Senin, 25 Agustus 2014

Indonesia Referensi Kemajuan Diplomasi Maritim Dunia


Sejak lama, Indonesia mempunyai akar historis dan ideologis yang mengarah pada Poros Maritim. Negara-negara tetangga dan Eropa banyak meniru corak kemaritiman Indonesia, terlihat dari empat pilar Poros Maritim Indonesia yang melekat di bangsa ini, yaitu aspek sosial-budaya, ekonomi, politik, dan keamanan.

Indonesia Referensi Kemajuan Diplomasi Maritim Dunia
Riza Damanik

“Jika ditarik dari sejarah bangsa Indonesia, yaitu pada zaman Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit atau pra-Kemerdekaan Indonesia, empat pilar corak kemaritiman itu sudah melekat erat pada masyarakat Indonesia, sehingga Indonesia seharusnya lebih mampu sebagai poros atau pusat maritim di dunia,” ujar Ketua Umum Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Riza Damanik saat menyambangi kantor redaksi Jurnal Maritim di Jalan Sungai Sambas VI No. 1 Kebayoran Baru Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.


Menurut Riza, Australia mengandalkan pariwisata lautnya, Jepang mengandalkan armada kapalnya, dan Tiongkok mengandalkan perikananannya.

“Sampai detik ini, Indonesia sudah menjadi referensi kemajuan diplomasi maritim dunia. Hal itu dibuktikan sejak adanya Deklarasi Djuanda dan UNCLOS tahun 1982. Dan negara-negara di dunia mengakui hal tersebut bahkan mengadopsi dan memodifikasinya,” terangnya.

Untuk itu, sambung Riza, visi Indonesia menjadi Poros Maritim Dunia oleh presiden terpilih Joko Widodo adalah upaya menunjukkan dan menegaskan bahwa bangsa Indonesia mampu menjadi pusat kemajuan kemaritiman dunia.

Selain itu, sekaligus menegaskan kepada masyarakat Indonesia yang telah lama melupakan jati diri bangsa sebagai Negara Maritim. Karena, menurut Riza, bisa dibilang, selama ini, Indonesia sangat jauh keluar dari track Negara Maritim dan malah menyontoh Amerika Serikat yang jelas-jelas Negara Kontinental. (JMOL)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar