Rabu, 25 Februari 2015

Amankan eksekusi mati 'Bali Nine' TNI bak perang dengan Australia


Pemerintah Indonesia masih belum menetapkan kapan waktu eksekusi mati terhadap para gembong narkoba termasuk duo Bali Nine. Hal ini pun menjadi perbincangan sejumlah kalangan lantaran pemerintah dinilai mengulur-ngulur waktu.

Amankan eksekusi mati 'Bali Nine' TNI bak perang dengan Australia
KAL Serayu penjaga Nusakambangan

Belum pastinya eksekusi mati itu dilakukan, membuat pengacara Bali Nine Julian Mcmahon kegirangan. Bahkan dia menyebut eksekusi mati terhadap kliennya itu ditunda, padahal pemerintah belum pernah mencetuskan dan menetapkan tanggal eksekusinya.

"Saya sambut baik penundaan ini, ada sebuah kesempatan bagi kami. Yah, banyak hal kesempatan yang kita dapat," kata Julian, Rabu (18/2) di Lapas Kerobokan, Kuta Bali.


Eksekusi mati terhadap Myuran Sukumaran dan Andrew Chan rencananya akan dilakukan di Nusakambangan. Seolah akan perang, berbagai persiapan pun telah dilakukan TNI guna mengamankan eksekusi mati tersebut.

Berikut persiapan yang dilakukan TNI untuk mengamankan eksekusi Bali Nine:

1. Jelang eksekusi mati, Kapal TNI AL siap amankan Nusakambangan


Kapal Angkatan Laut (KAL) Serayu yang bersandar di Dermaga Sleko Cilacap Jawa Tengah siap mengamankan perairan Nusakambangan jelang eksekusi terpidana mati yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Pjs Komandan Kapal Angkatan Laut (Dankal) Serayu, Letda Arief Wibowo mengemukakan patroli yang dilakukan di perairan Nusakambangan memang dilaksanakan tiap hari.

"Ada atau tidak ada pelaksanaan eksekusi mati, kami selalu siap untuk mengamankan perairan Nusakambangan," ujarnya saat ditemui di Dermaga Sleko, Cilacap Selasa (24/2).

KAL Serayu sendiri berkekuatan 15 personel anggota TNI Angkatan Laut. Selain KAL Serayu, pengamanan juga diperkuat dengan KAL Majeti yang berawak empat anggota. Menjelang eksekusi nanti, KAL Serayu akan melakukan patroli di perairan Nusakambangan, Cilacap.

Saat ini, pengawasan di wilayah perairan Nusakambangan, anggota TNI AL bersiaga selama 24 jam di Dermaga Sleko. Dengan demikian, kesiapan petugas keamanan akan terus meningkat seiring mendekati pelaksanaan eksekusi mati gelombang kedua di Pulau Nusakambangan.

2. TNI AU kirim 3 Sukhoi kawal persiapan eksekusi mati Bali Nine

Tiga pesawat tempur Sukhoi SU-30MKI telah datang di Base Ops Lanud Ngurah Rai Bali. Pesawat tempur Type Sukhoi SU-30MKI, kabarnya didatangkan khusus untuk mengawal 'duo Bali nine' terpidana mati kasus narkoba yang bakal dieksekusi dalam waktu dekat ini.

Sebelum mendarat pukul 10.05 Wita, Minggu (22/2, mereka) sempat melakukan atraksi di areal Bandara Ngurah Rai sekitar 45 detik. Pesawat yang dikabarkan untuk mengantar Andrew Chan dan Myuran, ini didatangkan dari Lanud Hasanudin, Makassar, Sulawesi Selatan.

Informasi dari sejumlah anggota di Lanud Ngurah Rai, meyakinkan bahwa 3 pesawat tempur tersebut khusus dipersiapkan untuk mengawal 'Dua Bali Nine'.

"Ini memang disiapkan khusus untuk terpidana mati Bali Nine, itu perintahnya," ujar salah seorang anggota Lanud Ngurah Rai.

Kajati Bali, Momock BS dihubungi secara terpisah lewat ponselnya hanya meminta wartawan untuk bersabar.

"Sabar nanti saat kita boyong, pasti saya hubungi wartawan. Sabar ya, pesawat sudah siap. Dah ya, sabar," kata Momock, Minggu (22/2) di Denpasar, Bali.

Kepala Dinas TNI AU Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto mengaku belum mendengar kabar ini. Namun menurutnya memang ada persiapan khusus soal pengamanan eksekusi ini sesuai perintah Panglima TNI.

Sebelumnya Panglima TNI Jenderal Moeldoko menegaskan TNI mendukung langkah pemerintah untuk mengeksekusi gembong narkoba. Moeldoko menyiapkan pasukan dan mengaku TNI tak takut ancaman dari mana pun.

3. TNI siapkan pasukan Raiders dan Kavaleri pengamanan eksekusi mati

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Torry Djohar Banguntoro mengatakan, TNI sudah menyiapkan satu Skuadron Sukhoi untuk mengawal proses pemindahan terpidana mati asal Australia dalam kasus 'Bali Nine' dari Lapas Kerobokan Bali menuju Lapas Nusakambangan.

"Kami juga sudah menyiapkan pasukan Raiders dan Kavaleri untuk tindakan pengamanan terhadap dua terpidana mati, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan mulai dari Lapas Kerobokan menuju Bandara Ngurah Rai Bali," katanya di Kupang, Senin (23/2).

Jenderal berbintang dua ini menjelaskan hal itu ketika ditanya soal kesiapan TNI dalam menghadapi proses pemindahan terpidana mati kasus 'Bali Nine', dari Bali menuju Lapas Nusakambangan.

"Sudah ada perintah dari Panglima TNI untuk membantu pengamanan proses pemindahan terpidana mati. Satu Skuadron Sukhoi disiapkan untuk mengawal pesawat hercules yang mengangkut terpidana mati. Ada juga patroli di laut dan juga pengamanan darat," katanya usai mengadakan pertemuan dengan Komisi I DPR di Kupang.

4. Dijaga ketat, duo Bali Nine akan dibawa pakai helikopter

Satu persatu persiapan eksekusi duo 'Bali Nine' dilakukan. Informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber di Nusakambangan, helipad yang berlokasi di samping Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Batu juga disiapkan. Saat ini pendaratan helikopter itu telah dibersihkan dan dicat.

Sehingga muncul dugaan jika pemindahan dua terpidana mati anggota "Bali Nine" akan menggunakan helikopter, dan langsung mendarat di pulau penjara itu.

"Bisa jadi menggunakan helikopter dan turun di helipad Lapas Batu. Apalagi kabarnya, pemindahan itu dikawal pesawat tempur Sukhoi milik TNI," kata salah seorang polisi berpakaian preman kepada Antara, Selasa (24/2). (Merdeka)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar