Kamis, 11 September 2014

Ilham Habibie Tak Khawatir Pesawat R80 Bersaing dengan N219


Proyek pembuatan pesawat R80 yang digagas oleh BJ Habibie dan anaknya Ilham Habibie melalui PT Regio Aviasi Industri, akan dikerjakan dengan kerjasama PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

Ilham Habibie Tak Khawatir Pesawat R80 Bersaing dengan N219
Ilham Habibie

Meski PTDI kini tengah mengerjakan sejumlah proyek pesawat lainnya seperti N219, RAI tak khawatir keduanya akan menjadi saingan.

"Kalau sampai overlap sih sepertinya kecil ya. Karena antara N219 dan R80 ini kan berbeda. Segi teknologi berbeda," ujar Komisaris RAI Ilham Habibie pada wartawan, usai pertemuan dengan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan di Gedung Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata, Bandung, Rabu (10/9/2014).


Ia menyebutkan, beberapa perbedaan antara N219 dan R80 yang akan dijualnya itu. "R80 terbang sampai di ketinggian 25 ribu kaki. Di ketinggian tersebut tekanan udara masih bisa diatur," katanya.

Dari sisi prosesnya pun menurut Ilham, antara N219 dan R80 tidak berbarengan, sehingga bisa dikerjakan tanpa saling mengganggu. "N219 sudah sangat intensif dan sebentar lagi asuk proses akhir desain. Sangat dimungkinkan dua-duanya dilakukan sekaligus," tutur Ilham.


3 Maskapai Tertarik Pesan 145 Unit R80 Buatan Habibie


Meski belum selesai dibuat, namun peminat pesawat R80 yang dirancang mantan presiden BJ Habibie sudah cukup banyak.

Ilham Habibie, Komisaris PT Regio Aviasi Industri (RAI) yang juga anak dari BJ Habibie menyebut, sudah ada pesanan sebanyak 145 unit R80 dari 3 maskapai.

Hal itu diungkapkan Ilham pada wartawan usai peremuan dengan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan di Gedung Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata, Bandung, Rabu (10/9/2014).

"Dari 7 maskapai, sudah 3 yang menandatangani LoI (Letter of Intent), bahwa mereka akan membeli pesawat sebanyak 145 unit," ujar Ilham. Ia menyebut, dua dari tiga maskapai tersebut yaitu Nam Air dan Kalstar.

Selain yang sudah menyatakan ketertarikannya pada R80, Ilham mengatakanm nantinya akan lebih banyak lagi kebutuhan pesawat sejenis R80.

"Dengan kondisi bandara yang ada, sulit untuk menambah jadwal penerbangan. Maka membeli pesawat dengan kapasitas lebih besar adalah jalan keluarnya," katanya.

R80 yang disebut pesawat generasi penerus N250 ini punya kapasitas seat 80-90, sementara N250 sebelumnya berkapasitas 50-60 seat. (Detik)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar