Helikopter milik TNI AD jatuh menimpa rumah warga di Kampung Kowang, Purwomartani, Kalasan, Sleman, DIY. Heli itu jatuh menimpa rumah milik Heru, warga setempat.
Menurut Wildan, warga setempat, kejadian jatuhnya heli sekira pukul 15.20 WIB, Jum'at (8/7/2016). Dia mengaku melihat saat baling-baling belakang helikopter oleng.
Saat ini, ratusan warga sekitar berada di sekitar lokasi. Insiden ini menewaskan dua orang penumpang, dan tiga orang lainnya dinyatakan selamat. (SindoNews)
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Tampilkan postingan dengan label Tragedi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tragedi. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 09 Juli 2016
Jenazah Korban Heli TNI AD Dimakamkan di TMP Kalibata
Kamis, 14 April 2016
Mortir Meledak Prajurit Kodam XVII/Cenderawasih Gugur
Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayor Jenderal TNI Hinsa Siburian, mengakui, penyebab kematian Sersan Kepala Sukamdani akibat terkena hempasan mortir yang hendak dilontarkan akibat alat yang digunakan macet.
"Selaku komandan saya menyesalkan insiden tersebut, diduga peristiwa tersebut karena kelalaian anggota," kata Siburian, di Jayapura, Kamis.
Dikatakan, sesaat setelah insiden terjadi langsung dilakukan olah TKP oleh Polisi Militer Kodam XVII/Cenderawasih, dan jenasah sudah dikirim ke Ngawi, Jawa Timur, Kamis pagi (14/4), didampingi istri dan kedua anaknya.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 11.30 WIT Rabu (13/4), di belakang rumah tembak simulasi Resimen Induk Kodam XVII/Cendrawasih, di Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, disebabkan alat pelontar amunisi mortir 81 milimeter itu macet.
"Selaku komandan saya menyesalkan insiden tersebut, diduga peristiwa tersebut karena kelalaian anggota," kata Siburian, di Jayapura, Kamis.
Dikatakan, sesaat setelah insiden terjadi langsung dilakukan olah TKP oleh Polisi Militer Kodam XVII/Cenderawasih, dan jenasah sudah dikirim ke Ngawi, Jawa Timur, Kamis pagi (14/4), didampingi istri dan kedua anaknya.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 11.30 WIT Rabu (13/4), di belakang rumah tembak simulasi Resimen Induk Kodam XVII/Cendrawasih, di Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, disebabkan alat pelontar amunisi mortir 81 milimeter itu macet.
Selasa, 22 Maret 2016
13 Prajurit TNI yang gugur di Poso diberi Bintang Bhayangkara Nararya
Tiga belas prajurit TNI yang meninggal dunia saat helikopter TNI AD jenis Bell 412 EP nomor HA 5171 yang jatuh di Poso, Sulawesi Tengah, mendapatkan tanda jasa Bintang Bhayangkara Nararya dari Polri. Mereka juga mendapatkan kenaikan pangkat anumerta atas jasa Satgas Tinombala di Poso.
Pantauan merdeka.com, di Lanud Halim Perdanakusuma, Senin (22/3), perwira Polri memberikan tanda jasa Bintang Bhayangkara Nararya kepada perwakilan keluarga korban jenazah. Jenazah akan dimakamkan ke Taman Makam Pahlawan, Kalibata, siang ini.
Sementara petinggi Polri yang hadir yakni Wakapolri Komjen Budi Gunawan dan Kabid Humas Polda Kombes M Iqbal. Sementara petinggi TNI yang hadir di lokasi, Danjen Kopassus Mayjen Herindra, Pangdam Jaya Mayjen Teddy Lhaksamana dan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono.
Pantauan merdeka.com, di Lanud Halim Perdanakusuma, Senin (22/3), perwira Polri memberikan tanda jasa Bintang Bhayangkara Nararya kepada perwakilan keluarga korban jenazah. Jenazah akan dimakamkan ke Taman Makam Pahlawan, Kalibata, siang ini.
Sementara petinggi Polri yang hadir yakni Wakapolri Komjen Budi Gunawan dan Kabid Humas Polda Kombes M Iqbal. Sementara petinggi TNI yang hadir di lokasi, Danjen Kopassus Mayjen Herindra, Pangdam Jaya Mayjen Teddy Lhaksamana dan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono.
Minggu, 20 Maret 2016
Helikopter TNI Meledak di Poso Pesisir Selatan
Helikopter yang ditumpangi Komandan Korem 132 Tadulako Letnan Kolonel Infanteri Syaiful Anwar meledak di wilayah Poso Pesisir Selatan.
Demikian disampaikan Kepala Operasi Tinombala 2016 Leo Bona Lubis Helikopter.
"Satu orang kritis dan yang lainnya meninggal. Kita belum tahu kondisi Danrem. Sekarang kita masih lakukan evakuasi, " kata Leo Bona Lubis, dihubungi via telpon selular, Minggu (20/03/2016).
Demikian disampaikan Kepala Operasi Tinombala 2016 Leo Bona Lubis Helikopter.
"Satu orang kritis dan yang lainnya meninggal. Kita belum tahu kondisi Danrem. Sekarang kita masih lakukan evakuasi, " kata Leo Bona Lubis, dihubungi via telpon selular, Minggu (20/03/2016).
Kamis, 11 Februari 2016
Menko Polhukam : Pesawat Super Tucano Jatuh, Jangan Berspekulasi
Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan meminta semua pihak tak berspekulasi dengan penyebab jatuhnya pesawat Super Tucano TT-3108 di Malang, Jawa Timur. Saat ini investigasi sedang dilakukan.
"Soal pesawat itu jatuh lagi dicari keterangan apakah engine failure atau pilot eror. Yang jelas itu memang ini lagi test pilot ini karena lagi perbaikan. Sebenernya terlalu early untuk kasih statement," kata Luhut di Istana Negara, Jl Veteran, Jakpus, Rabu (10/2/2016).
Luhut meminta agar semua pihak tidak menghubung-hubungkan jatuhnya pesawat latih buatan Brasil itu dengan kondisi pesawat yang masih baru. Menurutnya, kecelakaan bisa terjadi pada pesawat dalam kondisi apapun.
"Iya memang pesawatnya baru, tapi ya bisa saja kan. Kapal baru tenggelam juga bisa. Tapi yang penting sekarang lagi diinvestigasi," jelas Luhut.
"Soal pesawat itu jatuh lagi dicari keterangan apakah engine failure atau pilot eror. Yang jelas itu memang ini lagi test pilot ini karena lagi perbaikan. Sebenernya terlalu early untuk kasih statement," kata Luhut di Istana Negara, Jl Veteran, Jakpus, Rabu (10/2/2016).
Luhut meminta agar semua pihak tidak menghubung-hubungkan jatuhnya pesawat latih buatan Brasil itu dengan kondisi pesawat yang masih baru. Menurutnya, kecelakaan bisa terjadi pada pesawat dalam kondisi apapun.
"Iya memang pesawatnya baru, tapi ya bisa saja kan. Kapal baru tenggelam juga bisa. Tapi yang penting sekarang lagi diinvestigasi," jelas Luhut.
Rabu, 06 Januari 2016
Helikopter TNI AU Terperosok di Lanud Sulaiman
Helikopter tipe HT-3313 milik TNI AU mengalami insiden di Lanud Sulaiman, Bandung, Jawa Barat siang tadi. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan alat perang tersebut.
"Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Hanya kecelakaan kecil saja. Heli masih di ujung runway," kata Kadispenau Marsma Dwi Badarmanto saat dikonfirmasi Okezone, Selasa (5/1/2015).
"Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Hanya kecelakaan kecil saja. Heli masih di ujung runway," kata Kadispenau Marsma Dwi Badarmanto saat dikonfirmasi Okezone, Selasa (5/1/2015).
Cerita Dono Warkop hadang tentara di peristiwa Mei 98
Selain dikenal sebagai grup lawak dengan sentilan berbau politik, para personel Warkop DKI juga kerap turun ke jalan menyuarakan kekecewaan mereka terhadap pemerintahan. Salah satu personel Warkop yang dikenal paling vokal adalah Wahjoe Sardono atau yang biasa disapa Dono Warkop.
Wartawan senior, Budiarto Shambazy, mengingat bagaimana Dono dengan gagah berani menyongsong serbuan tentara yang saat itu menyerbu kampus Universitas Katolik Atmajaya, Jakarta. Di saat ribuan mahasiswa masuk tunggang langgan ke dalam kampus yang berada di Semanggi, Dono dengan berani melawan tentara, bahkan 'menyerang' pasukan hijau itu selang hydrant.
Dalam buku 'Warkop Main-Main Jadi Bukan Main' karya Rudy Badil dan Indro Warkop, Budiarto yang dipercaya menuliskan kata pengantar, masih mengingat dengan jelas kejadian bersejarah tersebut. Saat itu Jumat, 13 November 1998, ketika Jakarta masih mencekam karena peristiwa 12 Mei 1998 yang menewaskan empat mahasiswa Universitas Trisakti. Saat itu, mahasiswa menuntut Soeharto mundur sebagai Presiden.
Wartawan senior, Budiarto Shambazy, mengingat bagaimana Dono dengan gagah berani menyongsong serbuan tentara yang saat itu menyerbu kampus Universitas Katolik Atmajaya, Jakarta. Di saat ribuan mahasiswa masuk tunggang langgan ke dalam kampus yang berada di Semanggi, Dono dengan berani melawan tentara, bahkan 'menyerang' pasukan hijau itu selang hydrant.
Dalam buku 'Warkop Main-Main Jadi Bukan Main' karya Rudy Badil dan Indro Warkop, Budiarto yang dipercaya menuliskan kata pengantar, masih mengingat dengan jelas kejadian bersejarah tersebut. Saat itu Jumat, 13 November 1998, ketika Jakarta masih mencekam karena peristiwa 12 Mei 1998 yang menewaskan empat mahasiswa Universitas Trisakti. Saat itu, mahasiswa menuntut Soeharto mundur sebagai Presiden.
Minggu, 20 Desember 2015
Gugur, 2 Pilot Pesawat T-50i Tak Gunakan Kursi Lontar, Apa Alasannya?
Dua pilot pesawat tempur T-50i Golden Eagle gugur setelah pesawat yang diterbangkannya terjatuh saat berakrobat di Lapangan Udara Adisudjipto, Yogyakarta. Pertanyaan besar belum terjawab, mengapa keduanya tak menyelamatkan diri menggunakan kursi lontar?
Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Dwi Badarmanto mengatakan hal tersebut masih dalam penyelidikan yang dilakukan tim investigasi.
"Ya itu juga yang kami ingin tahu (mengapa tidak pakai kursi lontar). Ini masih diselidiki oleh tim investigasi," ujar Dwi menjawab detikcom di gedung Summa III, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (20/12/2015).
Dia mengatakan memang biasanya setiap pesawat tempur dilengkapi dengan kursi pelontar. Kelengkapan ini untuk antisipasi sewaktu-waktu pesawat bila terjatuh atau kecelakaan.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Dwi Badarmanto mengatakan hal tersebut masih dalam penyelidikan yang dilakukan tim investigasi.
"Ya itu juga yang kami ingin tahu (mengapa tidak pakai kursi lontar). Ini masih diselidiki oleh tim investigasi," ujar Dwi menjawab detikcom di gedung Summa III, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (20/12/2015).
Dia mengatakan memang biasanya setiap pesawat tempur dilengkapi dengan kursi pelontar. Kelengkapan ini untuk antisipasi sewaktu-waktu pesawat bila terjatuh atau kecelakaan.
Pesawat T-50i Golden Eagle Jatuh di Yogya Airshow, Pilot Meniggal Dunia
Satu pesawat latih tingkat lanjut T50i Golden Eagle buatan Korea Selatan jatuh saat melakukan atraksi dalam Yogya Airshow di Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.45 WIB.
Komandan Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Yogyakarta Pristiawan yang timnya berada di lokasi mengatakan, pesawat jatuh masih di area bandara. Di dalam pesawat, kata Pristiawan, ada pilot dan kopilot.
Pristiawan mengaku belum mendapat informasi tentang nasib pilot dan kopilot pesawat nahas tersebut.
Setelah terjadinya musibah ini, Yogya Airshow dihentikan untuk hari ini. “Kegiatan Yogya Airshow dan Bandara Adi Sutjipto ditutup sementara untuk proses investigasi dan evakuasi,” kata Pristiawan (20/12/2015).
Komandan Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Yogyakarta Pristiawan yang timnya berada di lokasi mengatakan, pesawat jatuh masih di area bandara. Di dalam pesawat, kata Pristiawan, ada pilot dan kopilot.
Pristiawan mengaku belum mendapat informasi tentang nasib pilot dan kopilot pesawat nahas tersebut.
Setelah terjadinya musibah ini, Yogya Airshow dihentikan untuk hari ini. “Kegiatan Yogya Airshow dan Bandara Adi Sutjipto ditutup sementara untuk proses investigasi dan evakuasi,” kata Pristiawan (20/12/2015).
Sabtu, 24 Oktober 2015
Kabut Asap Indonesia Lintasi Berbagai Negara
Bencana asap tahun ini disebut sebagai terburuk sepanjang sejarah. Meski negara-negara tetangga telah membantu, tapi tetap titik api tak terkendali, bahkan meluas. Saat ini, asap telah dibawa angin hingga ke Filipina.
"Asap lintas batas negara. Asap menutup langit Sumatera-Kalimantan-Malaysia-Singapore-Filipina pada 24-10-2015 10.20," tulis Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho di akun twitternya, Sabtu (24/10/2015).
Sementara itu media Filipina, philstar.com, melaporkan bahwa asap yang menyelimuti Mindanao, wilayah negara bagian selatan, sejak pekan lalu, berimbas pada kegiatan pemantauan cuaca.
"Asap lintas batas negara. Asap menutup langit Sumatera-Kalimantan-Malaysia-Singapore-Filipina pada 24-10-2015 10.20," tulis Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho di akun twitternya, Sabtu (24/10/2015).
Sementara itu media Filipina, philstar.com, melaporkan bahwa asap yang menyelimuti Mindanao, wilayah negara bagian selatan, sejak pekan lalu, berimbas pada kegiatan pemantauan cuaca.
Selasa, 20 Oktober 2015
Hari Terakhir Pencarian Heli di Danau Toba
Proses pencarian helikopter yang hilang di Danau Toba memasuki hari terakhir. Tim Operasi SAR Gabungan untuk mencari heli milik PT Penerbangan Angkasa Semesta (PAS) tersebut akan memaksimalkan pencarian hari ini dalam satuan kecil.
"Kita tetap laksanakan pencarian dengan satuan kecil. Karena saya belum cek hasil cek minyak yang tersebar di air, apakah avtur atau bukan," kata Direktur Operasional Basarnas Heronimus Guru saat dikonfirmasi, Selasa (20/10/2015).
Genangan minyak tersebut ditemukan di sektor pencarian 6 dengan luas sekitar 30x20 meter. Tim tengah menyelidiki dari mana asal muasal genangan minyak tersebut.
Menurut Heronimus, area pencarian hari ini akan difokuskan di sektor 5. Tim dari Geosurvey akan fokus menyisir sekitar Teluk Batakar atau Baratdaya Papande. Setelah operasi hari ini selesai dan tim tidak mendapatkan perubahan yang signifikan, pencarian akan ditutup.
"Kita tetap laksanakan pencarian dengan satuan kecil. Karena saya belum cek hasil cek minyak yang tersebar di air, apakah avtur atau bukan," kata Direktur Operasional Basarnas Heronimus Guru saat dikonfirmasi, Selasa (20/10/2015).
Genangan minyak tersebut ditemukan di sektor pencarian 6 dengan luas sekitar 30x20 meter. Tim tengah menyelidiki dari mana asal muasal genangan minyak tersebut.
Menurut Heronimus, area pencarian hari ini akan difokuskan di sektor 5. Tim dari Geosurvey akan fokus menyisir sekitar Teluk Batakar atau Baratdaya Papande. Setelah operasi hari ini selesai dan tim tidak mendapatkan perubahan yang signifikan, pencarian akan ditutup.
Selasa, 13 Oktober 2015
Hilang Tiga Hari Penumpang Selamat Helikopter EC130 Dirawat di Puskesmas
Fransiskus, penumpang helikopter EC130 PK-BKA yang hilang sejak Minggu lalu ditemukan selamat. Ia segera dilarikan ke Puskesmas Onan Runggu untuk mendapat perawatan intensif.
Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara Komisaris Besar Helfi Assegaf mengatakan, Fransiskus ditemukan di sekitar perairan Onan Baru Kecamatan Onan Runggu, Kabupaten Samosir.
"Saat ini korban masih dirawat di Puskesmas Onan Runggu," kata Helfi kepada CNN Indonesia, Selasa (13/10).
Belum diketahui kondisi kesehatan Fransiskus setelah ditemukan. Fransiskus ditemukan oleh Tim SAR Lantamal sekitar pukul 12.15 WIB.
Meski salah satu penumpang sudah ditemukan dalam kondisi selamat, sampai saat ini belum diketahui keberadaan helikopter dan dua penumpang serta pilot dan teknisi.
Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara Komisaris Besar Helfi Assegaf mengatakan, Fransiskus ditemukan di sekitar perairan Onan Baru Kecamatan Onan Runggu, Kabupaten Samosir.
"Saat ini korban masih dirawat di Puskesmas Onan Runggu," kata Helfi kepada CNN Indonesia, Selasa (13/10).
Belum diketahui kondisi kesehatan Fransiskus setelah ditemukan. Fransiskus ditemukan oleh Tim SAR Lantamal sekitar pukul 12.15 WIB.
Meski salah satu penumpang sudah ditemukan dalam kondisi selamat, sampai saat ini belum diketahui keberadaan helikopter dan dua penumpang serta pilot dan teknisi.
Selasa, 06 Oktober 2015
Lokasi ditemukan, korban Aviastar dievakuasi dari pesawat
Evakuasi pesawat Aviastar PK-BRM di pegunungan Latimojong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan dilakukan pagi ini, Selasa (6/10). Sudah ada korban yang dikeluarkan dari badan pesawat.
Panglima Kodam VII Wirabuana, Mayjen TNI Bachtiar bersama Kapolda Sulsel, Irjen Polisi Pudji Hartanto Iskandar ikut langsung dalam evakuasi. Keduanya menumpang di dua helikopter berbeda masing-masing milik TNI dan Polda Sulsel di Lanud Hasanuddin. Ketua Komisi Nasional Keamanan Transportasi (KNKT), Soerjanto juga ikut dalam evakuasi itu.
"Iya ini mau ke sana evakuasi korban. Di antara korban itu sudah ada yang dikeluarkan dari pesawat," ujar Mayjen TNI Bachtiar singkat.
Panglima Kodam VII Wirabuana, Mayjen TNI Bachtiar bersama Kapolda Sulsel, Irjen Polisi Pudji Hartanto Iskandar ikut langsung dalam evakuasi. Keduanya menumpang di dua helikopter berbeda masing-masing milik TNI dan Polda Sulsel di Lanud Hasanuddin. Ketua Komisi Nasional Keamanan Transportasi (KNKT), Soerjanto juga ikut dalam evakuasi itu.
"Iya ini mau ke sana evakuasi korban. Di antara korban itu sudah ada yang dikeluarkan dari pesawat," ujar Mayjen TNI Bachtiar singkat.
Rabu, 30 September 2015
Kisah RPKAD Rebut RRI dari PKI Hanya Dalam 20 menit
Genap 50 tahun lalu, Komandan Tjakrabirawa Letnan Kolonel Untung Syamsuri memimpin pasukan untuk menculik seluruh perwira tinggi Angkatan Darat. Penculikan ini berlangsung pada malam hari. Jenderal Ahmad Yani, Abdul Haris Nasution dan 8 jenderal lainnya menjadi target utama untuk dibungkam.
Sehari setelah peristiwa penculikan berlangsung, Untung memerintahkan sejumlah pasukan bernama 'Divisi Ampera' untuk menguasai Radio Republik Indonesia (RRI). Lewat media inilah Untung mengumumkan pengambilalihan kekuasaan sekaligus membentuk 'Dewan Revolusi' menggantikan 'Dewan Jenderal'.
Tindakan yang dilakukan Untung ini tak hanya membingungkan rakyat, seluruh petinggi militer juga terkejut mendengar berita tersebut. Tak ingin berlama-lama, Komandan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD), Kolonel Sarwo Edhie Wibowo bergerak cepat. Dia meminta pasukannya menyerbu RRI dan merebutnya dari tangan Untung.
Sehari setelah peristiwa penculikan berlangsung, Untung memerintahkan sejumlah pasukan bernama 'Divisi Ampera' untuk menguasai Radio Republik Indonesia (RRI). Lewat media inilah Untung mengumumkan pengambilalihan kekuasaan sekaligus membentuk 'Dewan Revolusi' menggantikan 'Dewan Jenderal'.
Tindakan yang dilakukan Untung ini tak hanya membingungkan rakyat, seluruh petinggi militer juga terkejut mendengar berita tersebut. Tak ingin berlama-lama, Komandan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD), Kolonel Sarwo Edhie Wibowo bergerak cepat. Dia meminta pasukannya menyerbu RRI dan merebutnya dari tangan Untung.
Label:
KOPASSUS,
Prestasi Militer,
Propesionalisme TNI,
Tragedi
Daftar pasukan TNI yang disusupi PKI & G30S
Orang-orang Komunis menyebutnya para perwira berpikiran progresif revolusioner. Mereka lah para tentara yang berhasil direkrut oleh PKI untuk mendukung Gerakan 30 September.
Adalah Ketua Biro Chusus PKI Sjam Kamaruzaman yang memiliki tanggung jawab untuk itu. Sjam mengaku kekuatan tentara yang dibina PKI sudah cukup kuat untuk mengadakan gerakan di Jakarta. Sedangkan di daerah akan ikut begitu di Jakarta meletup.
Dalam buku 'Dalih Pembunuhan Massal' sejarawan John Roosa menuliskan kekuatan para pembelot yang dipimpin Letkol Untung Samsuri tersebut.
Adalah Ketua Biro Chusus PKI Sjam Kamaruzaman yang memiliki tanggung jawab untuk itu. Sjam mengaku kekuatan tentara yang dibina PKI sudah cukup kuat untuk mengadakan gerakan di Jakarta. Sedangkan di daerah akan ikut begitu di Jakarta meletup.
Dalam buku 'Dalih Pembunuhan Massal' sejarawan John Roosa menuliskan kekuatan para pembelot yang dipimpin Letkol Untung Samsuri tersebut.
Sabtu, 26 September 2015
Duka Selimuti Prajurit Pengamanan Perbatasan RI - Malaysia
Prajurit Pengamanan Perbatasan 521/Dadaha Yudha itu Tak Terselamatkan
KABAR duka datang dari Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) 521/Dadaha Yudha. Seorang prajurit yang bertugas di Nunukan untuk menjaga perbatasan Indonesia-Malaysia sejak Juni lalu meningal dunia. Dia adalah kopral dua (kopda) Frenky. Berdasarkan informasi yang didapat prokal.co (JPNN Group), Frenky meninggal dunia karena menggalami kecelakaan tunggal di Desa Sekaduyun Taka, Kecamatan Seimanggaris.
Komandan Satgas Pamtas 521/DY Mayor Inf Slamet Winarto menjelaska, sebelum meninggal almarhum keluar dari Pos Penjagaan Indonesia-Malaysia menuju pusat desa untuk membeli keperluan harian.
Saat perjalanan menuju desa, motor yang dikendarai korban tergelincir di salah satu turunan jalan utama menuju desa tersebut.
KABAR duka datang dari Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) 521/Dadaha Yudha. Seorang prajurit yang bertugas di Nunukan untuk menjaga perbatasan Indonesia-Malaysia sejak Juni lalu meningal dunia. Dia adalah kopral dua (kopda) Frenky. Berdasarkan informasi yang didapat prokal.co (JPNN Group), Frenky meninggal dunia karena menggalami kecelakaan tunggal di Desa Sekaduyun Taka, Kecamatan Seimanggaris.
Komandan Satgas Pamtas 521/DY Mayor Inf Slamet Winarto menjelaska, sebelum meninggal almarhum keluar dari Pos Penjagaan Indonesia-Malaysia menuju pusat desa untuk membeli keperluan harian.
Saat perjalanan menuju desa, motor yang dikendarai korban tergelincir di salah satu turunan jalan utama menuju desa tersebut.
Label:
Perbatasan NKRI,
Propesionalisme TNI,
Tragedi
Selasa, 30 Juni 2015
Pilot Hercules jatuh di Medan siswa terbaik Sekkau 97
Pesawat Hercules tipe C-130 dengan registrasi A1310 jatuh di Jalan Jamin Ginting, Sumatera Utara, Selasa (30/6). Pesawat mengangkut logistik itu terbang dari Pangkalan Udara Soewondo, Medan menuju Natuna, Kepulauan Riau.
Pesawat milik TNI AU tersebut dikendalikan oleh pilot Kapten Penerbang Sandy Permana dari Skuadron 32 Abdul Rahman Saleh, Malang, Jawa Timur. Sandy Permana tercatat merupakan siswa terbaik Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara (Sekkau) angkatan 97.
"Dalam laporannya Dansekkau mengatakan Sekkau berhasil meluluskan 74 orang perwira siswa yang terdiri dari 70 orang perwira AU, termasuk didalamnya 6 orang Wara, 2 orang perwira AD dan 2 orang perwira AL dan keluar sebagai siswa terbaik Sekkau angkatan ke-97, Kapten Pnb Sandy Permana dari Skuadron Udara 32 Wing 2 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang," tulis situs resmi TNI AU, Senin (15/6).
Pesawat milik TNI AU tersebut dikendalikan oleh pilot Kapten Penerbang Sandy Permana dari Skuadron 32 Abdul Rahman Saleh, Malang, Jawa Timur. Sandy Permana tercatat merupakan siswa terbaik Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara (Sekkau) angkatan 97.
"Dalam laporannya Dansekkau mengatakan Sekkau berhasil meluluskan 74 orang perwira siswa yang terdiri dari 70 orang perwira AU, termasuk didalamnya 6 orang Wara, 2 orang perwira AD dan 2 orang perwira AL dan keluar sebagai siswa terbaik Sekkau angkatan ke-97, Kapten Pnb Sandy Permana dari Skuadron Udara 32 Wing 2 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang," tulis situs resmi TNI AU, Senin (15/6).
Hercules Jatuh: 49 Jenazah Ditemukan, 23 Sudah Dikenali
Proses evakuasi penumpang pesawat Hercules yang jatuh di Jalan Jamin Ginting, Medan, masih terus dilakukan. Laporan terakhir, 49 jenazah berhasil ditemukan dan dibawa ke RS Adam Malik.
"Total jumlah penumpang dan awak di pesawat Hercules ada 113 orang. 49 sudah ditemukan dan 23 teridentifikasi (dikenali)," kata Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal Madya TNI Agus Supriatna, Selasa 30 Juni 2015.
Pesawat ini mulai terbang dari Pangkalan Udara Abdul Rahman Saleh Malang pada Senin, 29 Juni 2015 menuju Adi Sutjipto, Yogyakarta, kemudian ke Halim Perdanakusumah.
"Total jumlah penumpang dan awak di pesawat Hercules ada 113 orang. 49 sudah ditemukan dan 23 teridentifikasi (dikenali)," kata Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal Madya TNI Agus Supriatna, Selasa 30 Juni 2015.
Pesawat ini mulai terbang dari Pangkalan Udara Abdul Rahman Saleh Malang pada Senin, 29 Juni 2015 menuju Adi Sutjipto, Yogyakarta, kemudian ke Halim Perdanakusumah.
Kamis, 25 Juni 2015
Jet tempur F-16 tergelincir di Lanud Iswahyudi
Jet tempur F-16 milik TNI AU mengalami kecelakaan di Lanud Iswahyudi, Madiun. Kecelakaan terjadi karena masalah teknis dan hanya mengalami lecet-lecet sehingga masih bisa digunakan.
"Hanya emergency aja. Jadi saat mau mendarat sudah normal. Sudah berhenti tapi roda masuk lagi. Itu teknis aja," ungkap Kadispenau Marsma Dwi Badarmanto saat dihubungi, Rabu (24/6/2015).
Kejadian tersebut berawal saat pilot sedang menggelar latihan rutin. Pilot berangkat saat subuh dan hendak mendarat sekitar pukul 06.30 WIB. Setelah menyentuh landasan, tiba-tiba roda masuk kembali ke dalam badan pesawat.
"Itu teknis ya, diperkirakan masalah hidrolic. Karena sudah lama pesawatnya. Tapi nggak ada kerusakan berat, cuma lecet-lecet wajar ya. Masih bisa dipakai lagi," kata Dwi.
"Hanya emergency aja. Jadi saat mau mendarat sudah normal. Sudah berhenti tapi roda masuk lagi. Itu teknis aja," ungkap Kadispenau Marsma Dwi Badarmanto saat dihubungi, Rabu (24/6/2015).
Kejadian tersebut berawal saat pilot sedang menggelar latihan rutin. Pilot berangkat saat subuh dan hendak mendarat sekitar pukul 06.30 WIB. Setelah menyentuh landasan, tiba-tiba roda masuk kembali ke dalam badan pesawat.
"Itu teknis ya, diperkirakan masalah hidrolic. Karena sudah lama pesawatnya. Tapi nggak ada kerusakan berat, cuma lecet-lecet wajar ya. Masih bisa dipakai lagi," kata Dwi.
Kamis, 16 April 2015
Profil Letkol Firman, Pilot F-16 yang Terbakar di Halim
Jet tempur F-16 terbakar di Bandara Halim Perdanakusuma. Belum diketahui penyebabnya. Sang pilot, Letkol Pnb Firman Dwi Cahyono, selamat. Ini profil perwira menengah berusia 41 tahun tersebut.
Firman berasal dari Sidoarjo, Jatim, dan lahir dari keluarga TNI AL. Ia merupakan lulusan terbaik SMA Taruna Magelang dan ikut seleksi AKABRI serta lulus di TNI AU.
Saat ini, Firman menjabat sebagai Komandan Skadron Udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru. Selain pendidikan di TNI, dia juga meraih gelar S2 dari University of New South Wales Australia tahun 2011.
Awal Juli 2014, ada 3 jet tempur F-16 yang akan dibawa dari AS ke Indonesia. Firman dipercaya menjemput pesawat tersebut. Dia kebagian mengawaki, sebab pilotnya adalah orang AS. Dua pesawat lainnya juga dipiloti personel angkatan udara AS.
Firman berasal dari Sidoarjo, Jatim, dan lahir dari keluarga TNI AL. Ia merupakan lulusan terbaik SMA Taruna Magelang dan ikut seleksi AKABRI serta lulus di TNI AU.
![]() |
| Letkol Pnb Firman Dwi Cahyono (dok detikcom) |
Saat ini, Firman menjabat sebagai Komandan Skadron Udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru. Selain pendidikan di TNI, dia juga meraih gelar S2 dari University of New South Wales Australia tahun 2011.
Awal Juli 2014, ada 3 jet tempur F-16 yang akan dibawa dari AS ke Indonesia. Firman dipercaya menjemput pesawat tersebut. Dia kebagian mengawaki, sebab pilotnya adalah orang AS. Dua pesawat lainnya juga dipiloti personel angkatan udara AS.
Langganan:
Postingan (Atom)
Berita Populer
-
Di Era tahun 60an TNI AU/AURI saat itu pernah memiliki kekuatan udara yang membuat banyak negara menjadi ‘ketar ketir’, khususnya negara-ne...
-
Pihak inteljen Kodam, sambung Hardiono, masih melakukan pendeteksian kebangkitan PKI di wilayah Jateng dan DIY. Pangdam menambahkan memang ...
-
Kalau dipikir-pikir, ada yang ganjil dengan armada bawah laut Indonesia. Saat ini TNI AL hanya memiliki dua kapal selam gaek namun harus m...
-
Serangan ke Lapas Cebongan menambah catatan hitam Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD. Sebelumnya pada tahun 1998, Kopassus juga disoro...
-
Penyerangan Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta menggunakan senapan serbu AK-47. Diketahui anggota Kopassus ini baru saja berlatih di Gunung ...
-
TNI bersama Kementerian Pertahanan (Kemhan) sepakat memilih pesawat tempur generasi kelima Sukhoi (Su-35) buatan Rusia, sebagai pengganti pe...
-
Kejujuran 11 prajurit Kopassus mengakui kesalahan, menembak empat tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cebongan Sleman, Yogyakarta, mendat...
-
10 Pesawat angkut Hercules type H 16 Pesawat tempur coin Super Tucano ( 4 sudah datang) 16 Pesawat latih Grob G120TP 6 Pesawat lati...
-
Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono berang dituding komisioner Komnas HAM tidak pernah bekerja dan terkesan hanya tidur dalam mengatasi ko...
-
Modernisasi militer terus diupayakan oleh pemerintah. Dalam waktu dekat, dua unit pesawat tempur jenis Sukhoi Generasi 4,5 akan tiba di Tan...




















