Militer Indonesia dikenal memiliki tradisi “gila” dalam berlatih, yakni latihan dopper. Latihan ini senyatanya bertujuan menguji nyali prajurit, mereka wajib merayap di lahan berlumpur dengan satu atau lebih pelatih menembaki kiri kanan mereka dengan peluru tajam.
“Tidak boleh ada keraguan atau kesalahan, harus merayap rata tanah, lurus dan jangan berhenti. Kalau berhenti, pelatih akan makin rajin menembaki di sekitarnya. Kalau sampai panik, malah bisa kena tembak. Sudah banyak korban dari latihan ini,” tutur Kapten Inf Ony Mulyanto, perwira Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AD saat Pameran Teknologi di Solo, Kamis (12/8).
Ony memaparkan, karena sifat latihan yang sangat berisiko, para peneliti senjata di TNI AD berupaya menciptakan senjata khusus untuk latihan dopper. “Sampai saat ini belum ada negara yang menciptakan senjata khusus itu, ya karena tidak semua negara punya tradisi dopper,” terangnya.
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Tampilkan postingan dengan label Senapan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Senapan. Tampilkan semua postingan
Selasa, 16 Agustus 2016
Litbang TNI AD Ciptakan Senapan "Dopper" Untuk Tembaki dan Uji Nyali Prajurit Komando
Label:
Industri Pertahanan,
Produk Nasional,
RISET,
Senapan,
TNI AD
Jumat, 10 Juni 2016
Senapan Subsonic SS2-V7 Pindad Akan gantikan MP7 Buatan Jerman
PT Pindad telah berhasil memproduksi senjata Subsonic untuk kebutuhan
tentara nasional Indonesia. Salah satu keunggulan senjata subsonic
adalah keberadaan penembak tidak bisa diketahui lawan. Tanpa suara
tiba-tiba musuh terjatuh.
Salah satu penggunaan senjata subsonic yaitu pada operasi Woyla yang dilakukan Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Saat ini pasukan khusus Angkatan Darat (AD) tersebut menggunakan MP5, senapan subsonic asal Jerman. Nantinya senapan subsonic ini akan digantikan oleh produksi PT Pindad.
Senjata subsonic buatan PT Pindad Persero adalah senapan SS2-V7 yang menggunakan peluru kaliber 5,56 mm. Untuk peluru, senjata subsonic menggunakan peluru khusus. Senapan juga tidak perlu dikokang saat akan menembak.
Salah satu penggunaan senjata subsonic yaitu pada operasi Woyla yang dilakukan Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Saat ini pasukan khusus Angkatan Darat (AD) tersebut menggunakan MP5, senapan subsonic asal Jerman. Nantinya senapan subsonic ini akan digantikan oleh produksi PT Pindad.
Senjata subsonic buatan PT Pindad Persero adalah senapan SS2-V7 yang menggunakan peluru kaliber 5,56 mm. Untuk peluru, senjata subsonic menggunakan peluru khusus. Senapan juga tidak perlu dikokang saat akan menembak.
Label:
Industri Pertahanan,
Pindad,
Produk Nasional,
Senapan
PT Pindad Perkenalkan 4 Senjata Baru
PT Pindad resmi memperkenalkan empat varian senjata api terbaru. Senjata tersebut ialah, Senapan Serbu SS3, Senapan Serbu SS2 subsonic 5,66 mm, Sub Machine Gun PM3 dan pistol G2 premium.
Direktur utama PT Pindad Silmy Karim membeberkan peruntukan dan spesifikasi masing-masing senjata itu. Karim menuturkan, Senapan Serbu SS3 menggunakan amunisi kaliber 7,62 mm dan didesain sebagai designated marksman rifle dalam pasukan yang membutuhkan akurasi tinggi.
Sementara SS2 subsonic didesain khusus dengan peredam dan dilengkapi amunisi 5,56 mm. Alhasil, senjata tersebut cocok untuk operasi khusus yang membutuhkan kemampuan pergerakan senyap.
Lalu sub machine gun PM3 didesain dengan sistem penembakan gas operated dengan amunisi 9 mm. senjata ini lahir untuk mendukung operasi tempur jarak dekat, pembebasan sandera atau perang kota.
Direktur utama PT Pindad Silmy Karim membeberkan peruntukan dan spesifikasi masing-masing senjata itu. Karim menuturkan, Senapan Serbu SS3 menggunakan amunisi kaliber 7,62 mm dan didesain sebagai designated marksman rifle dalam pasukan yang membutuhkan akurasi tinggi.
Sementara SS2 subsonic didesain khusus dengan peredam dan dilengkapi amunisi 5,56 mm. Alhasil, senjata tersebut cocok untuk operasi khusus yang membutuhkan kemampuan pergerakan senyap.
Lalu sub machine gun PM3 didesain dengan sistem penembakan gas operated dengan amunisi 9 mm. senjata ini lahir untuk mendukung operasi tempur jarak dekat, pembebasan sandera atau perang kota.
Label:
Industri Pertahanan,
Pindad,
Produk Nasional,
Senapan
Rabu, 13 Januari 2016
Pindad Kembangkan Senapan Serbu Bawah Air
PT Pindad (Persero) bersama Dislitbang TNI AL sedang mengembangkan Senapan Serbu Bawah Air (SSBA). Senapan varian terbaru ini dirancang untuk mendukung pertempuran atau pencegatan musuh di bawah air hingga di darat.
"Kita sedang kembangkan senapan serbu bawah air," ujar salah seorang Engineer Development Pindad, kepada detikFinance, Selasa (12/1/2016).
Senapan serbu varian baru ini dirancang untuk mendukung pertempuran jarak dekat di bawah air (combat diver) pasukan khusus TNI AL, seperti Komando Pasukan Katak (Kopaska), Detasemen Jala Mangkara (Denjaka), hingga Pasukan Intai Amphibi (Taifib).
Untuk pengembangan Senapan Serbu Bawah Air (SSBA) ini, Pindad menggandeng Dislitbang TNI AL. Senjata baru varian Pindad ini tentunya bisa menjadi kebanggan, karena senapan ini dibuat sangat detil. Bahan senapan hingga amunisi disiapkan secara khusus dan anti karat, karena harus berfungsi di bawah air.
"Kita sedang kembangkan senapan serbu bawah air," ujar salah seorang Engineer Development Pindad, kepada detikFinance, Selasa (12/1/2016).
Untuk pengembangan Senapan Serbu Bawah Air (SSBA) ini, Pindad menggandeng Dislitbang TNI AL. Senjata baru varian Pindad ini tentunya bisa menjadi kebanggan, karena senapan ini dibuat sangat detil. Bahan senapan hingga amunisi disiapkan secara khusus dan anti karat, karena harus berfungsi di bawah air.
Selasa, 12 Januari 2016
Spesifikasi Senapan Serbu PINDAD Saingan AK 47
PT Pindad (Persero) akan meluncurkan senapan serbu varian terbaru (SSX) dengan kaliber 7.62X51 MM pada Maret 2016.
Senapan serbu ini merupakan senjata hasil pengembangan insinyur Pindad di Bandung, Jawa Barat.
Senapan serbu ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan militer Indonesia dan global, karena tren pengembangan senapan serbu personel ke depannya adalah kaliber 7.62 mm.
Meski senapan varian baru ini memiliki kaliber serupa dengan senjata legendaris Uni Soviet, AK 47, namun Pindad merancang model terbarunya lebih andal daripada AK 47.
Pindad sendiri akan meluncurkan 2 varian senapan serbu pesaing AK 47 ini, yakni BR Long Barrel dan BR Standard Barrel. Senjata ini sekarang masih menjadi proses uji (sertifikasi).
Senapan serbu ini merupakan senjata hasil pengembangan insinyur Pindad di Bandung, Jawa Barat.
Senapan serbu ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan militer Indonesia dan global, karena tren pengembangan senapan serbu personel ke depannya adalah kaliber 7.62 mm.
Meski senapan varian baru ini memiliki kaliber serupa dengan senjata legendaris Uni Soviet, AK 47, namun Pindad merancang model terbarunya lebih andal daripada AK 47.
Pindad sendiri akan meluncurkan 2 varian senapan serbu pesaing AK 47 ini, yakni BR Long Barrel dan BR Standard Barrel. Senjata ini sekarang masih menjadi proses uji (sertifikasi).
Label:
Industri Pertahanan,
Pindad,
Produk Nasional,
Senapan
Alasan Pindad Rancang Senapan kaliber Sekelas AK47
PT Pindad (Persero) terus melakukan inovasi produk senjata. Dalam waktu dekat, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) produsen senjata dan kendaraan tempur itu, akan meluncurkan senapan generasi terbaru.
Senapan dengan kaliber 7.62 x 51 mm ini memiliki jarak tembak efektif sampai 800 meter. Dengan kemampuan itu, senapan varian baru ini diklaim lebih mumpuni daripada senapan serbu legendaris AK 47, yang memiliki kaliber hampir serupa. Lantas apa alasan Pindad masuk ke senapan serbu sekelas AK 47?
Direktur Utama Pindad, Silmy Karim mengaku, tren bisnis pengembangan senapan serbu ringan ke depannya bakal bergeser ke arah senapan, dengan jangkauan tembak lebih jauh, yakni kaliber 7.62 mm. Sehingga Pindad harus menangkap sinyal tersebut.
Senapan dengan kaliber 7.62 x 51 mm ini memiliki jarak tembak efektif sampai 800 meter. Dengan kemampuan itu, senapan varian baru ini diklaim lebih mumpuni daripada senapan serbu legendaris AK 47, yang memiliki kaliber hampir serupa. Lantas apa alasan Pindad masuk ke senapan serbu sekelas AK 47?
Direktur Utama Pindad, Silmy Karim mengaku, tren bisnis pengembangan senapan serbu ringan ke depannya bakal bergeser ke arah senapan, dengan jangkauan tembak lebih jauh, yakni kaliber 7.62 mm. Sehingga Pindad harus menangkap sinyal tersebut.
Label:
Industri Pertahanan,
Pindad,
Produk Nasional,
RISET,
Senapan
Minggu, 10 Januari 2016
Senapan Baru Pindad Akan Lampaui SS2 dan Kalahkan AK47 Rusia
PT Pindad (Persero) kini telah berhasil membuat jenis senjata yang dinilai melebihi kemampuan Senapan Serbu (SS) 2. Bahkan, kemampuan senjata baru buatan Pindad ini mengalahkan senapan serbu legendaris AK47.
SSX menjadi nama sementara yang diberikan Pindad ke jenis senjata ini. Rencananya, senjata ini akan diluncurkan tahun ini dan soal penamaan akan diserahkan ke Presiden RI Joko Widodo.
"Ada produk senjata (baru), namanya masih SSX. Nama pastinya nanti kita sampaikan saat launching tahun ini," kata Direktur Utama PT Pindad Silmy Karim saat berbincang dengan Liputan6.com yang ditulis, Sabtu (9/1/2016).
SSX menjadi nama sementara yang diberikan Pindad ke jenis senjata ini. Rencananya, senjata ini akan diluncurkan tahun ini dan soal penamaan akan diserahkan ke Presiden RI Joko Widodo.
"Ada produk senjata (baru), namanya masih SSX. Nama pastinya nanti kita sampaikan saat launching tahun ini," kata Direktur Utama PT Pindad Silmy Karim saat berbincang dengan Liputan6.com yang ditulis, Sabtu (9/1/2016).
Label:
Industri Pertahanan,
Pindad,
Produk Nasional,
Senapan
Selasa, 05 Januari 2016
5 Fakta Menarik Senapan sniper SPR 2 Kopassus yang Gemparkan Dunia
Senapan sniper SPR 2 buatan PT Pindad, perusahaan alutsista milik Pemerintah Indonesia, tengah menjadi buah bibir di dunia internasional.
Ternyata, senapan sniper canggih yang dipakai Kopassus ini tak bisa dibuat oleh sembarang negara.
Lantas apa istimewanya? Nah, berikut fakta-fakta senjata Pindad untuk Kopassus yang gegerkan dunia
Ternyata, senapan sniper canggih yang dipakai Kopassus ini tak bisa dibuat oleh sembarang negara.
Lantas apa istimewanya? Nah, berikut fakta-fakta senjata Pindad untuk Kopassus yang gegerkan dunia
Label:
Industri Pertahanan,
Kopaska,
Pindad,
Produk Nasional,
Senapan
Minggu, 03 Januari 2016
Aparat Gabungan temukan 471 Butir Amunisi di Distrik Sinak
Aparat gabungan Polri dan TNI menyisir tiga kampung di Distrik Sinak, Papua terkait kasus penyerangan yang menewaskan tiga anggota Polri. Hasilnya, sebanyak 471 butir amunisi ditemukan.
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menjelaskan, penyisiran dilakukan di tiga kampung masing-masing kampung Nigilome, Kampung Pamebut dan Kampung Weni, Jumat (1/1/2016). Penyisiran dipimpin oleh Kapolres Puja AKBP Marselis S Karrong.
"Di kampung Weni ditemukan barang bukti berupa amunisi sebanyak 471 butir," kata Badrodin dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (2/1/2016).
Ratusan butir amumisi itu ditemukan di tiga tempat di Kampung Weni. Pertama, di Posko atau Pos Tinjau. 57 butir amunisi Mouser kaliber 7,62 x 51 mm, 59 butir amunisi AK 47 kaliber 7,62 x 39 mm, 108 butir amunisi SS1 Kaliber 5,56 x 45 mm dan dua buah ponsel genggam diamankan dari lokasi ini.
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menjelaskan, penyisiran dilakukan di tiga kampung masing-masing kampung Nigilome, Kampung Pamebut dan Kampung Weni, Jumat (1/1/2016). Penyisiran dipimpin oleh Kapolres Puja AKBP Marselis S Karrong.
"Di kampung Weni ditemukan barang bukti berupa amunisi sebanyak 471 butir," kata Badrodin dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (2/1/2016).
Ratusan butir amumisi itu ditemukan di tiga tempat di Kampung Weni. Pertama, di Posko atau Pos Tinjau. 57 butir amunisi Mouser kaliber 7,62 x 51 mm, 59 butir amunisi AK 47 kaliber 7,62 x 39 mm, 108 butir amunisi SS1 Kaliber 5,56 x 45 mm dan dua buah ponsel genggam diamankan dari lokasi ini.
Label:
Perbatasan NKRI,
POLRI,
Propesionalisme TNI,
Senapan
Rabu, 15 Juli 2015
Ini SCAR, senapan serbu canggih rancangan perwira Kopassus
Guna memenuhi kebutuhan senjata, PT Pindad sudah mampu membuat dan memproduksi sendiri senapan untuk digunakan anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menjalankan tugasnya. Meski demikian, sebagian besar produksinya tersebut masih memiliki sejumlah kekurangan saat digunakan.
Kekurangan itu dirasakan hampir semua prajurit TNI, di antaranya kekuatan konstruksi senapan, kurang fleksibelnya senapan saat menembak, dan tidak kompatibel dengan perangkat-perangkat pendukung lainnya. Kejadian itu berlangsung karena minimnya komunikasi antara TNI sebagai pengguna dengan PT Pindad selaku produsen.
Agar Indonesia tidak serta merta membeli produk-produk asing, seorang perwira Komando Pasukan Khusus (Kopassus) terdorong untuk merancang sendiri senapan khusus yang diperuntukkan bagi pasukan elite. Keinginan tersebut timbul saat Kopassus berhadapan dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), di mana kelompok tersebut memiliki sejumlah senjata yang dapat menandingi TNI.
Kekurangan itu dirasakan hampir semua prajurit TNI, di antaranya kekuatan konstruksi senapan, kurang fleksibelnya senapan saat menembak, dan tidak kompatibel dengan perangkat-perangkat pendukung lainnya. Kejadian itu berlangsung karena minimnya komunikasi antara TNI sebagai pengguna dengan PT Pindad selaku produsen.
Agar Indonesia tidak serta merta membeli produk-produk asing, seorang perwira Komando Pasukan Khusus (Kopassus) terdorong untuk merancang sendiri senapan khusus yang diperuntukkan bagi pasukan elite. Keinginan tersebut timbul saat Kopassus berhadapan dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), di mana kelompok tersebut memiliki sejumlah senjata yang dapat menandingi TNI.
Label:
KOPASSUS,
Prestasi Militer,
RISET,
Senapan
Kamis, 16 April 2015
Pindad PM-2, Pistol Mitraliur Indonesia Bersentuhan Senapan Serbu
PT Pindad terus berinovasi. Setelah gagal dengan pemasaran senapan PM-1 karena paling pol cuma berfungsi sebagai senjata penjaga hutan, perusahaan alutsista Indonesia itu mempersiapkan PM-2.
PM-2 yang merupakan jenis sub-machine gun atau pistol mitraliur tersebut punya kaliber 9 mm, sama dengan pendahulunya. Senjata ini memanfaatkan receiver SS-2 dan memiliki sentuhan Daewook K7, senjata produksi Korea yang kini jadi andalan TNI.
Sudah ada tiga prototipe PM-2. Untuk prototipe PM-2V1 dan PM2-V2, desainnya masih terlihat mengadopsi receiver konvensional. Sementara PM-2V3 sudah menggunakan pengokang depan HK MP5 sampai varian Rail Interface System (RIS) yang digunakan pada SS-1 R5.
PM-2 yang merupakan jenis sub-machine gun atau pistol mitraliur tersebut punya kaliber 9 mm, sama dengan pendahulunya. Senjata ini memanfaatkan receiver SS-2 dan memiliki sentuhan Daewook K7, senjata produksi Korea yang kini jadi andalan TNI.
Sudah ada tiga prototipe PM-2. Untuk prototipe PM-2V1 dan PM2-V2, desainnya masih terlihat mengadopsi receiver konvensional. Sementara PM-2V3 sudah menggunakan pengokang depan HK MP5 sampai varian Rail Interface System (RIS) yang digunakan pada SS-1 R5.
Label:
Industri Pertahanan,
Pindad,
Produk Nasional,
Senapan
Selasa, 09 Desember 2014
Polda Papua temukan tiga senpi milik Satgas TNI-AU yang hilang
Tim Khusus (Timsus) Polda Papua, menemukan kembali tiga pucuk senjata api milik TNI AU yang hilang di kawasan wisata Gunung Cycloop, Kali Kemiri Sentani, Kabupaten Jayapura.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pudjo kepada Antara, Selasa (09/11), mengatakan senjata api milik anggota TNI AU itu diambil Peni Gombo pada 15 November lalu, saat ketiga anggota TNI-AU sedang berekreasi.
"Saat berekreasi, senjata api laras pendek yang disimpan di dalam tas ditaruh di atas batu namun tak beberapa lama kemudian tas beserta isinya hilang," kata Kombes Pudjo.
Dikatakan, ketiga senpi itu milik anggota satuan tugas (satgas) yang bertugas di Lanud Jayapura di Sentani.
Selain menangkap pelaku pencuri tas berisi senpi milik anggota TNI AU, polisi juga menangkap empat orang yang menerima handphone hasil curian Gombo.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pudjo kepada Antara, Selasa (09/11), mengatakan senjata api milik anggota TNI AU itu diambil Peni Gombo pada 15 November lalu, saat ketiga anggota TNI-AU sedang berekreasi.
![]() |
| Ilustrasi |
"Saat berekreasi, senjata api laras pendek yang disimpan di dalam tas ditaruh di atas batu namun tak beberapa lama kemudian tas beserta isinya hilang," kata Kombes Pudjo.
Dikatakan, ketiga senpi itu milik anggota satuan tugas (satgas) yang bertugas di Lanud Jayapura di Sentani.
Selain menangkap pelaku pencuri tas berisi senpi milik anggota TNI AU, polisi juga menangkap empat orang yang menerima handphone hasil curian Gombo.
Label:
Perbatasan NKRI,
POLRI,
Senapan,
TNI AU
Senin, 08 Desember 2014
Senapan dan Pistol Pindad Banjir Pesanan Setelah Jadi Salahsatu Penentu Kemenangan TNI di AARM
Kontingen TNI AD berhasil membawa 53 medali dan 9 piala dalam ajang turnamen menembak se-ASEAN, ASEAN Armies Riffle Meet (AARM) 2014. Dari 5 kelas perlombaan, 42 atlet penembak TNI AD menggunakan senjata dan amunisi buatan dalam negeri yang diproduksi oleh PT Pindad.
"Dari 45 medali emas yang diperebutkan kita dapatkan 29 medali dari 22 yang ditargetkan. Dari 15 trofi kita dapatkan 9 trofi. Jadi semua di atas 50% semua kita ambil," ungkap KSAD Jenderal Gatot Nurmantyo usai menerima laporan Kontingen di Mabes AD, Jl Veteran, Jakpus, Senin (8/12/2014).
Gatot pun mengaku bangga karena 42 atlet dan 18 pendukungnya dalam turnamen yang dihelat di Vietnam pada 11-30 November lalu itu menggunakan produk buatan dalam negeri yang diproduksi Pindad. Bahkan disebut Gatot, beberapa negara Asean usai turnamen sudah memulai memesan senjata dari Pindad.
"Dari 45 medali emas yang diperebutkan kita dapatkan 29 medali dari 22 yang ditargetkan. Dari 15 trofi kita dapatkan 9 trofi. Jadi semua di atas 50% semua kita ambil," ungkap KSAD Jenderal Gatot Nurmantyo usai menerima laporan Kontingen di Mabes AD, Jl Veteran, Jakpus, Senin (8/12/2014).
Gatot pun mengaku bangga karena 42 atlet dan 18 pendukungnya dalam turnamen yang dihelat di Vietnam pada 11-30 November lalu itu menggunakan produk buatan dalam negeri yang diproduksi Pindad. Bahkan disebut Gatot, beberapa negara Asean usai turnamen sudah memulai memesan senjata dari Pindad.
Label:
Industri Pertahanan,
Pindad,
Prestasi Militer,
Senapan
Minggu, 05 Oktober 2014
Dengan Senjata Pindad, TNI AD Juara Dunia Selama 8 Tahun Berturut-turut
Jangan anggap remeh senjata produksi dalam negeri Indonesia. Senjata buatan PT Pindad Bandung sudah teruji mampu mengalahkan senapan yang populer di dunia macam M4, dan AK.
Senapan SS1 dan SS2 ini mengantarkan TNI AD menjadi juara dunia kejuaraan menembak selama 8 tahun berturut-turut. Posisi TNI AD tak mampu disaingi tentara AS, Australia atau Prancis.
Dalam kompetisi menembak yang diselenggarakan pada tanggal 5-16 Mei 2014 di Puckapunyal Military Area Victoria, Australiaini, kontingen Indonesia memakai beberapa produk senjata produksi PT Pindad (Persero) seperti senapan serbu SS2-HB (Heavy Barrel), Senapan Mesin SM-2, dan SM-3, serta pistol G2 versi Elite.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, kontingen Indonesia mengikuti beberapa materi perlombaan seperti materi perorangan maupun tim, pada nomor senapan, pistol, senapan otomatis (SO) dan gabungan materi senapan dan SO.
Senapan SS1 dan SS2 ini mengantarkan TNI AD menjadi juara dunia kejuaraan menembak selama 8 tahun berturut-turut. Posisi TNI AD tak mampu disaingi tentara AS, Australia atau Prancis.
![]() |
| TNI AD dan Pindad SS2 |
Dalam kompetisi menembak yang diselenggarakan pada tanggal 5-16 Mei 2014 di Puckapunyal Military Area Victoria, Australiaini, kontingen Indonesia memakai beberapa produk senjata produksi PT Pindad (Persero) seperti senapan serbu SS2-HB (Heavy Barrel), Senapan Mesin SM-2, dan SM-3, serta pistol G2 versi Elite.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, kontingen Indonesia mengikuti beberapa materi perlombaan seperti materi perorangan maupun tim, pada nomor senapan, pistol, senapan otomatis (SO) dan gabungan materi senapan dan SO.
Label:
Internasional,
Pindad,
Prestasi Militer,
Senapan,
TNI AD
Senin, 29 September 2014
Skyshield Gun Missile Tampil Pada HUT TNI
Senjata pertahanan udara teranyar yang dimiliki Korpaskhasau Skyshield Gun Missile 35 mm MK-2 akan ditampilkan pada peringatan HUT ke-69 TNI di Dermaga Madura Mako Armatim Surabaya pada 7 Oktober mendatang.
Skyshiel Gun Missile merupakan sistem pertahanan udara titik (Short Range Air Defence/ SHORAD) yang dikembangkan oleh perusahaan Swiss Oerlikon Contraves salah satu perusahaan persenjataan Rheinmetall Jerman.
Sistem senjata Skyshiel Gun Misille terdiri dari dua unit meriam revolver kaliber 35 mm (1,38 inci), satu sistem sensor pengendali/radar dan pos komando secara terpisah, juga dilengkapi dengan dua rudal darat ke udara jenis Chiron buatan Korea Selatan yang sudah terintegrasi dengan Skyshield Gun Sistem sehingga membuat jangkauan radar lebih luas dan efektif, sehingga sekaligus mengembangkan pertahanan titik menjadi pertahanan wilayah/area.
![]() |
Skyshield Gun Missile |
Sistem senjata Skyshiel Gun Misille terdiri dari dua unit meriam revolver kaliber 35 mm (1,38 inci), satu sistem sensor pengendali/radar dan pos komando secara terpisah, juga dilengkapi dengan dua rudal darat ke udara jenis Chiron buatan Korea Selatan yang sudah terintegrasi dengan Skyshield Gun Sistem sehingga membuat jangkauan radar lebih luas dan efektif, sehingga sekaligus mengembangkan pertahanan titik menjadi pertahanan wilayah/area.
Selasa, 19 Agustus 2014
PT Pindad Kembangkan Senjata SS1 Marinir
PT Pindad, terus berinovasi mengembangkan produknya. Saat ini, BUMN tersebut sedang menyiapkan senjata marinized SS1 yang disiapkan untuk marinir.
''Jadi senjata ini untuk medan berat seperti sungai,'' ujar Dirut PT Pindad, Sudirman Said kepada Republika, Ahad petang (18/8).
Perlu diketahui, proses pelapisan khusus, menjadikan senjata SS1 Marinized tahan terhadap air laut atau tidak mudah berkarat. Bahkan, senjata tetap berfungsi setelah terendam lumpur atau pasir. Sentuhan warna yang elegan, membuat SS1 Marinized tampak lebih gagah.
![]() |
| Marinir TNI AL |
''Jadi senjata ini untuk medan berat seperti sungai,'' ujar Dirut PT Pindad, Sudirman Said kepada Republika, Ahad petang (18/8).
Perlu diketahui, proses pelapisan khusus, menjadikan senjata SS1 Marinized tahan terhadap air laut atau tidak mudah berkarat. Bahkan, senjata tetap berfungsi setelah terendam lumpur atau pasir. Sentuhan warna yang elegan, membuat SS1 Marinized tampak lebih gagah.
Label:
Industri Pertahanan,
Marinir RI,
Pindad,
Produk Nasional,
RISET,
Senapan,
TNI AL
Senin, 07 Oktober 2013
Senapan Sig 552 Salah Satu Senapan Canggih Kopassus
Senapan
serbu Sig 552 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) turut dipajang dalam
pameran alat utama sistem persenjataan (alutsista) di pelataran Monumen
Nasional Jakarta.
Sig 552 digunakan satuan tersebut karena mampu memberikan keakurasian yang tinggi.
Sig 522 dilengkapi dengan teknologi yang disebut aim point, alat penentu arah yang berfungsi untuk mengarahkan tembakan sehingga tepat sasaran.
“Pada layar kecil yang terdapat di bagian atas Sig 552, terdapat titik merah yang fungsinya untuk mengarahkan pembidik ke sasaran tembakan,” kata Sersan satu Ismael yang bertugas di stan Kopassus.
Sig 552 digunakan satuan tersebut karena mampu memberikan keakurasian yang tinggi.
Sig 522 dilengkapi dengan teknologi yang disebut aim point, alat penentu arah yang berfungsi untuk mengarahkan tembakan sehingga tepat sasaran.
“Pada layar kecil yang terdapat di bagian atas Sig 552, terdapat titik merah yang fungsinya untuk mengarahkan pembidik ke sasaran tembakan,” kata Sersan satu Ismael yang bertugas di stan Kopassus.
Senin, 23 September 2013
Polda Jabar Lalukan Identifikasi Tempat Perakitan Senjata
Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Jawa Barat, Irjen Suhardi Alius, menyatakan pihaknya sedang mengidentifi kasi tempat perakitan senjata untuk mengantisipasi terjadinya penyimpangan penggunaan senjata.
"Identifikasi tempat-tempat yang dipakai untuk pembuatan perakitan senjata-senjata seperti di Cipacing (tempat perajin senjata di Kabupaten Sumedang) dan sebagainya saya identifi kasi kembali," kata Kapolda seusai meninjau pelaksanaan Pilkada Kabupaten Ciamis, Minggu (22/9).
"Identifikasi tempat-tempat yang dipakai untuk pembuatan perakitan senjata-senjata seperti di Cipacing (tempat perajin senjata di Kabupaten Sumedang) dan sebagainya saya identifi kasi kembali," kata Kapolda seusai meninjau pelaksanaan Pilkada Kabupaten Ciamis, Minggu (22/9).
Jumat, 30 Agustus 2013
Timor Leste Pesan Senjata Laras Panjang Pindad
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) produsen senjata PT Pindad (Persero) terus memproduksi dan memasarkan produk senjatanya. Tak hanya untuk keperluan di dalam negeri, produk Pindad pun dikirim ke luar negeri, salah satunya Timor Leste.
Salah satu Engineer Produksi dan Design Pindad, Budi menyebutkan, sudah sejak lama produk dari Pindad ini dipesan oleh pemerintah Timor Leste. Awalnya, senjata berjenis laras panjang rifle ini dipesan 75 pucuk.
"Awalnya 75 pucuk. Tapi kalau masalah pesanan kadang-kadang mereka bertahap, nggak bisa dikerjakan semua," ungkap Budi kepada detikFinance saat ditemui di Pameran Hari Kebangkitan Teknologi Nasional, di TMII, Jakarta Timur, dikutip Jumat (30/8/2013).
Salah satu Engineer Produksi dan Design Pindad, Budi menyebutkan, sudah sejak lama produk dari Pindad ini dipesan oleh pemerintah Timor Leste. Awalnya, senjata berjenis laras panjang rifle ini dipesan 75 pucuk.
"Awalnya 75 pucuk. Tapi kalau masalah pesanan kadang-kadang mereka bertahap, nggak bisa dikerjakan semua," ungkap Budi kepada detikFinance saat ditemui di Pameran Hari Kebangkitan Teknologi Nasional, di TMII, Jakarta Timur, dikutip Jumat (30/8/2013).
Peluru Senapan Sniper Buatan Pindad Mampu Jebol Tank
Senapan Sniper Buatan Pindad dengan peluru berjenis MU 3PB kaliber 12,7 milimeter mampu menembus lapisan baja.
Indonesia sudah sejak lama mampu memproduksi senjata melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pindad (Persero). Salah satu produk inovasi Pindad adalah peluru yang mampu menembus tank baja.
Engineer Produksi dan Desain Pindad, Budi mengungkapkan, peluru yang berjenis MU 3PB kaliber 12,7 milimeter tersebut diproduksi Pindad di Jawa Timur, daya ledaknya lebih kuat dibanding peluru yang selama ini biasa diproduksi perseroan.
Indonesia sudah sejak lama mampu memproduksi senjata melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pindad (Persero). Salah satu produk inovasi Pindad adalah peluru yang mampu menembus tank baja.
Engineer Produksi dan Desain Pindad, Budi mengungkapkan, peluru yang berjenis MU 3PB kaliber 12,7 milimeter tersebut diproduksi Pindad di Jawa Timur, daya ledaknya lebih kuat dibanding peluru yang selama ini biasa diproduksi perseroan.
Langganan:
Postingan (Atom)
Berita Populer
-
Daerah Papua kembali bergejolak dengan tewasnya 12 orang di Puncak Jaya. Wakil Ketua DPRD Papua Barat Jimmy Demianus Ijie mengatakan penyeba...
-
Rusia mengharapkan Indonesia kembali melirik pesawat tempur sukhoi Su-35, pernyataan ini diungkapkan Wakil Direktur "Rosoboronexport...
-
Pemerintah telah memilih jet tempur Sukhoi Su-35 buatan Rusia untuk menggantikan F-5 Tiger, yang akan dipensiunkan. Keputusan ini diambil se...
-
Keberhasilan Tim Alfa 29 TNI menembak mati pimpinan teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Santoso alias Abu Wardah dan rekannya Muchtar al...
-
Kejutan menyenangkan datang di akhir tahun 2013 ini. Sejumlah pengadaan alutsista yang termaktub dalam MEF terus berlangsung, bahkan di perc...
-
Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono berang dituding komisioner Komnas HAM tidak pernah bekerja dan terkesan hanya tidur dalam mengatasi ko...
-
TNI Angkatan Laut saat ini memiliki kapal selam sebanyak 12 unit. Alutsista itu, diparkir di wilayah Surabaya, Jawa Timur. “Kita memang ada ...
-
Perdebatan kiblat dari pembelian alutsista militer selama ini, menarik untuk dicermati. Kalau ditelaah semenjak kejadian embargo oleh USA da...
-
Pemerintah Inggris dan Belanda tidak terima begitu mengetahui bangkai kapal perangnya yang tenggelam di Laut Jawa saat berlangsungnya Perang...
-
Pesawat tanpa awak atau unmanned aerial vehicle (UAV) AiXI yang menjalankan misi ekspedisi bertajuk 'Menembus Langit' akan diluncur...




















