Keberadaan Detasemen Khusus (Densus) 88 anti-teror dalam Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) perlu dievaluasi secara menyeluruh, kata Wakil Ketua MPR, Lukman Hakim Saifuddin.
"Kapolri diminta serius menindaklanjuti tuntutan sejumlah ormas Islam yang menghendaki pembubaran Densus 88. Keberadaan Brimob sesungguhnya sudah memadai dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat," ujar Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP) itu di Jakarta, Sabtu.
Ia mengatakan, keberadaan Densus 88 anti-teror di tubuh Polri dinilai telah lama mengusik rasa keadilan masyarakat dengan berbagai tindakannya yang dinilai meresahkan masyarakat.
Tindakan Densus 88 berupa penembakan mematikan dalam memerangi terorisme, misalnya, dinilai dia telah melanggar hak asasi manusia.
"Prosedur yang mereka tempuh dinilai sudah terlalu sewenang-wenang. Di kalangan ormas Islam keberadaan Densus 88 itu sudah meresahkan," ujarnya.
Lukman menilai pula, sepak terjang Densus 88 dalam pemberantasan terorisme dinilai seringkali mengaitkan dengan agama Islam, dan menjadi stigma bagi umat Islam.
Hal itu, menurut dia, sangat merugikan dan mendiskreditkan keberadaan umat Islam.
Lukman mengemukakan hal ini berkaitan dengan sejumlah organisasi kemasyarakatan Islam mendesak Densus 88 anti-teror dibubarkan. (Antara)
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Sabtu, 02 Maret 2013
Densus 88 perlu dievaluasi menyeluruh
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Berita Populer
-
Daerah Papua kembali bergejolak dengan tewasnya 12 orang di Puncak Jaya. Wakil Ketua DPRD Papua Barat Jimmy Demianus Ijie mengatakan penyeba...
-
Rusia mengharapkan Indonesia kembali melirik pesawat tempur sukhoi Su-35, pernyataan ini diungkapkan Wakil Direktur "Rosoboronexport...
-
Pemerintah telah memilih jet tempur Sukhoi Su-35 buatan Rusia untuk menggantikan F-5 Tiger, yang akan dipensiunkan. Keputusan ini diambil se...
-
Keberhasilan Tim Alfa 29 TNI menembak mati pimpinan teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Santoso alias Abu Wardah dan rekannya Muchtar al...
-
Kalau dipikir-pikir, ada yang ganjil dengan armada bawah laut Indonesia. Saat ini TNI AL hanya memiliki dua kapal selam gaek namun harus m...
-
Kejutan menyenangkan datang di akhir tahun 2013 ini. Sejumlah pengadaan alutsista yang termaktub dalam MEF terus berlangsung, bahkan di perc...
-
Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono berang dituding komisioner Komnas HAM tidak pernah bekerja dan terkesan hanya tidur dalam mengatasi ko...
-
TNI Angkatan Laut saat ini memiliki kapal selam sebanyak 12 unit. Alutsista itu, diparkir di wilayah Surabaya, Jawa Timur. “Kita memang ada ...
-
Pemerintah Inggris dan Belanda tidak terima begitu mengetahui bangkai kapal perangnya yang tenggelam di Laut Jawa saat berlangsungnya Perang...
-
Perdebatan kiblat dari pembelian alutsista militer selama ini, menarik untuk dicermati. Kalau ditelaah semenjak kejadian embargo oleh USA da...


Densus harus dibubarkan. Kalau menggerebek teroris kemudian terbunuh saya kira semua orang juga bisa dan tidak perlu senjata lengkap. sayapun mampu, bahkan anak saya usia 8 tahun pun mampu kalau disuruh membunuh teroris. dasar polisi tidak punya pendidikan.
BalasHapusPolisi akhir-akhir banyak terbunuh sia-sia, ini membuktikan bahwa polisi menjadi target balas dendam teroris karena yang bisa menangkap dan membunuh teroris adalah polisi. Banyaknya polisi yang berkeliaran di jalanan membuat teroris dengan mudah membalas dan membunuh polisi.Seandainya pemerintah berpikir logis seharusnya teroris ditangani oleh TNI, sehingga teroris yang mau membalas dendam TNI harus pergi ke markas TNI baru bisa balas dendam, karena TNI tidak ada yang berkeliaran di jalan melainkan berpos di markasnya. untuk itu saya selaku tokoh pendidik menyarankan kepada pemerintah evaluasi kembali penanganan teroris di Indonesia apalagi pengalaman dan kemampuan polisi dalam hal menangani teroris sangat buruk contoh salah tangkap, salah tembak ini kan membuat keluarga korban menjadi benci sama polisi maka yang terjadi balas dendam di lampiaskan ke polisi.
BalasHapus