Cari Artikel di Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label TNI AL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TNI AL. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 April 2019

Kapal Patroli Hiu Dihadang Kapal Coast Guard Malaysia Di Perairan Indonesia

Sebuah video viral dimedia sosial memperlihatkan Kapal Coast Guard Malaysia mengadang Kapal Patroli Hiu milik Kementerian Kelautan dan Perikanan.  Dalam video tersebut, Kapal Maritim Malaysia berwarna abu-abu tua, berada dalam jarak dekat di samping sebuah Kapal Patroli Indonesia. 

 

Menurut 2 orang yang berada di video tersebut, Kapal Malaysia mengejar KP Hiu meski berada di Perairan Belawan, Sumatera Utara. 

Komando Armada 1 TNI AL, sebagai penanggung jawab perairan barat Indonesia, membenarkan kejadian yang ada di video tersebut. Kadispen Komando Armada 1 TNI AL, Letnan Kolonel Laut Agung Nugroho, mengatakan kejadian itu dikarenakan Kapal Patroli Hiu menangkap kapal nelayan berbendera Malaysia yang melakukan illegal fishing di perairan Indonesia. 

KRI Alugoro-405 Diluncurkan, Indonesia Mampu Membuat Kapal Selam Canggih

Indonesia akhirnya berhasil mewujudkan mimpi memproduksi kapal selam sendiri. Kapal selam Diesel Electric Submarine U209 berhasil diproduksi dan diluncurkan PT PAL Indonesia.

Peluncuran kapal selama yang diberi nama Alugoro-405 ini dilakukan langsung Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu.


KRI Alugoro-405 Diluncurkan, Indonesia Mampu Membuat Kapal Selam Canggih

Ryamizard mengatakan kapal selam Alugoro-405 usai diluncurkan akan beroperasi di seluruh perairan Indonesia. Kapal ini merupakan kapal selam ketiga yang dibuat oleh PT PAL bekerja sama dengan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME), Korea Selatan.

Dua kapal selam pertama dibangun di Korea Selatan dan saat ini telah dioperasionalkan. Dua kapal selam tersebut adalah KRI Nagapasa-403 dan KRI Ardadedali-404. Sementara Alugoro-405 dibangun di PT PAL Indonesia.

Sabtu, 23 Maret 2019

KRI Banda Aceh-593 dan KRI Halasan-630 Ikuti Pameran Maritim di Malaysia

TNI Angkatan Laut membentuk satuan tugas (satgas) dan mengerahkan dua kapal perang, yakni KRI Banda Aceh-593 dan KRI Halasan-630 untuk berpartisipasi pada ajang internasional The 15th Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition (LIMA) 2019. 

KRI Banda Aceh-593 dan KRI Halasan-630 Ikuti Pameran Maritim di Malaysia

KRI Banda Aceh-593 secara resmi dilepas oleh Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil) Laksamana Muda TNI Heru Kusmanto dari Dermaga 300 Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa 19 Maret 2019. Sementara sedangkan KRI Halasan-630 akan berlayar menuju Langkawi Malaysia dari Dermaga Mentigi, Kepri.

Pada kegiatan LIMA yang digelar dua tahunan ini, keikutsertaan TNI AL selain untuk mempererat hubungan bilateral dengan negara penyelenggara dalam hal ini Malaysia, sekaligus menjalin hubungan multilateral dengan negara-negara peserta LIMA 2019 yang hadir pada kegiatan tersebut.


Kamis, 07 Juni 2018

Pengecekan berkala mesin KRI Makassar 590


Teknisi melakukan pengecekan berkala pada mesin KRI Makassar 590 di Dermaga Armada III Sorong, Papua Barat, Selasa (5/6/2018). Pengecekan itu dilakukan untuk memastikan kondisi mesin kapal dalam kondisi prima, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Hawaii Amerika Serikat untuk mengikuti agenda latihan perang Rim Of The Pacific (RIMPAC) 2018. (ANTARA FOTO/Budi Candra Setya)

Selasa, 18 Oktober 2016

[Video] Kapal Latih Layar KRI Bima Suci Resmi Bergabung Dengan TNI AL

Kapal latih layar pengganti KRI Dewaruci resmi diluncurkan dengan nama KRI Bima Suci. Ada pesan emas Megawati Soekarnoputri di Libro de Oro menandai kelahiran KRI Bima Suci.

Peluncuran KRI Bima Suci dilakukan oleh Menhan RI Ryamizard Ryacudu didampingi Ibu Nora Ryacudu, KSAL Ade Supandi, Dubes RI Madrid dan Komandan Satgas KRI Bima Suci di Freire Shipyard, Vigo, Spanyol (17/10/2016).


Kapal Latih Layar KRI Bima Suci Resmi Bergabung Dengan TNI AL

Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri hadir menyaksikan peluncuran, juga Wakil Menhan Spanyol, Menteri Ekonomi Xunta de Galicia dan Walikota Vigo.

Pada momen bersejarah itu Megawati menorehkan pesan di Libro de Oro (Buku Emas) yang telah menjadi tradisi Freire sejak 1890:

Selasa, 16 Agustus 2016

Kapal Selam KRI Nanggala-402 Alamai Kecelakaan, Awak Kapal Selamat

Kapal Selam KRI Nanggala-402 saat melaksanakan operasi di utara Pulau Sapudi mengalami kerusakan pada sistem Udara Tekanan Tinggi (UTT), sehingga kapal selam tidak dapat timbul ke permukaan. Sebagai upaya terakhir kapal selam melaksanakan peran peninggalan. Surabaya. 12/8/2016.

Kapal Selam KRI Nanggala-402 Alamai Kecelakaan, Awak Kapal Selamat

Dengan kondisi ini, seluruh crew kapal selam melaksanakan free escape ke permukaan dengan menggunakan MK-10 melalui conning tower kapal selam. Kemudian saat-saat genting tersebut, akhirnya para escapees muncul ke permukaan dan melaksanakan recovery oleh tim Dislambair Koarmatim serta tim Paramedis.

Selanjutnya para korban dibawa ke Element Gear Ship (EGS) yang didalamnya terdapat tim kesehatan Hyperbaric untuk melaksanakan Medical Theratment di Chamber. Para personil yang mengalami trauma hipotermia kemudian di evakuasi ke Lakesla dengan Evakuasi Medis Udara (EMU) dengan menggunakan Helly.

Selasa, 12 Juli 2016

Panglima TNI Ingin Tiap Kapal Indonesia Dikawal Prajurit TNI

Pergerakan kelompok Abu Sayaf menculik WNI di Malaysia dan Filipina membuat pemerintah Indonesia merapatkan barisan keamanan. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan akan mengawal setiap kapal yang melintas demi meminimalisir kejadian serupa terulang.

Panglima TNI Ingin Tiap Kapal Indonesia Dikawal Prajurit TNI

"Saya menindaklanjuti hasil rapat untuk meminta kepada Pemerintah Filipina untuk membebaskan dan Pemerintah Malaysia untuk mengamankan. Kita TNI menyiapkan semua kemungkinan baik yang diminta Filipina dan Malaysia untuk pembebasan sandera dan mengamankan lintas laut tersebut," ujar Gatot seusai rapat kepada wartawan di kantor Menko Polhukam Jalan Medan Merdeka Barat, Senin (11/7/2016).

Dalam rapat tersebut dihadiri pula oleh Menlu Retno Marsudi, Ka Bin Sutiyoso, Ka Bais Mayjen TNI Yayat Sudrajat dan Menko Polhukam Luhut B Pandjaitan. Rapat digelar tertutup di Kantor Menko Polhukam selama 1 setengah jam.

Minggu, 03 Juli 2016

Ikuti RIMPAC KRI Diponegoro 365 Merapat Ke Pearl Harbor Hawai

Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) korvet kelas SIGMA milik TNI Angkatan Laut yaitu KRI Diponegoro (DPN)-365 tiba di Joint Base Pearl Harbor-Hickam.

KRI itu bergabung dalam Latihan Bersama (Latma) Multilateral The Rim of the Pacifik (RIMPAC) 2016 di Hawaii, Amerika Serikat, kata Komandan KRI DPN-365 Letkol Laut (P) Tunggul dalam surat elektronik di Surabaya, Sabtu.


Ikuti RIMPAC KRI Diponegoro 365 Merapat Ke Pearl Harbor Hawai

"Pearl Harbor merupakan tempat berlabuh kapal-kapal 27 negara peserta yang mengikuti Latma Multilateral RIMPAC 2016. KRI Diponegoro-365 telah menempuh perjalanan selama tujuh hari menuju Pearl Harbor yang sebelumnya sandar di Kwajalein Kepulauan Marshall," katanya pula.

Adapun lokasi sandarnya KRI Diponegoro-365 yaitu bersebelahan dengan kapal perang dari Jepang yang bernama JS Hyuga.

Senin, 27 Juni 2016

Korps Marinir TNI AL Terima Ratusan Tamtama Baru

Sebanyak 298 Tamtama Remaja Korps Marinir TNI Angkatan Laut yang merupakan siswa Kursus Tamtama Angkatan XXXV Gelombang dua resmi menyandang ‘Baret Ungu’ sebagai anggota Korps Marinir. Seluruh Tamtama Remaja ini berhasil menyelesaikan pendidikan selama enam bulan di Komando Pendidikan Marinir Kobangdikal dan Kursus Tamtama Remaja di Komando Latih Korps Marinir (Kolatmar) selama satu bulan.

Korps Marinir TNI AL Terima Ratusan Tamtama Baru

Upacara penyematan baret ungu dilakukan oleh Komandan Korps Marinir Brigadir Jenderal TNI (Mar) R.M. Trusono, S.Mn di pantai Nganteb, Malang Selatan, Jawa Timur, Minggu (26/06/2016) malam.

“Kewajiban ini sekaligus menjadi landasan moral prajurit Korps Marinir dalam melaksanakan tugas-tugasnya sebagai komponen utama dalam mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesai,” tegas Dankormar dalam amanatnya.

Minggu, 26 Juni 2016

TNI AL Ungkap Kronologi Penyanderaan 7 WNI di Perairan Filipina

Jajaran TNI Angkatan Laut (AL) melakukan pendalaman terhadap anak buah kapal (ABK) Kapal TB Charles yang lolos dari pembajakan oleh kelompok bersenjata di wilayah perairan Pulau Jolo, Filipina.

Kapal TB Charlea kini sudah sandar di Dermaga Semayang, Balikpapan, setelah sebelumnya kapal tersebut ditemukan KRI Multatuli-561 dari unsur Guspurlatim TNI AL dan dikawal menuju Samarinda serta dilanjutkan pengawalan oleh KRI Kerapu-821 unsur Guskamlatim menuju Balikpapan.


TNI AL Ungkap Kronologi Penyanderaan 7 WNI di Perairan Filipina

Menurut Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Edi Sucipto, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi telah menginstruksikan unsur gelar untuk menemukan kapal TB Charles untuk memverifikasi kabar simpang siur tentang penculikan WNI tersebut.

"Ternyata benar adanya telah terjadi penyanderaan," kata Edi Sucipto melalui keterangan pers yang diterima Sindonews, Minggu (26/6/2016).

Sabtu, 25 Juni 2016

Mengenal KRI Irian, legenda kapal perang raksasa milik TNI AL

Armada China terus bikin ulah di laut Natuna. Mereka menghalang-halangi TNI AL yang hendak menangkap kapal China yang maling ikan di perairan Indonesia. Tindakan China ini sudah mengganggu kedaulatan Indonesia.

Mengenang sejarah, dulu Presiden Soekarno benar-benar membangun kekuatan armada Angkatan Laut. Soekarno sadar betul Indonesia adalah negara kepulauan. Untuk menjaganya perlu Angkatan Laut dan Angkatan Udara yang sangat tangguh. Tak ada yang berani macam-macam.




Di laut, Indonesia pernah memiliki armada laut terbesar akibat hubungan baik dengan Rusia. Bahkan periode 1960-an, Indonesia memiliki sebuah kapal perang terbesar di Asia dan belahan bumi bagian selatan. Namanya KRI Irian, dibeli dari Rusia tahun 1962.

KRI Irian sebelumnya bernama Ordzhonikidze atau Object 055. Nama kapal diambil dari nama Menteri Industri Berat era Stalin, Grigory 'Sergo' Ordzhonikidze). Kapal ini dibuat di Admiralty Yard, Leningrad. Peletakan lunas pertama dilakukan tanggal 9 Oktober 1949, diluncurkan tanggal 17 September 1950, dan pertama kali dioperasikan tanggal 30 Juni 1952 oleh Armada Baltik Uni Soviet.

Jumat, 24 Juni 2016

Amerika Serikat Konflik Natuna dengan China Berpotensi Mengganggu Stabilitas Regional

Insiden-insiden penerobosan nelayan Cina di perairan Natuna, Kepulauan Riau, tak luput dari perhatian Washington. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Amerika Serikat (AS) menilai, tren pendampingan para nelayan oleh patroli laut Cina dalam kejadian-kejadian itu mengkhawatirkan.

Amerika Serikat Konflik Natuna dengan China Berpotensi Mengganggu Stabilitas Regional

Dalam sambungan telepon dengan sejumlah jurnalis Asia, termasuk Republika, pada Rabu (22/6), Kementerian Luar Negeri AS menyatakan, masih menganalisis lokasi persis insiden yang terjadi di Laut Natuna pada Jumat (17/6) pekan lalu. Kendati demikian, fakta bahwa petugas resmi Pemerintah Cina hadir dalam insiden tersebut menjadi perhatian khusus AS.

Apalagi, pengawalan petugas tersebut bukan yang pertama kalinya dalam insiden di Natuna. “Pendampingan oleh patroli laut Cina terhadap para nelayan tersebut adalah tren yang mengganggu,” kata seorang pejabat senior Kemenlu AS menjawab pertanyaan Republika.

Kemenlu AS juga menilai, penyertaan petugas militer dalam kegiatan nelayan Cina mengindikasikan ada upaya penegasan jangkauan klaim Cina atas wilayah-wilayah terluar di Laut Cina Selatan. Hal tersebut, kata pejabat senior tersebut, berpotensi mengganggu stabilitas regional.

Rabu, 22 Juni 2016

TNI Akan Tempatkan 3 Kompi Pasukan Elit dan Patroli Kapal Selam di Natuna

Komisi I Bidang Pertahanan DPR mengungkapkan rencana Tentara Nasional Indonesia membangun pangkalan militer di Natuna. Sebagai gerbang Indonesia di barat laut Kalimantan, Natuna selama ini dianggap rawan karena berhadapan dengan Laut China Selatan yang menjadi sengketa sejumlah negara di Asia.

“Panglima TNI berencana membuat Natuna jadi pangkalan militer,” kata Wakil Ketua Komisi I Hanafi Rais usai rapat tertutup dengan Kementerian Pertahanan dan Panglima TNI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, semalam.



Anggaran untuk membangun pangkalan militer di Natuna, ujar Hanafi, sesungguhnya telah dialokasikan sejak tahun lalu. Namun ia mengaku lupa besarannya.

Akhir Maret, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu sempat mengemukakan niatnya mengirim armada dari tiga matra TNI ke Natuna. Ia mengaku jengkel melihat kondisi Natuna yang minim penjagaan. Padahal 83 ribu kilometer persegi perairan Indonesia di wilayah itu bersinggungan langsung dengan kawasan sengketa Laut China Selatan.

Pakar Kelautan : China yang Memperkeruh Situasi LCS

Ungkapan protes China yang meminta Indonesia tidak mengambil tindakan yang dapat memperumit dan memperkeruh hubungan kedua negara, mendapat respon dari Pakar hukum laut internasional Hasyim Djalal. Menurut Hasyim justru China-lah yang membuat sulit dan memperkeruh situasi.

Pakar Kelautan : China yang Memperkeruh Situasi LCS

“Seolah Indonesia disudutkan padahal selama ini tak ada permusuhan. Ini membuat situasi tak enak. (Natuna) itu wilayah kedaulatan Indonesia, dan karenanya menurut hukum Indonesia berhak berbuat sesuatu di situ,” tegas Hasyim.

Mantan diplomat kelahiran Bukittinggi, Sumatra Barat itu berkata, hukum laut internasional menetapkan zona ekonomi eksklusif ialah 200 mil laut dari garis pangkal suatu negara, dan hal ini sudah diakui Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Indonesia mempertahankan zona ekonomi eksklusifnya sesuai hukum internasional. Hukum laut membenarkan Indonesia membuat zona ekonomi eksklusif. Indonesia punya kedaulatan atas kekayaan alamnya,” kata Hasyim kepada CNNIndonesia.com, Senin (20/6).

Selasa, 21 Juni 2016

Identitas Tujuh Awak Kapal China yang Ditangkap di Natuna

Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat Laksamana muda TNI A. Taufiq R mmembenarkan bahwa pihak TNI Angkatan Laut telah menangkap kapal ikan berbendera China di Laut Natuna saat menggelar jumpa pers di Markas Komando Armabar, Gunung Sahari, Jakarta, Selasa (21/6/2016).

Identitas Tujuh Awak Kapal China yang Ditangkap di Natuna

Taufik mengatakan, kapal ikan yang ditangkap tersebut memiliki nama Han Tan Cou 19038 dan terdiri dari 6 awak pria serta 1 awak perempuan. Berikut identitas ketujuh Kapal Ikan China Han Tan Cau 19038:

Penangkapan Kapal Ikan China di Natuna Sesuai Hukum Internasional

Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI A Taufiq R menegaskan aksi penangkapan kapal ikan berbendera China di perairan Natuna pada Jumat (17/6/2016) sudah sesuai prosedur.

Saat aksi penangkapan tersebut, TNI Angkatan Laut berhasil mengamankan Kapal Han Tan Cou 19038 karena terdeteksi sedang menjaring ikan di perairan Indonesia.


Penangkapan Kapal Ikan China di Natuna Sesuai Hukum Internasional

"Kami menegakkan hukum di wilayah perairan Indonesia. Sesuai hukum internasional dan nasional tindakan kami tersebut benar," ujar Taufiq di Markas Komando Armabar, Jakarta Pusat, Selasa (21/6/2016).

Taufiq menjelaskan, selama ini China mengklaim Perairan Natuna sebagai wilayah Traditional Fishing Ground mereka. Sedangkan, aturan Traditional Fishing Ground tidak dikenal dalam hukum internasional.

Pangarmabar: Satu dari 11 Kapal Ikan China Ditangkap karena Tebar Jaring

Indonesia dan China kembali bersitegang. Kapal perang Repulik Indonesia (KRI) milik TNI Angkatan Laut melepas rentetan tembakan peringatan di perairan Natuna, Laut China Selatan, yang salah satunya diklaim China mengenai kapal nelayan mereka.

Negeri Tirai Bambu meradang, melayangkan protes ke pemerintah RI. Indonesia bergeming, menyatakan China melanggar kedaulatan wilayah Indonesia dengan memasuki perairan Natuna. China tak mau disalahkan, menyebut lokasi insiden berada di zona perikanan tradisional mereka.

Pangarmabar: Satu dari 11 Kapal Ikan China Ditangkap karena Tebar Jaring

Konflik maritim kedua negara bukan hanya sekali terjadi di perairan Natuna. Sementara China menyebut sebagian wilayah itu sebagai traditional fishing ground mereka, sesungguhnya kawasan tersebut bisa dibilang “battle ground” antara Indonesia dan China.

Sepanjang 2016, sedikitnya tiga kali insiden terjadi di Natuna antara dua negara. Terbaru ialah Jumat pekan lalu, 17 Juni, saat KRI Imam Bonjol-383 yang sedang berpatroli di perairan itu menerima laporan intai udara yang menyebut ada 12 kapal asing sedang mencuri ikan di perairan Natuna.

Jumat, 10 Juni 2016

8 RM Multi Launch Rocket System (MLRS) Kaliber 122 MM Vampire Marinir TNI AL Jalani Latihan

Korps Marinir TNI Angkatan Laut (AL) mengelar latihan bagi operator alutsista terbaru milik Marinir, RM Multi Launch Rocket System (MLRS) Kaliber 122 MM Vampire. Pembukaan pelatihan digelar di lapangan apel Yonroket-1 Mar Kesatrian Sutedi Senaputra, Karangpilang, Surabaya.

Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Buyung Lalana, yang diwakili Komandan Pasmar-1, Brigjen TNI (Mar) Lukman mengatakan, kendaraan tempur RM Multi Launch Rocket System Kaliber 122 MM Vampire merupakan alutsista jenis terbaru yang dimiliki Korps Marinir.



Hadirnya delapan unit kendaraan tempur jenis terbaru ini merupakan realisasi dari upaya pembangunan kekuatan Korps Marinir guna memenuhi standard kekuatan pokok minimum.

Lebih lanjut, Buyung menuturkan, modernisasi alutsista menjadi keharusan dan tuntutan sehingga akan lebih efektif dalam pencapaian tugas pokok dan fungsi TNI dalam menghadapi segala ancaman.

Suasana Menjalankan Ibada Puasa diatas KRI Diponegoro-365

Langit sedikit berawan, ombak mengalun setinggi satu setengah meter disibak haluan KRI Diponegoro-365. Daratan Pulau Sulawesi, samar-samar mulai kabur ditelan laju kapal yang berlayar dengan kecepatan 18 knots, setara 35 kilometer perjam.

Satu dua perahu nelayan melintasi kanan dan kiri lambung kapal jenis Corvette kelas Sigma itu, kadang ada saja yang melambaikan tangan atau sekedar mengangkat tangan tinggi-tinggi menyapa awak KRI yang berada di buritan.



Matahari condong ke Barat, mendekati garis horison. Di atas geladak terbuka, Perwira Pelaksana KRI Mayor Laut (P) Norman Fauzi sibuk memberikan pengarahan kepada Bintara Utama Pelda Moh Ichsan.

"Bama (Bintara Utama) siapkan keperluan jamaah, kita sambut Ramadhan di geladak terbuka," perintah Palaksa yang dijawab dengan kata siap oleh Ichsan, Kamis (9/6/2016).

Sabtu, 04 Juni 2016

TNI AL : Jabatan Komandan KRI Banda Aceh Diserahterimakan

Jabatan Komandan KRI Banda Aceh-593 diserahterimakan dari Letkol Laut (P) Edi Haryanto kepada Letkol Laut (P) Budi Santosa. Serah terima jabatan (Sertijab) tersebut berlangsung dalam upacara militer dipimpin Komandan Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) Jakarta Kolonel Laut (P) Andi Abdul Aziz di Geladak Heli KRI Banda Aceh-593, Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (3/6).

Jabatan Komandan KRI Banda Aceh Diserahterimakan

Komandan KRI Banda Aceh-593 yang baru, Letkol Laut (P) Budi Santosa merupakan perwira lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan 42 tahun 1996, yang sebelumnya menjabat sebagai Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Cirebon.

Sedangkan pejabat lama yaitu Letkol Laut (P) Edi Haryanto, akan menempati jabatan baru di Staf Umum Perencanaan dan Anggaran (Srena) Mabes TNI Angkatan Laut sebagai Pabandya Binsismet Ban II Manajemen.

Lazada Indonesia

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters