Cari Artikel di Blog Ini

Jumat, 17 Oktober 2014

Pelantikan Jokowi, 23 Personel Khusus Jaga Perbatasan Jakarta

Jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Joko Widodo-Jusuf Kalla, aparat gabungan TNI Polri mulai bersiap melakukan serangkain prosedur pengamanan.

Tak hanya di ibu kota, di Depok Jawa Barat pun berbagai persiapan terkait pengamanan juga mulai dilakukan kepolisian setempat. Ini mengingat Depok adalah salah satu kota yang strategis lantaran bersinggungan langsung dengan Jakarta.


Pelantikan Jokowi, 23 Personel Khusus Jaga Perbatasan Jakarta

Dengan keterampilan dan keahlian khusus, Polresta Depok menyiapkan 23 personelnya yang disiagakan di sejumlah wilayah pinggiran atau perbatasan Depok-Jakarta hingga Bekasi dan Bogor.

Tim khusus ini, tak hanya piawai dalam menggunakan senjata namun juga memiliki kemampuan untuk melakukan pertarungan jarak dekat.

Panglima TNI Lepas Pasukan Perdamaian ke Lebanon

Panglima TNI Jenderal Moeldoko melepas keberangkatan Satgas Maritime Task Force Kontingen Garuda XXVIII-G/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Panglima TNI Lepas Pasukan Perdamaian ke Lebanon
Panglima TNI Jenderal Moeldoko melepas keberangkatan Satgas Maritime Task Force Kontingen Garuda XXVIII-G/UNIFIL.(Ilustrasi/SINDOnews).
Satgas MTF Konga XXVIII-G/UNIFIL pimpinan Letkol Laut (P) I Gung Putu Alit Jaya ini berkekuatan 100 personel TNI AL, terdiri dari 88 personel awak kapal perang, pilot dan tujuh personel kru Heli, perwira kesehatan, Kopaska, penyelam dan perwira intelijen serta perwira penerangan masing-masing satu orang.

Dalam sambutannya, Moeldoko mengatakan, misi ini merupakan misi ketuju bagi Indonesia, setelah Dewan Keamanan PBB memperpanjang mandat tugas UNIFIL hingga 31 Agustus 2015. Mandat itu berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB No. 2172 tahun 2014.

Tank Amfibi Marinir Kena Ranjau Darat Saat Evakuasi Korban

Kendaraan tempur (ranpur) Amfibi Korps Marinir TNI AL LVT-7A1 terkena ranjau darat saat mengevakuasi korban di Bhumi Marinir Karangpilang, Surabaya.

Sebelumnya, Ranpur LVT-7A1 sedang dalam perjalanan mengevakuasi seorang prajurit Korps Marinir TNI AL yang mengalami luka tembak. Di tengah perjalanan, kendaraan tempur Korps Marinir TNI AL tersebut terkena ranjau darat sehingga tidak dapat meneruskan perjalanan.


Tank Amfibi Marinir Kena Ranjau Darat Saat Evakuasi Korban
Kendaraan tempur (ranpur) Amfibi Korps Marinir TNI AL LVT-7A1 terkena ranjau darat saat mengevakuasi korban di Bhumi Marinir Karangpilang, Surabaya. (Istimewa)

Setelah koordinasi dengan satuan atas, datanglah bantuan satu buah Heli Bell dari Pusat Penerbangan TNI AL yang membawa prajurit Taifib-1 Marinir untuk melaksanakan evakuasi korban yang berada di LVT-7A1. Dengan seutas tali, prajurit Taifib-1 Marinir berhasil membawa naik prajurit yang luka tembak dari dalam LVT-7A1 ke Heli Bell, kemudian heli terbang membawa prajurit yang luka menuju RSAL Dr. Ramelan Surabaya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Drone Buatan AS Tercanggih di Dunia, Bagaimana dengan Drone RI?

Drone atau pesawat tanpa awak merupakan alat pertahanan canggih yang ada saat ini. Drone tercanggih di dunia saat ini masih diproduksi Amerika Serikat (AS) dengan harga yang cukup mahal.

Drone Buatan AS Tercanggih di Dunia, Bagaimana dengan Drone RI?
Drone LSU Buatan Lapan

"Drone itu, Pak Jokowi mengatakan harganya Rp 3 triliun/unit. Mahal karena memang alat UAV pertahanan yang dibuat Amerika. Di Amerika dia bisa mengontrol sampai ke Afghanistan dan menghancurkan musuh," kata Laksamana (Purn) Tedjo Eddy di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (16/10/2014).

Sementara itu, Eddy mengakui, perusahaan lokal juga telah dapat memproduksi drone. Namun dalam hal teknologi, drone dalam negeri tidak secanggih AS.

"Kita ada industri dalam negeri yang mampu membuat drone dengan teknologi yang sudah ada. Mereka sudah hadir kemarin dan sudah diperlihatkan drone jaraknya baru 50 km, tetapi kan bisa dikembangkan," papar pria yang disebut-sebut jadi calon Menko Maritim pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) ini.

Khafids, Prajurit yang Sering Juara Menembak

Selain menjadi salah satu prajurit TNI AD, Sersan Satu (Sertu) Abdullah Khafids, juga sukses mengukir prestasi yang cukup mentereng di bidang menembak. Bati Protokol Staff Personil Kodam IV Diponegoro ini ternyata banyak menjuarai berbagai perlombaan di bidang menembak reaksi. 

Sersan Satu (Sertu) Abdullah Khafids. foto : andika prabowo/sindonews.com
Antara lain, menjadi juara 1 Divisi Standar Grade C lomba tembak terbuka International Practical Shooting Confederation (IPSC) Kandang Menjangan Campionship yang diselenggarakan Danjen Kopassus Cup tahun 2013. Juara 3 Divisi Standar Jateng & DIY, serta berhasil menjadi juara dua kelas Grade C Kepulauan Riau Open pada September 2014 lalu.

Saat ditemui usai acara peringatan HUT ke-69 TNI dan HUT ke-64 Kodam IV/Diponegoro beberapa waktu lalu, Khafids menceritakan kisah suksesnya itu. Menurutnya, keberhasilannya itu tidak dicapai dalam waktu singkat dan memerlukan latihan ekstra keras setiap hari.

Kamis, 16 Oktober 2014

Pengamat - Ketahanan Ideologi RI Rapuh

Disampaikan oleh Letnan Jenderal TNI (Purn) Suharto, mantan komandan Korps Marinir ke 12, dalam Seminar Terbatas Global Future Institute (GFI) bertajuk: “Menuju Ketahanan Nasional di bidang Pertahanan, Energi dan Pangan,” Kamis 9 Oktober 2014.

 
Letnan Jenderal TNI (Purn) Suharto

Ketahanan atau resillience  itu adalah tugas dari semua unsur. Memang ketahanan yang kita butuhkan sekarang ini ketahanan pangan dan energi. Tapi di balik itu kalau kita mau tahu, mungkin yang paling rapuh adalah ketahanan ideologi kita. Ideologi kita sangat rapuh. Semua sudah menuju kepada liberalisme. Tersinggung sedikit kita (main) hajar. Pemuda dengan pemuda berantam. Kampung dengan kampung berantam. Tersinggung berantam. Karena apa ini terjadi? Pengaruh daripada HAM.

Sebetulnya kita punya HAM lebih bagus, yaitu Kemanusian yang Adil dan Beradab. Waktu saya selesai menjabat Dankommar, saya dipanggil oleh Komnas HAM. Waktu Gus Salahudin Wahid. Saya katakan, “Gus saya datang kali ini, tapi berikutnya saya ingin datang bila Komnas HAM ini berubah menjadi Komnas Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Ini lebih mulia. Karena disini melekat bukan cuma hak, tetapi melekat juga kewajiban kita. Kewajiban sebagai manusia dan kewajiban kita sebagai bangsa. Jadi HAM kita harus dalam kerangka hak azasi bangsa.”  Dan Gus Sholah katakan, “Tidak akan panggil lagi Pak Harto. Saya sudah tahu posisi Anda.”
 

Perbandingan Anggaran Pertahanan Negara ASEAN

Anggaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) memang lebih kecil jika dibandingkan dengan negara Adidaya seperti Amerika Serikat (AS). Lantas, bagaimana kekuatan TNI di Asia Tenggara (ASEAN)?

Perbandingan Anggaran Pertahanan Negara ASEAN

Berikut komparasi anggaran pertahanan di negara ASEAN pada 2013, seperti dilansir dari data World Bank. Anggaran pertahanan tersebut, merupakan persentase dari pertumbuhan domestik bruto (PDB) yang dikonversi dengan kurs APBN-Perubahan sebesar Rp11.600 per USD.

Singapura
Sebesar 3,3 persen dari USD297,941 miliar, yakni USD9,832 miliar atau sebesar Rp114,051 triliun.

Brunei Darussalam
Sebesar 2,6 persen dari USD16,111 miliar, yakni USD418,886 juta atau sebesar Rp4,859 triliun.

Kekhawatiran Jokowi Tentang Tank Leopard Dipatahkan TNI dengan Pembuktian

Presiden terpilih Joko Widodo pernah mengatakan dalam debat calon presiden 2014 bahwa pembelian Tank Leopard tidak tepat karena akan merusak jalan-jalan yang ada di Indonesia.

"Tank Leopard terlalu berat, sekitar 62 ton. Nggak cocok untuk jalan kita, jembatan. Kalau kita mau beli alutsista harus dihitung apakah wilayah kita cocok, apakah kondisi kita kuat," kata Jokowi menanggapi tentang pembelian salah satu alutsista TNI yaitu tank Leopart dalam  debat Capres 22 Juni lalu.



Pernyataan Jokowi tersebut langsung dibantah oleh tandingannya Mantan Danjen Kopasus Prabowo Subianto. Dengan tegas Prabowo mengatakan justru Tank Leopard sangat dibutuhkan dan sesuai dengan kondisi Indonesia.

Pesan Vladimir Putin untuk Jokowi

Presiden Rusia Vladimir Putin mengirim utusan khusus dari negaranya untuk menghadiri pelantikan Joko Widodo sebagai Presiden RI. Dia adalah Menteri Industri dan Perdagangan Denis Manturov.

Presiden Rusia Vladimir Putin

“Pemerintah kami mengirim utusan khusus untuk seremoni inaugurasi Pak Joko Widodo, beliau adalah Pak Denis Manturov, menteri industri dan perdagangan Rusia,” kata Dubes Rusia untuk Indonesia, Mikhail Galuzin, saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (15/10/2014).

Selain menjabat sebagai menteri, Denis juga kini duduk sebagai co-chairman dalam Komisi Ekonomi Rusia dan Indonesia.

Pendukung ISIS di Indonesia diperkirakan ratusan hingga seribuan orang

Menangkap simpatisan atau orang-orang yang secara terbuka mendukung kelompok Negara Islam atau ISIS di Indonesia diakui bukan hal yang mudah.

Juru bicara Kepolisian RI, Ronny Sompie, mengatakan bahwa mendukung ISIS bukan merupakan tindak pidana.


Pendukung ISIS di Indonesia diperkirakan ratusan hingga seribuan orang

"Dulu memang ada pasal tentang makar, tentang mendirikan negara di Indonesia. Tapi pasal itu sudah dicabut," kata Ronny kepada BBC Indonesia.

"Jadi, kalau ada deklarator ISIS yang kami tangkap, itu karena kami menduganya terkait atau terlibat suatu tindak pidana," jelas Ronny.

"Di luar itu tentu kami terus melakukan pemantauan atas orang-orang yang kami nilai mendukung ISIS," tambahnya.

Bentrok di Batam, anggota TNI salahi aturan

Hasil penyelidikan tim investigasi TNI-Polri terhadap insiden bentrokan anggota TNI dan polisi di Batam, Kepulauan Riau, menyimpulkan ada anggota TNI yang menyalahi aturan dengan terlibat penjagaan gudang bahan bakar minyak ilegal di wilayah itu.

Pejabat penerangan TNI dan polisi mengumumkan hasil investigasi insiden bentrokan di Batam
Pejabat penerangan TNI dan polisi mengumumkan hasil investigasi insiden bentrokan di Batam

Mabes TNI mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti temuan awal tim investigasi ini dan akan memberikan sanksi terhadap pelakunya, termasuk kepada komandan atau pimpinan di atasnya jika terbukti.

Namun demikian, menurut juru bicara TNI Mayor Jenderal Fuad Basya, temuan sementara menunjukkan bahwa tindakan anggota TNI itu tidak diketahui komandan atau pimpinan di atasnya.

"Mereka itu 'kan curi-curi. Anggota yang bekerja begitu (penjagaan gudang BBM ilegal) itu tidak resmi. Komandannya tidak tahu. Istilah kita itu, mencari tambahan-tambahan, sampingan-sampingan," kata Fuad Basya dalam jumpa pers di Kantor Menkopolhukkam, Jakarta, Selasa (14/10) pagi.

Ekstra Pengamanan Jelang Pelantikan Presiden Terpilih Joko Widodo

BIN Klaim Proses Pelantikan Jokowi-JK Akan Lancar

Pelaksanaan pelantikan Jokowi-JK sebagai presiden dan wakil presiden terpilih pada 20 Oktober 2014 akan berlangsung lancar.

Pasalnya menurut Badan Intelijen Negara (BIN), sejauh ini tidak ada indikasi yang menunjukkan bahwa acara pelantikan itu akan mendapatkan gangguan yang berarti.


Ekstra Pengamanan Jelang Pelantikan Presiden Terpilih Joko Widodo

"Untuk tanggal 20 Oktober, pada saat pelantikan presiden hingga saat ini tidak ada indikasi yang menunjukkan bahwa pelantikan itu akan mendapatkan gangguan yang berarti," kata Kepala BIN Marciano Norman di Istana Negara, Jakarta, Senin (13/10/2014).

Namun ujar dia, jika terdapat unjuk rasa yang tergolong skala kecil, bisa saja terjadi. Dia mengimbau kepada media massa untuk membantu menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

Mantu Hendropriyono Jadi Danpaspampres Era Joko Widodo

Brigjen TNI Andika Perkasa resmi ditunjuk sebagai Komandan Pasukan Pengaman Presiden (Danpaspampres) yang baru. Proses pengangkatan menantu Kepala BIN Hendropriyono ini merupakan hasil proses di internal TNI dimana masyarakat tidak bisa melakukan intervensi.

Mantu Hendropriyono Jadi Danpaspampres Era Joko Widodo
Brigjen TNI Andika Perkasa

Pengamat Militer Mufti Makarim menilai, secara normatif pengangkatan tersebut merupakan proses rutin sebagai upaya penyegaran di tubuh TNI.

Namun demikian, untuk menghindari anggapan politis maka calon-calon yang diajukan sebaiknya disampaikan ke publik sehingga masyarakat akan menilai apakah orang tersebut layak atau tidak. Meskipun pada akhirnya TNI yang menentukan siapa saja yang akan diajukan.

Rabu, 15 Oktober 2014

TNI AU Membangun Kekuatan Nasional Air Power

Keinginan untuk menjadikan TNI menjadi angkatan udara yang kuat dan disegani ternyata sudah sejak lama dikumandangkan oleh para pendiri bangsa ini. Keinginan ini jelas tercermin dalam pidato presiden RI kesatu salaku laksamana tertinggi udara pada hari peringatan 5 tahun AURI (sekarang TNI AU) 9 april 1951. “Beliau mengatakan jika angkatan perang kita hendak berdiri setaraf, setinggi dan sederajat dengan angkatan perang dumia internasional, maka kita harus mempunyai angkatan udara yang sebaik-baiknya”.

TNI AU Membangun Kekuatan Nasional Air Power

Makna dari penggalang pidato ini menandakan bahwa para pendiri bangsa sudah melihat jauh ke depan ketika terjadi perang di masa depan, maka kekuatan udara menjadi faktor penentu perang walaupun ibu dari semua perang adalah perang darat. Kekuatan udara yang kuat terbukti dengan beberapa perang yang terjadi di abad 21 era modern dan digital ini bagaimana AS mendominasi perang ketika terjadi perang teluk II dan invasi ke Irak, serta perang arab israel (perang yong kipur) yang menunjukkan kekuatan udara menjadi faktor penentu jalannya kemenangan.

Membangun dan memiliki sebuah angkatan udara yang kuat memang hukumnya wajib serta menjadi keharusan bagi bangsa sebesar Indonesia ini. Mari kita bernostalgia kembali mengenang sejarah bahwa kita bangsa Indonesia pernah menjadi kekuatan udara terkuat di belahan bumi selatan.

Transporter, Truk Kokoh Pengangkut Tank Leopard

Transporter, truk pengakut tank Leopard

TNI terus memoderenisasi peralatan perangnya. Langkah tersebut menjadi tuntutan bagi TNI dalam menjaga kedaulatan negara.

Salah satu armada tempur terbaru yang dimiliki Indonesia ialah transporter, yakni truk pengangkut untuk tank Leopard.

Transporter ini mempunyai beberapa keunggulan, di antaranya mampu mengangkat beban seberat 90 ton.

Selasa, 14 Oktober 2014

Mabes TNI: Baku Tembak di Papua Hanya Salah Komunikasi

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayor Jenderal TNI Fuad Basya membenarkan insiden baku tembak antara anggota TNI dengan Brimob di Distrik Pirime, Kabupaten Lanny Jaya, Papua, Senin, 13 Oktober 2014. Dalam insiden itu, seorang anggota TNI terkena luka tembak di kaki.

Mabes TNI: Baku Tembak di Papua Hanya Salah Komunikasi
Anggota TNI dan Brimob baku tembak di Lanny Jaya Papua
Fuad membantah baku tembak terjadi karena anggota TNI diduga menjadi backing kayu ilegal. Menurut dia, Panglima TNI Jenderal Moeldoko dan Kapolda Papua telah bertemu membahas insiden ini.

"Semua sudah selesai. Ini bukan masalah pencurian kayu. Hanya salah komunikasi," kata Mayjen Fuad di Kantor Menkopolhukam, Jakarta, Selasa 14 Oktober 2014.

Berita Strategi Militer Terbaru


Lazada Indonesia

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters