Selasa, 05 April 2016

Menko Polhukam Prediksi Teroris Santoso Tertangkap Mei


Menteri Koordinator Bidang Hukum Politik dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, terduga teroris sekaligus pimpinan Mujahidin Indonesia Timur Abu Wardah alias Santoso diprediksi bakal tertangkap akhir Mei mendatang. Hal ini, menurut dia, bukan target atau instruksi bagi tim gabung Kepolisian dan TNI dalam operasi Tinombala yang sudah dimulai sejak Januari lalu.

Menko Polhukam Prediksi Teroris Santoso Tertangkap Mei

"Tak pernah ada yang tahu berapa lama operasi ini," kata Luhut di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Selasa, 5 April 2016.

Menurut mantan Komandan Grup 3 Sandhi Yudha Komando Pasukan Khusus ini, prediksi penangkapan Santoso didasarkan pada perkembangan pengejaran terakhir terhadap kelompok yang sudah bertahun-tahun berada di Poso tersebut. Kelompok Santoso dikabarkan telah terpecah jadi tiga kelompok dalam radius 5x5 kilometer usai penyerbuan ke pegunungan Tinombala.


"Di negara mana pun, tak pernah mudah menghadapi pertempuran dengan gaya gerilya," kata Luhut.

Sebelumnya, Luhut sempat memaparkan kelompok Santoso saat ini hanya bersisa 29 orang dari jumlah 41 orang, termasuk warga negara asing dari China. Menurut dia, anggota kelompok dari etnis Uighur tersebut tinggal tersisa dua orang dari total enam orang yang bergabung ke Mujahidin Indonesia Timur. 

Tiga kelompok Santoso ini terdeteksi masih berada di wilayah Poso dan Napu. "Kami akan terus kejar," kata Luhut.

Operasi Tinombala adalah lanjutan dari Operasi Camar Maleo yang dilakukan Kepolisian sejak Januari 2015. Operasi dalam empat tahap tersebut belum berhasil menangkap Santoso sehingga diperpanjang enam bulan melalui Operasi Tinombala.

Kelompok Santoso terus berkurang setelah terjadi beberapa kali baku tembak dengan aparat keamanan, termasuk di Rompo, Napu; dan Desa Talbosa, Poso. Kelompok ini juga mulai kehabisan cadangan makanan karena tim operasi memutus jaringan distribusi logistik. (Tempo)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar