Jumat, 21 Februari 2014

Pemerintah Pertimbangkan Pilihan Kapal Selam Rusia Atau Turki


Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq mengatakan kapal selam buatan Rusia dan Turki saat ini menjadi pertimbangan untuk didatangkan ke Indonesia.

Pemerintah Pilih Kapal Selam Rusia Atau Turki

Pembelian kapal selam tersebut merupakan program untuk memenuhi kekuatan persenjataan minimal dalam upaya menjaga perairan Indonesia yang membutuhkan setidaknya 12 kapal selam.

"Ini kan membutuhkan paling sedikitnya 12 kapal selam untuk mengcover 3 ALKI di wilayah selatan dan sebagaian wilayah utara kita butuh sekitar 12.  Sekarang ini kita dengan Korsel ada kontrak tiga kapal selam dan kalau kita akan lihat kontrak produksinya itu akan selesai 2018," kata politisi PKS ini saat di temui Teraspos usai rapat dengan Menteri Luar Negeri


Mahfudz mengatakan pembuatan kapal selam Changbogo ketiga yang rencana dibangun di Indonesia saja membutuhkan waktu yang banyak dan uang banyak sehingga paling mungkin Indonesia akan melakuakn pembelian secara langsung.

"Nah sekarang ada dua penawaran antara Rusia kilo klas dan Turki melakukan penawaran. Dari komisi I kita akan kirim ke Rusia dan Turki untuk melihat ini semua."

"Untuk kilo klas sangat memungkinkan untuk tiga ALKI untuk wilayah dibagian selatan," kata dia. (Teraspos)

4 komentar:

  1. semesti nya pemerintah ri membeli nya 15 kapal selam rusia menambah raksasa pertahanan laut indonesia raya dari, cina, amerika,

    BalasHapus
  2. Kenapa masih memilih dari negara lain , Pilih buatan RUSIA yang sudah teruji kemampuannya, daripada membeli buatan turki lebih baik membeli dari gurunya Turki. JERMAN . .

    BalasHapus
  3. mulai dah blok barat mengiming-imingi pejabat RI utk suntikan dana kampanye pemilu, dgn catatan tdk boleh beli kilo dari rusia. Simpel kan syaratnya!!!!

    BalasHapus
  4. Dr pd cangbogo...korsel mending guru ya aja sekalian. Jerman

    BalasHapus