Selasa, 09 Desember 2014

Komandan Pasukan Perdamaian TNI Berkunjung ke Amerika Serikat


Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Brigjen TNI AM Putranto pada beberapa waktu yang lalu mengunjungi Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) untuk PBB di New York City, Amerika Serikat.

Brigjen TNI AM Putranto (tengah)

Tujuan utama kunjungan ini adalah untuk melaksanakan rapat internal dengan PTRI, evaluasi kinerja pasukan penjaga perdamaian Indonesia baik sebagai individu dan satuan penugasan. Upaya-upaya yang diperlukan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan secara individu, serta diplomasi pada tingkat strategis sesuai dengan tujuan mencapai jumlah 4.000 prajurit TNI sebagai pasukan penjaga perdamaian.

Dalam kesempatan tersebut, Penasihat Militer untuk PTRI Laksma TNI Yos Toto Subagyo menyampaikan beberapa peluang posisi untuk para prajurit Indonesia sebagai staf militer dan pengamat militer, serta berpartisipasi dalam berbagai operasi penjaga perdamaian PBB yang berbeda.


Dia memberikan penekanan melalui Komandan PMPP TNI, personil yang dikirim harus memiliki latar belakang yang kuat dan pengalaman sesuai dengan posisi staf terkait.

Sementara itu, Brigjen TNI AM Putranto menyatakan dalam pertemuan ini, bahwa PMPP TNI secara berkala terus meningkatkan kemampuan dan kapasitas dalam setiap pelatihan untuk mempersiapkan mereka bertugas dalam misi pemelihara perdamaian PBB; Melaksanakan kerjasama erat dengan negara-negara lain dengan menyelenggarakan kursus, seminar dan pelatihan bersama.

Pelaksanaan pre-deployment training telah melibatkan aktor-aktor utama dari materi-materi yang terkait OPP dan mengundang instruktur yang berpengalaman untuk memberikan situasi terakhir dan doktrin-doktrin baru untuk pelatihan yang lebih baik dan lebih realistis.

Menurut Komandan PMPP TNI, saran dan masukan yang diterima dari kantor Penasehat Militer telah memberikan gambaran jelas tentang prosedur dan persyaratan yang diputuskan oleh UN DPKO
(United Nation Department of Peacekeeping Operation) untuk langkah-langkah yang lebih efektif dan efisien dalam mempersiapkan para prajurit dan satuan serta Alutsista dalam pelaksanaan OPP dengan mandat baru dari PBB.

Selanjutnya Komandan PMPP TNI mengunjungi Kantor PBB Urusan Militer dipimpin oleh Penasihat Militer, Letjen Maqsood Ahmed.

Sementara Brigjen TNI AM Putranto menyampaikan rasa terima kasih yang besar atas dukungan kepada semua pasukan pemelihara perdamaian, khususnya prajurit Indonesia di berbagai misi Perdamaian PBB yang berbeda. Komandan PMPP TNI juga menginformasikan Penasihat Militer PBB bahwa telah mengunjungi salah satu Satgas Kizi Indonesia di MINUSCA
(Multi-Dimensional Integrated Stabilization Mission in Central African Republic) Afrika Tengah. Komandan juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Jenderal Maqsood atas dukungan dalam memfasilitasi proses intermisi Satgas Kizi dari Haiti ke CAR (Central Africa Republic).

Dalam pertemuan tersebut, Jenderal Maqsood menyampaikan bahwa PBB sangat menghargai kinerja Satgas Kizi di Minusca, yang telah memberikan dukungan besar bagi misi baru di Republik Afrika Tengah. Jenderal Maqsood juga menyampaikan pada kesempatan yang berbeda, untuk Indonesia dapat mengirim C-130
air transport ke Mali bertugas di bawah Komando MINUSMA, beliau menyampaikan kembali subjek bahwa Indonesia tidak bisa mengirimkan C-130
air transport ke Kongo karena isu politik yang berkaitan dengan FIB (
Force Intervention Brigade), sepenuhnya menghormati kebijakan politik Indonesia, tapi beliau kembali menyampaikan hanya untuk pertimbangan bahwa C-130 adalah pesawat angkut bukan pesawat tempur dan PBB telah membuat prosedur dan peraturan dimana C-130 sebagian besar waktunya akan melaksanakan tugas-tugas pendukung di daerah yang dinyatakan aman. Ini hanya sebuah pertimbangan dan mudah-mudahan Indonesia akan memutuskan untuk mengirim C-130 untuk bertugas dibawah komando MINUSMA sebagai bagian dari transportasi udara.

Bagian dari agenda kunjungan resminya ke Amerika Serikat, Brigjen TNI AM Putranto juga mengunjungi Atase Militer Indonesia dan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat di Washington DC. Komandan melaporkan kepada kedua pejabat tinggi Indonesia untuk Amerika Serikat tersebut, beberapa perkembangan dan kemajuan dalam rangka meningkatkan jumlah pasukan penjaga perdamaian ke berbagai misi yang berbeda di seluruh dunia. Kerjasama yang erat juga telah meningkat dengan Amerika Serikat melalui Program GPOI (
Global Peace Operation Initiative) dengan menyelenggarakan kursus, seminar dan acara pelatihan bersama.

Komandan PMPP TNI juga menyampaikan kepada kedua pejabat tersebut kegiatan yang baru dilaksanakan yaitu pelatihan terbesar tahun 2014 telah diselenggarakan di PMPP TNI, "Garuda Canti Dharma GPOI Capstone Training Event", berjalan dengan lancar dan sukses dan mampu meningkatkan kapasitas dan kemampuan prajurit dalam operasi pemeliharaan perdamaian.

Dubes RI menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada semua prajurit Indonesia yang telah bertugas di berbagai misi Perdamaian PBB di seluruh dunia, ia memiliki keyakinan yang tinggi bahwa orang-orang di daerah konflik mudah menerima tentara Indonesia karena mereka bekerja dengan hati mereka.

Para prajurit yang sangat berkomitmen dengan tugas-tugas dan tanggung jawab mereka, hal itu adalah kunci penting untuk memenangkan hati dan pikiran masyarakat setempat. Beliau juga menyampaikan rasa senang atas peran dari PMPP TNI saat ini dalam mengembangkan pasukan pemelihara perdamaian yang profesional dan menjadi kebanggaan Bangsa Indonesia. (Tribun)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar