Senin, 16 Maret 2015

Buru penjahat, 14 anggota Polri dan TNI ditahan otoritas Malaysia


Kepolisian Malaysia menahan 17 warga negara Indonesia di dekat Pulau Sebatik karena melanggar aturan imigrasi. Rombongan yang menerobos perbatasan ini terdiri dari 10 anggota Polri, 4 personil TNI, dan tiga warga sipil.

Buru penjahat, 14 anggota Polri dan TNI ditahan otoritas Malaysia
14 personil Polri-TNI ditangkap di Malaysia karena langgar aturan imigrasi

Kepada aparat negeri jiran, personil polisi dan TNI itu mengaku hendak mengejar tersangka pembunuhan yang kabur ke Tawau, Negara Bagian Sabah. Orang yang dicari itu ternyata sedang ditahan Balai Polisi Wallace Bay (setara polsek), seperti dilansir the Star, Minggu (15/3).

Aparat yang ikut dicokok polisi Malaysia semuanya berpangkat rendah dan tidak membawa surat perintah. Mereka mengaku spontan menggeruduk kantor polisi di wilayah Malaysia karena ingin menangkap tersangka.


Tersangka bernama Syarif, diketahui terlibat pembunuhan Sersan Satu (Sertu) Tata Adi Cahyono dari Kodim 0911/ Pulau Nunukan, Kalimantan Utara.

Wakil Inspektur Jenderal Sabah Datuk Seri Noor Rashid Ibrahim mengatakan polisi dan TNI itu dinilai tidak punya maksud buruk dengan masuk secara ilegal ke Malaysia. Kepada penyidik, mereka menyatakan hanya berniat menjemput Syarif untuk dibawa pulang ke Indonesia.

"Namun dalam melakukan penjemputan tahanan itu mereka tidak melalui jalur formal," kata Rashid.



Polis Diraja Malaysia (PDRM) sempat kaget melihat kedatangan polisi dan tentara Indonesia bersenjata lengkap, serta berpakaian preman itu. Tujuh orang dari rombongan mengendarai kapal cepat, sisanya memakai sepeda motor menerobos perbatasan.

Selain ditahan, 12 senjata api jenis Smith dan Wesson disita. Rashid berjanji personil Polri dan TNI itu akan segera dipulangkan. Tapi tersangka Syarif belum tentu akan dikembalikan ke Indonesia karena juga tersangkut pelanggaran hukum di Malaysia.

"Dalam menyidik kasus pelanggaran imigrasi ini, kami mempertimbangkan semua aspek. Termasuk hubungan baik aparat kedua negara," ujarnya. (Merdeka)

6 komentar:

  1. Dipecundangi gmn sih?org jelas2 org2 kita yg melanggar wilayah kedaulatan kol, bangsa yg besar itu tdk malu mengakui klo memang salah

    BalasHapus
  2. Dipecundangi gmn sih?org jelas2 org2 kita yg melanggar wilayah kedaulatan kol, bangsa yg besar itu tdk malu mengakui klo memang salah

    BalasHapus
  3. Dipecundangi gmn sih?org jelas2 org2 kita yg melanggar wilayah kedaulatan kol, bangsa yg besar itu tdk malu mengakui klo memang salah

    BalasHapus
  4. polisi-TNI kelas centeng kebun kopra ya kayak gini, guoobloknya ga ketulungan.

    BalasHapus
  5. makanya uang pendidikan jangan dikorupsi supaya bisa dapet material tentang hukum International..ckckck malu maluin

    BalasHapus
  6. korupsikah di dik TNI ? Miris kalau sampai di korup dan NKRI sangat baya dpt dikatakan negara dlm keadaan darurat

    BalasHapus