Jumat, 03 April 2015

Kepala Staf TNI AL jadi warga kehormatan Korps Marinir


Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Ade Supandi, diangkat menjadi warga kehormatan Korps Marinir TNI AL, yang ditandai pemasangan baret ungu dan penyematan Brevet Kehormatan Trimedia serta Brevet Anti Teror Aspek Laut.

Kepala Staf TNI AL jadi warga kehormatan Korps Marinir

Pemasangan baret dan penyematan brevet kehormatan itu dilakukan langsung oleh Komandan Korps Marinir TNI AL Mayor Jenderal TNI (Marinir) A Faridz Washington, di Lapangan Apel Kesatrian Marinir Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (2/4).

Kedatangan Supandi dan Ibu Endah Ade Supandi disambut dengan acara tradisi, dengan menaiki tank amfibi BMP-3F yang dikawal kereta Kencana Prabu Siliwangi, sembilan kuda yang ditunggangi para perwira Korps Marinir TNI AL dan satu macan putih bergerak dari Jalan Cilandak KKO menuju Lapangan Apel Marinir.


Sesampai di lapangan upacara, mereka disambut tarian tradisional Sunda, Wilujeng Sumping, dan penyerahan keris putih kepada Supandi dan selendang ungu kepada Endah Ade Supandi.

Tak berselang lama, material tempur memasuki lapangan dengan manuver cepat, sementara pasukan upacara memasuki lapangan dengan tabir asap dari kendaraan tempur. Sedangkan komandan upacara, Brigadir Jenderal TNI (Marinir) Kasirun Situmorang, memasuki arena upacara dari udara.

Sehari-hari Situmorang adalah komandan Pasukan Marinir 1 Korps Marinir TNI AL.

Berbagai kebolehan hasil latihan keras Korps Marinir TNI AL selama ini diperagakan, mulai dari olah keprajuritan dan bela diri militer, ketepatan mendarat terjun payung, hingga kegesitan mengemudikan tank amfibi BMP-3F.

"Ini juga sebagai apresiasi dan keteladanan jiwa, sikap, semangat dan komitmennya yang tinggi bagi Korps Marinir TNI AL," kata Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir TNI AL, Letnan Kolonel (Marinir) Suwandi.

Supandi menjadi orang ke-35 yang diangkat menjadi warga kehormatan Korps Marinir TNI AL. Yang pertama adalah Jenderal Besar TNI Abdul Haris Nasution, juga Komandan Korps Marinir Amerika Serikat (saat itu) Jenderal CC Krulak, Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei Darussalam.  (Antara)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar