Kamis, 25 Juni 2015

Prajurit TNI AL Selamatkan Korban Kapal Tenggelam di Selat Malaka


Jajaran prajurit TNI AL dari Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Dumai membantu evakuasi kapal tenggelam di sekitar perairan Selat Malaka. Atas bantuan dari berbagai pihak, 15 awak kapal pun berhasil diselamatkan.

ABK saat kapal hendak tenggelam

Berdasarkan informasi yang didapat dari Kadispenarmabar Letol Ariris Miftachurrahman, kapal yang tenggelam adalah KM Bunga Tenaga Bahagia yang sedang melakukan pelayaran dari Port Klang, Malaysia, dengan tujuan Dumai. Sebelum sampai tujuan, kapal tenggelam di utara Pulau Sinaboi, Selasa (23/6) kemarin.

"Lanal Dumai setelah menerima laporan dari Komandan Posal Sinaboi tentang adanya kapal yang hampir tenggelam dengan jarak 26,27 Nm dari Pulau Sinaboi," ungkap Letkol Ariris dalam keterangannya, Rabu (24/6/2015).


Informasi tersebut diperoleh dari pantauan radio Posal tentang adanya komunikasi radio antara KD Kasturi dengan pihak lain yang berisi bantuan evakuasi terhadap KM Bunga Tenaga Bahagia. Mendapat laporan tersebut, Danlanal Dumai Kolonel Laut (P) Avianto Rooswirawan segera mengerahkan Patkamla dan Kal Tedung menuju tempat kejadian.

Bersama awak kapal KD Kasturi yang memberikan informasi, jajaran Lanal Dumai pun bersama-sama mengevakuasi 15 ABK KM Bunga Tenaga Bahagia. Mereka diamankan ke KM Fajar Lestari yang saat itu sedang melintas saat dalam perjalanan menuju Dumai.

"KM Bunga Tenaga Bahagia dan barang muatannya tidak dapat diselamatkan dan akhirnya tenggelam. Kapal mengalami cuaca buruk dan terkena ombak. Air laut masuk ke kapal melalui lambung kiri sehingga kapal tenggelam," jelas Ariris.

Ke-15 ABK lalu dibawa ke Lanal Dumai untuk diperiksa identitas dan kesehatannya. Kapal tersebut merupakan kapal resmi yang melintasi jalur perdagangan. Dari foto Dispenarmabar, terlihat para ABK mengenakan pelampung di atas kapal yang sudah hampir tenggelam. Muatannya yang ada di dalam kardus terbawa arus di sekitar kapal.

"Itu Kapal Indonesia. Korban informasi terakhir sedang diperiksa di Lanal Dumai, identitas dan kesehatan. Itu kapal resmi, bukan ilegal," tutup Ariris. (Detik)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar