Jumat, 08 April 2016

Pangkostrad Pembebasan 10 WNI tunggu isyarat Filipina


Panglima Komando Strategis TNI Angkatan Darat (Pangkostrad), Letjen TNI Edy Rahmayadi menyatakan, masalah keterlibatan Indonesia dalam pembebasan 10 warga negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok Abu Sayaf masih menunggu isyarat dari pemerintah Filipina.


"Kita hanya menunggu isyarat saja dari pemerintah Filipina apakah mau dilibatkan atau tidak," sebut mantan Panglima Kodam I Bukit Barisan saat menggelar latihan gabungan (latgab) pasukan pemukul reaksi cepat (PPRC) di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Minggu (4/4) melalui siaran persnya, Kamis.

Ia mengemukakan, saat ini pemerintah Indonesia masih terus melakukan negosiasi dan koordinasi dengan pemerintah Filipina sekaitan dengan 10 WNI yang disandera kelompok separatis bulan Maret 2016.


Dua Penerjun TNI AU Tewas Saat Latihan


Dua penerjun dari Batalion Komando 461 Pasukan Khas TNI AU, Kopral Dua Beni dan Prajurit Satu Supranoto dikabarkan meninggal dunia saat terjun payung bebas, pada gladi resik upacara HUT ke-70 TNI AU, di Pangkalan Udara Utama TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis.

"Saat terjun, salah satu penerjun payungnya tidak mengembang secara sempurna. Talinya membelit, sehingga tidak bisa dikendalikan. Kemudian jatuh di rumah warga dan terluka parah," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama TNI Dwi Badarmanto, ketika dikonfirmasi di Pangkalan Udara Utama TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis.


Dua Penerjun TNI AU Tewas Saat Latihan

Satu orang penerjun lain, parasutnya sudah sempurna namun ketika mendarat ada angin besar dan terbentur. Keduanya, dilarikan ke RS TNI AU Esnawan Antariksa, di dalam kompleks militer itu.


Jelang Batas Hari Terakhir, Keluarga Harap Pemerintah Bebaskan 10 Sandera Abu Sayyaf


H-1 menjelang batas waktu pembayaran tebusan bagi 10 orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang disandera militan Abu Sayyaf membuat keluarga para korban merasa tertekan.

Mereka berharap, pemerintah Indonesia dapat menyelamatkan nyawa anggota keluarga mereka yang kini disandera gerilyawan dari Filipina Selatan itu.


Jelang Batas Hari Terakhir, Keluarga Harap Pemerintah Bebaskan 10 Sandera Abu Sayyaf

Seperti diketahui, batas akhir pembayaran tebusan yang dituntut oleh kelompok gerilyawan Abu Sayyaf jatuh pada Jumat 8 April 2016. Tidak adanya kabar tebusan dan pembebasan sandera membuat keluarga korban sangat tertekan.

Roslian, ibunda Rinaldi, salah seorang sandera Abu Sayyaf tampak terus menangis, dan tidak bisa tidur memikirkan nasib anak pertamanya yang telah disandera sejak 26 Maret 2016.


Nyi Ageng Serang, Panglima Perang Wanita dari Tanah Jawa


Nyi Ageng Serang bernama asli Raden Ajeng Kustiyah Wulaningsih Retno Edi lahir di Serang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah pada tahun 1762.

Beliau adalah putri bungsu dari Bupati Serang, Panembahan Natapraja yang menguasai wilayah terpencil dari kerajaan Mataram tepatnya di Serang yang sekarang wilayah perbatasan Purwodadi-Sragen.


Nyi Ageng Serang, Panglima Perang Wanita dari Tanah Jawa

Setelah ayahnya wafat, Nyi Ageng Serang yang juga salah satu keturunan Sunan Kalijaga menggantikan ayahnya.

Meski merupakan putri bangsawan, namun sejak kecil Nyi Ageng Serang dikenal dekat dengan rakyat. Setelah dewasa dia juga tampil sebagai salah satu panglima perang melawan penjajah.

Semangatnya untuk bangkit selain untuk membela rakyat, juga dipicu kematian kakaknya saat membela Pangeran Mangkubumi melawan Paku Buwana I yang dibantu Belanda.


Kamis, 07 April 2016

KASAL TNI AL Saat ini Memiliki 12 Unit Kapal Selam


TNI Angkatan Laut saat ini memiliki kapal selam sebanyak 12 unit. Alutsista itu, diparkir di wilayah Surabaya, Jawa Timur.

“Kita memang ada 12 kapal (selam), basenya di Surabaya, karena perkembangan kita bagi, dan menaruhnya di wilayah yang layak buat menaruh kapal selam,” ujar Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Ade Supandi di markas Brigif Marinir, Cilandak, Jakarta, Selasa (5/4/2016).


KASAL TNI AL Saat ini Memiliki 12 Unit Kapal Selam

Laksmana Ade menambahkan, TNI AL juga sedang mengembangkan Lantamal untuk tempat penyimpanan kapal selam. Namun, dia enggan merinci tempat sekaligus nominal yang digunakan untuk membangun tempat tersebut.


Negara Timur Tengah Tertarik Membeli Kapal Perang SSV Buatan PT. PAL


Salah satu negara di wilayah Timur Tengah tertarik memesan kapal perang buatan Indonesia sehingga telah mengirim utusan untuk bernegoisasi jenis kapal yang dipesan, kata Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) M Firmansyah Arifin.

"Mereka sudah mengirimkan pangerannya ke sini, dan hanya tinggal menunggu persetujuan rajanya. Kira-kira mereka akan memesan empat unit kapal perang jenis "Strategic Sealift Vessel" (SSV)," ucap Arifin di Surabaya, Selasa.


Negara Timur Tengah Tertarik Membeli Kapal Perang SSV Buatan PT PAL

Arifin menjelaskan, kapal perang jenis SSV yang merupakan pengembangan dari kapal pengangkut "Landing Platform Dock" (LPD) merupakan kapal perang yang sebelumnya dipesan oleh Kementerian Pertahanan Filipina.

"Mereka memesan seperti yang dipesan oleh Filipina, namun lebih besar dan bisa mengangkut empat helikopter sekaligus. Kalau SSV yang dipesan Filipina hanya bisa mengangkut dua helikopter," katanya.


100 Personel Kepolisian RI Ikuti Uji Kompetensi Penyidik


Sebanyak 100 personel Polri akan mengikuti uji kompetensi penyidik dan penyidik pembantu pada 12-14 April 2016.

"Semua yang ikut uji kompetensi itu berasal dari direktorat di lingkungan Bareskrim Polri. Sesegera mungkin juga akan ditingkatkan hingga di tingkat reserse kewilayahan sehingga ke depan akan muncul penyidik-penyidik yang khusus dan spesial," kata Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Komisaris Jenderal Polisi Polisi Anang Iskandar melalui siaran pers, Rabu (6/4/2016).



Menurut dia, kompetensi itu untuk mencetak penyidik bersertifikasi atau memiliki standarisasi. “Standarisasi ini menanggapi laporan dan keluhan dari masyarakat yang diterima selama ini oleh kepolisian,” kata Anang.


Selasa, 05 April 2016

Menko Polhukam Prediksi Teroris Santoso Tertangkap Mei


Menteri Koordinator Bidang Hukum Politik dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, terduga teroris sekaligus pimpinan Mujahidin Indonesia Timur Abu Wardah alias Santoso diprediksi bakal tertangkap akhir Mei mendatang. Hal ini, menurut dia, bukan target atau instruksi bagi tim gabung Kepolisian dan TNI dalam operasi Tinombala yang sudah dimulai sejak Januari lalu.

Menko Polhukam Prediksi Teroris Santoso Tertangkap Mei

"Tak pernah ada yang tahu berapa lama operasi ini," kata Luhut di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Selasa, 5 April 2016.

Menurut mantan Komandan Grup 3 Sandhi Yudha Komando Pasukan Khusus ini, prediksi penangkapan Santoso didasarkan pada perkembangan pengejaran terakhir terhadap kelompok yang sudah bertahun-tahun berada di Poso tersebut. Kelompok Santoso dikabarkan telah terpecah jadi tiga kelompok dalam radius 5x5 kilometer usai penyerbuan ke pegunungan Tinombala.


Kelompok teroris Santoso melemah dan terpecah menjadi tiga


Kelompok teroris Santoso atau kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso, Sulawesi Tengah kini sudah melemah dan terpecah menjadi tiga kelompok, kata Menteri koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan.

"Pengejaran masih terus berlangsung, sekarang mereka sudah terpecah jadi tiga kelompok, kita harap secepatnya selesai," kata Luhut seusai acara  Pemantapan Kepala Lapas dan Rutan Seluruh Indonesia di Jakarta, Selasa.



Luhut mengatakan pengejaran pasukan gerilya bukanlah pekerjaan yang mudah, sehingga pemerintah tidak dapat memastikan kapan pengejaran itu berakhir.

"Kita tak tahu berapa lama pengejaran ini berlangsung, tetapi kita ingin secepatnya," kata Luhut.


Selamatkan WNI Militer Filipina Turunkan Tiga Batalion Kepung Abu Sayyaf


Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pasukan militer Filipina telah mengepung kelompok Abu Sayyaf.

Luhut berharap, pengepungan tersebut dapat berimbas positif terhadap bebasnya 10 warga negara Indonesia yang disandera oleh kelompok tersebut.


Selamatkan WNI Militer Filipina Turunkan Tiga Batalion Kepung Abu Sayyaf

"Tiga batalion diturunkan (militer Filipina). Namun, itu urusan merekalah karena konstitusi dia bilang tidak boleh tentara asing masuk," ujar Luhut di kantornya, Selasa (5/4/2016).

Pemerintah Indonesia, lanjut Luhut, juga akan mengirimkan dua perwira Pasukan Komando Khusus (Kopassus) untuk asistensi pergerakan militer Filipina.

"Peran mereka memberikan asistensi karena kan yang disandera orang Indonesia. Banyak itu pasukan khusus kita yang profesional," ujar dia.


Senin, 04 April 2016

Amerika - Indonesia Akan Hilangkan Semua Uranium Yang Diperkaya


Pada KTT Keamanan Nuklir 2016, Amerika Serikat mengumumkan komitmennya untuk menghilangkan semua uranian yang sangat diperkaya (HEU) dari Indonesia.

Pengumuman itu dikutip Sindonews Sabtu (2/4/2016) dari situs resmi Gedung Putih (whitehouse.gov). Washington mengklaim kedua negara berniat untuk melanjutkan upaya bersama mereka untuk menghilangkan semua HEU yang tersisa di Indonesia pada bulan September 2016.


Amerika - Indonesia Akan Hilangkan Semua Uranium Yang Diperkaya


Setelah menyelesaikan upaya ini, Indonesia akan menjadi negara ke-30 ditambah Taiwan yang akan dinyatakan bebas HEU. “Ini merupakan prestasi yang sangat signifikan, karena seluruh Asia Tenggara akan bebas dari HEU,” tulis pihak Gedung Putih.


Minggu, 03 April 2016

Panglima TNI : 10 WNI Yang DI Sekap Abu Sayyaf Sehat-Sehat Saja


Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, menyatakan, kondisi 10 WNI yang disandera kelompok milisi Abu Sayyaf, dalam keadaan sehat-sehat saja, dan masih berada di Filipina.

"Dari informasi pemerintah Filipina, sampai saat ini 10 WNI yang disandera masih dalam keadaan sehat," kata Nurmantyo, di Mataram, NTB, Sabtu. 


Panglima TNI  10 WNI Yang DI Sekap Abu Sayyaf Sehat-Sehat Saja

Dia dalam kunjungan kerja di NTB, dan didampingi Kepala Staf TNI AD, Jenderal TNI Mulyono, dan Gubernur NTB, M Zainul Majdi.

Dia menegaskan, TNI siap memberikan bantuan apabila ada permintaan dari pemerintah Filipina dalam menangani penyanderaan oleh gerombolan Abu Sayyaf. Namun, semua itu tergantung dari Filipina.