Selasa, 11 Agustus 2015

Negara-negara Eropa ngotot tawarkan Jet Tempur Eurofighter unutk TNI AU


Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) berniat memensiunkan armada pesawat tempurnya Northrop F-5 A/B Tiger. Guna menarik perhatian TNI, sejumlah pabrikan berlomba-lomba agar produknya dilirik sekaligus digunakan TNI AU.

Negara-negara Eropa ngotot tawarkan Jet Tempur Eurofighter unutk TNI AU

TNI AU sendiri telah mengincar beberapa pesawat tempur teranyar dari pelbagai negara, yakni F-16 Block 52+ Fighting Falcon, Eurofighter Typhoon, Dassault Rafale dan Sukhoi Su-35. Namun, sampai kini mereka belum memutuskan perusahaan yang bakal ditunjuk sebagai partner pengadaan alutsista terbaru.

Masih belum adanya keputusan yang diambil membuat sejumlah perusahaan berlomba-lomba merebut perhatian Indonesia. Perusahaan yang lebih dulu melakukannya adalah perusahaan asal Prancis, Dassault Aviation.

Mereka rela terbang sejauh ratusan mil dari Paris agar bisa memperlihatkan ketangguhan dan kecanggihan Rafale di hadapan perwira maupun penerbang Indonesia.


Tak mau ketinggalan, perusahaan penerbangan asal Inggris, Eurofighter ikut melakukan pendekatan terhadap Indonesia. Perusahaan ini berusaha keras agar TNI AU melalui Kementerian Pertahanan tertarik membeli pesawat produksinya, Eurofighter Typhoon.

Rupanya, pendekatan yang mereka lakukan tidak setengah-setengah. Mereka mengerahkan empat duta besar dari negara Eropa, yakni Jerman, Inggris, Spanyol dan Italia mendatangi langsung dan berusaha melobi Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.

Seperti yang dikutip dri siaran pers Eurofighter, Selasa (11/8), keempat Duta Besar tersebut menyerahkan sepucuk surat formal berupa dukungan terhadap Eurofighter. Surat ini ditandatangani langsung oleh masing-masing Menteri Luar Negeri maupun Menteri Pertahanan di keempat negara yang mereka wakili.

Dalam surat dukungan itu menulis segala informasi terkait teknologi yang dipergunakan oleh Eurofighter. Tak hanya itu, perusahaan penerbangan juga berjanji akan memenuhi salah satu syarat yang diwajibkan pemerintah Indonesia, yakni Tranfer Teknologi alias ToT.

Untuk memenuhi syarat tersebut, Eurofighter berjanji akan memindahkan pabrik mereka dari Inggris ke Bandung, sekaligus membuat perjanjian kerja sama jangka panjang dengan PT Dirgantara Indonesia dan Airbus Group.

"Ini adalah kombinasi operasional yang unik dan kapabilitas industri yang bisa memberikan pertumbuhan strategis terhadap sektor udara Indonesia," tulis siaran pers tersebut.

Kira-kira, apakah Indonesia akan menerima tawaran tersebut. Tunggu saja. (Merdeka)

4 komentar:

  1. semoga di setujui oleh pemerintah indonesia sebagai oper alih tegnologi jet temput buat indonesia, kxf/ ifx atau lfx tahap 3, apalagi jet typhoon sudah membentuk wujud di udara nkri menjadi andalan selain jet f16, sukhoi, dan f35 lifthening 2 amerika berikut sekutu nya

    BalasHapus
  2. Saya sangat setuju TNI mengadakan pengadaan Eurofighter Typhoon disertai ToTnya, tetapi juga jangan ditinggalkan SU - 35 sbg penyeimbang kawasan dan dg demikian Indonesia melalui PT DI sbg jembatan kerjasama dg perusahaan penerbangan Eropa tdk terputus juga akan mendptkan alih teknologi pesawat Typhoon sbg kemandirian tdk boleh dilepaskan............

    BalasHapus
  3. Tetap,sukhoi 35,tni harus mengambil,tawaran rusia,efek getar lbh di pentingkan,tot,nanti dl stelah SDM dan fasilitas sdh siap,semua,NKRI harga mati.soal TOT bongkar ajh 1 sukhoi,pelajari,cina ajh bisa,

    BalasHapus