Sabtu, 15 Juni 2013

Tahun 2014 TNI AU akan diperkuat dengan 88 Pesawat Baru


TNI Angkatan Udara (AU) menargetkan penambahan 88 pesawat tempur, angkut, dan latin, pada 2014. Pesawat-pesawat tersebut akan melengkapi alat utama sistem pertahanan (alutsista) yang sudah ada.

SU-35 BM

“Pesawat yang akan datang di antaranya T50 dan pesawat latih Grop,” ungkap KSAU, Marsekal TNI IB Putu Dunia.

Sementara untuk pesawat tempur adalah F16, Sukhoi, dan Super Tucano dan pesawat jenis angkut, yakni CN295, Hercules, serta pesawat rotor atau helikopter.


Indonesia Butuh Minimal 9 Kapal Selam


Negara kepulauan seperti Indonesia selayaknya mempunyai minimal sembilan kapal selam untuk menjaga kedaulatan wilayah perairannya. Erzi Agson Gani, Deputi Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun, mengatakan terdapat sembilan selat sebagai pintu keluar masuk dari dan ke perairan Indonesia sehingga seharusnya ada sembilan kapal selam yang mengawal selat-selat tersebut.

Indonesia Butuh Minimal 9 Kapal Selam
KRI Nanggala 402

Pada saat ini, alat utama sistem persenjataan (alutsista) jenis kapal selam milik Indonesia hanya satu unit yang siap beroperasi. "Sembilan corong atau selat itu hanya dijaga satu unit kapal selam yang operasional. Itu sangat tidak ideal," kata Erzi di sela-sela Forum Komunikasi Litbang Pertahanan ke-24 di kantor pusat PT PAL Indonesia (Persero), Kamis, 13 Juni 2013.


Malaysia dan Indonesia Berpacu Membuat Pesawat Tempur


Perancis menawarkan pembuatan pesawat tempur Rafale di Malaysia, jika negara Jiran itu mau memilih Rafale sebagai pesawat tempur baru mereka. “Kami mempertimbangkan jalur perakitan di Malaysia”, ujar pimpinan eksekutif Dassault Aviation , Eric Trappier, saat diwawancarai lewat telepon dalam ajang Langkawi Air Show, Malaysia.


Saat ini Malaysia sedang mencari 18 pesawat tempur untuk menggantikan Mig 29 Rusia, dengan tiga alternatif:  Eurofighter, F-18  dan  Gripen,  produksi Saab Swedia.

Malaysia memiliki beberapa perusahaan terkait industri dirgantara. Antara lain CTRM, Composites Technology Research Malaysia. CTRM merupakan suplier beberapa komponen untuk sayap pesawat Airbus A320 Series. Sekitar 20 persen wing surface dari Airbus A320 merupakan produksi CTRM. Produk mereka untuk A320 antara lain: Moveable fairing, over wing panels, a320 spoilers, under wing, a320 fix fairing dan beberapa lainnya. CTRM juga penyuplai beberapa composites aero structures untuk pesawat Airbus A380, serta Airbus A400M Militer.


Jumat, 14 Juni 2013

Kelompok Radikal Poso Kuasai Banyak Senjata


Puluhan senjata dan ratusan amunisi masih dikuasai kelompok garis keras pimpinan Santoso yang bersembunyi di sekitar Gunung Koroncopu. Persenjataan ini antara lain didatangkan dari Moro, Filipina, yang merupakan senjata sisa konflik atau yang direbut dari aparat. Senjata sisa konflik juga diduga masih disimpan warga.

Personel TNI dengan senjata lengkap bersiaga di ujung Dusun Tamanjeka, Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Rabu (7/11/2012). Sebanyak 200 personel gabungan TNI Polri selama tiga hari menyisir pegunungan Kalora untuk mencari sejumlah terduga teroris dan bahan-bahan peledak yang diduga masih disembunyikan. KOMPAS/AGUS SUSANTO

Sebelumnya, polisi membeberkan barang bukti berupa senjata api rakitan dan organik, amunisi, bom rakitan berbagai jenis, dan peralatan lain yang lazim digunakan dalam perang atau latihan perang, yang diduga milik kelompok Santoso. Senjata-senjata tersebut ditemukan saat penyisiran di Gunung Koroncopu.


Nigeria inginkan kerja sama industri pertahanan dengan Indonesia


Duta Besar Nigeria untuk Indonesia Abdul Rahman Sallahdeen menyampaikan keinginan negaranya melakukan kerja sama dalam industri pertahanan, terutama dengan The Nigerian Defence Industry (DICON), dan sejumlah sektor prospektif lainnya seperti pertanian, telekomunikasi, dan konstruksi.

Direktur Afrika Kementrian Luar Negeri RI Lasro Simbolon berjabat tangan dengan Dubes Nigeria untuk Indonesia Abdul Rahman Sallahdeen usai dialog mengenai kerjasama Indonesia-Nigeria di Sentul, Bogor, Kamis (13/6). Indonesia menilai Afrika sebagai benua dengan segudang peluang bisnis. (Antaranews/Benny S Butarbutar )
Direktur Afrika Kementrian Luar Negeri RI Lasro Simbolon berjabat tangan dengan Dubes Nigeria untuk Indonesia Abdul Rahman Sallahdeen usai dialog mengenai kerjasama Indonesia-Nigeria di Sentul, Bogor, Kamis (13/6). Indonesia menilai Afrika sebagai benua dengan segudang peluang bisnis. (Antaranews/Benny S Butarbutar )

"Nigeria menyambut baik berbagai kerja sama yang erat dalam sektor manufaktur militer yang potensial ini. Kami mengharapkan pihak swasta Indonesia dan komunitas bisnis lainnya ikut menanamkan modalnya baik di sektor `up-stream` dan `down stream`," kata Dubes di Sentul, Bogor, Kamis.

Abdul Rahman Sallahdeen mengemukakan hal itu pada acara "Round Table Discussion on Updates of Economic Opportunities and Potentials in Nigeria" sebagai persiapan untuk menyambut kedatangan Menlu Nigeria dan komunitas bisnis negara tersebut ke Indonesia pertengahan Juli mendatang.


Membedah Pesawat CN-295 Buatan PT. Dirgantara Indonesia


PT Dirgantara Indonesia (PTDI ) bersama Airbus Military (AM) bekerjasama mengembangkan pesawat generasi terbaru dari CN235 yakni CN295. Pesawat yang masih diproduksi di markas AM Spanyol ini nantinya akan diproduksi dan dipasarkan oleh PTDI di Bandung, Jawa Barat.

Membedah Pesawat CN-295 Buatan PT. Dirgantara Indonesia

Bahkan untuk pasar Asia Pasifik akan ditangani oleh perusahaan plat merah tersebut. Mau tahu penampakan dan isi dari pesawat yang mulai dilepas seharga US$39 juta atau setara Rp 384,38 miliar ini.


PTDI Lanjutkan Pengembangan Produksi Jet Tempur IFX/KFX


PT Dirgantara Indonesia (PTDI) melanjutkan pengembangan jet tempur hasil kerjasama dengan Kementerian Pertahanan Korea Selatan. Pengembangan jet tempur bernama Korea Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment (KFX/IFX) ini sebelumnya sempat terhenti sementara.

PTDI Lanjutkan Pengembangan Produksi Jet Tempur IFX/KFX

Dalam rencana ini, PTDI tengah membangun fasilitas enjineering untuk jet tempur KFX/IFX di pabriknya yang terletak di Bandung, Jawa Barat.

"Saat ini PTDI sedang mempersiapkan diri memasuki tahap kedua, yaitu Engineering Manufacturing Development pengembangan pesawat tempur IFX/KFX, karena dari 72 teknologi baru yang diterapkan masih 30 item yang harus disiapkan," ucap keterangan pers Dirgantara Indonesia seperti dikutip detikFinance, Jumat (14/6/2013).


Menhan: Polisi Bisa Libatkan Tentara Untuk Mengusut Kasus Penculikan


Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan pemerintah menjamin semua keamanan warga negara asing. Namun demikian, dia juga mengingatkan semua warga asing untuk bertindak secara hati-hati. 

Menhan: Polisi Bisa Libatkan Tentara Untuk Mengusut Kasus Penculikan
ilustrasi

Demikian kata Purnomo ketika menghadiri perayaan ulang tahun ke-87 Ratu Inggris, Elizabeth II, yang diselenggarakan di Hotel Shangri-La pada Kamis malam, 13 Juni 2013. Komentar Purnomo ini terkait kasus penculikan seorang warga Inggris baru-baru ini oleh gerombolan bersenjata di Aceh Timur. Pria bernama Malcolm Primrose itu Kamis kemarin telah dibebaskan.

Menurut Purnomo hingga saat ini proses pengungkapan kasus penculikan masih dalam ranah kepolisian. TNI tidak dapat terlibat terlalu banyak, kecuali diminta.


5 Negara Minati CN-295 Buatan PT DI


Lima negara ASEAN menyatakan tertarik dan minat terhadap pesawat CN-295 buatan PT Dirgantara Indonesia. Hal itu dikatakan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di Kementerian Pertahanan, Rabu 12 Juni 2013.

5 Negara Minati CN-295 Buatan PT DI
Pekerja menyelesaikan pembuatan pesawat di hanggar PT.Dirgantara Indonesia, Bandung
Kelima negara itu yakni Philipina, Vietnam, Myanmar, Malaysia, dan Thailand. Menurut Sjafrie, itu merupakan hasil dari kegiatan roadshow-nya yang telah mendapatkan respon konkrit.

"Khusus introduksi pesawat CN-295 telah diperoleh minat dari lima negara untuk Angkatan Udara dan Kepolisian," kata Sjafrie.

Menurut Sjafrie, CN-295 dapat digunakan untuk operasi kemanusiaan dan kepentingan militer. Pesawat buatan tanah air ini dibandrol seharga US$ 30 juta.


Proyek Jet Tempur IFX/KFX Indonesia-Korea Selesai 2020


Wakil Menteri Pertahanan, Letnan Jenderal (Purn) Sjafrie Sjamsuddien, Kamis 13 Juni 2013, menyatakan program pesawat tempur IFX/KFX yang sudah berjalan 18 bulan dan melibatkan seluruh komponen bangsa harus terus berjalan secara berkelanjutan.

Proyek Jet Tempur IFX/KFX Indonesia-Korea Selesai 2020

Pemerintah dan Komisi I DPR hari ini melakukan Rapat Dengar Pendapat di kantor PTDI di Bandung. Dalam rapat tersebut, dibahas kelanjutan proyek pesawat tempur Indonesia-Korea Selatan. Kemenhan menggandeng Defense Industry Cooperation Committe (DICC) dalam membangun jet tempur.

Menurut Sjafrie, program pesawat tempur PTDI yang bekerjasama dengan pemerintah Korea Selatan ini harus selesai pada tahun 2020, sehingga siapapun yang akan menjadi presiden yang akan datang harus memiliki komitmen melanjutkan program ini.


Kamis, 13 Juni 2013

Adu Kuat Militer Indonesia dan Malaysia Versi Global Firepower


Lembaga analisis militer, Global Firepower, melansir daftar negara-negara dengan kekuatan perang terbesar di dunia. Dari 68 negara yang disurvei, Indonesia berada di peringkat 15.


Dikutip dari laman Globalfirepower, Kamis, 13 Juni 2013, kekuatan militer Indonesia saat ini tidak hanya didesain untuk melawan teroris dalam negeri. Namun, sanggup untuk melawan serangan dari invasi negara lain.

Indonesia berada di peringkat 15 dengan power index sebesar 0,76. Kekuatan personel aktif mencapai 438.410 orang, dengan nilai kekuatan kendaraan lapis baja 400, nilai kekuatan pesawat militer 444, dan nilai kekuatan helikopter 187.


Panglima TNI Ujicoba Dua KAL-28 di Teluk Jakarta


Panglima Tentara Nasional Indonesia  Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., melaksanakan ujicoba (sea trial) dua kapal patroli KAL-28 yaitu KAL Sinabang dan KAL Sengiap yang merupakan produksi galangan kapal P.T. Tesco Indomaritim, Babelan, Bekasi, di perairan Teluk Jakarta, Kamis (13/6).

Panglima TNI Ujicoba Dua KAL-28 di Teluk Jakarta

Kedua KAL-28 yang membawa rombongan Panglima TNI tersebut, bertolak dari Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) menuju perairan Teluk Jakarta dan melaksanakan ujicoba selama satu jam.


Masa Depan Dunia Akan dikendalikan Robot Pembunuh ..?


Ada yang tak biasa di ruang sidang Dewan HAM PBB di Jenewa, Swiss, pada 30 Mei lalu. Kali ini rapat tak membahas rapor hak asasi manusia negara-negara tertentu.  Rupanya ada satu isu menarik: soal robot pembunuh.

Masa Depan Dunia Akan dikendalikan Robot Pembunuh ..?

Hari itu, seorang pengacara asal Afrika Selatan, Christof Heyns, didapuk pimpinan sidang untuk bicara. Heyns adalah juga Pelapor Khusus PBB untuk masalah eksekusi mati ekstra yudisial, sepihak, dan sewenang-wenang.

Tapi Heyns tak menyinggung ihwal serdadu dari rezim bengis yang doyan menghabisi nyawa. Yang diungkapkannya adalah potensi mesin pembunuh pintar yang kejam, atau robot pembunuh. Heyns menyebutnya Lethal Autonomous Robots (LARs), atau robot otonom mematikan.


Kasau : Kekuatan Udara Sangat Menentukan Kemenangan


PEMAHAMAN teknologi dirgantara sangat berkembang, para perwira harus mengikut perkembangan tersebut, karena kekuatan udara sangat menentukan dalam memenangkan peperangan atau pertempuran baik secara langsung atau dibantu angkatan lain.


Demikian dikatakan Kasau Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia dalam pembekalannya kepada seratus Perwira Siswa Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara (Pasis Sekkau) Angkatan ke-93 di Kampus Sekkau Halim Perdanakusuma. Rabu (12/6).

Ditekankan Kasau, pertama para perwira harus ikuti selalu kemajuan tehnologi dan jangan biarkan selalu menjadi pengguna, ikuti perkembangan air power serta hukum udara, kedua bahwa kondisi lingkungan startegis  di beberapa negara mengalami permasalah hubungan, kondisi ini memerlukan perhatian bersama.


Program Kapal Selam Indonesia Butuh Payung Hukum


MENTERI Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, menyatakan Indonesia segera membangun infrastruktur pembuatan kapal selam di Surabaya melalui PT PAL.

"Rencananya infrastruktur pembuatan kapal selam akan dibuat di Surabaya melalui PT PAL. Karena itu, dibutuhkan infrastruktur untuk pembangunan kapal selam," kata Menhan sekaligus Ketua KKIP usai Sidang ke sembilan KKIP "Membangun Sinergitas Menuju Kemandirian Industri Pertahanan", di Kantor Kemhan, Jakarta, Selasa.



Paling lambat, kata Menhan, dalam dua hingga tahun ke depan, diharapkan Indonesia sudah memiliki infrastruktur industri pembuatan kapal selam.

Dijelaskannya, dalam sidang ke sembilan KKIP juga dibahas mengenai dijadikannya pembangunan infrastruktur kapal selam dan jet tempur sebagai proyek nasional.


Batalyon Perancis Akui Indobatt Sebagai Kontingen Tangguh di Lebanon


Satgas Indobatt (Indonesian Battalyon) Kontingen Garuda (Konga) XXIII-G/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) dan FCR (Force Commander Reserve) Batalyon Perancis menggelar Latihan Operasi Bersama di sekitar AOR (Area of Responsibility) Indobatt, Lebanon Selatan. 

Batalyon Perancis Akui Indobatt Sebagai Kontingen Tangguh di Lebanon

Kegiatan latihan bersama selama 4 hari mulai tanggal 11-14 Juni 2013, diantaranya meliputi patroli bersama, olahraga bersama serta display senjata dan kendaraan.

Dansatgas Konga XXIII-G/UNIFIL Letkol Inf Lucky Avianto mengatakan, suatu kepercayaan dan penghargaan bagi Satgas Indobatt karena FCR telah memilih sebagai rekan dalam melakukan latihan bersama ini.


Rabu, 12 Juni 2013

Ini penyebab belasan penerjun TNI dan tentara Malaysia Nyasar


Belasan personel TNI dan Angkatan Tentera Malaysia (ATM) mendarat jauh dari Lapangan Benteng, Medan yang menjadi lokasi pendaratan. Para penerjun umumnya terdorong ke arah timur dari pusat Kota Medan.

Ini penyebab belasan penerjun TNI dan tentara Malaysia Nyasar

Penyebab melesetnya pendaratan terjun payung para personel TNI dan tentara Malaysia itu diperkirakan karena cuaca tidak mendukung. Sebab menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), penerjunan itu terjadi saat angin bertiup kencang.

"Anginnya memang bertiup kencang, arahnya dari barat," kata Mega Sirait, Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Bandara Polonia Medan, Rabu (12/6).


KSAD wacanakan peningkatan persenjataan Kopassus


Persenjataan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) akan dibenahi guna meningkatkan profesionalisme prajurit. Sebab, pengabdian Kopassus selama ini telah sampai kancah internasional.


Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Moeldoko mengatakan, pihaknya sudah mendiskusikan mengenai kemungkinan dilakukannya pembenahan persenjataan khusus bagi Kopassus.

“Ada beberapa senjata yang akan dibenahi," ucapnya usai menerima brevet kehormatan di Markas Kopassus (Makopassus), di Cijantung, Jakarta Timur, Selasa (11/6/2013).

Untuk diketahui, selama ini Kopassus memang menggunakan berbagai jenis senjata khusus. Banyak dari senjata itu tidak dipakai oleh satuan lain di luar pasukan elit TNI.


Indonesia Akan Miliki Satu-satunya Ahli Nuklir di Dunia


Dalam waktu dekat Indonesia akan memiliki satu-satunya ahli nuklir di dunia yang menerapkan pengayaan uranium dengan teknologi rendah.

Indonesia Akan Miliki Satu-satunya Ahli Nuklir di Dunia

"Indonesia akan punya ahli nuklir satu-satunya yang berhasil dalam pengayaan nuklir teknologi rendah. Pak Dokter Yudi Utomo menjadi satu-satunya ahli nuklir di dunia yang bisa menerapkan pengayaan uranium berteknologi rendah," ujar Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan saat menjadi pembicara seminar "Manajemen Bisnis Keluarga 2013 : Old Style vs New Style" di Universitas Atmajaya, Jakarta, Selasa (11/6).

Lebih lanjut Dahlan katakan sebenarnya ada beberapa negara produsen reaktor nuklir, seperti Kanada, Belgia, dan Belanda yang sudah menerapkan teknologi uranium untuk pengobatan, namun masih menggunakan teknologi tinggi.


Mengenaskan, Alur Laut Indonesia “Diatur” Negara Lain


Sebagian besar wilayah Indonesia adalah laut. Ironisnya, kesadaran pemerintah untuk menjaga kedaulatan dan potensi laut sangat minim.

“Boleh dikatakan kesadaran maritim Indonesia itu hampir nol, “ujar Laksamana Muda (pur) Robert Mangindaan, mantan penasihat militer Indonesia untuk PBB dalam seminar yang diadakan program Paska Sarjana Kajian Stratejik Intelijen Universitas Indonesia di UI Salemba, Jakarta kemarin (12/06).



  
Robert adalah pensiunan intelijen TNI Angkatan laut yang juga pernah berkarir di Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI.
Selain Robert, pemateri lainnya adalah Andi  Widjajanto Phd, staf pengajar Kajian Stratejik Intelijen UI dan Melda Kamil Ariadno Phd pakar hukum laut UI.
  


Indonesia Segera Bangun Infrastruktur Pembuatan Kapal Selam


Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, menyatakan Indonesia segera membangun infrastruktur pembuatan kapal selam di Surabaya melalui PT PAL.

 
"Rencananya infrastruktur pembuatan kapal selam akan dibuat di Surabaya melalui PT PAL. Karena itu, dibutuhkan infrastruktur untuk pembangunan kapal selam," kata Menhan sekaligus Ketua KKIP usai Sidang ke sembilan KKIP "Membangun Sinergitas Menuju Kemandirian Industri Pertahanan", di Kantor Kemhan, Jakarta, Selasa.

Paling lambat, dalam dua hingga tahun ke depan, diharapkan Indonesia sudah memiliki infrastruktur industri pembuatan kapal selam, katanya.


Pesawat CN 295 Unjuk Kemampuan


Pesawat TNI AU keluaran terbaru jenis CN 295 memiliki kemampuan lepas landas dan mendarat dilandasan pendek. Hal itu dibuktikan saat pesawat hasil kerjasama antara PT Dirgantara Indonesia dengan Airbus Military, Spanyol itu melakukan uji coba landasan Lanud Wiriadinata kemarin. Dari panjang landasan 1200 meter, CN 295 hanya butuh 600 meter untuk melaju dan mengangkat badan pesawat membumbung ke udara.


”Pesawat ini baru datang Bulan Oktober 2012. Sekarang diuji coba untuk masuk disemua landasan yang pendek, termasuk di Lanud Wiriadinata ini. Karena salah satu keunggulan pesawat ini (CN 295) bisa take off dilandasan pendek meskipun badannya cukup panjang,” ungkap sang pilot CN 295, Letnan Kolonel Pnb Elistar Silaen, dari Skadron Udara II Wing I Halim Perdana Kusumah, beberapa saat setelah landing di Lanud Wiriadinata, Selasa (11/6).


Jet Terkena Serpihan Helikopter, Wakapolri Naik Pesawat Umum


Pesawat jet yang dinaiki Wakapolri Komjen Pol Nanan Soekarna terkena serpihan helikopter latih milik TNI AD yang jatuh pada Selasa (11/6/2013). Helikopter tersebut jatuh dengan jarak sekitar 30 meter dari pesawat yang ditumpangi Wakapolri.


Serpihan itu mengenai bagian depan sebelah kanan pesawat hingga membuat lubang dengan diameter sekitar 30 cm. Akibatnya, pesawat jet milik Polri belum bisa dioperasikan sehingga Wakapolri harus kembali ke Jakarta menggunakan pesawat umum. Informasi tersebut disampaikan Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Elan Subilan saat ditemui di Mapolsek Semarang Tengah.


Heli Latih Kembali Jatuh di Lanumad Ahmad Yani Semarang


HELIKOPTER latih milik Pusat Pendidikan Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad) Semarang jenis Hughes 300c, mengalami kecelakaan (crash landing) di taxi way Pangkalan Udara Utama TNI AD (Lanumad) Ahmad Yani Semarang, Selasa (11/6) pagi sekitar pukul 08.30 WIB. Akibat kejadian itu, kondisi heli rusak berat dan dua orang yakni istruktur dan siswa mengalami luka ringan.


Kasipam Lanumad Ahmad Yani Semarang, Mayor Tony Syafrudin mengatakan, sebelum kejadian pesawat heli berwarna merah itu telah terbang dan berputar-putar. Kemudian, tiba-tiba pesawat jatuh tanpa disertai ledakan. "Kejadian sebelum hujan. Saat itu heli sudah turun ke runway mau menjemput siswa latihan berikutnya, lalu tiba-tiba terjatuh," kata Tony kepada wartawan di area Lanumad Ahmad Yani.


TNI AL Dukung Ekspedisi Bhakti Kesra


TNI Angkatan Laut mengerahkan satu kapal perangnya yakni Landing Platform Dock (LPD) KRI Banda Aceh-593 guna mendukung pelaksanaan Ekspedisi Bhakti Kesra Nusantara (Bhakesra) tahap I tahun 2013.

Menko Kesra Agung Laksono, Selasa (11/6), melepas pemberangkatan ekspedisi tersebut dalam suatu upacara, di dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta.


TNI AL Dukung Ekspedisi Bhakti Kesra

Dalam ekspedisi ini, TNI AL mendukung untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang tinggal di pulau-pulau terpencil dengan menggunakan Kapal Perang RI. Hal ini mengingat lokasi yang menjadi sasaran sulit dijangkau dengan transportasi darat maupun udara.

Ekspedisi Bhakesra tahun 2013 ini merupakan salah satu kegiatan dari Sail Komodo 2013. Kegiatan ini merupakan lintas sektoral dan pelaku terdiri dari pemerintah, Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB), organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, organisasi profesi, BUMN dan dunia usaha. Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pulau-pulau terpencil dan terdepan (perbatasan).


Selasa, 11 Juni 2013

Pagu Anggaran Kemhan Tahun 2014 Sebesar Rp 80.5 Trilyun


Komisi I DPR RI dapat menerima penjelasan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro soal pagu indikatif Kemhan Tahun 2014 sebesar Rp 80.497.980.000.000 (delapan puluh triliun empat ratus sembilan puluh tujuh miliar sembilan ratus delapan puluh juta rupiah.)

Pagu Anggaran Kemhan Tahun 2014 Sebesar Rp 80.5 Trilyun


"Komisi I juga dapat menerima usulan tambahan anggaran yang di ajukan Kemhan/TNI sebesar Rp 8.730.522.000.000," ujar Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq, menceritakan hasil raker Komisi I dengan Menhan dan Panglima TNI membahas Perubahan APBN 2013 dan RAPBN 2014 yang dilakukan secara tertutup, Senin (10/6).


Roket dan Pesawat Tanpa Awak Made in Indonesia akan Dipamerkan di Monas


Putra-putri Indonesia sudah mampu membuat produk-produk canggih seperti roket ringan, pesawat tanpa awak dan satelit. Rencananya produk-produk itu akan mulai diluncurkan akhir bulan ini.

Roket dan Pesawat Tanpa Awak Made in Indonesia akan Dipamerkan di Monas

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Gusti Muhammad Hatta menyebutkan, beberapa ahli di lembaga negara dan BUMN telah memampu menciptakan produk canggih tersebut, dan dinilai tak kalah dengan negara-negara lain.

"Saya berharap ini kita mau memperingati Harteknas (Hari Kebangkitan Teknologi Nasional), cuma launching-nya bulan Juni. Nanti saya akan tampilkan juga. Roket, satelit, kemudian pesawat tanpa awak. Itu kita akan tonjolkan, kita juga bisa buat itu," kata Gusti saat ditemui di Gedung Badan Standarisasi Nasional, Jakarta, Selasa (11/6/2013).


KSAD: 11 Kopassus penyerang Cebongan harus diberi dukungan


Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Moeldoko mengajak seluruh prajurit Kopassus untuk memberikan dukungan moril terhadap rekannya yang terlibat masalah kasus penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Yogyakarta. Hal ini disampaikan KSAD di hadapan ratusan anak buahnya.

KSAD: 11 Kopassus penyerang Cebongan harus diberi dukungan

"Pada kesempatan ini, saya mengajak mari kita berikan dorongan moril dan doa kepada rekan-rekan kita yang sedang menjalani proses hukum dalam kasus Cebongan," kata KSAD dalam upacara penyematan Brevet Komando Kehormatan Pasukan Khusus (Kopassus) di Makopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Selasa (11/6).

Sebagai prajurit ksatria, dukungan moril diberikan karena prajurit Kopassus yang terlibat telah menunjukkan sikap profesional dalam mengakui dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ia menegaskan, sikap ksatria harus menjadi semangat yang tidak pernah surut dalam mengukir pengabdian Korps Baret Merah.


Biaya Pembelian Helikopter Apache Dari Utang Luar Negeri


Hasil raker Komisi I dengan Menhan dan Panglima TNI membahas Perubahan APBN 2013 dan RAPBN 2014 yang dilakukan secara tertutup, Senin (10/6/13).

Biaya Pembelian Helikopter Apache Dari Utang Luar Negeri
Helikopter Apache
 
Komisi I DPR RI dapat menerima penjelasan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro soal pagu indikatif Kemhan Tahun 2014 sebesar 80 Triliyun lebih serta menerima usulan tambahan anggaran yang di ajukan Kemhan/TNI sebesar 8,7 Triliyun.

Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq menjelaskan, pihak Kemhan juga mengajukan tambahan anggaran khusus untuk pengadaan Helikopter Serang Apache beserta persenjataannya dan pesawat Hercules C-130 eks RAAF, Australia sebesar Rp 6 triliun, yang berasal dari dana on top atau pinjaman dari luar negeri.


Senin, 10 Juni 2013

Tentara AS-Indonesia Latihan Perang Bersama


Angkatan Darat Indonesia dan Amerika Serikat menggelar latihan perang bersama yang dimulai hari ini, 10 Juni 2013. Latihan gabungan ini adalah salah satu kemitraan kedua negara dalam upaya menjaga perdamaian di kawasan.

Pembukaan Latihan Gabungan Garuda Shield 2013

Latihan bernama sandi "Garuda Shield" ini dibuka di Markas TNI Infanteri 1 Kostrad Divisi di Depok, Jawa Barat, dan akan berlangsung selama 12 hari, dari tanggal 10 Juni hingga 21 Juni 2013.

Wakil Komandan Jenderal Tentara Garda Nasional AS di Pasifik (USARPAC), Gary M Hara, mengatakan mereka memboyong 312 personel untuk turut serta dalam latihan. Sementara dari Indonesia 300 personel.


Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri Tembak Mati Satu Orang Tersangka Terorisme


Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menembak mati satu orang tersangka kasus terorisme, Nudin alias Bondan, di Jalan Pulau Irian, Poso, Sulawesi Tengah, Senin (10/6/2013), sekitar pukul 16.00 Wita. Nudin terkait jaringan teroris di Poso, Bima, dan Jawa Tengah.

Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri Tembak Mati Satu Orang Tersangka Terorisme
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal (Pol) Boy Rafli Amar menunjukan foto pelaku bom bunuh diri, Selasa (4/6/2013). Aksi bom bunuh diri itu dilakukan di halaman Markas Polres Poso, Sulawesi Tengah, Senin (3/6/2013) pagi | KOMPAS.com/DIAN MAHARANI
lri Brigadir Jenderal (Pol) Boy Rafli Amar menerangkan, Nudin terlibat aksi perampokan atau fa’i untuk pendanaan teror bersama Abu Roban, pimpinan kelompok Mujahidin Indonesia Barat.

"Terlibat aksi terorisme fa’i bersama Abu Roban di Jawa Tengah dan menerima hasil fa’i sebagai penyuplai logistik terhadap kelompok Santoso," kata Boy di Jakarta, Senin.

Abu Roban merupakan teroris yang berperan khusus mengumpulkan dana untuk aksi teror. Abu Roban dan kelompoknya telah melakukan sejumlah aksi perampokan di berbagai lokasi. Sementara itu, Santoso disebut sebagai pimpinan pelatihan teror di Poso yang saat ini menjadi buron. Selain itu, Nudin juga terlibat sebagai pencarian logistik dan dana untuk kelompok Asmar dan Roy di Bima, Nusa Tenggara Barat.


TNI Berencana Beli Rudal Antitank Canggih dari Amerika Serikat


Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro berencana membeli peluncur rudal antitank dari Amerika Serikat. Pembelian senjata itu bertujuan meremajakan sistem alat pertahanan, khususnya di TNI Angkatan Darat. Purnomo menegaskan, rencana pembelian senjata itu dianggap telah sesuai kebutuhan. Meski tak menyebut jumlah, pembelian senjata itu akan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.

Javlin anti tank

Sebelum membeli alutsista tersebut, Indonesia akan memperoleh transfer teknologi. Personel TNI AD akan menerima pelatihan mengoperasikan sebelum senjata itu benar-benar dibeli. "Masih rencana. Ini sesuai dengan kebutuhan TNI AD, pemerintah akan meremajakan sistem alat pertahanan," kata Purnomo seusai menghadiri rapat bersama Komisi I DPR, di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (10/6/2013).


Demokrasi dan Kekerasan


Oleh Ikhsan Darmawan
Penulis adalah dosen Ilmu Politik FISIP UI

Lima belas tahun reformasi belum menunjukkan kemajuan berarti dalam demokrasi. Lembaga Economist Intelligence Unit (EIU), belum lama ini, merilis Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) 2012. Ada 165 negara dan 2 wilayah teritorial yang dinilai dalam riset hingga awal Desember 2012 lalu.

Demokrasi dan Kekerasan
sumber : antarafoto

Hasilnya, menurut laporan lembaga itu, Indonesia termasuk negara berkategori flawed democracy (demokrasi bercacat) di peringkat ke-53. Secara keseluruhan, peringkat Indonesia di bawah negara-negara Asia dan Afrika, seperti Korea Selatan, Cape Verde, Afrika Selatan, Taiwan, India, Jamaika, serta Trinidad dan Tobago.

Dari lima indikator, skor tertinggi ada pada kebebasan sipil (7,65) dan partisipasi politik (7,50). Indikator lain fungsi pemerintahan (6,92), proses pemilu dan pluralisme (6,76), serta kultur politik (5,63).


“CROSSDECK EXERCISE” Helikopter Lynx AH-11A Brazil pada KRI Diponegoro


Helikopter Angkatan Laut Brazil LYNX AH-11A, on board di KRI Diponegoro-365 dalam rangka serial latihan Cross Deck antara dua kapal perang unsur MTF, KRI Diponegoro-365 (Indonesia) dan BRNS Constituicao F-42 (Brazil) di Area of Maritime operation (AMO) Laut Mediterania, Lebanon.


Unjuk kebolehan pilot heli kedua negara tersebut ditunjukkan bersamaan dengan terbangnya kedua heli secara bersilang, dengan skenario BO-105 NV 409 (Indonesia) terbang dari KRI Diponegoro, melaksanakan landing di BRNS Constituicao. Sebaliknya Lynx AH-11A terbang dari BRNS Contituicao dan landing di KRI Diponegoro.

Kedua heli tersebut melaksanakan kegiatan tiga kali “touch and go“ dengan metode recovery yaitu satu kali IMC (Instruments Meteorological Condition) dengan SCA (Ship Control Approach) dan dua kali VMC (Visual Meteorological Condition).


2 terduga teroris berhasil ditangkap


Dua orang diduga teroris ditangkap petugas kepolisian. Terduga teroris itu masing-masing ditangkap di Makasar dan Poso Sulawesi Tengah.

2 terduga teroris berhasil ditangkap

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas), Brigjen Pol. Boy Rafli Amar menerangkan, penangkapan dua orang diduga terlibat dalam jaringan terorisme itu, Sabtu 8 Juni 2013.

"Penangkapan di dua tempat Makasar dan Poso. Dengan tersangka pelaku teror atas nama Fatih ditangkap pukul 19.30 WITA di Perumahan Permata Sudiang, Kecamatan Brinkinaya, Makassar," ungkap Boy melalui pesan tertulisnya kepada wartawan, Minggu (9/6/2013).


Bakorkamla Luncurkan Kapal Bintang Laut


Kepala Pelaksana Harian Badan Koordinasi Keamanan Laut atau Bakorkamla Laksamana Madya TNI Bambang Suwarto di Batam, Sabtu meluncurkan Kapal Negara Bintang Laut 4801 untuk mendukung kepentingan patroli.

  Bakorkamla Luncurkan Kapal Bintang Laut
 
"Ini merupakan yang pertama, kita membuat sendiri menggunakan biaya APBN," kata Bambang Suwarto seusai peluncuran.

Ia mengemukakan bahwa KN Bintang Laut 4801 buatan PT Palindo Marine Batam, merupakan kapal patroli Bakorkamla pertama yang didanai APBN. Sedang kapal-kapal Bakorkamla yang lain merupakan bantuan dari instasi lain.


Minggu, 09 Juni 2013

Teroris Medan - Sandera Perempuan Minta Dibarter dengan Satu Helikopter


 HARI kedua penyanderaan oleh jaringan Abdul Kemprut di Medan belum ada tanda-tanda penyelesiannya, bahkan semakin tegang. Setelah Teroris meminta dikirim makanan, dan disiapkan satu wartawan Internasional untuk meliput, maka ketegangan meredah, setelah permintaanya di penuhi.



Namun dua jam kemudian tepatnya jam 10 30 Wib, teroris kembali menelopon lagi negosiator untuk disiapkan puluhan ton solar untuk kapal yang dibajak yang berada di Belawan Medan dan minta disiapkan Helikopter di Hotel Arya Duta medan.

Teroris berjanji apa bila permintaan tersebut dipenuhi satu sandera perempuan akan di bebaskan. Setelah dipenuhi permintaan teroris maka satu jam kemudian satu sandera perempuan warga Negara Malaysia dibebaskan dalam keadaan sehat.