Senin, 20 Juni 2016

Pangdam III Siliwangi, Mayor Jenderal Hadi Prasojo Geng Motor Berulah Tembak Ditempat


Panglima Kodam III Siliwangi, Mayor Jenderal Hadi Prasojo geram melihat sepak terjang geng motor dan begal di Bandung. Apalagi sampai berani-beraninya menghabisi seorang prajurit TNI.

Menurutnya perlu tindakan tegas. Kalau perlu tembak di tempat karena aksi geng motor ini sudah meresahkan. Tapi Mayjen Hadi mengaku tetap menghargai aparat kepolisian.


Pangdam III Siliwangi, Mayor Jenderal Hadi Prasojo Geng Motor Berulah Tembak Ditempat
Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Hadi Prasojo. ©2016 merdeka.com/andrian salam wiyono

"Saya enggak mau kecolongan yang kedua. Karena sudah banyak anggota saya ini dibegal. Tapi kita tetap kerja sama dengan kepolisian. Patroli-patroli selama ini sama polisi. Karena di depan tetap polisi," ungkapnya.

Mayjen Hadi Prasojo memimpin Kodam III Siliwangi sejak Agustus 2015 lalu. Dia menggantikan Mayjen Dedi Kusnadi Thamim. Sebelumnya, Hadi adalah staf khusus Panglima TNI.


Mayjen Hadi berasal dari perwira Artileri Pertahanan Udara. Dia salah satu perwira artileri yang cemerlang. Mayoritas Panglima Kodam biasanya dijabat perwira yang berasal dari Korps Infanteri.

Hadi lahir di Trenggalek, 17 November 1959. Dia lulusan Akademi Militer 1983.

Karirnya diawali sebagai komandan peleton pada baterai (setingkat kompi untuk Artileri Pertahanan Udara). Perjalanan karirnya mulus hingga mencapai Danpussenarhanud Kodiklat TNI-AD.



Hadi juga tak asing dengan tugas kewilayahan atau teritorial. Dia pernah menjadi Komandan Kodim di Tangerang. Lalu Komandan Korem di Papua dan Kepala Staf Kodam Diponegoro tahun 2014-2015 lalu.

Hadi sempat ditarik ke Mabes TNI sebagai staf khusus Panglima TNI. Dari sana dia ditugaskan menjadi Panglima Kodam Siliwangi di Jawa Barat. Sejak lama, Siliwangi dikenal sebagai salah satu Kodam paling prestisius di Indonesia karena sejarah dan pengalaman tempurnya. (Merdeka)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar