negara). Tapi kita tidak menutup mata adanya gerakan yang mencoba melakukan reduksi nilai agama," katanya, usai sidang penganugerahan gelar Dr HC di Kampus UIN Bandung, Senin (26/8).

Salah satu upaya mengikis radikalisme agama adalah dengan meningkatkan pembangunan pendidikan, khususnya di daerah tertinggal. Pembangunan infrastruktur tanpa pembangunan pendidikan akan pincang. Di sisi lain, radikalisme bisa muncul akibat terjadinya kesenjangan sosial. Untuk itu, Kementerian PDT menggandeng sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta untuk sama-sama mengurangi kesenjangan yang ada di daerah tertinggal. Misalnya, dengan kerja sama di bidang pengembangan teknologi pangan, kesehatan, dan pendidikan.

Dalam kesempatan itu, politisi PKB ini menyampaikan orasi ilmiah berjudul "Pendidikan Islam sebagai Pembentuk Karakter Kepribadian Nusantara; Peran, Potret, dan Tantangan Indonesia Masa Depan". Ia menjelaskan, memang terdapat fakta di sebagian kalangan umat Islam yang memahami jihad sebagai ibadah dengan cara menghabisi orang selain islam. Ini terjadi karena pemahaman terhadap makna jihad berdasarkan teks apa adanya (leterlek), sehingga semua orang di luar Islam dianggap musuh.

Padahal, sambung dia, orang di luar Islam yang tidak memerangi orang Islam atau justru memberikan perlindungan adalah saudara. "Tidak bisa kita membunuh orang lain membakar gereja, itu jauh dari ajaran Islam. Kalau itu sebagai Islam menurut saya ada pendangkalan terhadap nilai agama itu sendiri," ungkapnya.

Tetapi, faktanya radikalisme di Indonesia memang terjadi. Kejadian teror di negeri ini bukan sekali dua kali, sehingga bisa disimpulkan bahwa ada otak yang mendesain teror tersebut yang dilatarbelakangi pemahaman yang keliru terhadap agama. Bahkan, menurutnya radikalisme tumbuh di pendidikan formal, nonformal, dan di masyarakat. "Ada fakta yang memang melakukan itu. Ini yang tidak boleh dibiarkan," katanya.

Perguruan tinggi memiliki peranan dalam mengikis nilai-nilai radikalisme di masyarakat. Perguruan tinggi harus memberikan edukasi bahwa Pancasila sebenarnya mengandung nilai-nilai Islam dan berketuhanan. "Jadi pancasila itu bentuk final bagi kita. Bagi umat Islam dengan mengatakan Pancasila itu ilslami itu bagian dari dawah tersendiri," terangnya. (KJ)

6 komentar:

  1. pancasila vs al quran
    buatan manusia vs buatan Allah
    mana yg lebih ideal?

    BalasHapus
  2. pancasila adalah dasar lambang negara yang di ajarkan melalui pendidikan sd,smp,smk, unipersitas seluruh indonesia, namun rakyat 500 juta generasi indonesia tahun 45 sampai 2013 perlu ada keseibangan karana jaman ini tegnologi sangat tinggi di level indonesia yang raksasa

    BalasHapus
  3. Pancasila selama ini belum dapat dipahami dengan baik oleh setiap komponen bangsa, upaya untuk membangun ruh pancasila ini ke dalam setiap sanubari anak bangsa belumlah mencapai hasil yang maksimal.
    Pancasila bukan sebuah ajaran yang dapat dipertentangkan dengan agama manapun, karena pancasila justru mengingatkan setiap anak bangsa untuk menyadari besarnya kekuasaan Allah SWT itu sendiri melalui Ketuhanan Yang Maha Esa artinya Bangsa ini harus sadar sebagai mahluk Tuhan yang berjalan dimuka bumi ini tidak lepas dari pengamatan dan ketentuan Tuhan nya, tidak lepas dari perhitungan atas setiap hati, perkataan dan perbuatannya. Dengan kesadaran ini manusia Indonesia akan beruapaya untuk menjadi manusia yang manusiawi dengan memperhatikan kewajiban dan haknya agar menjadi manusia yang memiliki aturan (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab)... Ketika manusia indonesia telah menjadi manusia yang memiliki kemanusiaan yang adil dan beradab, maka kesadaran untuk hidup dalam kebersamaan akan menjadi sebuah Persatuan Indonesia yang utuh nan bertoleransi dalam sebuah negara yang dirahmati oleh Allah SWT... Negara yang dipenuhi oleh manusia yang berketuahanan, berprikemanusiaan dan cinta tanah airnya akan mudah memilih wakil-wakilnya untuk menjalankan negara ini, wakil-wakil yang diberikan hikmah (ilmu) dan bijaksana (win win solution) sehingga dapat mewujudkan jembatan emas kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat indonesia tanpa terkecuali... jadi pancasila adalah cita-cita luhur dan perjanjian setiap komponen bangsa yang berbeda agama, suku dan kelompok kepentingan untuk membangun Indonesia menjadi negara besar yang rahmatanlilialamin...

    BalasHapus
  4. Pancasila memang bukan sebuah ajaran yg dpt dipertentangkan dengan agama manapun. Tetapi pancasila juga tidak akan pernah sbg suatu pijakan dalam memilih suatu imam, krn Pancasila juga penganut sistem demokrasi (sila ke 4) yg didalamnya ada suatu virus mematikan yaitu virus parpol. sampai kapan pun hasilnya tdk akan pernah maksimal, krn virus selau mementingkan dirinya atau kelompoknya. Dan dlm pencapaian menjadi virus parpol yg berhasil masuk dlm tubuh badan perwakilan akan memakan biaya begitu besar.
    adakah orang begitu mulia mau menyumbangkan demi kesuksesan parpol? hampir dipastikan semuanya tdk mau berkorban. seandainya mereka berkorban tentu dgn perhitungan akan membawa return yg tinggi kelak.
    karena kebusukan virus ini menyebabkan manusia-manusia yg ada menjadi tdk memiliki hati nurani, tdk adil, tdk beradab dan ini terus mengunci dan mengerdilkan tubuh. Akibatnya tubuh hanya mementingkan diri sendiri, agama dijadikan kedok, cita2 luhur hanya nyanyian kampanye. Sementara rakyat terus terkunci dan mengerdil, sedangkan virusnya terus membesar, membuncit dan semakin buas dan licik.
    ajaran islam sudah membuktikan membangun suatu negara berabad-abad yg adil dan sejahtera melindungi semua umat, bahkan pemimpin terbesar Nabi Muhammad di depan dan menjamin berdirinya sebuah gereja dan beribadah menurut kepercayaan masing2
    saya bukan penganut nu, muhammadiyah, suni maupun syiah. tapi saya setuju yg namanya maling/koruptor harus potong tangan, namanya pemerkosa harus dihukum di depan umum, penghapusan prostitusi terselubung, penghapusan minuman keras dan pemimpin harus mencontoh hidup yg sgt sederhana.
    al quran sudah terbukti berabad-abad sukses menjalankan sebuah negara.
    Bagaimana dengan pancasila, sudah menjaminkah atas gereja yg ada? sudah sukseskah dari virus korupsi? Apakah pemimpin kita sudah mencontohkan hidup sederhana?
    apakah masih ada prostitusi terselubung? sudah bebaskah kita dari alkohol, pornograpfi, pemerkosa?
    al quran bukan hanya utk muslim tetapi juga utk non muslim.
    al quran bukan buatan manusia.
    susah bagiku menjadikan al quran bagian dari buatan manusia (pancasila)




    BalasHapus
  5. pancasila memang bukanlah buatan Tuhan tapi pancasila mengandung ajaran2 yg terdapat dalam al-Quran
    contoh:
    1. maksud sila pertama senada dg Qs. Al-Ikhlas
    2. sila kedua senada dg potongan ayat "tidaklah Kami utus engkau (Muhammad Saw) melainkan sebagai rahmatan lil'alamin (adil & beradab)
    sila ke-3 sampai ke-5 cari aja sendiri

    ingat kawan 2 tanah air kita gak jauh beda dg negara2 di Timur Tengah
    yg bukan cuma dihuni 1 pemeluk agama aja :)

    BalasHapus
  6. Jangan terlalu dipaksakan apa yg ada di pancasila sebagian mengandung yg terdpt dlm al quran, kalau benar-benar byk mengandung al quran pasti tdk ada:
    1. tdk ada pejabat korup
    2. tdk ada tawuran pelajar
    3. tdk ada penagak hukum kotor
    4. tdk ada hakim jual keputusan pengadilan
    5. tdk daging gate
    6. tdk ada hambalang gate
    7. tdk ada century gate
    8. tdk ada BLBI I
    9. tdk ada blbi 2
    10. tdk ada ratu banten

    saya tdk pernah melihat ada utusan sbg pemimpinan kita menjadi rahmatan lil'alamin
    yg saya lihat pemimpin utusan kepentingan parpol/penguasa

    saya tdk pernah lihat nilai-nilai ketuhanan sekarang
    yg saya lihat uang/kerakusan/kekuasaan adalah Tuhan bagi para pejabat dan pemimpin

    zaman nabi bukan dihuni 1 pemeluk agama
    tapi nabi menjamin gereja berdiri megah, yg jamin nabi sendiri
    sekarang gereja siapa yg jamin berdiri tegak?

    rasanya zaman orde baru telah berhasil cuci otak kita semua bahwa pancasila final lebih bagus dan mengalahkan buatan Tuhan sekalipun. :-)



    BalasHapus