Jumat, 28 Oktober 2016

15 Perusahaan Pertahanan AS ikuti Indo Defense 2016


Atase pers Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia John Johson menyatakan sekitar 15 perusahaan dan kontraktor AS akan berpartisipasi dalam Forum dan Pameran Pertahanan Indonesia (Indo Defense Expo and Forum) pada 2-5 November.

15 Perusahaan Pertahanan AS ikuti Indo Defense 2016

"Akan ada 14 hingga 15 perusahaan dan kontraktor Amerika yang terlibat di sana, seperti Lockhead Martin, mereka yang mengembangkan pesawat F-16, Boeing akan ada di sana, dan beberapa kontraktor pemerintah AS lainnya," kata John Johnson di Jakarta, Kamis.

Dia juga mengungkapkan akan ada latihan militer gabungan antara Indonesia dan AS pekan depan di Manado.

"Ini merupakan latihan gabungan pertama angkatan udara kedua negara, Indonesia dan AS akan sama-sama menerbangkan pesawat F-16. Yang pasti AS akan membawa pesawat F-16 dan F-18 dalam latihan itu," ujar dia.


Namun, kata John, militer AS tidak akan membawa kapal laut perang dalam kunjungan dan latihan militer gabungan di Indonesia.

Direktur Teknologi dan Industri Pertahanan Kementerian Pertahanan RI Brigjen Jan Pieter Ate menyebutkan 844 perusahaan dalam dan luar negeri akan berpartisipasi pada Indo Defense.

Menurut Jan, 573 perusahaan asking telah memastikan hadir, sementara 271 lainnya berasal dari dalam negeri.

"Jumlah itu meningkat sekitar 25 persen atau lebih dari 200 industri pertahanan. Minat dari perusahaan di dalam dan luar negeri meningkat," ujar dia.

Info Defense Expo and Forum adalah sebuah ajang promosi internasional untuk industri pertahanan dan perlengkapan keamanan. (Antara)

4 komentar:

  1. amerika tidak sesuai dengan di, era tahun sekarang yg banyak mengabar kan kecanggihan jet F35 , stool " apa memang negara indonesia yang tertinggal tegnologi nya sama amerika

    BalasHapus
  2. sebaik nya jet f 16 , f 18 di besi tua kan, di mesiumkan. seperpat nya sudah tidak dibuat lagi' inden seperpat nya.

    BalasHapus
  3. ke untungkan besar bangsa Indonesia kedatangan raja Arab Saudi yaitu raja Salma bin Abdul Aziz karana presiden RI menargetkan investasi 25 miliar dollar hampir500 triliun rupiah pas buat beli pesawat Sukhoi 35 BM dan Gripen dengan jumlah 36 triliun rupiah , semogah jah Indonesia jadi dikenal dik daya seluruh dunia, amin

    BalasHapus