Cari Blog Ini

Memuat...

Jumat, 21 November 2014

Mengenal Sang Badak, Panser Canon Buatan Pindad

Setelah melewati masa pengembangan yang panjang, Pindad akhirnya melansir panser kanon yang kemudian dinamai Badak (Rhinoceros) oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam pameran Indo Defense 2014. Dikatakan panjang, karena niatan Pindad untuk membuat panser kanon sesungguhnya sudah dimulai sejak 2009, dengan purwarupa pertama selesai pada 2011 dan dipaparkan oleh Pindad dalam sarasehan mengenai panser kanon bersama Pussenkav. Ketika itu, purwarupa pertama masih menggunakan kubah milik tank Alvis Scorpion dengan meriam 90mm Low Pressure Cockerill Mk III. Penulis sendiri sempat ngoprek purwarupa pertama ini, termasuk mencoba duduk di dalam kursi komandan dan juru tembak.

Mengenal Sang Badak, Panser Canon Buatan Pindad

Tahun demi tahun berlalu, dan Pindad melanjutkan ke purwarupa kedua, diberi nama Bee. Masih menggunakan kubah Alvis, Bee dimodifikasi pada sistem otomotif terutama suspensi, dengan penjarangan roda ketiga dari roda pertama dan kedua untuk memperbaiki titik beratnya. Sementara itu, TNI AD malah merealisasikan pembelian ranpur Doosan Tarantula, dengan sistem senjata utama kanon 90mm Mk III dalam kubah CSE90LP, Dengan spek setara panser kanon buatan Pindad, sepertinya produk dalam negeri kalah skor 1-0 dalam pertempuran panjang merebut kemandirian bangsa dalam bidang alutsista. Pindad hanya kebagian transfer of technology berupa integrasi kubah ke dalam hull Tarantula.

Danjen Kopassus: Prajurit Jangan Melotot, Marah dan Memukul

Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Mayjend Doni Monardo meminta agar seluruh prajurit TNI maupun Polri harus mengubah cara berpikir dalam bergaul. Jangan sampai melakukan 3M dan melaksanakan 3S.

Kiri ke kanan, Danpaspampres Mayjend Andika Perkasa, Siti Hediati Hariyadi atau akrab disapa Titiek Soeharto, Danjen Kopassus Mayjend Doni Monardo di markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Jumat (24/10/2014).

"Di sini ada tulisan, jangan lakukan 3M, jangan melotot, jangan marah, dan jangan memukul. Lakukanlah 3S, apabila kita bertemu tersenyum lah, ketika senyuman dibalas, maka sapa lah, ketika sapaan dibalas maka bersalaman lah," kata Doni usai olahraga dan senam bersama di Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur Jumat (21/11/2014).

Menurutnya, berbagai kegiatan bersama yang dilakukan TNI dan Polri harus sering dilaksanakan. Dengan begitu tali silaturrahmi dapat terjalin dengan baik dan tidak ada lagi bentrok.

Jokowi Minta Kapal Asing Pencuri Ikan Ditenggelamkan

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Marsetio enggan berkomentar terkait pernyataan Presiden Joko Widodo untuk menenggelamkan kapal asing di perairan Indonesia.

"Nanti deh, nanti ya, nanti," ujar Marsetio seusai rapat koordinasi finalisasi Badan Keamanan Laut di Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (19/11/2014).



Marsetio akan melihat peraturan serta undang-undang yang berlaku di internasional terlebih dahulu sebelum mengambil kebijakan berupa penenggelaman kapal ilegal seperti yang diungkapkan Presiden. Lebih jauh, Marsetio mengapresiasi positif revitalisasi Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) menjadi Badan Keamanan Laut (Bakamla). Sebab, TNI AL berada di dalamnya dan tugas pokok fungsi badan itu bukan lagi hanya sekadar koordinasi, melainkan pencegahan dini hingga penindakan.

Jokowi Disarankan Blusukan ke Barak Prajurit

Keributan antara personel TNI dan Polri terus berulang. Terakhir insiden bentrok di Batam pada Rabu 19 November 2014.

Agar peristiwa serupa tidak terjadi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) disarankan untuk mengambil langkah-langkah khusus.


Jokowi Disarankan Blusukan ke Barak Prajurit

Anggota Komisi III DPR Martin Hutabarat menyarankan Joko Widodo (Jokowi) terjun langsung menemui personel TNI dan Polri di lapangan untuk berkomunikasi.

"Blusukan itu sekali-kali ke tangsi-tangsi (barak) tentara, tangsi-tangsi polisi," kata Martin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (21/11/2014).

5 Kapal Asing Berizin Bodong Berhasil di Tangkap di Laut Natuna

Hari ini, Menteri Koordinator Bidang Maritim Indroyono Soesilo dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengumumkan hasil tangkapan kapal asing ilegal di perairan Natuna, Kepulauan Riau. Sebanyak 5 kapal asing berasal dari Thailand.

5 Kapal Asing Berizin Bodong Berhasil di Tangkap di Laut Natuna

"Tim dari KKP (Kelautan dan Perikanan), pada tanggal 19 November itu menangkap 5 kapal perikanan di Kepulauan Natuna. Sekarang ditangani di PSDKP di Pontianak," kata Indroyono dalam acara konferensi pers di Gedung Mina Bahari Kantor KKP, Jalan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Jumat (21/11/2014)

Bentrok Batam, Pangdam dan Kapolda Bisa Dicopot

Politisi PDIP TB Hasanuddin menyesalkan insiden bentrok TNI AD Batalyon 134 dan Brimob di Batam, Kepulauan Riau (Kepri), karena membahayakan, dan memberi contoh buruk terhadap masyarakat.

Bentrok Batam, Pangdam dan Kapolda Bisa Dicopot

Kalau insiden itu terjadi lagi di wilayah manapun, maka hukum harus ditegakkan dan atau Kapolda dan Pangdamnya dicopot.

"Bentrok antar aparat pemeirntah itu tidak boleh terjadi. Sebelumnya Danrem sudah turun, dan tidak bisa berhenti. Panglima Kodam juga turun, sudah bolak balik ke Batalyon, ke Brimob, juga masih terjadi tembakan-tembakan yang bisa membahayakan masyarakat sekitar," tegas TB. Hasanuddin yang merupakan purnawirawan TNI pada wartawan di Gedung DPR RI Jakarta, Kamis (20/11/2014).

Mengintip Keunggulan Tank Leopard II Revolution Indonesia

Indonesia telah memiliki tank kelas berat jenis Leopard tipe 24. Namun untuk menambah kekuatan, Indonesia rupanya memesan juga tank Leopard dengan spesifikasi lebih canggih yang kemudian disebut Leopard Revolution Indonesia.

"Leopard II Revolution Indonesia memang teknologinya di atas tipe 24 tapi tidak bisa di-upgrade lagi. Yang tipe 24 masih bisa di-upgrade," kata Komandan Batalion Kavaleri 8/2 Tank Mayor Kavaleri Valian Wicaksono di kantornya, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (20/11/2014).



Sekilas tak ada yang berbeda dengan Leopard tipe 24 yang saat ini terparkir di Pasuruan dan Cijantung. Namun struktur cangkang luarnya menyerupai tank-tank siluman.

"Nantinya akan ada 41 unit Leopard II Revolution Indonesia," ujar Valian.

Kelebihan tank ini ada pada sistem kanonnya yang mampu mendeteksi musuh dan kawan secara otomatis. Kemudian moncong kanon kaliber 120 mm dan 125 mm dapat mengunci musuh bahkan mengikuti suhu panas kendaraan tempur musuh.

Berita Strategi Militer Terbaru


Lazada Indonesia

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters