Kamis, 05 Februari 2015

Anggota JI Asal Malaysia Mungkin Sudah Tewas


Biro Penyelidik Federal Amerika Serikat (FBI) mengatakan, uji DNA menunjukkan orang yang masuk daftar buron teroris yang paling dicari mungkin terbunuh dalam operasi kepolisian di Filipina selatan pekan lalu.

Seorang juru bicara FBI mengatakan, hasil uji sampel biologis yang diserahkan oleh Filipina menunjukkan, sampel tersebut berasal dari Zulkifli bin Hir atau dikenal dengan nama Marwan, seorang warga negara Malaysia.


Seorang pejabat kepolisian Filipina menunjukkan foto Zulkifli bin Hir

Juru bicara tersebut menambahkan, uji tambahan sedang dilakukan untuk memastikan apakah buron itu sudah tewas.

Ia diketahui sebagai ahli pembuat bom dan menjadi anggota Jemaah Islamiyah (JI), kelompok yang mempunyai kaitan dengan Al Qaeda yang melancarkan serangan di Filipina.


Bertolak ke Malaysia, Presiden Bahas Isu TKI dan Perbatasan KNRI


Presiden Joko Widodo akan melakukan kunjungan kenegaraan ke tiga negara ASEAN, hari ini, Kamis 5 Februari 2015. Jokowi rencananya akan melakukan pertemuan bilateral dengan pemimpin tiga negara ASEAN, yakni Malaysia, Brunei Darussalam, dan Filipina.

Bertolak ke Malaysia, Presiden Bahas Isu TKI dan Perbatasan KNRI
Pesiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana saat berangkat dengan pesawat kepresidenan untuk kunjungan kerja  (ANTARA FOTO/Andika Wahyu)

"Tapi Senin (9 Februari 2015), saya sudah kembali," kata Jokowi, usai membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Darurat Narkoba Tahun 2015, di  Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu 4 Februari 2015.

Dilansir laman Setkab.go.id, pada kunjungan tiga negara hari ini, Presiden akan didampingi Ibu Negara Iriana, serta Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Wakil Menteri Luar Negeri Abdurachman M. Fachir, sebelumnya mengatakan bahwa kunjungan ke tiga negara ini, merupakan kunjungan pertama resmi Presiden Jokowi ke negara sahabat.


Radar Minim, Pertahanan Udara dan Laut NKRI Lemah


Radar yang dimiliki TNI Angkatan Udara (AU) hingga saat ini masih minim. Akibatnya  pertahanan udara dan laut Indoensai belum maksimal. Karena objek yang berada di radius ratusan kilometer tidak terdeteksi.

Anggota TNI-AU di Komando Pertahanan Udara Nasional memantau wilayah udara nasional untuk mendeteksi secara dini pesawat asing yang memasuki wilayah nasional. | Foto : antara

Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU), Marsekal Madya TNI Agus Supriatna, mengatakan, TNI AU berusaha semaksimal mungkin menjaga kawasan terluar Indonesia. Namun semua akan maksimal jika Indonesia memiliki radar yang mencukupi.  “Selama ini kami masih kekurangan radar, itu sangat diperlukan untuk memperkuat pertahanan udara di wilayah NKRI. Kami berharap pasokan radar dapat dipenuhi secepatnya oleh Pemerintah,” kata Agus di Mabes TNI AU, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (4/2/2015).

Menurut dia, TNI AU membutuhkan 32 radar untuk mendeteksi objek-objek di udara dan laut pada daerah jangkauan radius ratusan kilometer. Selain itu, radar ini berguna untuk mendeteksi kehadiran pesawat asing di wilayah Indonesia. "Tahun ini kami sudah ajukan agar ditambah. Tahun ini akan ada penambahan,” ujarnya.
 


Indonesia - Inggris Bicarakan Kerja Sama Pemberantasan Terorisme


Menteri Luar Negeri Philip Hammond membicarakan upaya memerangi terorisme dalam pertemuannya dengan Menlu RI Retno Marsudi pada Rabu (4/2). Menurut Hammond, teroris khususnya ISIS adalah ancaman bagi semua negara yang cinta damai.

"Kami telah berdiskusi pagi tadi mengenai bagaimana kami akan bekerja sama dalam isu-isu seperti tentara asing, pendanaan teroris, dan area pembahasan lain untuk melawan teroris," ujar Hammond dalam konferensi pers usai pertemuan di Kementerian Luar Negeri, Jakarta.


Menteri Luar Negeri Inggris Philip Hammond menyambangi Indonesia dan bertemu Menlu RI Retno Marsudi, membicarakan kerja sama militer dua negara. (CNN Indonesia/Safir Makki)

Kelompok teroris ISIS semakin menebar ancaman setelah membunuh pilot asal Yordania, Muath Kassesbeh. Hammond mengecam pembunuhan tersebut dan bertekad akan mengalahkan ISIS bersama dengan koalisi lebih dari 60 negara.

"Kebrutalan itu akan dikonfrontir dan dikalahkan, komitmen kami semakin tegas dan kuat. ISIS adalah ancaman bagi kita semua, bagi negara-negara yang cinta damai," kata Hammond.


Rabu, 04 Februari 2015

Iperindo Desak Pemerintah Perhatikan Galangan Kapal


Pemerintah dituntut memperhatikan fasilitas galangan kapal, terutama milik BUMN yang sudah mulai mengkhawatirkan. Langkah tersebut sangat penting untuk menunjang program pemerintah menjadikan indonesia poros maritim dunia.

Iperindo Desak Pemerintah Perhatikan Galangan Kapal

Hal itu diungkapkan oleh Pengurus DPP Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai (Iperindo), Novirwan S. Said. Untuk pembangunan kapal baru, menurut dia, diperlukan pembebasan pajak impor komponen kapal. Selain galangan kapal, program tol laut perlu mendapat perhatian dari semua stakeholder.


Ratusan Taruna Maritim Ikuti World Expo Milan 2015


Sejumlah Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL), Taruna Sekolah Tinggi Perikanan (STP) dan Taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) dijadwalkan bertolak menuju Milan, Italia, pada Mei 2015. Mereka tergabung dalam Operasi Kartika Jala World Expo Milan 2015 (WEM-15).

Ratusan Taruna Maritim Ikuti World Expo Milan 2015

Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksda Arie Sembiring melaporkan sebanyak 205 taruna dari tiga institusi pendidikan tinggi kemaritiman bertolak dari Surabaya pada awal Mei 2015 menuju Genoa, Italia. Mereka menumpang Kapal Perang TNI AL jenis Landing Platfrom Dock, KRI Banjarmasin-592 untuk berpartisipasi dalam World Ocean Day, Expo Milan, 8 Juni 2015 di Milan, Italia.


Menanti EC-725 Caracal - Helikopter Combat SAR murni TNI-AU


Kedatangan Helikopter Combat SAR murni TNI-AU tinggal menghitung hari. Saat ini Heli pertama EC-725 Caracal telah tiba dalam bentuk terurai di hangar PT. Dirgantara Indonesia. Dan kini helikopter tersebut dalam proses perakitan. Lalu seperti biasa, seusai perakitan dan pengecatan akan dilakukan uji terbang, pelatihan awak baru kemudian diserahkan ke pihak Kementrian Pertahanan.

Eurocopter EC 725 Caracal
Eurocopter EC 725 Caracal

Sejarah Caracal

Sebagai salah satu pionir penggunaan helikopter untuk kepentingan militer, Perancis mampu berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dengan Negara seperti Amerika Serikat maupun Inggris. Hanya untuk heli kebutuhan khusus seperti RESCO saja Perancis tertinggal.

Eurocopter sebagai hasil peleburan Aerospatiale SA (Perancis) dan Daimler-Benz Aerospace (Jerman) boleh dikatakan sebagai pabrikan helikopter terbesar di dunia. Portofolio helikopter yang diproduksi dan ditawarkan saat ini bahkan sangat lengkap, dari yang terkecil yaitu heli latih AS120 Colibri sampai heli serang EC665 Tiger. Perancis sebagai induk semang Eurocopter sendiri bahkan menyumbang hampir setengah portofolio Eurocopter dengan produk seperti Fennec, Cougar/ Puma, Panther, dan sebagainya. Sayangnya, walaupun produk-produknya lengkap, AU Perancis dan AD Perancis sebagai pengguna helikopter belum menemukan kandidat yang dirasa pas untuk melaksanakan operasi SAR Tempur. Desain helikopter Eropa jauh lebih konvensional dibandingkan kontemporernya dari Amerika; ukurannya pun relatif lebih kecil dibanding katakanlah, helikopter serbaguna UH-60 Blackhawk milik AD AS atau CH-53 Sea Stallion milik Korp Marinir AS.


Indonesia dan Jepang Akan Sepakati Kerja Sama Bidang Pertahanan


Dalam waktu dekat, pemerintah Indonesia akan menandatangani nota kesepahaman (MoU) bidang pertahanan dengan pemerintah Jepang. Duta Besar Indonesia untuk Jepang, Yusron Ilza Mahendra, mendorong industri pertahanan di Indonesia seperti PT Pindad, PT PAL, dan PT Dirgantara Indonesia (DI) untuk memanfaatkan peluang tersebut.

Presiden Joko Widodo ketika menerima delegasi Kadin Jepang
Presiden Joko Widodo ketika menerima delegasi Kadin Jepang

Menurut Yusron, Jepang saat ini sudah melakukan deregulasi kebijakan atas ekspor alat-alat pertahanan atau penjualan senjata. Sebelumnya, kerja sama pertahanan Jepang dengan negara lain selalu terhambat aturan di dalam negeri yang membatasi Jepang untuk memiliki kekuatan militer.

"Saya menilai ini peluang yang besar sekali. Misalnya, kerja sama pesawat dengan PT DI atau kita bisa join dalam riset, produksi, dan capital (modal). Kerja sama di bidang industri pertahanan, iklimnya sangat baik," kata Yusron yang ditemui wartawan saat rapat kerja (raker) para pimpinan Kementerian Luar Negeri di Jakarta, Selasa (3/2).


Selasa, 03 Februari 2015

Bakamla Berencana Beli Drone Untuk Pantau Maritim Indonesia


Deputi Operasi dan Latihan Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksamana Pertama Wuspo Lukito mengatakan lembaganya berencana membeli wahana udara tanpa awak atau sering disebut drone. Sayangnya rencana tersebut baru bisa terlaksana paling cepat tahun depan. "Anggarannya belum ada, bahkan saat ini kami pakai anggaran Bakorkamla (sebelum berubah menjadi Bakamla)," kata Lukito kepada wartawan di kantornya, Jakarta, 2 Februari 2015.

Bakamla Berencana Beli Drone Untuk Pantau Maritim Indonesia

Meski belum ada dana, Lukito mengaku sudah banyak produsen dan agen drone menyambangi Bakamla. Mereka berlomba menyuguhkan produk andalan mereka untuk menjadi senjata baru Bakamla memantau keamanan laut Indonesia.

Salah satu yang menarik, kata Lukito, adalah drone berbentuk helikopter. Menurut dia, keuntungan dari drone tersebut mampu terbang melayang layaknya helikopter biasa. Drone itu memakai mesin berbahan bakar listrik sehingga tak mengeluarkan suara bising. "Berbekal kamera, drone itu bisa memantau kegiatan ilegal kapal-kapal dari atas," kata Lukito.


TNI AD Juara Umum Menembak di BISAM 2015


Bandar Seri Begawan – Tentara Nasional Indonesia (TNI) dinobatkan sebagai juara umum dalam kejuaraan menembak Brunei International Skill at Arms Meet (BISAM) ke 11 dan meraih Trophy BISAM Sultan Cup untuk kemenangan empat tahun terakhir berturut-turut. (1/2/2015).

Kontingen A dari Royal Brunei Armed Forces (RBAF) merebut juara kedua dan diikuti oleh Kontingen B dari RBAF di tempat ketiga.


TNI AD Juara Umum Menembak di BISAM 2015
Menteri Pertahanan dan Komandan Royal Brunei Armed Force (RBAF) Sultan Hassanal Bolkiah menyerahkan trophy kepada wakil Indonesia dalam BISAM 2015  | foto: BT/Md Asdeny Yakub

Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Indonesia, Letjen M Munir, mengatakan lomba menembak ini merupakan platform yang ideal untuk meningkatkan dan membina hubungan pertahanan antar negara.

“BISAM merupakan kompetisi yang spektakuler dan menarik. Dengan semakin banyak negara bergabung, hal ini menjadi lebih kompetitif, “komentarnya saat mengunjungi tim petembak Indonesia.


Kembangkan Tank dan Roket, Pindad Butuh Suntikan Dana Rp 700 Miliar


Direksi PT Pindad (Persero), BUMN produsen senjata, menyambangi Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Tujuannya, meminta persetujuan Penyertaan Modal Negara (PMN) Rp 700 miliar.

Suntikan modal tersebut, akan dipakai untuk mengembangkan dan memproduksi alat utama sistem senjata (alutsista) buatan Indonesia, seperti tank, kendaraan tempur, roket, senjata, hingga anunisi kaliber kecil.


Kembangkan Tank dan Roket, Pindad Butuh Suntikan Dana Rp 700 Miliar

"Semua penambahan kapasitas dan modernisasi mesin senjata. Kita perlu jaga kualitas dan mengantisipasi permintaan Kemhan (Kementerian Pertahanan)," kata Direktur Utama Pindad Silmy Karim, dalam rapat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (2/2/2015).

Lanjut Silmy, dana suntikan modal pemerintah juga akan dipakai meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di BUMN tersebut.


Badan Keamanan Laut tambah 30 kapal patroli buatan Indonesia


Kekuatan Badan Keamanan Laut akan meningkat sejalan penambahan 30 unit kapal patroli laut. Semua kapal baru itu buatan Indonesia di galangan-galangan kapal di Tanah Air.

"Kami berencana menambah kapal kami dengan kapal berukuran 48 meter, 80 meter, dan 110 meter," kata Deputi Operasi dan Latihan Badan Keamanan Laut, Laksamana Pertama Maritim Wuspo Lukito, di Puskodal Badan Keamanan Laut, Jakarta, Senin.


Badan Keamanan Laut tambah 30 kapal patroli buatan Indonesia

Saat ini Badan Keamanan Laut baru memiliki tiga unit kapal, namun demikian sejumlah pemangku kepentingan berencana akan menghibahkan kapalnya ke instansi itu untuk membantu dalam operasi keamanan laut.

"TNI AL berencana menghibahkan sebanyak 10 unit kapal. Begitu juga instansi yang terlibat dalam operasi keamanan laut juga akan membantu, di antaranya Kementerian Kelautan dan Perikanan, kepolisian dan Ditjen Bea Cukai," kata Lukito.


Senin, 02 Februari 2015

Mempertimbangkan Kerjasama Strategis Indonesia-Rusia Bidang Maritim-Infrastruktur dan Teknologi Refinery


Beberapa waktu berselang, Presiden Jokowi telah mencanangkan kesungguhannya untuk mengupayakan terhubungnya tol laut Indonesia dengan Jalur Sutra Abad 21 Cina sebagai poros maritim dunia. Sebagaimana kita ketahui, Jalur Sutra, yang terbagi menjadi jalur darat dan jalur laut, adalah rute tata niaga yang menghubungkan Eropa ke Asia Tengah dan Asia Timur, serta tata niaga dan jalur energi dari Afrika ke Asia Selatan dan Asia Timur. Guna memuluskan rencananya, Cina mempelopori pendirian Bank Investasi Infrastruktur Asia senilai US$ 50 miliar serta program Dana Jalur Sutra sebesar US$ 40 miliar.
 
Mempertimbangkan Kerjasama Strategis Indonesia-Rusia Bidang Maritim-Infrastruktur dan Teknologi Refinery
 

Skema kerjasama Indonesia-Cina tersebut jika kita lihat secara sepintas, memang cukup menjanjikan dan saling menguntungkan kedua negara. Apalagi melihat kenyataan bahwa Jalur Sutra maritim itu dipastikan bersinggungan dengan konsep tol laut. Rutenya meliputi Eropa, masuk Laut Merah di Afrika, lalu ke Samudra Hindia, terus menuju India, Bangladesh, Burma, kemudian masuk ke Indonesia melalui Selat Malaka. Juga menyusur lewat selatan yang masuk Selat Lombok, Selat Sunda, Selat Wetar, Selat Sunda, lalu terus ke utara, lantas masuk ke Laut Cina Selatan.

RI Targetkan 5 Tahun Perbatasan Maritim di 10 Negara Rampung


Pemerintah Indonesia menargetkan penyelesaian perbatasan maritim dengan 10 negara tetangga akan rampung dalam kurun waktu lima tahun.

RI Targetkan 5 Tahun Perbatasan Maritim di 10 Negara Rampung

"Semuanya ada target, lima tahun perbatasan maritim selesai," kata Menteri Koordinator Bidang Maritim Indroyono Soesilo usai pembukaan rapat kerja kepala Perwakilan RI di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Senin 2 Februari 2015.


Indonesia-Thailand kursus bersama Pasukan Perdamaian PBB


"... agar TNI dan Angkatan Bersenjata Kerajaan Thailand dapat berbagi ilmu dan pengalaman dalam melaksanakan misi PBB..."

Angkatan Bersenjata Kerajaan Thailand dan TNI telah menggelar kursus Pasukan Penjaga Perdamaian PBB untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia ke dua negara.


 Indonesia-Thailand kursus bersama Pasukan Perdamaian PBB

"Kursus ini bernama United Nations Military Observers (UNMO), dilaksanakan di Pusat Pelatihan Penjaga Perdamaian Angkatan Bersenjata Kerajaan Thailand di Provinsi Hua Hin," kata salah satu instruktur TNI, Kapten CPM Hanri Kusuma, dalam pernyataan pers yang diterima ANTARA, di Jakarta, Senin (2/2).


Pesawat CN-235 Pakai Mesin Buatan Bintan


PT Honeywell Aerospace, perusahaan komponen pesawat asal Amerika Serikat (AS) yang berlokasi di Bintan, telah menjalin kerja sama dengan perusahaan lokal di Indonesia. Perusahaan itu adalah PT Dirgantara Indonesia (Persero).

Presiden Direktur Honeywell Indonesia Alex Pollack mengatakan, pihaknya sudah cukup lama bekerja sama dengan PT DI. Honeywell menyediakan mesin turboprop TPE 331.


Pesawat CN-235 Pakai Mesin Buatan Bintan

"Kita sudah MoU dengan PT DI untuk penyediaan mesin TPE 331," ungkapnya di Bintan, akhir pekan lalu.

Diketahui mesin ini dipergunakan sebagai penggerak utama untuk pesawat CN-235 200/220. Pollack menambahkan bahwa mesin ini berteknologi tinggi dan efisien dalam penggunaan bahan bakar.