Sabtu, 22 November 2014

PT PINDAD-SAAB kerja sama Sistem Pertahanan Udara


Divisi Pertahanan dan Keamanan SAAB, Swedia, menandatangani kerja sama dengan PT PINDAD untuk memasarkan Sistem Pertahanan Darat Berbasis Udara (GBAD), menyusul kesepakatan memperpanjang usia pakai sistem peluru kendali darat-ke-udara RBS70 TNI. 

PT PINDAD-SAAB kerja sama Sistem Pertahanan Udara

Kesepakatan itu mengikat dalam jangka waktu panjang, dengan tujuan memenangi bisnis pertahanan udara nasional di Indonesia. Disepakati pengembangannya dilakukan secara bertahap.

Kepala Komunikasi SAAB Asia Pasifik, Susanne Dalskog, dari Swedia, Jumat, menyatakan, kesepakatan itu juga mencakup transfer teknologi dari SAAB untuk meningkatkan kinerja sistem RBS70 yang telah berada di Indonesia sejak dasawarsa ’80-an.

Pada tahap awal, fokus diarahkan pada peningkatan usia operasional peluru kendali RBS70 Mark II, yang melibatkan mitra Indonesia, yaitu PT PINDAD. Oleh SAAB, ditawarkan juga sistem RBS70 NG.


Komisi III DPR Akan Usulkan Perubahan UU Militer


Komisi III DPR RI akan mengusulkan perubahan UU Militer dengan memberlakukan hukuman pidana bagi oknum TNI yang melakukan tindak pidana. Hal itu disampaikan Ketua Komisi III DPR Aziz Syamsuddin seusai pertemuan dengan jajaran Polda dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, di Medan, Jumat (21/11/2014).

Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar Aziz Syamsuddin
Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar Aziz Syamsuddin

Aziz mengatakan, RUU Peradilan Militer yang mengatur sanksi bagi oknum TNI yang melanggar hukum belum selesai sejak 2004. Menurut dia, DPR telah meminta Kementerian Hukum dan HAM untuk menyiapkan draf RUU Peradilan Militer. DPR mamasukkan pembahasan RUU Peradilan Militer sebagai salah satu Program Legislasi Nasional (Prolegnas).

Dengan RUU Peradilan Militer, oknum TNI yang melakukan tindak pidana harus dibawa ke pidana umum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.


Koarmabar gagalkan pembajakan kapal Panama


Kapal perang Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) yang tergabung dalam operasi Cakra Arnawa dan Operasi Pengamanan Perbatasan Indonesia-Singapura berhasil menggagalkan usaha pembajakan MV New Emerald berbendera Panama, di perairan Selat Philips, Jumat.


Kepala Dinas Penerangan Armabar Letkol Laut (KH) Ariris Miftachurrahman, di Jakarta, Jumat, menjelaskan bahwa informasi pembajakan MV New Emerald diperoleh dari perwira penghubung Indonesia yang berada di pusat informasi bersama (Information Fusion Center/IFC) Singapura.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Sanca-815 dikomandani Kapten Laut (P) Eko Yudi dan KRI Todak-631 dikomandani Mayor Laut (P) Sandy Kurniawan dalam Operasi Pengamanan Perbatasan Indonesia-Singapura segera mengejar, menangkap dan menyelidikinya.


Situation Room Istana yang Bisa Monitoring Seluruh Kondisi Indonesia


Wakil Presiden Jusuf Kalla meninjau Situation Room di Bina Graha Kompleks Istana Kepresidanan, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Jumat (21/11/2014). Dari ruangan ini semua situasi yang terjadi di Indonesia bisa terpantau real time.


Situation Room ini terletak di sebelah kiri pintu masuk ruangan Bina Graha di lantai dasar. Saat masuk ruangan, pertama kali yang terlihat adalah meja setengah lingkaran dengan kursi yang menghadap 3 televisi layar datar di bagian depan.

Di ruangan ini, JK sempat melakukan telekonferensi dengan sejumlah kepala daerah, seperti Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Bupati Bojonegoro Suyoto, pejabat Kemenhub dan BMKG.


Jokowi Akan Geser Sejumlah Jenderal di TNI dan Polri


Presiden Jokowi akan melakukan mutasi di jajaran perwira tinggi TNI dan Polri. Paling lambat awal tahun depan proses pergantian jenderal di tubuh TNI dan Polri sudah selesai dilakukan.

Jokowi Akan Geser Sejumlah Jenderal di TNI dan Polri

"Jadi ada jabatan-jabatan yang memang harus segera diganti karena pejabat lamanya akan pensiun dan Polri/TNI. Wanjaktinya sudah bersidang, nanti hasilnya akan dilaporkan ke presiden minggu depan," jelas Seskab Andi Widjajanto di Istana Negara, Jakarta, Jumat (21/11/2014).


Jumat, 21 November 2014

Mengenal Sang Badak, Panser Canon Buatan Pindad


Setelah melewati masa pengembangan yang panjang, Pindad akhirnya melansir panser kanon yang kemudian dinamai Badak (Rhinoceros) oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam pameran Indo Defense 2014. Dikatakan panjang, karena niatan Pindad untuk membuat panser kanon sesungguhnya sudah dimulai sejak 2009, dengan purwarupa pertama selesai pada 2011 dan dipaparkan oleh Pindad dalam sarasehan mengenai panser kanon bersama Pussenkav. Ketika itu, purwarupa pertama masih menggunakan kubah milik tank Alvis Scorpion dengan meriam 90mm Low Pressure Cockerill Mk III. Penulis sendiri sempat ngoprek purwarupa pertama ini, termasuk mencoba duduk di dalam kursi komandan dan juru tembak.

Mengenal Sang Badak, Panser Canon Buatan Pindad

Tahun demi tahun berlalu, dan Pindad melanjutkan ke purwarupa kedua, diberi nama Bee. Masih menggunakan kubah Alvis, Bee dimodifikasi pada sistem otomotif terutama suspensi, dengan penjarangan roda ketiga dari roda pertama dan kedua untuk memperbaiki titik beratnya. Sementara itu, TNI AD malah merealisasikan pembelian ranpur Doosan Tarantula, dengan sistem senjata utama kanon 90mm Mk III dalam kubah CSE90LP, Dengan spek setara panser kanon buatan Pindad, sepertinya produk dalam negeri kalah skor 1-0 dalam pertempuran panjang merebut kemandirian bangsa dalam bidang alutsista. Pindad hanya kebagian transfer of technology berupa integrasi kubah ke dalam hull Tarantula.


Danjen Kopassus: Prajurit Jangan Melotot, Marah dan Memukul


Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Mayjend Doni Monardo meminta agar seluruh prajurit TNI maupun Polri harus mengubah cara berpikir dalam bergaul. Jangan sampai melakukan 3M dan melaksanakan 3S.

Kiri ke kanan, Danpaspampres Mayjend Andika Perkasa, Siti Hediati Hariyadi atau akrab disapa Titiek Soeharto, Danjen Kopassus Mayjend Doni Monardo di markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Jumat (24/10/2014).

"Di sini ada tulisan, jangan lakukan 3M, jangan melotot, jangan marah, dan jangan memukul. Lakukanlah 3S, apabila kita bertemu tersenyum lah, ketika senyuman dibalas, maka sapa lah, ketika sapaan dibalas maka bersalaman lah," kata Doni usai olahraga dan senam bersama di Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur Jumat (21/11/2014).

Menurutnya, berbagai kegiatan bersama yang dilakukan TNI dan Polri harus sering dilaksanakan. Dengan begitu tali silaturrahmi dapat terjalin dengan baik dan tidak ada lagi bentrok.


Jokowi Minta Kapal Asing Pencuri Ikan Ditenggelamkan


Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Marsetio enggan berkomentar terkait pernyataan Presiden Joko Widodo untuk menenggelamkan kapal asing di perairan Indonesia.

"Nanti deh, nanti ya, nanti," ujar Marsetio seusai rapat koordinasi finalisasi Badan Keamanan Laut di Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (19/11/2014).



Marsetio akan melihat peraturan serta undang-undang yang berlaku di internasional terlebih dahulu sebelum mengambil kebijakan berupa penenggelaman kapal ilegal seperti yang diungkapkan Presiden. Lebih jauh, Marsetio mengapresiasi positif revitalisasi Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) menjadi Badan Keamanan Laut (Bakamla). Sebab, TNI AL berada di dalamnya dan tugas pokok fungsi badan itu bukan lagi hanya sekadar koordinasi, melainkan pencegahan dini hingga penindakan.


Jokowi Disarankan Blusukan ke Barak Prajurit


Keributan antara personel TNI dan Polri terus berulang. Terakhir insiden bentrok di Batam pada Rabu 19 November 2014.

Agar peristiwa serupa tidak terjadi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) disarankan untuk mengambil langkah-langkah khusus.


Jokowi Disarankan Blusukan ke Barak Prajurit

Anggota Komisi III DPR Martin Hutabarat menyarankan Joko Widodo (Jokowi) terjun langsung menemui personel TNI dan Polri di lapangan untuk berkomunikasi.

"Blusukan itu sekali-kali ke tangsi-tangsi (barak) tentara, tangsi-tangsi polisi," kata Martin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (21/11/2014).


5 Kapal Asing Berizin Bodong Berhasil di Tangkap di Laut Natuna


Hari ini, Menteri Koordinator Bidang Maritim Indroyono Soesilo dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengumumkan hasil tangkapan kapal asing ilegal di perairan Natuna, Kepulauan Riau. Sebanyak 5 kapal asing berasal dari Thailand.

5 Kapal Asing Berizin Bodong Berhasil di Tangkap di Laut Natuna

"Tim dari KKP (Kelautan dan Perikanan), pada tanggal 19 November itu menangkap 5 kapal perikanan di Kepulauan Natuna. Sekarang ditangani di PSDKP di Pontianak," kata Indroyono dalam acara konferensi pers di Gedung Mina Bahari Kantor KKP, Jalan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Jumat (21/11/2014)


Bentrok Batam, Pangdam dan Kapolda Bisa Dicopot


Politisi PDIP TB Hasanuddin menyesalkan insiden bentrok TNI AD Batalyon 134 dan Brimob di Batam, Kepulauan Riau (Kepri), karena membahayakan, dan memberi contoh buruk terhadap masyarakat.

Bentrok Batam, Pangdam dan Kapolda Bisa Dicopot

Kalau insiden itu terjadi lagi di wilayah manapun, maka hukum harus ditegakkan dan atau Kapolda dan Pangdamnya dicopot.

"Bentrok antar aparat pemeirntah itu tidak boleh terjadi. Sebelumnya Danrem sudah turun, dan tidak bisa berhenti. Panglima Kodam juga turun, sudah bolak balik ke Batalyon, ke Brimob, juga masih terjadi tembakan-tembakan yang bisa membahayakan masyarakat sekitar," tegas TB. Hasanuddin yang merupakan purnawirawan TNI pada wartawan di Gedung DPR RI Jakarta, Kamis (20/11/2014).


Mengintip Keunggulan Tank Leopard II Revolution Indonesia


Indonesia telah memiliki tank kelas berat jenis Leopard tipe 24. Namun untuk menambah kekuatan, Indonesia rupanya memesan juga tank Leopard dengan spesifikasi lebih canggih yang kemudian disebut Leopard Revolution Indonesia.

"Leopard II Revolution Indonesia memang teknologinya di atas tipe 24 tapi tidak bisa di-upgrade lagi. Yang tipe 24 masih bisa di-upgrade," kata Komandan Batalion Kavaleri 8/2 Tank Mayor Kavaleri Valian Wicaksono di kantornya, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (20/11/2014).



Sekilas tak ada yang berbeda dengan Leopard tipe 24 yang saat ini terparkir di Pasuruan dan Cijantung. Namun struktur cangkang luarnya menyerupai tank-tank siluman.

"Nantinya akan ada 41 unit Leopard II Revolution Indonesia," ujar Valian.

Kelebihan tank ini ada pada sistem kanonnya yang mampu mendeteksi musuh dan kawan secara otomatis. Kemudian moncong kanon kaliber 120 mm dan 125 mm dapat mengunci musuh bahkan mengikuti suhu panas kendaraan tempur musuh.


Legislator ingin Polri-TNI jujur soal akar bentrokan


Anggota DPR Dwi Ria Latifa mendesak Polri dan TNI membuka secara jujur akar permasalahan yang menyebabkan anggota TNI Yonif 134 Tuah Sakti bentrok dengan Brimob di Batam.

"Harus diselesaikan dari akarnya, bukan ujungnya, seperti yang terjadi selama ini. Saya minta Kapolri dan Kepala Staf Angkatan Darat menggali dan menyelesaikan permasalahannya secara serius," kata Latifa, anggota Komisi III DPR di Gedung Nusantara I DPR, Kamis.


Legislator ingin Polri-TNI jujur soal akar bentrokan
Ilustrasi

Dia curiga penyebab bentrok antara anggota TNI Yonif 134 Tuah Sakti dengan Brimob Polda Kepri di Batam bukan hanya karena selisih paham atau tersinggung, melainkan ada hal lain yang prinsip dan mendasar.

Hal prinsip itu dapat berhubungan dengan balas dendam, karena pada 21 September 2014 terjadi peristiwa yang sama.


Strategi Maritim untuk Kepentingan Nasional Perlu Undang-Undang Maritim


Konsep Indonesia Poros Maritim Dunia dianggap beberapa kalangan masih mengandung ketidakjelasan, baik secara teori maupun aplikasinya. Forum Kajian Pertahanan dan Maritim (FKPM) mengemukakan masalah itu dengan memberi pandangan tentang maritim sebagai strategi nasional, dalam kajian strategis di kantor FKPM, Gunung Sahari, Jakarta, Rabu (19/11/2014).


“Gagasan Poros Maritim dari presiden membuat kita semakin terperangah. Namun, yang perlu dicermati adalah mengenai pengertian apa maritim itu sendiri dan bagaimana strateginya, kemudian kaitannya dengan kepentingan nasional kita,” ucap Wakil Ketua FKPM, Laksda (Purn) Budiman Djoko Daid.

Menurutnya, domain maritim yang menyangkut seluruh aktivitas, baik bawah, permukaan, dan ruang udara di atasnya perlu dijabarkan terlebih dahulu. Selain itu, strategi maritim untuk kepentingan nasional harus mengarah kepada ends atau goals-nya, baru dapat disusun program untuk mencapainya. Karena kepentingan nasional terkait dengan domain maritim maka strategi menyangkut elemen domain maritim perlu dikembangkan pemerintah.


World Class Navy, Marinir Gelar Latihan Bersama dan Turut Operasi Perdamaian


Untuk mewujudkan World Class Navy (WCN), Marinir TNI AL baru-baru ini mengadakan latihan bersama dengan Amerika Serikat. Secara resmi, pelatihan dibuka Danpasmar-2, Brigadir Jenderal TNI (Mar) Denny Kurniadi, mewakili Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops Kasal) Laksamana Muda TNI Arief Rudianto, di Pusat latihan Tempur (Puslatpur) Antralina, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (19/11/2014).

World Class Navy, Marinir Gelar Latihan Bersama dan Turut Operasi Perdamaian

Dalam amanat Asops Kasal yang dibacakan Danpasmar-2 disampaikan, kegiatan ini merupakan latihan bersama antara Indonesia dan Amerika serikat untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan teknik maupun taktik operasi khusus, baik aspek darat maupun aspek laut, bagi personel Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) Korps Marinir.

“Sebagaimana kita ketahui bersama, dengan mencermati perkembangan situasi keamanan global dunia saat ini yang semakin kompleks dengan munculnya berbagai ancaman dari negara mana saja dan dengan sasaran lintas-negara, sehingga mendorong pemikiran negara-negara untuk menjalin kerja sama keamanan guna mengatasi hal tersebut,” ujarnya.


Kamis, 20 November 2014

Kapolri-Kasad lakukan pertemuan tertutup di Batam


Kapolri Jenderal Sutarman dan Kasad Jenderal TNI Gatot Nurmantyo melakukan pertemuan di Mapolda Kepri, Kamis pukul 11.00 WIB, membahas langkah pascabentrokan anggota Yonif 134/Tuah Sakti dengan Brimob Polda Kepri di Tembesi, Batam, Rabu.

Kapolri-Kasad lakukan pertemuan tertutup di Batam

Sebelumnya terjadi kasus baku tembak yang melibatkan oknum Brimob Polda Kepulauan Riau dengan oknum Yonif 134 Tuah Sakti TNI AD di Batam, hingga Rabu (19/11)  malam.  Peristiwa ini dikabarkan karena adanya aksi saling ejek antara oknum anggota dua instansi.

Para peristiwa itu Wakil Gubernur Kepulauan Riau Soerya Respationo dilaporkan sempat terjebak dalam aksi tembak-menembak di Markas Komando Brimob Polda Kepri.

Sementara itu Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno mendorong pelaksanaan kegiatan-kegiatan antarinstansi militer untuk mencegah terulangnya bentrokan antarinstansi tersebut.


Gandeng Indonesia, Rusia Kembangkan Peluru Meriam BMP Terbaru


Industri Rusia dan Indonesia tengah mempertimbangkan kemungkinan untuk mengembangkan peluru meriam 100 mm bagi kendaraan tempur infanteri generasi terbaru milik Rusia, BMP.

“Kami berharap dalam waktu dekat dapat memasuki tahap uji coba konstruksi bersama dengan Indonesia. Hal ini terkait dengan rencana pembuatan peluru meriam baru untuk BMP. Ini benar-benar bidang pekerjaan yang baru bagi institusi kami,” terang perwakilan resmi perusahaan Mechanical Engineering Research Institute (NIMI), salah satu anak perusahaan pemerintah Rusia Rostec, dalam pameran Indo Defence 2014.


Gandeng Indonesia, Rusia Kembangkan Peluru Meriam BMP Terbaru

“Tahap uji coba konstruksi mencakup pembuatan dokumen teknis grafis dan tertulis peluru meriam baru tersebut yang sesuai dengan spesifikasi dari pihak Indonesia, pembuatan prototip, serta pelaksanaan uji coba,” demikian tertulis dalam siaran pers Kementerian Perdagangan dan Perindustrian Rusia mengutip pernyataan perwakilan NIMI.


TNI Perketat Perairan Kabupaten Pangandaran


Pengamanan perairan di wilayah Kabupaten Pangandaran akan kian diperketat. Melihat letak geografis yang langsung berbatasan langsung dengan perairan samudra lepas dan Australia.

Tidak hanya itu, Pos TNI Angkatan Laut yang ada di Kabupaten Pangandaran pun turut ditingkatkan. Termasuk Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista).


TNI Perketat Perairan Kabupaten Pangandaran
Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Bandung Johanes Djanarko Wibowo (Kanan) sedang berbincang dengan Penjabat Bupati Kabupaten Pangandaran Endjang Naffandy di ruang kerja bupati, di Kecamatan Parigi, Rabu (19/11/2014). Pos TNI AL Pangandaran akan ditingkatkan, dan ditambah Alat Utama Sistem Pertahanan

Dikatakan Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Bandung Johanes Djanarko Wibowo, wilayah perairan di Kabupaten Pangandaran memiliki kerawanan, dan banyak permasalahan. Dengan demikian, sudah sepatutnya pertahanan dan alutsista ditingkatkan.

“Kerawanan di pantai selatan Jawa Barat banyak. Seperti diketahui, ini langsung berbatasan dengan Australia dan laut lepas,” ujarnya ketika melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pangandaran, Rabu (19/11/2014).


Sambut Kepala SATGAS PKR baru, PAL INDONESIA siap selesaikan kontrak


Proyek Kementerian Pertahanan untuk memperbaharui Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) dalam mempertahankan keamanan wilayah laut terus dikerjakan dengan membangkitkan kembali Industri Strategis. PT PAL INDONESIA (Persero) yang ditunjuk memproduksi Proyek Kapal Perang Nasional bersama Satuan Tugas (SATGAS) dari Angkatan Laut, terus menyelesaikan proyek untuk Kemandirian Bangsa.


Kini Satgas yang tengah mengerjakan proyek di PT PAL INDONESIA (Persero) yakni satgas PKR. Satgas proyek Kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) yang yang dipimpin Laksamana Pertama Mulyadi berganti Pimpinan dengan Laksamana Pertama Didik Setyono. Sebagai penerus tongkat kepemimpinan usaha Kemandirian Bangsa dalam pemenuhan Alutsista yang mumpuni. Dalam pisah kenal Kepala satgas PKR bersama direksi PT PAL INDONESIA (Persero), ini perwujudan untuk kemandirian bangsa dapat dipenuhi.


Penguatan Maritim Butuh Industri Penerbangan Andal


Bentuk geografis Indonesia yang merupakan Negara Kepulauan membutuhkan sistem transportasi yang andal sebagai tulang punggung. Untuk itu, sektor pembangunan sistem transportasi Tanah Air haruslah berimbang dari berbagai sektor, tidak terkecuali industri penerbangan.

Pesawat tempur TNI AU mengawal pesawat kepresidenan RI, saat HUT TNI ke-69, di Surabaya. Untuk menguatkan sektor maritim, industri penerbangan menjadi vital. (Foto: Akun Twitter SBY)
Pesawat tempur TNI AU mengawal pesawat kepresidenan RI, saat HUT TNI ke-69, di Surabaya. Untuk menguatkan sektor maritim, industri penerbangan menjadi vital. (Foto: Akun Twitter SBY)

Ketua Umum Indonesian National Air Carriers Association (INACA) Arif Wibowo, mengatakan, Indonesia merupakan pasar yang sangat besar untuk industri penerbangan dan industri maritim, karena kondisi geografis yang specsal dibandingkan negara lain.

“Untuk itu, perkembangan industri penerbangan tidak bisa ditinggalkan oleh perkembangan industri lain, seperti darat dan laut,” ujarnya di sela-sela seminar Cens UI Thamrin Nine Ballroom, UOB Plaza, Jakarta, Rabu (19/11/2014).

Dalam acara bertajuk ‘Kesiapan Infrastruktur Transportasi Udara Menyongsong ASEAN Open Skies Policy 2015’ tersebut, Ketum INACA menyampaikan, dari data INACA, posisi penerbangan Indonesia terhadap negara ASEAN berada di posisi 6 dan diprediksi akan tumbuh mencapai 37,6 persen pada 2018. Karenanya, keuntungan dan peluang dari sektor penerbangan masih sangat terbuka luas.


Palu, Kota Pangkalan Kapal Selam Indonesia


Karena letaknya yang strategis dan diapit teluk-teluk dalam, Kota Palu dicanangkan menjadi Kota Pangkalan Kapal Selam Indonesia, sejak era Presiden RI pertama, Bung Karno. Ketika itu, Indonesia memesan 12 kapal selam dari Uni Soviet.

Palu, Kota Pangkalan Kapal Selam Indonesia
Teluk Palu

Menurut Sumarkidjo Atmadji dalam buku Mission Acomplish, Teluk Palu yang dahulu dikenal dengan sebutan Teluk Peleng, merupakan tempat berlabuhnya empat kapal selam Indonesia dari Uni Soviet untuk menjalankan operasi Trikora, membebaskan Irian Barat dari Belanda.

Keempat kapal selam itu ialah KRI Cakra, KRI Nanggala, KRI Bramasta, dan KRI Tjandrasa. Namun, keberadaan Teluk Palu memang tidak pernah tercatat dalam buku sejarah. Rencana sejak zaman Bung Karno itu kembali diteruskan oleh TNI AL saat ini.

Sejak awal 2012, pembangunan pangkalan khusus kapal selam di Teluk Palu telah dimulai dan tahun 2013, pembangunan mencapai 90 persen. Dari hasil pembangunan itu, dua kapal selam Indonesia sudah bisa dirapatkan di sana.


PT Pindad Siap Pasok Amunisi Tank Leopard


PT Pindad Persero siap menjadi pemasok amunisi tank tempur utama atau Main Battle Tank (MBT) Leopard buatan Jerman dengan kaliber besar 120 milimeter.

"Kita sudah membeli tank Leopard dari Jerman. Makanya, kita siap menjadi pemasok amunisi tank Leopard. Strategi bisnis kita ubah, siapa saja di Asia yang punya (Leopard), butuh berapa? Kita telah mengirimkan 7 tenaga ahlinya ke Jerman dalam rangka bagian transfer of technology (ToT)," kata Kepala Divisi Munisi PT Pindad I Wayan Sutama, di kantornya, Turen, Malang, Jawa Timur, Kamis (20/11).


PT Pindad Siap Pasok Amunisi Tank Leopard

Guna mempersiapkan pembuatan amunisi berkaliber besar seperti tank Leopard, Pindad telah menyiapkan lahan seluas tiga hektare di Gunung Layar, Malang. Namun Wayan belum bisa memastikan apakah Pindad akan membuatnya secara keseluruhan atau hanya perakitan.


Modernisasi Alutsista, Tingkatkan Wibawa Indonesia di Dunia


Sebagai negara yang berada dalam posisi yang strategis, Indonesia mutlak memiliki kekuatan militer yang setara dan seimbang dengan negara lain. Terlebih, saat kondisi perekonomian negara mulai membaik, sepantasnya bangsa ini memperhatikan kebutuhan sekaligus penguatan alat utama sistem senjata (alutsista). Tentunya, penguatan alusista harus mampu memberikan efek getar di negara kawasan.

Panser Badak Produk PT. Pindad
Panser Badak Produk PT. Pindad

“Kami memproduksi amunisi ini sebagai salah satu bentuk cinta Merah Putih,” kata Kepala Divisi Amunisi PT Pindad, I Wayan Sutomo, di Turen, Malang, Jawa Timur, Rabu (19/11).

Wayan menceritakan, PT Pindad sedang membantu untuk mengurangi impor, khususnya di bidang amunisi. "Jangan sampai devisa kita terkoyak-koyak. Ini untuk Merah Putih. Kemandirian industri pertahanan nasional harus menjadi prioritas," katanya.


Senin, 17 November 2014

Penjelasan Pemerintah Soal Kabar WNI Jadi Warga Malaysia


Kabar mengenai eksodus warga sejumlah desa di Kecamatan Lumbis Ogung, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, ke wilayah Sabah, Malaysia, dibantah Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Tedjo Edhy Purdijatno.


"Tidak ada masalah, jadi memang masyarakat sana (Nunukan) bersaudara dengan yang ada di Malaysia," kata Tedjo di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Minggu 16 November 2014 malam.

Dia menambahkan, antara Indonesia dengan Malaysia di daerah Nunukan, memang tidak ada pembatas yang menonjol.

"Hanya patok. Kalau di sana (Nunukan) kalau ada acara, ya mereka bersama-sama satu rombongan, satu keluarga ya sama-sama. Jadi kalau dikatakan eksodus, enggak," tuturnya.


Respons Panglima TNI Soal Anggota Polri Jadi Paspampres


Panglima TNI Jenderal Moeldoko angkat bicara mengenai adanya anggota Polri yang menjadi Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Dia berpendapat, anggota Polri yang diperbantukan menjadi Paspamres memiliki posisi yang berbeda.


Respons Panglima TNI Soal Anggota Polri Jadi Paspampres

"Oh posisinya beda, posisinya nanti kita lihat, posisinya mungkin tidak di struktur pasukan. Ya gitu, strukturnya di bawah struktur Panglima TNI," Moeldoko di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Minggu 16 November 2014 malam.

Adapun rencana mengenai sejumlah anggota Polri yang diperbantukan di Paspasmpres, kata dia, masih menunggu perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi).


Menhan Klaim Pertahanan Indonesia di Atas Australia


Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengklaim pertahanan yang dimiliki Indonesia sangat kuat. Kekuatan pertahanan Indonesia berada di atas pertahanan yang dimiliki Australia.


"Kekuatan kita kan (urutan) 19 di dunia. Di ASEAN kita paling kuat, di atas Australia. Untuk pertahanan fisik, sementara cukup (bagus)," kata Ryamizard di Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), Kota Bandung, Jumat (14/11/2014).

Ryamizard meyakini hal tersebut meski belum meninjau langsung kantong-kantong pertahanan di seluruh Indonesia. Sejauh ini, secara umum dia menyebut kekuatan pertahanan Indonesia cukup baik.


Modus Malaysia Caplok Wilayah Indonesia


Pemberian identitas penduduk kepada Warga Negara Indonesia (WNI) di daerah perbatasan oleh Malaysia, merupakan modus yang harus disikapi dan perlu diawasi.

Hal itu dikatakan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Marwan Jafar. Menurutnya fenomena tersebut akan memperburuk citra Indonesia yang dituding tidak memberi perhatian kepada warganya.


Modus Malaysia Caplok Wilayah Indonesia

"Pemberian identitas penduduk terhadap warga Indonesia oleh Malaysia, jangan dianggap hal biasa atau diremehkan saat ini," kata Marwan Jafar dalam rilisnya kepada wartawan, Minggu 16 November 2014.

"Ini modus yang dilakukan Malaysia. Bayangkan, kalau semua penduduk akhirnya memunyai identitas Malaysia, maka desa itu ibarat desa siluman. Tanahnya punya Indonesia, tapi penduduknya orang Indonesia yang pindah jadi penduduk Malaysia," imbuhnya.


Udara Luas, Pesawat Sedikit


Kalau lebih ditelaah, ada hal menarik dalam insiden pendaratan paksa di Lanud Supadio, Selasa (28/10). Saat itu, pesawat Sukhoi bisa segera dikerahkan karena kebetulan sedang latihan di Batam. Dalam kondisi normal, tidak ada pesawat buru sergap di Batam, baik Sukhoi maupun F-16, sehingga bisa jadi pesawat asing tanpa izin pun bisa berdansa di udara tanpa ada tindakan.

Anggota TNI mengepung pesawat warga asing yang dipaksa mendarat di Lanud Soewondo, Medan, 10 April 2014. Pesawat berpenumpang tunggal yang dipiloti warga Swiss bernama Heinz Peier itu dipaksa mendarat oleh pesawat tempur F-16 TNI AU saat masuk ke wilayah Aceh dalam perjalanan dari Colombo menuju Singapura.

”Memang waktu itu kebetulan,” kata Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) Marsekal Muda Hadiyan Sumintaatmadja, pekan lalu.

Ia mengakui, Kohanudnas yang tugasnya khusus menangani ancaman kedaulatan udara mengalami kendala dalam jumlah pesawat buru sergap yang bisa dipakai untuk mencegat. Hal ini juga bisa dilihat dalam kasus jet Gulfstream IV yang sempat menambah kecepatan menjadi 920 kilometer per jam sehingga Sukhoi dari Makassar harus mengejar dengan kecepatan suara 1.700 km per jam, itu pun baru berhasil mencegatnya nyaris di perbatasan dengan Australia.


TNI AL di Nunukan klaim usir kapal perang Malaysia


Nunukan, Kalimantan Utara (ANTARA News) - Komandan Pangkalan TNI AL Nunukan, Letnan Kolonel Pelaut Imam Hidayat, di Nunukan, Minggu menyatakan, telah mengusir kapal perang Malaysia yang telah memasuki wilayah perairan Indonesia, di dekat Pulau Bunyu, Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

 TNI AL di Nunukan klaim usir kapal perang Malaysia
Ilustrasi

TNI AL tetap berpedoman pada peta nomor 353 yang telah diakui dunia internasional.

"Kapal perang Malaysia itu masih memasuki perairan itu karena mereka masih mengklaim sebagai wilayahnya. Padahal kami tetap berpedoman peta nomor 353, makanya kapal itu langsung diusir," ujar dia, di Nunukan, Minggu.


Strategi industri perkapalan nasional bersaing dengan asing


Dalam pidato perdananya sebagai Presiden, Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi berulang kali menegaskan visi pemerintahannya lima tahun ke depan menitikberatkan pada sektor maritim. Menurut presiden, terlalu lama Indonesia memunggungi laut dan selat. Padahal, dengan kondisi geografis Indonesia, seharusnya sektor kelautan atau kemaritiman menjadi ujung tombak dalam pembangunan ekonomi.

Strategi industri perkapalan nasional bersaing dengan asing

Tak salah mengedepankan sektor maritim, sebab Indonesia mengklaim diri sebagai negara maritim terbesar dunia dengan 2/3 wilayahnya merupakan lautan dan kaya sumber daya. Namun, bukan hal mudah mengembangkan sektor-sektor kemaritiman mulai dari perikanan, pariwisata, pertambangan, hingga industri. Karena itulah dibentuk kementerian khusus, Kementerian koordinator bidang Kemaritiman.