Badan SAR Nasional (Basarnas) memperkenalkan helikopter terbaru yaitu AgustaWestland SAR AW139 yang dirakit oleh Indopelita Air Services di lapangan terbang Pondok Cabe, Tangerang selatan, Senin, 22 Februari 2012. Selain hemat bahan bakar, keunggulan yang dimiliki heli pabrikan Italia-Inggris tersebut adalah mampu melakukan pencarian di malam hari dengan memakai kamera infrared yang terdapat di hidung heli serta dapat menampung 5 tandu atau 15 penumpang di dalam heli.
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Tampilkan postingan dengan label Basarnas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Basarnas. Tampilkan semua postingan
Jumat, 25 Maret 2016
Foto - Foto Helikopter Baru Milik Basarnas
Selasa, 13 Januari 2015
CVR AirAsia Sudah Ditemukan, Tinggal Diangkat
Badan SAR Nasional (Basarnas) memastikan telah menangkap sinyal yang dipancarkan oleh Cockpit Voice Recorder (CVR) AirAsia QZ8501 pada Selasa (12/1). Kepala Basarnas Marsekal Madya F.H. Bambang Soelistyo mengatakan, lokasi sinyal CVR ditangkap tidak jauh dari tempat penemuan Flight Data Recorder (FDR) pada pagi hari ke-16 operasi.
"CVR sinyal 'ping'nya sudah ditangkap. Posisi tidak jauh dari lokasi FDR yang sudah dievakuasi. Ditemukan atas kerja sama dari kapal-kapal di area. Ada KN Baruna Jaya, KN Jadayat, Kapal Java Prima," ujar Soelistyo di Kantor Pusat Basarnas, Jakarta, Senin (12/1). Meski sudah ditemukan, namun tim penyelam belum dapat mengangkat alat rekaman pembicaraan di kokpit itu.
Direktur Operasional Basarnas Marsekal Muda SB. Supriyadi sebelumnya telah menyampaikan hasil operasi yang sama dengan pemaparan Soelistyo pada Selasa sore (12/1).
"CVR sinyal 'ping'nya sudah ditangkap. Posisi tidak jauh dari lokasi FDR yang sudah dievakuasi. Ditemukan atas kerja sama dari kapal-kapal di area. Ada KN Baruna Jaya, KN Jadayat, Kapal Java Prima," ujar Soelistyo di Kantor Pusat Basarnas, Jakarta, Senin (12/1). Meski sudah ditemukan, namun tim penyelam belum dapat mengangkat alat rekaman pembicaraan di kokpit itu.
Direktur Operasional Basarnas Marsekal Muda SB. Supriyadi sebelumnya telah menyampaikan hasil operasi yang sama dengan pemaparan Soelistyo pada Selasa sore (12/1).
Minggu, 11 Januari 2015
Tiga Kapal Berhasil Deteksi Sinyal Black Box
Direktur Operasional Basarnas SB Supriyadi menjelaskan, tiga kapal yang berhasil menemukan sinyal black box pesawat AirAsia, yaitu kapal Baruna Jaya, Java Interior, dan Kapal GeoSurvey.
"Ini lagi mau dicek dengan melakukan penyelaman. Lagi kita kirim penyelam dari kapal KN Pacitan ke kapal-kapal itu," kata Supriyadi, kepada wartawan, di lokasi, Minggu (11/1/2015).
![]() |
| ilustrasi Black Box |
"Ini lagi mau dicek dengan melakukan penyelaman. Lagi kita kirim penyelam dari kapal KN Pacitan ke kapal-kapal itu," kata Supriyadi, kepada wartawan, di lokasi, Minggu (11/1/2015).
Jumat, 09 Januari 2015
Bila Black Box AirAsia QZ8501 Ditemukan, Basarnas Kembali Fokus Evakuasi Jenazah
Apabila black box pesawat Air Asia QZ8501 dapat ditemukan hari ini, Badan SAR Nasional (Basarnas) akan kembali fokus pada pencarian jenazah korban.
Setelah bagian ekor pesawat ditemukan kemarin, Basarnas memang memfokuskan pencarian pada black box yang diperkirakan menempel pada posisinya atau terlepas tidak jauh dari bagian ekor pesawat yang ditemukan.
Menurut Kepala Badan Search and Rescue Nasional (Kabasarnas), Marsekal Madya Henry Bambang Soelistyo, Basarnas berkoordinasi dengan KNKT dan para penyelam untuk menentukan skenario dengan kondisi yang ada di area pencarian.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi keamanan kondisi fisik black box, karena diperlukan perlakuan khusus saat pengangkatan benda penting tersebut.
Setelah bagian ekor pesawat ditemukan kemarin, Basarnas memang memfokuskan pencarian pada black box yang diperkirakan menempel pada posisinya atau terlepas tidak jauh dari bagian ekor pesawat yang ditemukan.
Menurut Kepala Badan Search and Rescue Nasional (Kabasarnas), Marsekal Madya Henry Bambang Soelistyo, Basarnas berkoordinasi dengan KNKT dan para penyelam untuk menentukan skenario dengan kondisi yang ada di area pencarian.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi keamanan kondisi fisik black box, karena diperlukan perlakuan khusus saat pengangkatan benda penting tersebut.
Kamis, 08 Januari 2015
Kisah di Balik 17 Menit Penemuan Ekor QZ8501 dan Tabung yang Kehabisan Oksigen
Masih menggunakan baju penyelam dengan kondisi yang basah kuyup, Serma Marinir Boflen Sirait berdiri tegap di Anjungan KRI Banda Aceh, yang tengah berlayar di Selat Karimata, dekat Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Rabu (7/1/2015) siang. Dengan tarikan napasnya yang masih berat, Boflen hendak melaporkan temuannya.
Boflen bersama pasukan penyelam lain yang merupakan gabungan dari tim TNI Angkatan Laut baru saja menemukan ekor pesawat AirAsia QZ8501 yang jatuh di Selat Karimata pada 28 Desember lalu. Dia bahkan sudah mengambil beberapa gambar kondisi ekor pesawat itu di bawah air. Tanda serta tali untuk jalur masuk bagi penyelam-penyelam selanjutnya juga sudah dipasang.
![]() |
| Anggota TNI AL melihat benda yang diduga serpihan pesawat AirAsia QZ8501 di Selat Karimata |
Boflen bersama pasukan penyelam lain yang merupakan gabungan dari tim TNI Angkatan Laut baru saja menemukan ekor pesawat AirAsia QZ8501 yang jatuh di Selat Karimata pada 28 Desember lalu. Dia bahkan sudah mengambil beberapa gambar kondisi ekor pesawat itu di bawah air. Tanda serta tali untuk jalur masuk bagi penyelam-penyelam selanjutnya juga sudah dipasang.
Label:
Basarnas,
Propesionalisme TNI,
TNI AL,
Tragedi
Mengenal Srikandi Forensik Indonesia yang Disegani di Mancanegara
Jelang pergantian tahun 2015, sebuah kecelakaan pesawat terjadi di Selat Karimata, perairan dekat Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Semua pemangku kepentingandi negeri ini pun bahu-membahu untuk menemukan jenazah penumpang dan awak pesawat tersebut.
Posko pencarian didirikan. Di bawah koordinasi Badan SAR Nasional, posko utama itu akhirnya diletakkan di Landasan Udara Iskandar, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Hampir setiap hari, jenazah penumpang dan kru pesawat itu ditemukan di perairan. Jenazah itu akhirnya dibawa ke Lanud Iskandar untuk kemudian diterbangkan ke Surabaya, Jawa Timur, guna proses identifikasi lebih lanjut.
Namun, sebelumnya, jenazah ditransitkan terlebih dahulu ke RSUD Imanuddin, Pangkalan Bun, untuk dikemas. Dengan demikian, ini memudahkan proses identifikasi lanjutan.
![]() |
| Kepala Sub Bidang Kedokteran Polisi Polda Jawa Tengah, AKBP dr Sumy Hastry Purwanti saat membantu proses identifikasi jenazah korban jatuhnya pesawat AirAsia di Selat Karimata. |
Posko pencarian didirikan. Di bawah koordinasi Badan SAR Nasional, posko utama itu akhirnya diletakkan di Landasan Udara Iskandar, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Hampir setiap hari, jenazah penumpang dan kru pesawat itu ditemukan di perairan. Jenazah itu akhirnya dibawa ke Lanud Iskandar untuk kemudian diterbangkan ke Surabaya, Jawa Timur, guna proses identifikasi lebih lanjut.
Namun, sebelumnya, jenazah ditransitkan terlebih dahulu ke RSUD Imanuddin, Pangkalan Bun, untuk dikemas. Dengan demikian, ini memudahkan proses identifikasi lanjutan.
Panglima TNI Akui Sarana TNI masih belum memadai untuk SAR
Panglima TNI, Jenderal TNI Moeldoko, mengaku peralatan perang TNI masih kurang memadai untuk operasi militer selain perang, dalam hal ini SAR, sebagaimana terlihat pada evakuasi korban dan pesawat AirAsia QZ8501.
"Evaluasi yang telah kami lakukan, ternyata alutsista yang kita miliki masih belum cukup untuk melakukan SAR. Perlu mendorong Komisi I DPR berpikir bersama agar alutsista TNI ke depan bisa digunakan untuk SAR," kata Moeldoko, di Sentul, Jawa Barat, usai perayaan Natal bersama warga, Rabu.
Sehingga, lanjut dia, ketika terjadi musibah atau kejadian serupa, seperti kecelakaan pesawat AirAsia, maka bisa diatasi secara baik.
Peralatan yang dimiliki negara sahabat yang telah membantu melakukan pencarian korban dan pesawat AirAsia di Laut Jawa, seperti Amerika, Rusia, Jepang, dan Singapura, sangat canggih.
"Evaluasi yang telah kami lakukan, ternyata alutsista yang kita miliki masih belum cukup untuk melakukan SAR. Perlu mendorong Komisi I DPR berpikir bersama agar alutsista TNI ke depan bisa digunakan untuk SAR," kata Moeldoko, di Sentul, Jawa Barat, usai perayaan Natal bersama warga, Rabu.
![]() |
| Jenderal TNI Moeldoko |
Sehingga, lanjut dia, ketika terjadi musibah atau kejadian serupa, seperti kecelakaan pesawat AirAsia, maka bisa diatasi secara baik.
Peralatan yang dimiliki negara sahabat yang telah membantu melakukan pencarian korban dan pesawat AirAsia di Laut Jawa, seperti Amerika, Rusia, Jepang, dan Singapura, sangat canggih.
Selasa, 06 Januari 2015
Yusniar, Penyelam Basarnas yang Tak Sempat Selamatkan Tunangannya
Menjadi penyelam untuk Badan SAR Nasional adalah soal mental. Demikian kata Yusniar Amara, yang diterjunkan untuk mencari jenazah korban pesawat AirAsia QZ8501.
Perempuan yang disapa Yus oleh keluarga dan teman-temannya ini pada awalnya adalah atlet selam untuk Nanggroe Aceh Darussalam, dan sejak 2002 rutin membantu operasi penyelamatan Basarnas, baik di laut, sungai, maupun di gunung.
Sejak kecil, ia bercita-cita menjadi guru. Oleh karenanya, selepas bangku kuliah pada 2006, ia melamar pekerjaan untuk menjadi guru, dan juga mengikuti seleksi pegawai negeri sipil untuk Basarnas.
"Dua-duanya diterima, dan karena sudah cinta sekali dengan Basarnas dan menyelam, saya memilih Basarnas," kata Yus kepada Pinta Karana dari BBC Indonesia.
Perempuan yang disapa Yus oleh keluarga dan teman-temannya ini pada awalnya adalah atlet selam untuk Nanggroe Aceh Darussalam, dan sejak 2002 rutin membantu operasi penyelamatan Basarnas, baik di laut, sungai, maupun di gunung.
![]() |
| Yusniar Amara Penyelam Wanita Basarnas |
Sejak kecil, ia bercita-cita menjadi guru. Oleh karenanya, selepas bangku kuliah pada 2006, ia melamar pekerjaan untuk menjadi guru, dan juga mengikuti seleksi pegawai negeri sipil untuk Basarnas.
"Dua-duanya diterima, dan karena sudah cinta sekali dengan Basarnas dan menyelam, saya memilih Basarnas," kata Yus kepada Pinta Karana dari BBC Indonesia.
Minggu, 04 Januari 2015
Begini Cara Basarnas Prediksi Pergerakan Objek di Laut
Basarnas terus melakukan update dan memperluas objek evakuasi jenazah dan serpihan AirAsia QZ8501. Perluasan area ini dilakukan mengacu pada perhitungan aplikasi yang lazim digunakan oleh komunitas SAR seluruh dunia.
Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsdya TNI Henry Bambang Sulistyo menjelaskan bagaimana pihaknya bisa memperkirakan lokasi yang harus dijadikan area pencarian jenazah dan puing pesawat. Dengan memakai slide projector, Sulistyo menjabarkan cara perhitungan Basarnas.
"Jadi kita merencanakan sesuatu bukan asal membuat kotak," kata Sulistyo dalam jumpa pers di kantornya, Jl Angkasa, Kemayoran, Jakarta, Minggu (4/1/2015).
Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsdya TNI Henry Bambang Sulistyo menjelaskan bagaimana pihaknya bisa memperkirakan lokasi yang harus dijadikan area pencarian jenazah dan puing pesawat. Dengan memakai slide projector, Sulistyo menjabarkan cara perhitungan Basarnas.
"Jadi kita merencanakan sesuatu bukan asal membuat kotak," kata Sulistyo dalam jumpa pers di kantornya, Jl Angkasa, Kemayoran, Jakarta, Minggu (4/1/2015).
Anggota Basarnas Kerja Keras, Berapa Tunjangan Bulanannya?
APA yang tampak di muka, belum tentu seindah di punggung. Perumpamaan itu terjadi pada personel Basarnas. Keberhasilan menjadi tim SAR terbaik di Asia sayangnya tak dibarengi dengan tingkat kesejahteraan yang mumpuni.
Berdasar pada pola penggajian Pegawai Negeri Sipil (PNS), besaran gaji yang diterima oleh pegawai Basarnas per bulannya ditentukan oleh golongan mereka di PNS. Golongan ini mengacu pada lama kerja kerja menjadi PNS.
Tentu jumlah tersebut pun terasa kurang pas dibanding dengan resiko besar yang harus mereka terima. Terlebih bagi mereka yang masuk dalam tim rescuer, yang notabene memiliki resiko cedera bahkan kehilangan nyawa.
Jumat, 02 Januari 2015
Evakuasi AirAsia dan Ganasnya Ombak Karimata
Selat Karimata - Hari mulai gelap, proses evakuasi korban dan pencarian bangkai pesawat AirAsia QZ5801 pun dihentikan sementara di perairan Laut Jawa bagian utara dan Selat Karimata. Pencarian dilanjutkan malam hari jika cuaca mendukung.
Seiring dengan itu, kumandang azan terdengar melalui alat pengeras suara kapal perang Republik Indonesia (KRI) Banda Aceh. Para prajurit TNI Angkatan Laut yang sebelumnya berkumpul di geladak heli bersama Panglima Komando Armada Barat (Koarmabar) Laksamana Muda TNI Widodo dan sejumlah awak media pun segera bersiap-siap dan mengambil wudu.
Komandan KRI Banda Aceh 593 Letkol Laut (P) Arief Budiman mengajak para prajurit dan awak media melaksanakan jamaah salat magrib, yang akan dilanjutkan zikir, membaca surat Yasin dan doa bersama.
![]() |
| Tim SAR gabungan telah bekerja efektif. Tapi proses evakuasi penumpang dan pencarian badan pesawat AirAsia terkendala cuaca buruk dan ombak. |
Seiring dengan itu, kumandang azan terdengar melalui alat pengeras suara kapal perang Republik Indonesia (KRI) Banda Aceh. Para prajurit TNI Angkatan Laut yang sebelumnya berkumpul di geladak heli bersama Panglima Komando Armada Barat (Koarmabar) Laksamana Muda TNI Widodo dan sejumlah awak media pun segera bersiap-siap dan mengambil wudu.
Komandan KRI Banda Aceh 593 Letkol Laut (P) Arief Budiman mengajak para prajurit dan awak media melaksanakan jamaah salat magrib, yang akan dilanjutkan zikir, membaca surat Yasin dan doa bersama.
Kamis, 01 Januari 2015
Ini Profil Empat Grup Elite Penyelam Pencari AirAsia QZ8501
Proses evakuasi penumpang pesawat AirAsia yang jatuh di Selat Karimata melibatkan empat grup atau satuan elite. Mereka terdiri dari Detasemen Jala Mangkara (Denjaka), Batalyon Intai Amfibi (Taifib), Komando Pasukan Katak (Kopaska), dan Basarnas Special Group (BSG).
Empat grup elite itu harus menyelam di kedalaman 25 meter sampai 30 meter di lokasi ditemukan pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan QZ8501, perairan Selat Karimata, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Barat.
Disebut grup elite karena personel masing-masing kelompok itu adalah orang-orang pilihan atau terbaik dari yang terbaik. Mereka dilatih khusus untuk situasi yang tak biasa dan tidak dapat dilakukan kebanyakan orang. Mereka tidak hanya kuat secara fisik tetapi juga mental dan intelektual.
Empat grup elite itu harus menyelam di kedalaman 25 meter sampai 30 meter di lokasi ditemukan pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan QZ8501, perairan Selat Karimata, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Barat.
Disebut grup elite karena personel masing-masing kelompok itu adalah orang-orang pilihan atau terbaik dari yang terbaik. Mereka dilatih khusus untuk situasi yang tak biasa dan tidak dapat dilakukan kebanyakan orang. Mereka tidak hanya kuat secara fisik tetapi juga mental dan intelektual.
Label:
Basarnas,
Kopaska,
Marinir RI,
Propesionalisme TNI,
Tragedi
Rabu, 31 Desember 2014
Analisis Radar : Terbang Rendah dan Kecepatan AirAsia QZ8501 Terlalu Pelan?
Sejumlah pakar terkait penerbangan menyatakan pembacaan awal atas data yang diyakini sebagai "bocoran" layar monitor menara pengawas lalu lintas udara, mendapatkan pesawat AirAsia QZ8501 terbang dengan kecepatan terlalu pelan untuk naik melewati awan kumulonimbus (CB).
"Meski semua penjelasan kemungkinan penyebab hilangnya penerbangan AirAsia adalah spekulasi pada saat ini, kami tak bisa mengabaikan ada kejadian yang sangat mirip, yakni kecelakaan Air France 447 (AF447)," ujar blogger yang menekuni dunia penerbangan, David Cenciotti, seperti dikutip dari theavionist.com oleh AFP.
Cenciotti menambahkan, rendahnya ground speed yang tertera dalam "bocoran" layar pemantau radar tersebut bisa jadi disebabkan sudah ada hantaman keras angin dari arah depan pesawat.
![]() |
| Bocoran data radar terakhir dari pesawat AirAsia berkode penerbangan QZ8501 sebelum hilang kontak |
"Meski semua penjelasan kemungkinan penyebab hilangnya penerbangan AirAsia adalah spekulasi pada saat ini, kami tak bisa mengabaikan ada kejadian yang sangat mirip, yakni kecelakaan Air France 447 (AF447)," ujar blogger yang menekuni dunia penerbangan, David Cenciotti, seperti dikutip dari theavionist.com oleh AFP.
Cenciotti menambahkan, rendahnya ground speed yang tertera dalam "bocoran" layar pemantau radar tersebut bisa jadi disebabkan sudah ada hantaman keras angin dari arah depan pesawat.
Label:
Basarnas,
Radar Pertahanan,
Tragedi
Update Berita Seputar Pesawat AirAsia QZ8501
Basarnas Temukan Lagi 3 Korban AirAsia, 1 Pramugari
Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB Soelistyo, memastikan jika timnya menemukan kembali tiga korban pesawat AirAsia yang jatuh di perairan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.
"Pagi ini ditemukan kembali 3 jenazah jenisnya dua laki-laki dan satu perempuan. Satu perempuan ini diketahui menggunakan pakaian pramugari. Semua ditemukan di sektor lima," ujar Soelistyo dalam keterangan pers di kantornya, Rabu 31 Desmeber 2014.
Soelistyo juga menjelaskan, hingga Rabu ini sudah ada enam jenazah yang berhasil dievakuasi. Dia tidak menutup kemungkinan jika ada korban lainnya yang akan ditemukan.
Keenam korban juga masih di kapal dan belum bisa dibawa ke daratan karena kondisi cuaca yang belum memungkinkan.
Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB Soelistyo, memastikan jika timnya menemukan kembali tiga korban pesawat AirAsia yang jatuh di perairan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.
![]() |
| Tim SAR temukan korban baru | VIVAnews/Ikhwan Yanuar |
"Pagi ini ditemukan kembali 3 jenazah jenisnya dua laki-laki dan satu perempuan. Satu perempuan ini diketahui menggunakan pakaian pramugari. Semua ditemukan di sektor lima," ujar Soelistyo dalam keterangan pers di kantornya, Rabu 31 Desmeber 2014.
Soelistyo juga menjelaskan, hingga Rabu ini sudah ada enam jenazah yang berhasil dievakuasi. Dia tidak menutup kemungkinan jika ada korban lainnya yang akan ditemukan.
Keenam korban juga masih di kapal dan belum bisa dibawa ke daratan karena kondisi cuaca yang belum memungkinkan.
Senin, 29 Desember 2014
Malam Hari, Basarnas Tetap Lakukan Pencarian AirAsia
Badan SAR Nasional (Basarnas) menegaskan pencarian pesawat Air Asia QZ 8501 dengan jalur laut terus dilakukan pada malam hari. Namun, proses pencarian melalui udara dihentikan hari ini karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan.
"Kita akan tetap lanjutkan pencarian dengan kapal. Karena ini adalah komitmen bersama untuk segera menemukan Air Asia QZ 8501 yang hilang," ujar Kepala Basarnas, Marsekal Madya FHB Soelistyo, di Kantor Basarnas, Jakarta, Senin, 29 Desember 2014 malam.
Soelistyo mengatakan, pencarian melalui udara sangat tergantung dengan kondisi cahaya. Ia mengatakan, proses pencarian lewat udara pada malam hari mengalami keterbatasan alat dan kondisi pilot.
"Kita akan tetap lanjutkan pencarian dengan kapal. Karena ini adalah komitmen bersama untuk segera menemukan Air Asia QZ 8501 yang hilang," ujar Kepala Basarnas, Marsekal Madya FHB Soelistyo, di Kantor Basarnas, Jakarta, Senin, 29 Desember 2014 malam.
Soelistyo mengatakan, pencarian melalui udara sangat tergantung dengan kondisi cahaya. Ia mengatakan, proses pencarian lewat udara pada malam hari mengalami keterbatasan alat dan kondisi pilot.
SAR periksa tumpahan minyak diduga dari AirAsia QZ8501
Tim gabungan SAR memeriksa tumpahan minyak yang diduga berasal dari pesawat AirAsia QZ8501 yang hingga saat ini belum kunjung ditemukan.
"Kami tidak mau berspekulasi bahwa minyak itu dari pesawat hilang yang kami cari. Akan kami cek dan ricek lagi," kata Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya TNI Bambang Soelistyo saat jumpa pers di kantornya, Kemayoran, Jakarta, Senin.
Dia mengatakan tim SAR yang menggunakan KRI Pattimura sedang menuju kawasan tumpahan minyak tersebut.
"KRI Pattimura sedang menuju daerah genangan minyak tetapi belum kami simpulkan itu merupakan pesawat yang dicari," kata dia.
Lokasinya tidak jauh dari kawasan pertama hilangnya kontak AirAsia QZ8501 di sekitar Bangka Belitung.
"Kami tidak mau berspekulasi bahwa minyak itu dari pesawat hilang yang kami cari. Akan kami cek dan ricek lagi," kata Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya TNI Bambang Soelistyo saat jumpa pers di kantornya, Kemayoran, Jakarta, Senin.
![]() |
| Tumpahan minyak ditemukan berada di sisi timur perairan Tanjung Pandan, saat pencarian pesawat AirAsia yang hilang menggunakan Pesawat Hercules A-1319 |
Dia mengatakan tim SAR yang menggunakan KRI Pattimura sedang menuju kawasan tumpahan minyak tersebut.
"KRI Pattimura sedang menuju daerah genangan minyak tetapi belum kami simpulkan itu merupakan pesawat yang dicari," kata dia.
Lokasinya tidak jauh dari kawasan pertama hilangnya kontak AirAsia QZ8501 di sekitar Bangka Belitung.
Cuaca Mendukung, Basarnas Berharap Bisa Temukan Pesawat AirAsia Hari Ini
Direktur Operasi dan Latihan Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsekal Pertama TNI SB Supriyadi berharap, Basarnas dan tim gabungan bisa menemukan pesawat AirAsia QZ 8501 rute Surabaya-Singapura yang hilang kontak sekitar pukul 7.00 WIB (Minggu, 28/12) di sekitar perairan Pulau Belitung.
Jelas Supriyadi, saat ini cuaca di Belitung terpantau normal, awan terpantau teduh dan tipis. Untuk itu diharapkan akan mendukung proses pencarian pesawat.
"Mudah-mudahan hari ini ada tanda-tanda dan ada data dari proses pencarian. Mudah-mudahan kita menemukannya," kata dia yang saat ini sedang berada di Belitung seperti dilansir dari Metro Tv sesaat lalu (Senin, 29/12).
Jelas Supriyadi, saat ini cuaca di Belitung terpantau normal, awan terpantau teduh dan tipis. Untuk itu diharapkan akan mendukung proses pencarian pesawat.
"Mudah-mudahan hari ini ada tanda-tanda dan ada data dari proses pencarian. Mudah-mudahan kita menemukannya," kata dia yang saat ini sedang berada di Belitung seperti dilansir dari Metro Tv sesaat lalu (Senin, 29/12).
Minggu, 28 Desember 2014
Tantangan Berat Basarnas dalam Pencarian Pesawat AirAsia QZ8501
Pesawat AirAsia QZ8501 hilang kontak dalam penerbangan dari Surabaya menuju Singapura. Tim gabungan Basarnas menghadapi sejumlah kendala dalam pencarian pesawat Airbus A320-200 ini.
KNKT sebenarnya sudah menetapkan titik terakhir pesawat AirAsia tersebut yakni di koordinat 03.36.31 Lintang Selatan dan 10.94.14.6 Bujur Timur di antara Tanjung Pandan dan Pontianak Namun demikian dalam melakukan pencairan Basarnas harus menghadapi berbagai tantangan.
"Tantangan pertama adalah cuaca, kalau cuaca kurang mendukung sulit dilakukan pencarian," kata Kepala Basarnas F Henry Bambang Sulistyo dalam jumpa pers di Kantor Basarnas, Jl Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (28/12/2014).
KNKT sebenarnya sudah menetapkan titik terakhir pesawat AirAsia tersebut yakni di koordinat 03.36.31 Lintang Selatan dan 10.94.14.6 Bujur Timur di antara Tanjung Pandan dan Pontianak Namun demikian dalam melakukan pencairan Basarnas harus menghadapi berbagai tantangan.
"Tantangan pertama adalah cuaca, kalau cuaca kurang mendukung sulit dilakukan pencarian," kata Kepala Basarnas F Henry Bambang Sulistyo dalam jumpa pers di Kantor Basarnas, Jl Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (28/12/2014).
Tragedi Air Asia QZ8501 Basarnas Kerahkan 7 pesawat dan 5 kapal
Sejumlah pihak telah memberikan bantuan untuk mencari keberadaan pesawat AirAsia QZ8501 Surabaya-Singapura yang hilang kontak pagi tadi. Sebanyak 7 pesawat dan 5 kapal dikerahkan untuk melakukan pencarian pesawat tersebut.
"Pencarian telah dilakukan dalam kegiatan SAR terpadu. Sejumlah pesawat, helikopter dan kapal telah berangkat menuju Tanjung Pandan, Bangka Belitung," ujar Plt Dirjen Perhubungan Udara Joko Muryatmojo dalam konferensi pers kedua di bandara Cengkareng, Tangerang, Minggu (28/12/2014) pukl 18.00 WIB.
Tak hanya pesawat udara dan kapal, bantuan di darat juga telah dikerahkan TNI AD. "Bantuan dari TNI AD di sekitar Belitung dan Palembang juga telah dilakukan," jelasnya.
![]() |
| Mentukan Kordinat Pencarian Pesawat Air Asia QZ8501 foto : tempo.com |
"Pencarian telah dilakukan dalam kegiatan SAR terpadu. Sejumlah pesawat, helikopter dan kapal telah berangkat menuju Tanjung Pandan, Bangka Belitung," ujar Plt Dirjen Perhubungan Udara Joko Muryatmojo dalam konferensi pers kedua di bandara Cengkareng, Tangerang, Minggu (28/12/2014) pukl 18.00 WIB.
Tak hanya pesawat udara dan kapal, bantuan di darat juga telah dikerahkan TNI AD. "Bantuan dari TNI AD di sekitar Belitung dan Palembang juga telah dilakukan," jelasnya.
Label:
Basarnas,
Internasional,
Kapal Perang,
Pesawat Tempur,
Tragedi
Senin, 07 Juli 2014
TNI dan Basarnas Tandatangani Perjanjian Kerjasama
Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko melaksanakan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan Badan Search And Rescue (SAR) Nasional (Basarnas) yang diwakili oleh Marsekal Madya TNI F. Henry Bambang Soelistyo, S.Sos Kepala Basarnas di Ruang Hening Gedung Soedirman Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur (04/07/2014).
Dalam sambutannya Panglima TNI, mengatakan bahwa dalam konteks interoperabilitas TNI - Basarnas memiliki kepentingan untuk menyusun nota kesepahaman, sebagai bagian pengembangan pelaksanaan tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP) TNI di bidang pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan (SAR) sesuai yang diamanatkan dalam UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. Hal ini didasari oleh semangat jiwa kita untuk ingin bersatu padu menyelesaikan persoalan kesulitan manusia dalam memberikan perlindungan, pertolongan dan penyelamatan warga bangsa, khususnya para korban kecelakaan pelayaran, penerbangan dan di lokasi-lokasi ekstrim lainnya. Untuk itu, kiranya perlu dipedomani empat faktor kunci dalam mencapai efektivitas dan efisiensi tugas SAR, yaitu keahlian atau expertise, proses strategis operasi SAR, sumber daya atau resources, networking atau partnership dan investigasi menyeluruh.
Dalam sambutannya Panglima TNI, mengatakan bahwa dalam konteks interoperabilitas TNI - Basarnas memiliki kepentingan untuk menyusun nota kesepahaman, sebagai bagian pengembangan pelaksanaan tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP) TNI di bidang pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan (SAR) sesuai yang diamanatkan dalam UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. Hal ini didasari oleh semangat jiwa kita untuk ingin bersatu padu menyelesaikan persoalan kesulitan manusia dalam memberikan perlindungan, pertolongan dan penyelamatan warga bangsa, khususnya para korban kecelakaan pelayaran, penerbangan dan di lokasi-lokasi ekstrim lainnya. Untuk itu, kiranya perlu dipedomani empat faktor kunci dalam mencapai efektivitas dan efisiensi tugas SAR, yaitu keahlian atau expertise, proses strategis operasi SAR, sumber daya atau resources, networking atau partnership dan investigasi menyeluruh.
Langganan:
Postingan (Atom)
Berita Populer
-
Di Era tahun 60an TNI AU/AURI saat itu pernah memiliki kekuatan udara yang membuat banyak negara menjadi ‘ketar ketir’, khususnya negara-ne...
-
Pihak inteljen Kodam, sambung Hardiono, masih melakukan pendeteksian kebangkitan PKI di wilayah Jateng dan DIY. Pangdam menambahkan memang ...
-
Kalau dipikir-pikir, ada yang ganjil dengan armada bawah laut Indonesia. Saat ini TNI AL hanya memiliki dua kapal selam gaek namun harus m...
-
Serangan ke Lapas Cebongan menambah catatan hitam Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD. Sebelumnya pada tahun 1998, Kopassus juga disoro...
-
Penyerangan Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta menggunakan senapan serbu AK-47. Diketahui anggota Kopassus ini baru saja berlatih di Gunung ...
-
TNI bersama Kementerian Pertahanan (Kemhan) sepakat memilih pesawat tempur generasi kelima Sukhoi (Su-35) buatan Rusia, sebagai pengganti pe...
-
Kejujuran 11 prajurit Kopassus mengakui kesalahan, menembak empat tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cebongan Sleman, Yogyakarta, mendat...
-
10 Pesawat angkut Hercules type H 16 Pesawat tempur coin Super Tucano ( 4 sudah datang) 16 Pesawat latih Grob G120TP 6 Pesawat lati...
-
Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono berang dituding komisioner Komnas HAM tidak pernah bekerja dan terkesan hanya tidur dalam mengatasi ko...
-
Modernisasi militer terus diupayakan oleh pemerintah. Dalam waktu dekat, dua unit pesawat tempur jenis Sukhoi Generasi 4,5 akan tiba di Tan...

%2Bsalah%2Bsatu%2Bdari%2Bbagian%2Bkotak%2Bhitam%2BQZ8501%2Bdi%2Bkantor%2BKNKT%2C%2BJakarta%2C%2BSenin%2C%2B12%2BJanuari%2B2015.jpg)









%2C%2Bpasukan%2Belite%2BTNI%2BAngkatan%2BLaut%2C%2Bsebelum%2Bmelakukan%2Boperasi%2Bevakuasi%2Bpesawat%2BAirAsia%2BQZ8501%2Bdi%2BPangkalan%2BBun%2C%2BKalimantan%2BTengah.jpg)








