Rabu, 25 Desember 2013

Tahun 2014 Taring TNI Semakin Tajam


Kejutan menyenangkan datang di akhir tahun 2013 ini. Sejumlah pengadaan alutsista yang termaktub dalam MEF terus berlangsung, bahkan di percepat. Salah satu yang cukup menonjol dan baru terdengar adalah pengadaan taring-taring baru untuk TNI-AU. Di tahun 2014 nanti, akan ada pengadaan untuk rudal udara ke udara jarak pendek, menengah hingga bom pintar.


Rudal yang dimaksud tak lain tak bukan adalah AIM-9X untuk jarak pendek serta AIM-120C untuk jarak menengah. Dari data yang ARC dapatkan, pengadaan untuk AIM-9X adalah sebanyak 30 buah aktif dan 20 buah captive senilai 150 milyar rupiah. Lalu untuk pengadaan AIM-120C adalah senilai 460 milyar rupiah untuk 20 buah rudal aktif dan 20 buah rudal latihan. 



Selain itu, Kementrian pertahanan juga merencanakan membeli 100 buah kit JDAM senilai 220 milyar rupiah. Ada pula rencana pembelian Flare, Pod Lantirn dan Sniper, dan lain sebagainya. Untuk jelasnya, simak daftar dibawah ini. Bisa ditebak, semua pengadaan ini terkait dengan pengadaan F-16 hibah dari Amerika serikat.


Selain untuk TNI-AU, pengadaan yang lumayan cetar membahana adalah untuk TNI-AD. Pendanaan untuk helikopter Apache, Blackhawk hingga Chinook sudah dianggarkan. Nantinya, TNI AD akan membeli 8 buah Apache, 17 buah Blackhawk serta 3 buah Chinook. Tidak ketinggalan tambahan 80 unit Tank Marder untuk memperkuat satuan lapis baja TNI-AD.

 

Sementara untuk TNI-AL, rencana pengadaan yang ada adalah kelanjutan yang pernah disinggung sebelumnya. Seperti pengadaan PKR, rudal Mica, serta lainnya. Nah, bagaimana? kado akhir tahun yang manis bukan? (ARC)

11 komentar:

  1. kami dukung sepenuhnya. bahkan jika ada yang lebih canggih dibeli saja, tapi jangan lupa ToT biar kita mandiri, karena kita jadi incaran negara- negara rakus SDA

    BalasHapus
    Balasan
    1. Indonesia memangnya tidak rakus energi? Impor minyak makin tinggi krn rakyat kita daya beli makin besar. Pertamina aktif cari ladang minyak di afrika, timur tengah dan asia tengah untuk mencukupi kebutuhan minyak dalam negeri kita lo..

      Hapus
  2. rudal nya kayak nya canggi bertegnologi semoga bisa di tes untuk latihan perang perang skalah besar besaran di tanah air indonesia supaya negara yang daratan yang tidak luas bergetar getar sekalian mengakui sisi indonesia raksasa kuat beradidaya. salam bahagia teman teman. ok

    BalasHapus
    Balasan
    1. TIDUR AJA MAS..!!!!!! GAK USAH IKUT NULIS,KALAU GAK TAU NULIS..!!!!!!!

      Hapus
  3. Tentara baru . Indonesia kuat lahir kembali. . Ciapa presiden penggati PK SBY . . . Apa RI bs loyo lg klu salah kelola "

    BalasHapus
  4. Yeh amrik lagi ntar di embargo tau rasa.rusia di tinggal.eeh gawat pemimpin kita kok masih percaya amrik

    BalasHapus
    Balasan
    1. For your information, Rusia dulu waktu masih Soviet juga embargo kita total sampe semua kapal selam, jet tempur, kapal perang, rudal dll masuk museum, pasca 1965. Untuk peralatan tempur ofensif AS memang jauh lebih maju, berbeda dgn Rusia yg maju dlm peralatan tempur defensif. Itu semua karena perbedaan doktrin tempur mereka. Pemerintah kita membeli yg terbaik dari keduanya sesuai denga doktrin tempur TNI. Pemerintah dan TNI ngga bodoh laah klo beli senjata.

      Kita juga ngapain apa2 embargo AS diungkit ungkit melulu. Itu kan ngga turun dari langit. Coba pelajari tragedi Santa Cruz di TimTim dimana 250 penduduk Tim2 kehilangan nyawanya saat demonya dibubarkan oleh beberapa prajurit TNI yg tidak profesional.

      Rusia ditinggal? Baca berita dong kita mau beli kapal selam Kilo class dan sedang menjajaki pembelian Su-35 dan kapal perang talwar class.

      Hapus
    2. NIIIIHHHH..BARU PAS NULISNYA..ADA KOMPUTER JANGAN MAIN FACEBOOK DOANG......DASAR KUCING KURAP...ABRAHAM WONG GUA RESFECT LO...

      Hapus
    3. Lantas kenapa Israel yg bunuh ratusan ribu orang sipil di Gaza ga diembargo tuan US mu itu, kalo dasarnya hanya karena orang sipil yg mati ditembaki militer...?? DASAR ANJING PENJILAT...

      Hapus
  5. fregate kls berat,,, tp hrus bikinan lokall aku lebih bangga Indonesiaku tercinta mandiri g tergantung negara besar...

    BalasHapus