Cari Artikel di Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Kapal Selam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kapal Selam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 April 2019

KRI Alugoro-405 Diluncurkan, Indonesia Mampu Membuat Kapal Selam Canggih

Indonesia akhirnya berhasil mewujudkan mimpi memproduksi kapal selam sendiri. Kapal selam Diesel Electric Submarine U209 berhasil diproduksi dan diluncurkan PT PAL Indonesia.

Peluncuran kapal selama yang diberi nama Alugoro-405 ini dilakukan langsung Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu.


KRI Alugoro-405 Diluncurkan, Indonesia Mampu Membuat Kapal Selam Canggih

Ryamizard mengatakan kapal selam Alugoro-405 usai diluncurkan akan beroperasi di seluruh perairan Indonesia. Kapal ini merupakan kapal selam ketiga yang dibuat oleh PT PAL bekerja sama dengan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME), Korea Selatan.

Dua kapal selam pertama dibangun di Korea Selatan dan saat ini telah dioperasionalkan. Dua kapal selam tersebut adalah KRI Nagapasa-403 dan KRI Ardadedali-404. Sementara Alugoro-405 dibangun di PT PAL Indonesia.

Selasa, 16 Agustus 2016

Kapal Selam KRI Nanggala-402 Alamai Kecelakaan, Awak Kapal Selamat

Kapal Selam KRI Nanggala-402 saat melaksanakan operasi di utara Pulau Sapudi mengalami kerusakan pada sistem Udara Tekanan Tinggi (UTT), sehingga kapal selam tidak dapat timbul ke permukaan. Sebagai upaya terakhir kapal selam melaksanakan peran peninggalan. Surabaya. 12/8/2016.

Kapal Selam KRI Nanggala-402 Alamai Kecelakaan, Awak Kapal Selamat

Dengan kondisi ini, seluruh crew kapal selam melaksanakan free escape ke permukaan dengan menggunakan MK-10 melalui conning tower kapal selam. Kemudian saat-saat genting tersebut, akhirnya para escapees muncul ke permukaan dan melaksanakan recovery oleh tim Dislambair Koarmatim serta tim Paramedis.

Selanjutnya para korban dibawa ke Element Gear Ship (EGS) yang didalamnya terdapat tim kesehatan Hyperbaric untuk melaksanakan Medical Theratment di Chamber. Para personil yang mengalami trauma hipotermia kemudian di evakuasi ke Lakesla dengan Evakuasi Medis Udara (EMU) dengan menggunakan Helly.

Rabu, 22 Juni 2016

TNI Akan Tempatkan 3 Kompi Pasukan Elit dan Patroli Kapal Selam di Natuna

Komisi I Bidang Pertahanan DPR mengungkapkan rencana Tentara Nasional Indonesia membangun pangkalan militer di Natuna. Sebagai gerbang Indonesia di barat laut Kalimantan, Natuna selama ini dianggap rawan karena berhadapan dengan Laut China Selatan yang menjadi sengketa sejumlah negara di Asia.

“Panglima TNI berencana membuat Natuna jadi pangkalan militer,” kata Wakil Ketua Komisi I Hanafi Rais usai rapat tertutup dengan Kementerian Pertahanan dan Panglima TNI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, semalam.



Anggaran untuk membangun pangkalan militer di Natuna, ujar Hanafi, sesungguhnya telah dialokasikan sejak tahun lalu. Namun ia mengaku lupa besarannya.

Akhir Maret, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu sempat mengemukakan niatnya mengirim armada dari tiga matra TNI ke Natuna. Ia mengaku jengkel melihat kondisi Natuna yang minim penjagaan. Padahal 83 ribu kilometer persegi perairan Indonesia di wilayah itu bersinggungan langsung dengan kawasan sengketa Laut China Selatan.

Senin, 02 Mei 2016

Bangun Armada Kapal Selam, RI Pelajari Teknologi dari Korsel dan Prancis

Kapal selam Chang Bogo TNI AL yang dibangun DSME Okpo shipyard, Korea Selatan, telah diluncurkan 24 Maret 2016 lalu dan kini bersiap untuk melakukan uji laut yang ketat. Kapal selam ini akan dikirim ke Indonesia bulan Maret 2017, sementara konstruksi kapal selam kedua, sedang dilakukan dan akan dikirim ke Indonesia pertengahan tahun 2018.

Bangun Armada Kapal Selam, RI Pelajari Teknologi dari Korsel dan Prancis

Kapal selam ketiga yang berbobot 1400 ton ini, akan dibangun di PT PAL, Surabaya. Kapal selam Chang Bogo class akan memiliki jelajah operasional 10.000 nautical miles, surface top speed 21 knot, 10 knot saat menyelam dan dilengkapi 8 peluncur untuk torpedo dan peluru kendali.

Kapal selam ini akan dilengkapi dengan sistem pertahanan elektronik dan pelacakan radar paling modern, dengan kru 40 orang.

Sabtu, 30 April 2016

KSAL kunjungi "Submarine Command Team Trainer" Kolatarmatim

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi mengunjungi "Submarine Command Team Trainer" (SCTT) di Komando Latihan Armada RI Kawasan Timur (Kolatarmatim), Ujung, Surabaya, Jumat.

SCTT yang memiliki alat simulasi kapal selam itu telah diserahterimakan dari Asisten Logistik (Aslog) KSAL Laksda TNI Mulyadi kepada Pangarmatim Laksamana Muda (Laksda) TNI Darwanto di tempat yang sama pada 22 April 2016.


KSAL kunjungi Submarine Command Team Trainer Kolatarmatim

Dalam kunjungan yang disambut Kasarmatim Laksamana Pertama (Laksma) TNI Mintoro Yulianto mewakili Pangarmatim itu, KSAL didampingi Asisten Personel (Aspers) KSAL Laksda TNI Djoko Teguh Wahojo dan Kepala Dinas Pengadaan Angkatan Laut (Kadisadal) Laksma TNI Prasetya Nugraha.

Rombongan mengawali kunjungan dengan meninjau "Cubicle Sonar" di Gedung SCTT yang pada pembangunan Tahap I telah ter-instal dengan sistem Sonar Simulator.

Senin, 25 April 2016

Indonesia - DCNS Prancis, Jajaki Kerja Sama Membuat Kapal Selam

Pejabat Indonesia dan Perancis telah memulai sebuah kelompok kerja untuk mengeksplorasi kebutuhan kapal selam Indonesia.
Di antara isu-isu yang dieksplorasi adalah kelayakan platform yang dapat beroperasi baik di perairan dalam maupun pesisir.


Indonesia - DCNS Prancis, Jajaki Kerja Sama Membuat Kapal Selam

Galangan pembuat kapal Indonesia, PT PAL telah bekerja sama dengan perusahaan Perancis DCNS dalam kelompok kerja formal, untuk mengeksplorasi kebutuhan kapal selam masa depan Angkatan Laut Indonesia (Tentara Nasional Indonesia – Angkatan Laut, atau TNI-AL), sumber industri dekat dengan masalah itu telah dikonfirmasi oleh IHS Jane.

Negeri Para Dewa Tawarkan Kerjasama Pembuatan Kapal Selam

Pemerintah Indonesia bersama Yunani berkeinginan menjajaki kerjasama di bidang pertahanan, khususnya kerjasama antara Angkatan Laut kedua negara. Penjajakan kerjasama dibahas dalam pertemuan antara Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu dengan Duta Besar Yunani untuk Indonesia Georgios Dogoritis, (22/4/2016) di Kantor Kemhan, Jakarta.

Negeri Para Dewa Tawarkan Kerjasama Pembuatan Kapal Selam

Dubes Yunani mengatakan sebagai negara kepulauan yang memiliki hampir 2000 pulau dan hal yang sama dengan Indonesia, Pemerintah Yunani berkeinginan melaksanakan kerjasama di bidang maritim dan kerjasama Angkatan Laut kedua negara. Kerjasama Angkatan Laut ini merupakan modalitas untuk melakukan kerjasama pertahanan antara Indonesia dengan Yunani.

Menurut Dubes Georgios Dogoritis, keadaan alamiah Yunani sebagai negara yang kuat di potensi lautnya, terdapat satu pulau yang dijadikan tempat latihan Angkatan Laut milik Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau North Atlantic Treaty Organization (NATO). Di pulau ini, bukan hanya prajurit NATO yang berlatih, melainkan prajurit Angkatan Laut dari berbagai negara di seluruh dunia.

Jumat, 22 April 2016

Inginkan Kapal Selam Kilo Class Project 636, RI Memulai Pembicaraan Awal Dengan Rusia

Selain pembelian Su-35, Rusia juga telah memulai pembicaraan awal dengan Indonesia terkait pengiriman kapal selam diesel-elektrik (kelas Kilo) Proyek 636 Varshavyanka, kata Viktor Kladov.

Kilo Class Project 636

"Konsultasi awal tengah berlangsung. Indonesia memiliki minat yang sangat kuat dalam mengembangkan kerja sama teknis-militer dengan Rusia dan kami sudah bekerja sama di ketiga bidang: angkatan darat, angkatan udara, dan angkatan laut. Kami sedang melakukan beberapa konsultasi, termasuk terkait topik (Proyek 636) ini," kata Kladov kapada RIA Novosti.

Rabu, 13 April 2016

Gunakan Teknologi Baru Kapal Selam TNI AL Mampuh Bertahan 3 Minggu di Kedalaman

PT PAL Indonesia (Persero) bersama Daewoo Shipbuilding Marine Engineering (DSME) tengah mempersiapkan membangun kapal selam pesanan TNI-AL. Pembangunan kapal selam akan dimulai di tahun 2017 mendatang.

Gunakan Teknologi Baru Kapal Selam TNI AL Mampuh Bertahan 3 Minggu di Kedalaman

Dalam desain kapal yang sudah dirancang, PT PAL mengadopsi teknologi baru yang belum pernah digunakan sebelumnya.

"Digerakkan pakai listrik. Jadi dia ada baterai, kalau di atas air mengisi aki terus turun lagi," jelas Direktur Utama PT PAL (Persero), Firmansyah Arifin, saat ditemui di bilangan Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (7/4/2016).

Minggu, 20 Maret 2016

Kapal Selam KRI 403 Nagabanda Pesanan TNI AL Siap Diluncurkan

Kapal selam pertama pesanan Indonesia yang dibuat oleh galangan kapal selam Korea Selatan DSME konstruksinya telah selesai dan kapal siap diluncurkan.

Kapal selam dengan nomor lambung 403 ini akan dinamakan KRI Nagabanda, urutan nama masih menyesuaikan dengan era tahun 1960-an ketika TNI AL masih mengoperasikan 12 kapal selam Whiskey class buatan Rusia.


Kapal Selam KRI 403 Nagabanda Pesanan TNI AL Siap Diluncurkan

Indonesia menanda-tangani kontrak pengadaan tiga kapal selam dengan DSME pada 20 Desember 2011, keseluruhan kapal akan diselesaikan pada semester pertama 2018. Sebanyak 2 kapal selam dibuat di Korea Selatan, sedangkan 1 kapal selam dibuat di galangan kapal PT PAL Surabaya.

Rabu, 10 Februari 2016

Rusia Kembali Tawarkan Kapal Selam Untuk Indonesia

Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Nikolai Patrushev menemui Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan untuk membahas sejumlah kerjasama di bidang pertahanan. Nikolai juga menawarkan agar Indonesia membeli jet tempur Sukhoi 35 dan kapal selam buatan Rusia.

Rusia Kembali Tawarkan Kapal Selam Untuk Indonesia

"Tadi dia nawarin Sukhoi 35, kapal selam, dan helikopter 17. Saya minta tetap ada transfer of technology," kata Luhut di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakpus, Selasa (9/2/2016).

Namun, Luhut mengaku belum memberikan keputusan atas tawaran yang disampaikan pihak Rusia. Keputusan pembelian alutsista berada di tangan Menhan.

Kamis, 04 Februari 2016

Dermaga Palu Akan Tampung Kapal Selam Buatan Korea Selatan dan Rusia

Dermaga kapal selam TNI AL di Watusampu sedang dalam pembangunan dan ditargetkan selesai akhir tahun 2016.

Komandan Pangkalan TNI AL Watusampu Palu, Kolonel (P) Yanu Madawanto mengatakan, pembangunan tahap pertama sedang berlangsung dan menelan biaya lebih dari Rp 21 miliar. “Tahun ini dilanjutkan ke tahap kedua dan ketiga yang sekaligus sudah selesai,” ujar Kolonel Yanu, 2/2/2016.


Dermaga Palu Tampung Kapal Selam Buatan Korea Selatan dan Rusia

Dermaga kapal selam di Watusampu akan melengkapi dua dermaga kapal selam lainnya, yakni di Komando Armada Barat (Koarmabar) di Jakarta dan Komando Armada Timur (Koarmatim) Surabaya. Dermaga kapal selam di Palu nantinya menjadi Komando Armada Tengah (Koarmateng).

Selasa, 29 Desember 2015

Perancis Tawarkan Sistem Tempur Kapal Selam Nuklir untuk KRI Cakra

DCNS menawarkan sistem tempur yang digunakan kapal selam nuklir Angkatan Laut Perancis ke Indonesia. Sistem ditawarkan adalah bagian dari usulan DCNS untuk memperbaiki dan merombak kapal selam Cakra class milik Indonesia.


Produsen kapal Perancis DCNS menawarkan sistem manajemen tempur kapal selam (Combat Management System – CMS) yang dikembangkan oleh anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki Underwater Defense Systems (UDS) untuk kapal selam diesel elektrik Cakra class (Type 209/1300) milik Angkatan Laut Indonesia.

Selasa, 03 November 2015

Rusia Bantu Wujudkan Indonesia Sebagai Negara Maritim Dunia

"Perangkat yang diincar oleh Jakarta antara lain empat kapal selam kelas Kilo Rusia dan dua kapal selam kelas Lada yang sedikit lebih kecil"

Pada Mei 2014, ketika Presiden Indonesia Joko Widodo naik jabatan, ia mengulang ajakannya untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim dan menggaungkan kembali slogan Sansekerta, Jalesveva Jayamahe atau “Di Laut, Kita Jaya”.

“Kita melupakan laut, samudera, selat, dan teluk terlalu lama,” katanya. “Ini waktunya untuk menyadari merealisasikan ‘Jalesveva Jayamahe’, moto yang digaungkan oleh leluhur kita di masa lalu.”


Rusia Bantu Wujudkan Indonesia Sebagai Negara Maritim Dunia

Jokowi menyebutkan bahwa untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang hebat, Indonesia harus memiliki hati Cakrawarti Samudera, istilah Sansekerta lainnya yang berarti Kaisar Laut.

Jokowi tak mengada-ada. Indonesia memiliki lingkungan strategis yang kompleks baik secara internal maupun eksternal. Tema dominan di area Asia Timur adalah mengurai sengketa wilayah yang mengancam stabilitas regional. Di saat yang sama, pembajakan maritim di perairan Indonesia sungguh mengkhawatirkan selama berpuluh-puluh tahun. Berdasarkan beberapa perkiraan, negara ini setiap tahunnya kehilangan hampir tiga miliar dolar AS dari penebangan liar dan delapan miliar dolar AS dari penangkapan ikan liar. Jelas, Indonesia sungguh membutuhkan Angkatan Laut yang kuat.


Jumat, 16 Oktober 2015

Indonesia Minati Kapal Selam Kelas Amur Rusia

RBTH mencatat, ada sejumlah hal penting yang mencirikan peningkatan hubungan bilateral Indonesia dan Rusia, selama 10 tahun terakhir :

Pertahanan:

Pada bulan September 2015, pemerintah Indonesia mengatakan akan membeli satu skuadron Sukhoi Su–35 untuk menggantikan  F–5 Tiger buatan AS yang sudah usang. Jakarta juga berencana untuk membeli 5 kapal selam Rusia.


Indonesia Minati Kapal Selam Kelas Amur Rusia

Awalnya Indonesia mengincar untuk membeli kapal selam diesel electric Kilo class, tetapi kemudian memilih yang lebih canggih yakni kapal selam  Amur class, yang merupakan versi ekspor dari Lada–class.

Sabtu, 03 Oktober 2015

Natuna Diproyeksikan Jadi Pearl Harbour Indonesia

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Agus Supriatna menginginkan agar Natuna menjadi Pearl Harbour bagi Indonesia dalam menjaga kedaulatan negara.

"Ya itu harus, Natuna harus diperkuat karena itu (penguatan Natuna) juga rencana saya. Bila perlu kita jadikan Pearl Harbour-nya Indonesia, untuk mengawasi wilayah kita yang begitu luas," ujarnya di Jakarta, Selasa (29/9/2015).


Natuna Diproyeksikan Jadi Pearl Harbour Indonesia

Menurut Agus, Natuna perlu dibangun pangkalan yang betul-betul sesuai untuk melaksanakan operasi Angkatan Udara (AU). Termasuk juga dermaga-dermaga lautnya juga harus diperkuat.

Kamis, 01 Oktober 2015

Indonesia Butuh 60 Hingga 100 Kapal Selam Untuk Jaga Kedaulatan Maritim

Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan Universitas Padjajaran Muradi menjelaskan, rencana pengadaan kapal selam kelas kilo dapat menjadi salah satu jawaban dari rencana penguatan jajaran kapal selam di TNI AL. Bahkan, Muradi menyebut, idealnya dengan wilayah perairan yang sangat luas, Indonesia membutuhkan setidaknya 60 hingga 100 kapal selam.


Indonesia Butuh 60 Hingga 100 Kapal Selam Untuk Jaga Kedaulatan Maritim


''Kapal selam kelas kilo masih bisa beroperasi di sekitar perairan Indonesia. Itu kan kapal selam kelas middle. Kalau di atas itu, mungkin sudah cukup sulit,'' ujar Muradi kepada Republika, Senin (28/9).

Bahkan, Muradi menilai, jika berbicara jumlah ideal serta angka normatif, jika disesuaikan dengan luas wilayah perairan, dibutuhkan setidaknya 60 hingga 100 kapal selam. ''Kalau perlu, Indonesia membutuhkan 60 hingga 100 kapal selam. Atau, idealnya ya sekitar 60 kapal,'' kata Muradi.

Jumlah armada yang besar ini pun seharusnya bisa didukung dengan peningkatan jumlah pangkalan kapal selam, yaitu sekitar lima pangkalan. Lokasinya pun tersebar di seluruh wilayah, seperti di Kupang, Sorong, Sunda Kecil, Surabaya, dan Kalimantan. Pada masing-masing pangkalan itu bisa diisi 15 hingga 20 kapal selam.

Selasa, 29 September 2015

Australia dan Singapura Terkecoh Keberadaan Kapal Selam Indonesia

Pengamat pertahanan Andi Widjajanto mengungkapkan Singapura dan Australia sempat tertipu ketika wacana pembelian kapal selam Rusia oleh pemerintah berembus kencang. Dua negara tetangga itu sampai membeli kapal selam baru guna menyaingi Indonesia.

Australia dan Singapura Terkecoh Keberadaan Kapal Selam Indonesia

"Singapura enggak pernah ada doktrin kapal selam," kata Andi dalam dalam bedah buku "Transformasi TNI: Dari Prajurit Kemerdekaan Menuju Tentara Profesional dalam Demokrasi" karya Letnan Jenderal (Purn) Agus Widjojo, di kantor Centre for Strategic and International Studies, Jalan Tanah Abang III, Jakarta Pusat, Senin (29/9/2015).

Menurut dia, Singapura panik ketika Indonesia berencana membeli kapal selam kelas kilo buatan Rusia. Mendengar isu itu, Negeri Singa kemudian membeli kapal selam. "Harusnya di mana-mana ada doktrinnya dulu baru beli kapal selamnya," ucap mantan Sekretaris Kabinet tersebut.

Kamis, 17 September 2015

Mantan Kasal minta TNI AL pikir ulang beli kapal selam dari Rusia

Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama M Zainuddin menyatakan TNI AL berencana memperkuat armadanya secara bertahap. Dalam rencananya TNI AL akan membeli 11 helikopter jenis Panther untuk menghidupkan kembali Skuadron 100 pemburu kapal selam. TNI AL juga akan memesan enam kapal selam jenis Chang Bogo-class dan tiga lagi berjenis Kilo-class tahun 2017.

  Mantan Kasal minta TNI AL pikir ulang beli kapal selam dari Rusia

Menanggapi hal tersebut, mantan KSAL Laksmana (Purn) Bernard Kent Sondakh menilai, pengadaan kapal selam jenis Kilo-class (buatan Rusia) harus mempertimbangkan segala aspek agar tidak mengalami persoalan seperti 12 kapal selam yang pernah dibeli Indonesia pada era 70-an.

"Kami tidak menentang dengan adanya berita jika Panglima TNI akan beli kapal selam dari Rusia. Kita pernah membeli 12 kapal selam dari Rusia tapi kemudian kena embargo. Kita hanya pakai 7 tahun," ujar Kent di Kantor Maritime Studies, Jl. Kendal No. 20, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (17/9).

Menurut Kent, pengadaan kapal dari Rusia tersebut tidak kalah lebih bagus dari Korea Selatan. Selain karena tidak khawatir akan kena embargo, hubungan Korea Selatan dan Indonesia dinilainya sebagai suatu pilihan yang memiliki risiko lebih kecil dari Rusia.

Perkuat Armada, TNI AL Sudah Pesan 11 Heli dan 6 Kapal Selam

TNI Angkatan Laut memperkuat armadanya secara bertahap. Selain membeli 11 helikopter jenis Panther untuk menghidupkan kembali Skuadron 100 pemburu kapal selam, mereka juga memesan enam kapal selam.

“Helikopter datang bertahap. Pada 2017 akan tiba empat unit dulu,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama M. Zainuddin kepada CNN Indonesia di sela The Indonesian Navy 2nd International Maritime Security Symposium di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (16/9).


Perkuat Armada, TNI AL Sudah Pesan 11 Heli dan 6 Kapal Selam

Helikopter-helikopter tersebut nantinya akan menjadi bagian dari Skuadron 100. Kontrak pembelian kesebelas helikopter itu telah disepakati.

Saat seluruh helikopter telah tiba, maka Skuadron 100 akan diaktifkan. Skuadron tersebut dulu pernah eksis, namun terpaksa ‘tenggelam’ bersama peralatan yang menua.

Lazada Indonesia

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters