Kamis, 25 September 2014

Ideologi Pancasila dinilai mampu antisipasi pengaruh ISIS di Indonesia


Ideologi Pancasila yang dimiliki bangsa Indonesia dinilai dapat mengantisipasi pengaruh Negara Islam Irak dan Suriah (Islamic State Iraq Syria/ISIS) di Tanah Air.

"Karena itu masyarakat Indonesia harus memperkuat ideologi pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," kata Dekan Fakultas Hukum Universitas Al Azhar, Dr Agus Surono dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu.


ideologi-pancasila

Dia menyampaikan hal tersebut dalam seminar dan deklarasi menolak ISIS bertema "Memperkuat Ideologi Pancasila dalam Mengantisipasi Pengaruh ISIS di Indonesia" di Kampus Universitas Al Azhar.


1.250 Polisi Amankan Sidang Putusan RUU Pilkada


Dewan Perwakilan Rakyat akan menggelar Sidang Paripurna untuk mengesahkan Rancangan Undang-undang Pemilihan Kepala Daerah (RUU Pilkada), hari ini, Kamis 25 September 2014.

Ribuan orang diperkirakan akan menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPR/MPR RI. Baik yang pro terhadap pemilihan langsung, maupun pemilihan tidak langsung, atau melalui DPRD.


1.250 Polisi Amankan Sidang Putusan RUU Pilkada

"Dari data yang kami dapat, Koalisi Merah Putih ada 3.000 orang. Kemudian, nanti akan ada juga dari Peradi berjumlah 1.000 orang. Nanti, bercampur di sana," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto, saat ditemui di Jakarta.

Rikwanto mengatakan, untuk mengamankan aksi unjuk rasa hari ini, ribuan personel dari Polda Metro Jaya akan diterjunkan. "Sebanyak 1.250 personel melakukan pengamanan di gedung DPR/MPR," kata Rikwanto.


Rabu, 24 September 2014

TNI Sabet Tiga Rekor MURI


TNI diganjar penghargaan rekor dunia dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Tak tanggung-tanggung, TNI menyabet tiga rekor MURI.

Rekor dunia ini dipecahkan, atas prakarsa Panglima TNI Jenderal Moeldoko dalam gerakan membuat jutaan lubang resapan biopori di seluruh Indonesia dan donor darah secara serempak yang diikuti 69.000 orang.


TNI Sabet Tiga Rekor MURI

Ketua MURI Jaya Suprana mengatakan, piagam yang dia serahkan kepada Moeldoko hari ini adalah dalam dua kategori.

"Piagam penghargaan rekor dunia atas pemrakarsa pembuatan lobang biopori dan rekor dunia pemrakarsa donor darah terbanyak, saya serahkan kepada panglima TNI," kata Jaya di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (24/9/2014).


Indonesia Ajukan Solusi Politik dan Non Militer untuk Atasi ISIS


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan bertemu dengan pemimpin dunia di Sidang Majelis Umum PBB di New York dan bertemu dengan para pemimpin Islam dan non-Islam di Washington DC, Amerika Serikat. Di sana SBY akan memanfaatkan waktunya untuk membicakan masalah Islamic State of Iraq and Syria atau ISIS.

Indonesia Ajukan Solusi Politik dan Non Militer untuk Atasi ISIS

SBY mengatakan akan menawarkan solusi untuk mengatasi masalah isu ISIS. Dalam solusi itu, SBY mengedepankan aksi non militer.

"Itu salah satu tema yang akan dibicarakana nanti baik di Washington DC ketika bertemu dengan para pemimpin Islam di AS dan para pemimpin non-Islam di AS. Bukan hanya operasi militer yang dilakukan pihak-pihak Barat atau komunitas Internasional lain. Bagi Indonesia yang diperlukan adalah solusi politik dan solusi non-militer," kata Presiden sebelum bertolak ke Portugal lewat Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta, Kamis (18/9).


Mulai November SBY Jabat Dua Posisi Penting di GGGI


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dipastikan akan menjabat dua posisi penting di organisasi lingkungan internasional. Jabatan itu diemban setelah SBY lengser sebagai presiden.

Mulai November SBY Jabat Dua Posisi Penting di GGGI

Dua jabatan itu adalah Presiden Majelis sekaligus Ketua Dewan Global Green Growth Institute (GGGI). Tawaran ini sebagai kesempatan untuk bertindak melakukan petumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

"Saya menganggapnya juga sebagai pengakuan atas apa yang telah Indonesia capai dalam mengarusutamakan ekonomi berwawasan lingkungan (green economy)," kata Presiden SBY dalam Resepsi Pemimpin GGGI, di Markas PBB, New York, Amerika Serikat, Selasa (23/9) sore waktu setempat atau Rabu (24/9) pagi waktu Indonesia.


Mengenal Lebih Detail Pesawat CN235 Buatan PT. Dirgantara Indonesia


Pesawat CN235 buatan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) yang diproduksi di Bandung punya beragam fungsi. Bagaimana penampakannya?



Jumat pekan lalu, PTDI mendapatkan pesanan 1 unit pesawat tipe CN235-220M dari Thai Aviation Industries Co. Ltd (TAI), untuk diserahkan kepada Royal Thai Police. Pesawat ini istimewa karena memiliki multi fungsi.

Satu pesawat CN235 ini akan memiliki beberapa paket konfigurasi yaitu untuk penumpang, VIP/VVIP, penerjun, kargo, atau menjadi medical evacuation (ambulan udara). Namun untuk pesanan Thailand, pesawatnya memiliki semua fungsi tersebut. Semua fungsi bisa dipasang sesuai dengan kebutuhan.

Pandangan Angkatan Laut terhadap Gagasan Poros Maritim Dunia


Konsep Indonesia menjadi Poros Maritim Dunia Jokowi-JK mendapat respons positif dari seluruh kalangan, tidak terkecuali, TNI AL.

“Tentunya sangat sepakat dan luar biasa sekali ketika Angkatan Laut memandang wacana Poros Maritim Dunia, dan itu perlu didukung dan sejalan pula dengan gagasan ocean leadership,” ujar Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Mabes TNI AL, Laksma TNI Manahan Simorangkir, di kantornya, Kamis (18/9).


Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Mabes TNI AL, Laksma TNI Manahan Simorangkir. (Foto: Benny Syahputra)

Lebih lanjut mantan penerbang angkatan laut ini menambahkan, sebenarnya, jauh sebelum wacana tersebut berkembang, TNI AL sudah mengembangkan konsep Maritime Domain Awareness (MDA).

“Bapak Kasal, Laksamana TNI Marsetio, telah menuangkan buah pikirannya dalam dua buah buku berjudul Sea Power Indonesia dan buku Paradigma Baru TNI AL Kelas Dunia, dan mengandung makna Maritime Domain Awareness atau penyadaran sebagai Bangsa Maritim kepada Bangsa Indonesia,” paparnya.


Selasa, 23 September 2014

KRI Teluk Bintuni Tunda Jadwal Sea Trial


Kapal perang jenis Landing Shift Tank (LST) KRI Teluk Bintuni menunda jadwal sea trial (uji coba berlayar).Informasi tersebut saibumi.com peroleh dari General Manager Production PT Daya Radar Utama (DRU) Lampung Edy Wiyono (50) yang mengepalai seluruh proses pembuatan kapal perang milik Kementerian Pertahanan tersebut.

KRI 520 Teluk Bintuni
KRI 520 Teluk Bintuni

Sesuai jadwal, seharusnya kemarin Minggu 21 September merupakan jadwal sea trial KRI Teluk Bintuni yang sedang sandar di dermaga PT DRU Lampung tersebut. "Sea trial-nya ditunda yah. Ternyata untuk proses commissioning main engine (percobaan mesin utama) makan waktu yang lebih banyak dari perkiraan. Karena mesin utama kapalnya didatangkan dari Korea, kami juga sudah datangkan dua teknisi langsung dari negara asalnya. Ini sudah hari keempat mereka hadir digalangan kapal ini untuk terlibat langsung dalam uji coba  mesin utama kapal ini, sebelum dinyatakan sah dan layak untuk sea trial," jelas Edy tentang penundaan program sea trial tersebut.

Lebih lanjut Edy mengatakan sistem navigasi juga sudah memasuki tahapan uji coba. "Hari ini, Senin 22 September 2014, teknisi navigasinya datang dari Singapura. Untuk memastikan semuanya dipasang sesuai prosedur dan mengetest langsung. Jadi, semoga sesuai prediksi," katanya lagi.


Proyeksi Pesawat AEW TNI AU


Ketertarikan TNI AU untuk memiliki pesawat peringatan dini, Airborne Early Warning (AEW), sempat mengemuka pada tahun 2012. Bahkan saking ngebetnya, Airbus Military, produsen pesawat C 295 mengecat varian C295AEW dengan kamuflase pesawat TNI AU.

C 295 AEW
KSAU Marsekal Imam Sufaat saat itu, memang pernah menyampaikan ketertarikan TNI AU untuk memiliki pesawat platform AEW. Namun Menurut KSAL, Indonesia membutuhkan platform yang lebih besar untuk memperluas daya tahan misi pesawat tersebut.

Airbus Military pun “move on”, mencoba memenuhi persyaratan TNI AU dengan membuat C 295 model winglet.

Modifikasi C 295 itu, tampaknya tidak hanya untuk meningkatkan jarak jangkau dan ketahanan terbang, dan memperirit konsumsi bahan bakar. Modifikasi dilakukan kemungkinan untuk memenuhi kebutuhan TNI AU akan pesawat AEW.


Presiden SBY: Tuntaskan Masalah ISIS Secara Tepat dan Menyeluruh


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan penyelesaian masalah Negara Islam Irak dan Suriah (Islamic State Iraq Syria/ISIS) maupun gangguan teror manapun harus dilakukan secara menyeluruh dan tepat supaya efektif.

Presiden SBY: Tuntaskan Masalah ISIS Secara Tepat dan Menyeluruh

"Dengan kompleksitas konflik di seluruh dunia, solusi yang hanya menyandarkan pada pendekatan militer saja biasanya tidak akan memperbaiki situasi," kata Presiden saat menyampaikan kuliah umum di hadapan 1.000 kadet Akademi Militer Amerika Serikat di West Point, Senin siang waktu setempat atau Selasa dini hari waktu Jakarta.

Presiden mengatakan penyelesaian komprehensif yang harus dijalankan antara lain dengan pendekatan politik dan solusi lainnya.

"Misalnya untuk menghadapi tantangan ISIS di Timur Tengah dan aksi terorisme di sudut mana pun di dunia ini, saya percaya bisa dilakukan dengan multi pendekatan," katanya.


Indonesia Pertimbangkan Kembali Tawaran Radar Intai SLR-66 Buatan Tiongkok


Indonesia akan mempertimbangkan kembali tawaran radar intai SLR-66 OTH dari Tiongkok untuk mendukung pengamanan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI).

"Indonesia akan melihat kembali spesifikasi teknis yang dibutuhkan, dalam pengamanan di ALKI, lalu interoperability radar yang ditawarkan itu, dengan sistem patroli maritim yang telah dijalankan Indonesia," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro kepada Antara di Beijing, di sela kunjungan ke Tiongkok, 21-23 September 2014.


Indonesia Pertimbangkan Kembali Tawaran Radar Intai SLR-66 Buatan Tiongkok

Indonesia dan Tiongkok, menurut dia, juga akan melihat kembali mekanisme pembiayaan untuk pengadaan radar itu.

"Jadi, masing-masing pihak akan melihat lebih dalam semua hal, yang terkait dengan penawaran radar pengintai tersebut," ujarnya.


Tiongkok Siap Dukung Modernisasi Kekuatan Alutsista TNI


Republik Rakyat Tiongkok (RRT) mendukung modernisasi sistem pertahanan dan persenjataan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

"Kami siap mendukung militer Indonesia yang kuat, baik personelnya mupun peralatannya," kata Menteri Pertahanan RRT, Jenderal Chang Wanquan, saat melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro, di Beijing dalam rangkaian kunjungannya ke Tiongkok 21--23 September 2014.



Indonesia dan Tiongkok telah memiiki hubungan dan kerja sama pertahanan yang baik, dan semakin meningkat pesat dalam lima tahun terakhir dengan beragam bentuk kerja sama yang telah disepakati serta dilakukan.

"Selain kunjungan antara pejabat tinggi kementerian pertahanan, pejabat tinggi militer kedua negara, ada pula pendidikan serta latihan bersama dan industri pertahanan," kata Chang Wanquan.


Presiden SBY : Militer Menghadapi Tantangan Yang Berubah


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan militer menghadapi tantangan yang terus berubah seiring perkembangan lingkungan dan teknologi serta sejumlah faktor lainnya.

"Tantangan tidak akan pernah mudah dan sama. Teknologi mengubah strategi dan doktrin militer," kata Presiden Yudhoyono di hadapan 1.000 kadet Akademi Militer Amerika Serikat, West Point, Selasa WIB.


Presiden SBY : Militer Menghadapi Tantangan Yang Berubah

Presiden mengatakan anggota militer saat ini selain harus mempersiapkan diri pada pertempuran konvensional namun juga harus siap menghadapi pertempuran inkonvensional.

Ia mengatakan, perang inkonvensional yang harus dihadapi antara lain operasi anti serangan dan perang melawan terorisme yang lebih sulit dan kompleks.


Thailand Pesan Pesawat CN235 Buatan PT Dirgantara Indonesia


BUMN produsen pesawat, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) berhasil menjual 1 unit pesawat tipe CN235-220M kepada Thailand, melalui Thai Aviation Industries Co. Ltd (TAI). Pesawat ini akan diserahkan kepada Royal Thai Police.

Thailand Pesan Pesawat CN235 Buatan PT Dirgantara Indonesia

Penandatanganan jual-beli pesawat ini dilakukan oleh Direktur Utama PTDI, Budi Santoso, dan Air Chief Marshal Weeranan Hansavata, Managing Director of TAI disaksikan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Thailand, Lutfi Rauf. Acara dilakukan di Bangkok, Jumat (19/9/2014).

"Pembelian CN235-220M ini menambah jumlah pesawat tersebut yang terbang di udara Thailand karena sebelumnya 2 (dua) unit CN235 telah digunakan oleh Kementerian Pertanian Thailand," kata Budi Santoso dalam keterangannya, Senin (22/9/2014).