Cari Artikel di Blog Ini

Sabtu, 15 Februari 2014

Pasukan TNI AL Bantu Korban Erupsi Kelud

Guna membantu korban bencana erupsi Gunung Kelud di wilayah Kabupaten Kediri, Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Agung Pramono memberangkatkan pasukan yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Alam TNI AL, dari Bhumi Marinir, Karang Pilang, Surabaya. 

Pangarmatin berangkatkan pasukan bantu korban korupssi (Foto kiriman Dispenarmatim)

Dengan membawa makanan dan obat-obatan, bantuan yang diberangkatkan pada Jumat 14 Februari 2014 ini merupakan tahap awal pengiriman kepada masyarakat korban bencana di Kediri.

Perkuat Pertahanan Udara TNI AU datangkan 4 Radar Baru

Indonesia mengalami kekurangan radar untuk pertahanan. Rencananya, sebanyak 4 unit radar baru khusus militer berjenis radar primer bakal didatangkan tahun ini. Hal ini tertuang dalam rencana strategis Kementerian Pertahanan 2009-2014.

Perkuat Pertahanan Udara TNI AU datangkan 4 Radar Baru


Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsma Hadi Tjahjanto menuturkan, hingga kini Indonesia baru memiliki 20 radar yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Untuk radar kita sudah tergelar 20 radar dengan jenis Plesey, Thomson dan Master-T," kata pria berkumis itu dalam keterangan tertulis kepada Liputan6.com di Jakarta, Jumat (14/02/2014).

TNI AL: Kapal Perang China Kantongi Izin Latihan di Selatan Jawa

Kapal-kapal perang China menggelar latihan di dekat perairan Indonesia, sebelah selatan lepas pantai Pulau Jawa. Lokasi ini juga berada dekat Pulau Christmas yang merupakan milik Australia. Latihan yang digelar China itu diintai seksama oleh Australia.

TNI AL: Kapal Perang China Kantongi Izin Latihan di Selatan Jawa

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut, Laksamana Pertama Untung Suropati, mengatakan latihan tiga kapal perang China itu telah diketahui oleh pemerintah Republik Indonesia. China meminta izin kepada atase pertahanan Kedutaan Besar RI di Beijing.

“Tak ada yang salah dengan latihan simulasi perang yang digelar AL China,” kata Untung kepada VIVAnews, Jumat 14 Februari 2014. Salah satu latihan meliputi cara mengatasi perompakan.

Jumat, 14 Februari 2014

Presiden SBY : Tak Perlu Khawatir Modernisasi Senjata RI

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan, tidak perlu ada kekhawatiran atas langkah Indonesia memodernisasi alat utama sistem senjata karena hal itu semata-mata untuk menegakkan kedaulatan dan juga menjaga keutuhan wilayah.

Presiden SBY : Tak Perlu Khawatir Modernisasi Senjata RI

"Beberapa pihak di luar negeri khawatir atas modernisasi dan peningkatan kekuatan militer Indonesia. Ini tidak perlu terjadi. Indonesia cinta damai, tetapi kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI tentulah harga mati. Perang adalah jalan terakhir jika tidak ada pilihan lain," kata Presiden dalam akun twitternya @SBYudhoyono yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat dini hari.

Satu Batalyon Prajurit Marinir Siaga Bencana

Satu satuan setingkat batalyon (SSY) Prajurit Korps Marinir TNI AL telah disiapkan untuk mendukung langkah-langkah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam siaga bencana.

Satu Batalyon Prajurit Marinir Siaga Bencana

Kesiapan itu ditunjukkan dalam gelar kesiapan pengamanan BNPB yang dipimpin Komandan Komando Garnisun Tetap III Surabaya (Kogartap III Surabaya) Mayjen TNI Ediwan Prabowo di lapangan Apel Kodam V Brawijaya, Surabaya, Kamis.

Prajurit Korps Marinir tersebut berasal dari Pasmar-1 yang dipimpin Mayor Mar Yulindo SE. Mereka tergabung dalam tiga SSY TNI AL dan akan selalu berkoordinasi dengan jajaran TNI AD, TNI AU, Polda Jatim, Basarnas serta elemen masyarakat lainnya.

Presiden SBY Girang Lihat Pesawat Tempur Korea

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghadiri serah-terima satu skuadron atau 16 unit pesawat tempur latih T-50i Golden Eagle dari Kementerian Pertahanan ke TNI Angkatan Udara di 'taxi way echo' Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis, 13 Februari 2014.

Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono saat bersiap untuk berpose bersama para pilot pesawat tempur latih T50i Golden Eagle, di Pangkalan Udara TNI Angkatan Udara, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur (13/2). TEMPO/Imam Sukamto

SBY disambut Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto, serta tiga Kepala Staf Angkatan. Tak lama duduk, Presiden langsung disuguhi tontonan apik. (Lihat FOTO: Presiden SBY Jajal Pesawat Latih Tempur AU Terbaru)

Menanti Wujud Tank Medium Pindad - FNSS Turki

Indonesia dan Turki sepakat bekerjasama untuk mengembangkan tank medium baru. Kesepakatan ini ditandatangani 6 Februari 2014 di Jakarta, antara perusahaan FNSS Turki dengan PT Pindad Indonesia, untuk mengembangkan tank bagi keperluan TNI AD.


Diperkirakan tank baru ini memiliki desain konvensional, yang memungkinkan dipasang turet dengan canon 105 mm serta  dual co-axial machine gun (MG) 7.62 mm dengan sistem penembakan bersifat komputerisasi.

DPR Ingatkan Deteksi Dini Intelijen

Komisi I DPR RI ingatkan deteksi dini dan kewaspadaan intelijen, menyusul meningkatnya suhu politik luar negeri RI akibat campur tangan Singapura. Demikian pula terkait dengan sikap beberapa negara  tetangga, yang mulai tampak mengusik ketenangan Indonesia.

DPR Ingatkan Deteksi Dini Intelijen

Anggota Komisi I DPR RI, Tjahjo Kumolo mengatakan, Komisi I DPR RI sudah menggelar rapat dengan Panglima TNI, dalam menyikapi permasalahan ini. “Intinya Komisi I bersama- sama TNI tegas menolak apapun bentuk intervensi asing terhadap kedaulatan negara RI,” jelasnya,saat mlakukan kunjungan kerja di Kodam IV/Diponegoro, Kamis (13/2).

 Tapi hal ini juga menjadi hal yang harus dicermati. Singapura sudah mulai menunjukkan hal- hal yang kurang bersahabat. Demikian halnya dengan Papua Nugini maupun Australia.

Pesawat Tempur KFX/IFX Diproyeksikan Untuk Pengganti F-16

Direktur Utama Korea Aerospace Industries Ha Sung Yong yakin pesawat tempur Korean Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment yang kini sedang dikembangkan bersama Indonesia dapat menggantikan pesawat F16 di masa datang.

Pesawat Tempur KFx/IFX Diproyeksikan Untuk Pengganti F-16

Setelah proyek pengembangan bersama KFX/IFX dihentikan dan dilanjutkan pada Januari 2014, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro berharap pada 2020 prototipe pesawat dapat ditampilkan dan akan mulai diproduksi pada tahun berikutnya.

Menurut Sung Yong, pesawat tempur K/IFX apabila dikembangkan dapat dijadikan sebagai pesawat pengganti F16 dan F4 pada 2025.

Kamis, 13 Februari 2014

Musuhi Indonesia, Singapura Rugi Besar

Penamaan kapal perang KRI Usman Harun menambah daftar panjang memanasnya hubungan pemerintah Indonesia dengan  Singapura. Akankah hubungan Indonesia dan Singapura merenggang apalagi terputus akibat polemik ini?

Musuhi Indonesia, Singapura Rugi Besar

Pengamat Militer dari Center for Strategic and International Studies (CSIS), Kusnanto Anggoro mengatakan, pemerintah Singapura tak akan berani mengambil keputusan seberani itu. Ia menilai, pihak yang paling dirugikan jika terjadi pemutusan kerja sama militer atau yang lebih parah pemutusan hubungan diplomatik adalah Singapura sendiri.

"Sebagai negara yang seharus berdaya diri, pasti untung kita. Artinya mereka lebih rugi. Kita negara besar, gitu aja koq susah amat," ujarnya saat dihubungi Sindonews, Rabu (12/2/2014).

Menhan serahkan 16 pesawat T-50i Golden Eagle pada TNI AU

Indonesia resmi memiliki 16 unit pesawat latih tempur T-50i Golden Eagle. Pesawat itu didatangkan dari Korea Selatan sejak bulan September lalu.

Menhan serahkan 16 pesawat T-50i Golden Eagle pada TNI AU

Ke-16 pesawat tersebut akan diserahkan oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro kepada TNI AU dan disaksikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Kamis (13/2).

Menurut Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto, pembelian pesawat berkecepatan 1.600 km/jam ini adalah sebagai bentuk remunerasi alutsista TNI. Pesawat itu untuk memperkuat pertahanan dan keamanan wilayah Indonesia.

Ini terowongan rute kabur Usman-Harun usai pengeboman Singapura

PT Pertamina (Persero) merevitalisasi Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) tertua di Indonesia, tepatnya di Pulau Sambu, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Tak dinyana, pulau kecil itu menyimpan cerita terpendam yang berkaitan dengan ketegangan diplomatik antara Indonesia-Singapura soal penamaan Kapal Perang Usman-Harun.

Ini terowongan rute kabur Usman-Harun usai pengeboman Singapura
Terowongan Usman Harun

Rupanya, di Pulau Sambu itu, Harun Said dan Usman Haji Mohamed Ali menyiapkan perbekalan sebelum melakukan tugas negara di Singapura. Dua prajurit Korps Komando Operasi (KKO) TNI Angkatan Laut itu selain merancang penyusupan ke perairan negeri Singa dari pusat penyimpanan minyak itu, menyiapkan rute kabur lewat terowongan.

Rencananya, jika pengeboman Orchad Road terlaksana, maka keduanya kembali ke pulau itu lantas menyusup melalui goa buatan tersebut. Apa daya, selepas melaksanakan tugas pada 10 Maret 1965, Usman dan Harun tertangkap dan tak berhasil kembali ke Pulau Sambu.

Menlu Singapura Kemukanan Alasan Spesifik Protes Penamaan KRI Usman Harun oleh TNI

Menlu Singapura Shanmugam bicara mengenai alasan spesifik mengapa pihaknya merasa keberatan dengan penamaan KRI Usman Harun oleh TNI. Penamaan boleh untuk hal lain, tapi berbeda imbasnya dengan penamaan pada kapal perang.


"Ini merupakan area di mana Indonesia memiliki kedaulatan hak untuk memberikan nama terhadap kapal perangnya, yang tumpang tindih dengan sejarah bersama dan keputusan Singapura dan Indonesia untuk meletakkan sejarah ini di belakang," ujar Shanmugam seperti dilansir dari Channel News Asia, Rabu (12/2/2014).

Batalyon Baru Marinir di Pulau Setokok, Batam

Korps Marinir dikenal sebagai salah satu Komando Utama TNI Angkatan Laut. Dalam struktur organisasi TNI AL, Korps Marinir sejajar dengan Kotama lain seperti Koarmatim, Koarmabar, Kolinlamil, Kobangdikal, Seskoal dan AAL.

Batalyon Baru Marinir di Pulau Setokok, Batam
 
Korps Marinir tentu sangat diandalkan dalam perannya menjaga kedaulatan Republik Indonesia. Dewasa ini, dalam menghadapi ancaman Korps Marinir berbenah dengan menambah kekuatan armadanya. Yang terbaru adalah penguatan dalam wujud batalyon baru Marinir di Pulau Setokok, Batam. Tidak jauh dari Singapura.

Laksamana TNI Agus Suhartono saat masih menjabat Panglima TNI pernah mengatakan, keputusan memilih Setokok sebagai pangkalan Marinir karena posisinya dekat dengan Selat Singapura, Selat Philips, dan Selat Malaka.

Rabu, 12 Februari 2014

Helikopter Serbu AS 550 Fennec Segera Perkuat TNI AD

Sejumlah helikopter serbu ringan AS 550 Fennec akan memperkuat TNI Angkatan Darat (AD). Dari 12 unit yang dipesan TNI AD, beberapa helikopter yang diproduksi Eurocpter melalui PT Dirgantara Indonesia sudah bisa dioperasikan pada 2014 ini.

Helikopter Serbu AS 550 Fennec TNI AD

"Untuk 12 heli Fennec yang akan dibeli TNI AD, rencana tiba tahun 2014 dan 2015," sebut Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen Andika Perkasa dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com di Jakarta, Selasa (11/2/2014).

Namun Andika belum tahu berapa unit helikopter pesanan yang sudah jadi pada 2014 ini. Yang jelas, dari 12 unit yang dipesan itu, 8 unit akan ditempatkan di Squadron-12 Serbu Waytuba, Sumatera Selatan, 3 unit di Squadron-13 Serbu Tanjungredep, Kalimantan Timur, dan 1 unit di Pusdik Penerbangan TNI AD Semarang, Jawa Tengah.

Cerita Dibalik Tabur Bunga Lee Kuan Yew di Pusara Usman-Harun

Singapura meradang. Negeri jiran ini tidak terima Indonesia menyematkan salah satu kapal fregatnya dengan nama Usman-Harun. Dua pahlawan Dwikora ini dianggap teroris di negeri itu paska peledakan bom di MacDonald House, Orchad Road, Singapura pada 10 Maret 1965 silam.

Tabur bunga PM Lee Kuan Yew di atas pusara Usman dan Harun di TMP Kalibata. (Foto diambil dari buku Soeharto The Untold Stories) | (Koleksi Museum Purna Bakti Pertiwi)

Masalah Usman-Harun yang dihukum mati di Penjara Changi, 17 Oktober 1968, seperti dituturkan Juru Bicara Khusus Presiden RI Teuku Faizasyah, sebetulnya sudah selesai dan menjadi bagian sejarah masa lalu. Apalagi, mantan Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew pernah melakukan tabur bunga ke pusara Usman dan Harun di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

Pemerintah RI Diminta Lebih Tegas Atasi Konflik dengan Tetangga

Kedaulatan, kewibawaan, dan kehormatan bangsa dan negara dalam melaksanakan hubungan bertetangga antar negara harus dijaga. Indonesia harus tetap berdaulat, berwibawa, dan dihormati.


Pernyataan itu disampaikan Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Pramono Edhie Wibowo terkait dengan beberapa aksi dan reaksi yang dilakukan negara tetangga terhadap beberapa kejadian pekan lalu.

Misalnya, protes Singapura terhadap penamaan KRI Harun Usman, dugaan pembakaran dan perampokan kapal nelayan asal Merauke oleh tentara Papua New Guniea, dan pengusiran imigran gelap asal Timur Tengah oleh Australia ke wilayah Indonesia.

Airbus Military Siap Terbangkan Pesawat C-295 Pesanan Indonesia

Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro meninjau pabrik pesawat Airbus Military di Sevilla, Spanyol untuk inagurasi produksi keenam yang siap diterbangkan ke Indonesia pada awal Maret 2014.

 
Kunjungan Menhan RI didampingi Sekretaris Negara Bidang Pertahanan Spanyol Pedro Arguelles Salaverria dan Dirut PT Dirgantara Indonesia Ir Budi Santoso, kata Counsellor Pensosbud KBRI Madrid, Theodorus Satrio Nugroho di London, Selasa.

Kunjungan Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro beserta delegasi ke Sevilla juga didampingi Dubes RI di Madrid Yuli Mumpuni Widarso untuk melihat pesanan sembilan pesawat Airbus Military model C-295.

Mengapa Kapal Perang TNI Usman Harun Bikin Singapura Meradang?

Sebagai dua negara bertetangga dekat, Indonesia dan Singapura terkadang berselisih paham. Setelah sekian lama adem-ayem, perselisihan itu kembali muncul, namun dengan dimensi yang baru.

Mengapa Kapal Perang TNI Usman Harun Bikin Singapura Meradang?
Pahlawan Nasional Usman - Harun

Kali ini perselisihan terkait dengan penamaan sebuah kapal perang Indonesia, yang dibenturkan dengan sentimen historis di Singapura. Gara-gara itu, hubungan militer dan diplomatik kedua negara kini terlihat canggung dan bisa berlanjut kepada ketegangan di sektor-sektor lain bila tidak segera ditangani secara memuaskan.

Di Indonesia, Usman bin H Ali Hasan dan Harun bin Said Harum adalah pahlawan semasa konfrontasi dengan Malaysia/Singapura dekade 1960an. Sebagai bentuk penghormatan, nama depan masing-masing tentara itu diabadikan jadi nama sebuah kapal perang milik TNI Angkatan Laut, yang baru dibeli dari Inggris.

Marinir TNI AL Cari Lima Nelayan Merauke

KENDATI dihadang ombak tinggi dan badai kencang, tim SAR TNI Angkatan Laut terdiri dari delapan orang personel Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan Xl (Yonmarhanlan Xl) Merauke ditambah dengan tiga orang warga setempat hingga, Senin (11/2), masih terus melakukan pencarian terhadap lima nelayan yang hilang di perairan Torasi, Merauke, Papua.

Marinir TNI AL Cari Lima Nelayan Merauke

Komandan Yonmarhanlan XI Merauke, Mayor Marinir Azrin ketika dihubungi via telepon masih berada di laut untuk memimpin langsung jalannya pencariaan kapal nelayan Merauke yang dikabarkan telah dibakar oleh tentara Papua Nugini (PNG), pada Kamis lalu.

Torasi letaknya paling ujung tenggara, tepatnya paling pojok bawah Pulau Irian. “Tidak ada penghuni, hanya Marinir yang bertugas sebagai penjaga perbatasan saja di sana,” kata Mayor Marinir Azrin seperti dilansir dalam siaran pers Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal).

Berita Strategi Militer Terbaru


Lazada Indonesia

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters