Rabu, 24 September 2014

Pandangan Angkatan Laut terhadap Gagasan Poros Maritim Dunia


Konsep Indonesia menjadi Poros Maritim Dunia Jokowi-JK mendapat respons positif dari seluruh kalangan, tidak terkecuali, TNI AL.

“Tentunya sangat sepakat dan luar biasa sekali ketika Angkatan Laut memandang wacana Poros Maritim Dunia, dan itu perlu didukung dan sejalan pula dengan gagasan ocean leadership,” ujar Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Mabes TNI AL, Laksma TNI Manahan Simorangkir, di kantornya, Kamis (18/9).


Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Mabes TNI AL, Laksma TNI Manahan Simorangkir. (Foto: Benny Syahputra)

Lebih lanjut mantan penerbang angkatan laut ini menambahkan, sebenarnya, jauh sebelum wacana tersebut berkembang, TNI AL sudah mengembangkan konsep Maritime Domain Awareness (MDA).

“Bapak Kasal, Laksamana TNI Marsetio, telah menuangkan buah pikirannya dalam dua buah buku berjudul Sea Power Indonesia dan buku Paradigma Baru TNI AL Kelas Dunia, dan mengandung makna Maritime Domain Awareness atau penyadaran sebagai Bangsa Maritim kepada Bangsa Indonesia,” paparnya.


Ia menjelaskan, jika budaya maritim telah terpatri maka dengan sendirinya poros maritim akan terwujud.

Selain itu, mantan Komandan KRI Teluk Penyu tersebut memaparkan makna poros maritim dan bagaimana berjalannya.

“Menurut saya, poros itu kan merupakan putaran atau pusat. Jadi, kalau roda, porosnya itu ada di tengahnya. Sedangkan poros maritim ialah bagaimana kita membangun infrastruktur maritim, sehingga orang yang ada di barat maupun timur datang ke sini. Semua untuk berdagang dan bekerja sama dengan kita. Jadi, selama ini yang bisa dikatakan poros maritim ialah Singapura,” ucapnya.

Singapura sebagai Poros Maritim

Adanya pelabuhan internasional dan ditopang letak geografis antara Selat Malaka dan laut Tiongkok Selatan, telah menjadikan Singapura sebagai negara yang menjadi poros maritim.

“Singapura itu kan cuma negara kecil yang luasnya hanya se-Jabodetabek, tapi memiliki pendapatan yang besar dari perdagangan. Dulu, di masa Pak Habibie, sewaktu menjadi Menristek, poros maritim di Singapura sudah mau digeser sedikit demi sedikit ke Batam. Namun, upaya itu kandas lagi di tengah jalan,” tegasnya.

Pria yang kental dengan dialek Batak ini optimis, Indonesia akan menjadi poros maritim dan mampu menggeser Singapura. Menurutnya, seluruh strategi Singapura sudah terbaca dan dapat diantisipasi.

“Saat ini, Singapura terus melakukan reklamasi agar garis pantainya bertambah, terus mau sampai kapan? Artinya, Singapura sudah terbaca dan tidak akan bertahan lama lagi dengan strateginya itu. Maka dari itu, kita bisa tampung mereka di Batam,” ungkapnya.

Tidak ketinggalan, sambungnya, salah satu penopang poros maritim ialah TNI AL yang andal, disegani, dan berkelas dunia.

“Paradigma Baru TNI AL Kelas Dunia dapat dipahami sebagai konsep kepemimpinan yang kuat, berintegrasi, profesional, adaptif, visioner, inovatif, komitmen, serta interkonektivitas. Oleh karena itu, harus ditopang dengan empat unsurnya, yaitu SDM, teknologi, organisasi, dan operasi,” tambah perwira tinggi AL yang pernah menjabat Danlanal Ranai itu. (JMOL)

1 komentar:

  1. pusat bengkel kapal, plabuhan pendaratan tebesar, bandara terbesar buat transit segala jenis pesawat dan lbh besar dari Singpor,,,, lahan di sepanjang pesisir selat malaka termasuk di batam dan bintan harus dinetralkan dari kepemilikan Singpor dan malaysia dan sudah waktunya kita menyerahkan kepada pengembang dalam negeri atau joint dg pengusaha asing yg msh bs dikontrol serta tdk berpotensi jd musuh tetapi justru berpotensi memperkuat pertahanan plus mendatangkan wisatawan tajir dari negaranya seperti dari negara balkan/rusia sekitarnya, jerman, dsb... yg trakir kita jg perlu mereklamasi utara batam dan bintan untuk membatasi ruang gerak Sngapore kan pasirnya gk perlu beli dbntuk saja berbuku2/berlajur panjang biar cepet meluas ke utara atau kyak PUlau Garuda sprti yg planning di jakata

    BalasHapus