Kamis, 16 Agustus 2012

AS Kembali Tawarkan Hibah Pesawat F-16


Meski hibah pesawat tempur F-16 bekas pakai militer Amerika Serikat belum terealisasi, Indonesia telah menerima tawaran hibah pesawat yang sama dari negara tersebut. Tawaran penambahan hibah tersebut akan sangat berpengaruh pada kekuatan Angkatan Udara Indonesia.


Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, mengatakan, tawaran tambahan hibah F-16 ini datang saat Sekjen Kementerian Pertahanan, Marsdya TNI Eris Herryanto, berkunjung ke Amerika Serikat. "Mereka (AS) positif untuk menambah (hibah) lagi,"katanya di Jakarta, Rabu (15/8).

Menurutnya, jika penambahan hibah tersebut dapat direalisasikan, jumlah skadron tempur TNI Angkatan Udara akan berlipat hingga tiga kali lipat. Hibah ini akan pun akan mempercepat tercapainya program pemerintah dalam pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) untuk memenuhi Minimum Essential Forces (MEF).

Jika hibah ini direalisasikan, kata Menhan, anggaran yang digunakan tidak diambil dari alokasi perawatan F-16 sebelumnya. "Anggaran untuk perawatan F16 yang sudah ada, telah dialokasikan,"katanya.

Sekretaris Jenderal Kemhan, Marsekal Madya TNI Eris Herryanto, menambahkan, pesawat yang akan dihibahkan memiliki spesifikasi yang sama dengan 24 unit F-16 yang lebih dulu dihibahkan.

Sebelumnya, hibah 24 pesawat bekas dari AS disetujui dengan kepastian akan diupgrade menjadi setara pesawat tempur F-16 Blok 52. Dengan upgrade tersebut, maka pesawat akan mampu terbang dalam kurun waktu sekitar 15-20 tahun lagi.



Sumber : Jurnas

7 komentar:

  1. Pemerintah dlm pembelian 24 pesawat hibah dari Amirika, yg 10 F-16nya harus diikutkan/diisi EA-18G Glrowler dan kalau tdk di isi EA-18G maka ke 24 F-16 pesawat tsb adalah buta/pesawat sasaran tembak/pesawat afgrit rongsokan. Ttp pesawat F16 dg adanya AE18G maka dpt mengandalkan peralatan elektroniknya utk mengacaukan signal2 elektronik pemantau rudal, dr rudal itu sendiri dan menghancurkan radar, posko serta stasiun pengendali rudal agar rudal menjadi buta. Bravo...anak2 bangsa pembela NKRI RAYA

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kok Buta? apa dasarnya mengatakan tanpa EA-18Growler maka F-16 jadi Buta? mohon linknya kalau ada??

      Hapus
  2. setuju Pak, kalo cuma F-16 biasa saja ga ada manfaatnya apalagi pesawat-pesawat tempur RAAF juga kemapuan ekeltroniknya terus diupgarade.

    BalasHapus
  3. Kalau bisa beli sukhoi dari rusia, krn us suka ikut campujr nanti pada saat dibutuhkan, tapi dilarang us, akhirnya pesawat kitanhanya jadi badut hiburan 17 agustusan, ingat sejarag di aceh, kita tdk bisa pakai peralatan militer dari us dan sektunya

    BalasHapus
    Balasan
    1. paling tidak indonesia dipastikan memesan 6 sukhoi untuk melengkapi 1 Skuadron saat ini.

      Hapus
  4. Liat Komentar anda sekalian saya rasa anda pengamat yang sangat hebat... wkwkw... mohon bimbingannya... :)

    BalasHapus
  5. Mas Sunandar S utk F/A-18 HORNET Australia kan dipasang EA-18 maksud saya alat tsb bisa digunakan sbg radar warning utk memantau pesawat lawan atau jammer lawan, jadi apa salahnya kalau saya menyarankan dilengkapi alat tsb dan kalu sdh dilengkapi alat yg lebih canggih ya terimakasih. Kalau perang menggunakan pesawat terbang kan hrs, alat2nya hrs modern kalau kalah ya terima saja menjadi bidikan pesawat lawan dan prajurit kita yg menjadi korban kan kasihan. Trim, mas.

    BalasHapus