Cari Blog Ini

Memuat...

Minggu, 25 Januari 2015

Abraham Samad Minta Pasukan Elit TNI Jaga KPK

"Antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Ketua KPK Abraham Samad dikabarkan sudah mengontak Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko".
 
Kabareskrim Irjen Pol Budi Waseso sudah resmi memberikan surat penahanan untuk Bambang Widjojanto. Penangkapan dan penahanan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi itu meruncingkan hubungan KPK-Polri.

Abraham Samad Minta Pasukan Elit TNI Jaga KPK

Informasi yang didapat, Bareskrim Polri akan melakukan penggeledahan di Gedung KPK. Penggeledahan bakal dilakukan di ruang kerja Bambang.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Ketua KPK Abraham Samad dikabarkan sudah mengontak Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko. Moeldoko diminta untuk pengamanan Gedung KPK. Seorang sumber yang enggan disebut nama membenarkan hal itu.

Sementara Deputi Pencegahan KPK Johan Budi SP membenarkan, jika ada pengamanan gedung yang bukan berasal dari Polri. Jumlah tim pengaman pun cukup banyak.

Jumat, 23 Januari 2015

Hapus Kerancuan, Perlu Koreksi Definisi Tol Laut secara Akademis

Dalam pembangunan kemaritiman publik sering kali masih salah paham karena menganalogikan laut sebagai jalan raya dan kapal sebagai mobil. Padahal, dalam paradigma kepulauan, kapal dan pelabuhan merupakan infrastruktur itu sendiri.

Salah satu gagasan yang sering didengungkan adalah meningkatkan konektivitas antar-pulau dan wilayah atau Tol Laut.


Hapus Kerancuan, Perlu Koreksi Definisi Tol Laut secara Akademis

Guru besar sekaligus pakar teknologi kelautan ITS Surabaya, Asjhar Imron, mengatakan, kerancuan istilah ini masih dipengaruhi paradigma lama yang melihat Indonesia sebagai daratan dikelilingi lautan.

“Jika tidak ditelaah secara kritis, kita akan tetap terjebak dalam kerangka paradigma pembangunan darat. Secara akademis, sebenarnya istilah Tol Laut ini masih memiliki unsur kesalahan bawaan atau inherent mistakes dalam melihat paradigma laut dan darat,” ujarnya.

Perairan Indonesia, Antara Perang Kepentingan Tiongkok dan AS

Indonesia dengan konsep poros maritim dunia-nya saat ini ternyata mengundang beradunya dua kepentingan besar dunia, yakni antara Tiongkok dengan Amerika Serikat. Analis Pertahanan asal Universitas Indonesia (UI) Dr Connie Rahakundini Bakrie mengungkapkan hal tersebut kepada JMOL beberapa waktu lalu.

KRI Yos Sudarso-353
KRI Yos Sudarso-353

“Sebagai realis sejati sudah beberapa kali saya tekankan bahwa sejak zaman dahulu hingga sekarang, perang akan terus terjadi karena 3 faktor semata yaitu Agama, Sumber daya, dan jalur sumber daya. Kemasan atau judul bisa diganti-ganti tetapi tetap intinya perang,” kata Connie.

Antara Tiongkok dan Amerika Serikat saat ini sudah mulai melakukan perang kepentingan di Laut Tiongkok Selatan yang berbatasan langsung dengan Kepualauan Natuna (wilayah Indonesia). Tidak menutup kemungkinan perang tersebut akan bergeser ke Indonesia yang saat ini mendengungkan konsep poros maritim dunia.

Amerika Serikat sulit embargo militer Indonesia.??

... mengganti F-5E/F Tiger II dengan beberapa pilihan, yaitu SAAB JAS-39 Gripen (Swedia), Sukhoi Su-35 Flanker (Rusia), Eurofighter Typhoon (Airbus Military-konsorsium Eropa Barat), dan F 16 Fighting Falcon Block 60 asal AS...
 
Amerika Serikat siap memenuhi keperluan Indonesia akan peralatan perang, termasuk atas wacana penggantian satu skuadron F-5E/F Tiger II. 

Amerika Serikat sulit embargo militer Indonesia.??
JAS 39E Gripen dalam satu penerbangan. Bersama Sukhoi Su-35 Flanker (Rusia), Eurofighter Typhoon (Airbus Military-konsorsium Eropa Barat), dan F 16 Fighting Falcon Block 60 asal AS, Gripen menjadi calon pengganti F-5E/F Tiger II armada Skuadron Udara 14 TNI AU.

Staf Khusus Menteri Pertahanan AS untuk Kawasan Asia Pasifik, David B Shear, di Jakarta, Jumat, mengaku tidak mengerti secara detil mengenai rencana penggantian F-5E/F Tiger II itu.

Kendati demikian, dia mengatakan Amerika Serikat selalu siap dan berkeinginan membahas kesempatan kerja sama di masa depan pada bidang militer masa dengan Indonesia.

PT. PAL Masih Impor 40% Komponen Kapal Perang Pesanan Filipina

Produsen kapal asal Surabayam Jawa Timur PT PAL sedang memenuhi pesanan 2 unit kapal perang dari Kementerian Pertahanan Filipina. Kapal perang yang diproduksi ini, 40% komponennya masih diimpor, namun dikerjakan oleh para ahli lokal.

PT PAL Masih Impor 40% Komponen Kapal Perang Pesanan Filipina

Kepala Humas PT PAL, Bayu Witjaksono menuturkan, ‎beberapa komponen yang masih diimpor adalah komponen seperti mesin kapal perang, karena belum ada industri di dalam negeri yang mampu memproduksinya.

"Misalnya mesin kapal itu Indonesia belum bisa membuat, raw material seperti plat (baja) ada yang dari China, tergantung materialnya," tutur Bayu kepada detikFinance, Jumat (23/1/2015).

PT. PAL Menangkan Tender Pengadaan 2 Kapal Perang Filipina

PT PAL Indonesia (Persero) untuk pertama kalinya mendapat pesanan kapal perang dari luar negeri. Pesanan itu datang dari Kementrian Pertahanan Filipina untuk kapal Strategic Sealift Vessel-1 (SSV).

Perusahaan pelat merah itu akan mulai memproduksi kapal pertama dari total dua yang dipesan ditandai dengan pemotongan plat pertama (first steel cutting) di markas PAL.


PT. PAL Menangkan Tender Pengadaan 2 Kapal Perang Filipina

Seremoni itu dilakukan dilakukan oleh Kepala Staf Angkatan Laut Filipina (Flag Officer In Command Philippine Navy) Jesus C Millan bersama Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Madya Ade Supandi, Duta besar RI untuk Filiphina, Presiden Direktur PAL Firmansyah Arifin, dan Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

"Ada delapan negara lain yang ikut lelang, salah satunya Korea Selatan. Akhirnya lelang dimenangkan kami dengan nilai US$ 90 juta untuk dua kapal," ujar Firmansyah kepada wartawan, Kamis (22/1/2015).

Gelar Pasukan Pengaman Wapres

Gelar Pasukan Pengaman Wapres

Personil TNI AD melakukan gelar pasukan pengamanan kunjungan kerja Wakil Presiden Jusuf Kalla di Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (23/1). Sebanyak 2.000 personil TNI, Polri dan instansi terkait akan disiagakan untuk pengamanan kunjungan kerja Jusuf Kalla di Sulawesi Selatan pada 27-29 Januari 2015. (ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang)

Berita Strategi Militer Terbaru


Lazada Indonesia

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters