Selasa, 01 Desember 2015

TNI Antisipasi Kembalinya Relawan ISIS ke Indonesia


BIN menyebut 100 WNI yang pernah bergabung dengan ISIS baru kembali ke Indonesia. Untuk mengantisipasi aksi teror, pembinaan terhadap narapidana disebut cukup penting.

Hal tersebut disampaikan oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo usai memimpin upacara HUT Korpri ke 44 di Mabes AU TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (30/11/2015).


TNI Antisipasi Kembalinya Relawan ISIS ke Indonesia

"Yang paling penting pembinan dan membentengi kepada masyarakat dan mantan napi. Agar tidak terpengaruh oleh gerakan terorisme," kata Gatot.

Gatot menambahkan, TNI dalam upaya pencegahan aksi terorisme ini bekerjasama dengan pihak kepolisian dan BNPT. Hal tersebut dilakukan guna bertukar data dan informasi.


"Jadi TNI selalu bekerjasama dengan kepolisian dan BNPT, kemudian info tersebut kami sampaikan dan kami kembangkan pada kepolisian. Kerjasama dengan Polri terus berjalan,"sambung eks KSAD itu.

Sebelumnya KaBIN Sutiyoso menyebut ada 100 orang yang baru kembali dari Suriah. Mereka pernah bergabung dengan ISIS sehingga masyarakat diminta untuk waspada. Akibat adanya informasi ini dan juga akibat aksi teror di Paris, Kemenhub pun menaikkan status bandara-bandara di Indonesia dari hijau ke kuning.

Peningkatan status bandara dari kondisi hijau menjadi kondisi kuning dituangkan dalam Instruksi Dirjen Perhubungan Udara Nomor: INST 5 tahun 2015 tentang Peningkatan Kondisi Keamanan Penerbangan. Meski ada kenaikan status itu, Marinir belum menambah kekuatan. 

Korps baret ungu tersebut memang diperbantukan menjaga keamanan dan ketertiban di lokasi-lokasi yang dikelola kementerian perhubungan seperti bandara, stasiun, dan pelabuhan. Itu berdasarkan kerjasama antara Mabes TNI dengan Kemenhub.

"Selama ini masih seperti biasa. Belum ada (penambahan kekuatan setelah bandara berstatus kuning)," ujar Kadispen Korps Marinir Letkol Mar Suwandi saat berbincang dengan detikcom, Kamis (26/11/2015).(Detik)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar