Selama berkarier di dunia militer, khususnya saat di Kopassus Prabowo Subianto punya cerita dan pengalaman menarik di TNI. Mulai dari pengalamannya di medan perang sampai soal tanggung jawab sebagai seorang komandan terhadap anak buahnya.
Ada kisah menarik Prabowo yang ditulis dalam bukunya berjudul "Prabowo Subianto Indonesia Menang" terbitan Koperasi Garudayaksa Nusantara. Prabowo mengaku belajar banyak dari anak buahnya rela mati demi merah putih, berjuang demi negara tanpa membedakan-bedakan agama dan saling menghormati.
Prabowo bercerita saat menjadi Komandan Batalion 328 memiliki anak buah bernama Letnal II Siprianus Gebo, yang saat itu menjadi Komandan Pleton (Danton). Prabowo memuji Letnal II Siprianus, karena fisik yang kuat, juara lari sampai juara tembak. Bahkan saat ada pertandingan marathon Siprianus Gebo berhasil menang.
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Tampilkan postingan dengan label Prestasi Militer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prestasi Militer. Tampilkan semua postingan
Senin, 18 Maret 2019
Mengejutkan Seorang Komandan TNI Bisa Tangkap Peluru, Pakai Ilmu Apa.??
Dalam operasi di medan tempur, TNI tak harus selalu menggunakan senjata untuk membuat lawan segan. Apalagi jika yang dihadapi adalah rakyat biasa yang karena kekurangan informasi jadi berpihak pada musuh. Pendekatan secara sosial budaya harus dilakukan untuk mendapat simpati mereka guna membantu TNI.
Kisah ini terjadi sekitar tahun 1971. Waktu itu ada seorang prajurit TNI tengah ditugaskan untuk memburu Pasukan Gerilya Rakyat Serawak (PGRS) atau Partai Rakyat Kalimantan Utara (Paraku). Tak mudah memburu milisi ini, apalagi mereka bergabung dengan warga. Ini menjadi tantangan bagi prajurit TNI.
Dalam buku "Mengawali Integrasi Mengusung Reformasi" terbitan Kata Hasta Pustaka, ada cerita menarik dari sosok seorang prajurit TNI Djoko Subagio. Ia baru saja dilantik sebagai perwira bersama 8 orang perwira lainnya lulusan Akabri pertama 1970. Kemudian ditugaskan di Kodam XII Tanjungpura, Pontianak Kalimantan Barat.
Kisah ini terjadi sekitar tahun 1971. Waktu itu ada seorang prajurit TNI tengah ditugaskan untuk memburu Pasukan Gerilya Rakyat Serawak (PGRS) atau Partai Rakyat Kalimantan Utara (Paraku). Tak mudah memburu milisi ini, apalagi mereka bergabung dengan warga. Ini menjadi tantangan bagi prajurit TNI.
Dalam buku "Mengawali Integrasi Mengusung Reformasi" terbitan Kata Hasta Pustaka, ada cerita menarik dari sosok seorang prajurit TNI Djoko Subagio. Ia baru saja dilantik sebagai perwira bersama 8 orang perwira lainnya lulusan Akabri pertama 1970. Kemudian ditugaskan di Kodam XII Tanjungpura, Pontianak Kalimantan Barat.
Selasa, 27 September 2016
Membandingkan SBY dan Agus Saat sama-sama berpangkat Mayor TNI
Soal karir dan pendidikan militer, Agus Harimurti Yudhoyono dan ayahnya, Susilo Bambang Yudhoyono sama-sama moncer. Dalam berbagai hal, keduanya punya banyak kesamaan. Namun jalan hidup keduanya tak sama.
Agus mengakhiri karir militer saat masih berpangkat Mayor Infanteri. Banyak yang menyayangkan karena jalan masih sangat panjang. Tapi keputusan sudah diambil.
Ada kisah menarik saat SBY masih berpangkat mayor. Saat itu SBY baru saja mengikuti kursus komandan Batalyon tahun 1986. SBY adalah peserta termuda. Dia lulusan tahun 1973, sementara yang lain rata-rata lulusan 1970 dan 1971.
SBY lulus nomor dua terbaik. Biasanya, para lulusan terbaik ini boleh memilih sendiri batalyon yang akan dipimpinnya. Sempat ada kabar SBY akan memimpin batalyon infanteri di Jawa Timur.
Agus mengakhiri karir militer saat masih berpangkat Mayor Infanteri. Banyak yang menyayangkan karena jalan masih sangat panjang. Tapi keputusan sudah diambil.
Ada kisah menarik saat SBY masih berpangkat mayor. Saat itu SBY baru saja mengikuti kursus komandan Batalyon tahun 1986. SBY adalah peserta termuda. Dia lulusan tahun 1973, sementara yang lain rata-rata lulusan 1970 dan 1971.
SBY lulus nomor dua terbaik. Biasanya, para lulusan terbaik ini boleh memilih sendiri batalyon yang akan dipimpinnya. Sempat ada kabar SBY akan memimpin batalyon infanteri di Jawa Timur.
Label:
Prestasi Militer,
Propesionalisme TNI
Jumat, 23 September 2016
TNI Sekesi Jago Tembak Untuk Ikuti Kejuaraan Tembak Militer Internasional bisam 2016
Guna meningkatkan kemampuan menembak dikalangan Prajurit TNI dan sekaligus mencari bibit atlit menembak, Mabes TNI menggelar lomba tembak bergilir di lapangan tembak internasional FX Soepramono, Bhumi Marinir karang pilang Surabaya, Jawa Timur (20/9).
Dalam lomba yang bertemakan, dengan semangat kompetisi yang sehat dilandasi sportifitas dan soliditas yang tinggi untuk meraih prestasi terbaik secara terhormat dalam rangka mewujudkan profesionalitas TNI guna mendukung pelaksanaan tugas pokok akan memperebutkan piala bergilir dari Panglima TNI.
Lomba ini di ikuti 200 petembak TNI, yang terdiri dari 160 petembak prestasi dari Mabes TNI, Kontingen AD, Kontingen AL dan kontingen AU serta 40 orang petembak yang akan mengikuti kelas eksebisi Pati TNI.
Dalam lomba yang bertemakan, dengan semangat kompetisi yang sehat dilandasi sportifitas dan soliditas yang tinggi untuk meraih prestasi terbaik secara terhormat dalam rangka mewujudkan profesionalitas TNI guna mendukung pelaksanaan tugas pokok akan memperebutkan piala bergilir dari Panglima TNI.
Lomba ini di ikuti 200 petembak TNI, yang terdiri dari 160 petembak prestasi dari Mabes TNI, Kontingen AD, Kontingen AL dan kontingen AU serta 40 orang petembak yang akan mengikuti kelas eksebisi Pati TNI.
Jumat, 22 Juli 2016
Mengenal Tim Alpha 29, Pasukan Elite TNI yang Lumpuhkan Santoso
Baru tiga hari sejak diterjunkan, Tim Alfa 29 dari Yonif Raider 515/Macan Kumbang Kostrad berhasil menembak mati pemimpin Mujahiddin Indonesia Timur (MIT), Santoso alias Abu Wardah. Padahal, jarak yang mereka tempuh cukup jauh dari markas, yakni 11 kilometer hingga mencapai lokasi baku tembak.
Siapa saja anggota Tim Alfa 29 itu?
Dari informasi yang diterima merdeka.com, Kamis (21/7), tim tersebut beranggotakan sembilan orang, dipimpin seorang komandan regu. Masing-masing memiliki peran dan tugasnya masing-masing saat terjun ke medan pertempuran.
Siapa saja anggota Tim Alfa 29 itu?
Dari informasi yang diterima merdeka.com, Kamis (21/7), tim tersebut beranggotakan sembilan orang, dipimpin seorang komandan regu. Masing-masing memiliki peran dan tugasnya masing-masing saat terjun ke medan pertempuran.
Kamis, 21 Juli 2016
Cerita Tim Alfa 29 Satgas Tinombala Bekuk Teroris Santoso
Lewat sebuah operasi senyap, tim Alfa 29 dari Satgas Tinombala berhasil menewaskan teroris paling dicari di Indonesia, Santoso, alias Abu Wardah. Bagaimana detik-detik penyerbuannya?
Satgas Tinombala terdiri dari pasukan gabungan TNI-Polri, termasuk Marinir TNI AL dan TNI Angkutan Udara. Ada banyak personel yang terlibat dalam operasi di sekitar kawasan pegunungan Sulawesi Tengah ini. Tim sudah bekerja sejak beberapa bulan, khusus untuk memburu Santoso dan kelompoknya yang bersembunyi di hutan.
Apresiasi tinggi kepada Satgas Tinombala sudah disampaikan oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sampai Presiden Joko Widodo. Seluruh komponen satgas yang terlibat, diberikan pujian atas kerja kerasnya selama ini. Meski operasi belum sepenuhnya selesai karena masih ada anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang diburu, target melumpuhkan Santoso setidaknya bisa tercapai.
Satgas Tinombala terdiri dari pasukan gabungan TNI-Polri, termasuk Marinir TNI AL dan TNI Angkutan Udara. Ada banyak personel yang terlibat dalam operasi di sekitar kawasan pegunungan Sulawesi Tengah ini. Tim sudah bekerja sejak beberapa bulan, khusus untuk memburu Santoso dan kelompoknya yang bersembunyi di hutan.
Apresiasi tinggi kepada Satgas Tinombala sudah disampaikan oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sampai Presiden Joko Widodo. Seluruh komponen satgas yang terlibat, diberikan pujian atas kerja kerasnya selama ini. Meski operasi belum sepenuhnya selesai karena masih ada anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang diburu, target melumpuhkan Santoso setidaknya bisa tercapai.
Selasa, 21 Juni 2016
Ketua Kompolnas : Komjen Tito Perwira yang Profesional
Ketua Kompolnas Luhut Pandjaitan memaparkan rekam jejak Komjen Tito Karnavian yang sudah diajukan sebagai calon Kapolri. Luhut menyebut Tito sebagai sosok yang profesional.
"Komjen Tito ini perwira yang profesional. Dalam beberapa pertemuan, saya saat di luar negeri jadi pembicara, saya minta Tito berkomentar, bicara. Dalam tanya jawab, dia memberikan jawaban. Sangat baik dan diapresiasi counterpart," papar Luhut saat rapat Komisi III di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (21/6/2016).
Kompolnas juga menjaring suara dari masyarakat. Hasilnya, nama Tito yang kemudian diajukan untuk menjadi pucuk pimpinan Polri.
"Komjen Tito ini perwira yang profesional. Dalam beberapa pertemuan, saya saat di luar negeri jadi pembicara, saya minta Tito berkomentar, bicara. Dalam tanya jawab, dia memberikan jawaban. Sangat baik dan diapresiasi counterpart," papar Luhut saat rapat Komisi III di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (21/6/2016).
Kompolnas juga menjaring suara dari masyarakat. Hasilnya, nama Tito yang kemudian diajukan untuk menjadi pucuk pimpinan Polri.
Label:
Parlemen,
POLRI,
Prestasi Militer
Kamis, 16 Juni 2016
Lakukan Mutasi Besar-besaran, 116 Jenderal TNI Digeser
TNI melakukan mutasi besar-besaran. Tercatat 116 perwira tinggi mengalami pergeseran. Namun TNI menjelaskan hal ini bukan sesuatu yang istimewa mengingat mutasi merupakan bagian dari tour of duty.
"Dalam rangka pembinaan organisasi TNI guna mengoptimalkan tugas-tugas TNI yang sangat dinamis dan semakin berat ke depan," demikian penjelasan Mabes TNI.
Dalam mutasi tersebut tercatat sebagai berikut:
"Dalam rangka pembinaan organisasi TNI guna mengoptimalkan tugas-tugas TNI yang sangat dinamis dan semakin berat ke depan," demikian penjelasan Mabes TNI.
Dalam mutasi tersebut tercatat sebagai berikut:
Label:
Prestasi Militer,
Propesionalisme TNI
Sabtu, 04 Juni 2016
TNI AL : Jabatan Komandan KRI Banda Aceh Diserahterimakan
Jabatan Komandan KRI Banda Aceh-593 diserahterimakan dari Letkol Laut (P) Edi Haryanto kepada Letkol Laut (P) Budi Santosa. Serah terima jabatan (Sertijab) tersebut berlangsung dalam upacara militer dipimpin Komandan Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) Jakarta Kolonel Laut (P) Andi Abdul Aziz di Geladak Heli KRI Banda Aceh-593, Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (3/6).
Komandan KRI Banda Aceh-593 yang baru, Letkol Laut (P) Budi Santosa merupakan perwira lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan 42 tahun 1996, yang sebelumnya menjabat sebagai Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Cirebon.
Sedangkan pejabat lama yaitu Letkol Laut (P) Edi Haryanto, akan menempati jabatan baru di Staf Umum Perencanaan dan Anggaran (Srena) Mabes TNI Angkatan Laut sebagai Pabandya Binsismet Ban II Manajemen.
Komandan KRI Banda Aceh-593 yang baru, Letkol Laut (P) Budi Santosa merupakan perwira lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan 42 tahun 1996, yang sebelumnya menjabat sebagai Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Cirebon.
Sedangkan pejabat lama yaitu Letkol Laut (P) Edi Haryanto, akan menempati jabatan baru di Staf Umum Perencanaan dan Anggaran (Srena) Mabes TNI Angkatan Laut sebagai Pabandya Binsismet Ban II Manajemen.
Label:
Kapal Perang,
Prestasi Militer,
TNI AL
Sabtu, 28 Mei 2016
Sekilas Karier Kabareskrim Baru POLRI, Irjen Pol Ari Dono
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti telah resmi memilih Irjen Pol Ari Dono Sukmanto sebagai Kabareskrim Polri menggantikan Komjen Pol Anang Iskandar yang memasuki masa pensiun.
Irjen Pol Ari Dono merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1985. Pada 2003 Ari menjabat sebagai sebagai Kapolres Serang. Tidak lama berselang, Ari Dono bergabung di Direskrim Polda DIY mulai 2004 hingga 2006.Memasuki tahun 2007, Ari Dono ditugaskan di Direskrim Polda Jawa Barat, tapi masa tersebut tidak lama karena Ari kembali menerima amanat menjadi penyidik utama Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri pada 2009.
Tidak lama berselang di Bareskrim Polri, Ari kembali dinaikkan jabatannya menjadi Kabag Instalfor Puslabfor Bareskrim Polri pada tahun 2010. Dengan keahliannya di bidang Puslabfor, Ari dipercaya mengemban amanat menjadi Wakapolda Sulawesi Tengah pada tahun 2011.
Irjen Pol Ari Dono merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1985. Pada 2003 Ari menjabat sebagai sebagai Kapolres Serang. Tidak lama berselang, Ari Dono bergabung di Direskrim Polda DIY mulai 2004 hingga 2006.Memasuki tahun 2007, Ari Dono ditugaskan di Direskrim Polda Jawa Barat, tapi masa tersebut tidak lama karena Ari kembali menerima amanat menjadi penyidik utama Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri pada 2009.
Tidak lama berselang di Bareskrim Polri, Ari kembali dinaikkan jabatannya menjadi Kabag Instalfor Puslabfor Bareskrim Polri pada tahun 2010. Dengan keahliannya di bidang Puslabfor, Ari dipercaya mengemban amanat menjadi Wakapolda Sulawesi Tengah pada tahun 2011.
Senin, 23 Mei 2016
TNI AD Pertahankan Gelar Juara Umum Ajang Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) 2016
Lagi-lagi, para penembak TNI Angkatan Darat (AD) mengharumkan nama bangsa di ajang Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM). Para penembak TNI AD selalu jadi yang terbaik sejak mengikuti ajang ini pada tahun 2008 silam.
TNI AD mempertahankan gelar juara umum dalam ajang AASAM yang berlangsung selama 16 hari dari tanggal 3 sampai dengan 19 Mei 2016 di Puckapunyal Military Range, Victoria, Australia. Ajang yang diselenggarakan Royal Australian Army ini sangat bergengsi. Bagaimana tidak? Penembak terbaik Angkatan Darat dari 20 negara bersaing unjuk kemahiran. Nama baik bangsa jadi taruhannya.
Kepala Bidang Penerangan Umum (Kabidpenum) Puspen TNI Kolonel Czi Berlin mengatakan, TNI AD dinyatakan sebagai Juara Umum AASAM 2016 setelah meraih 23 medali emas dari 50 medali emas di berbagai materi lomba tembak yang diperebutkan. Runner up dalam ajang ini adalah Angkatan Darat China dengan perolehan 9 medali emas. Kontingen Angkatan Darat Jepang berada di posisi ketiga dengan perolehan 4 medali emas.
TNI AD mempertahankan gelar juara umum dalam ajang AASAM yang berlangsung selama 16 hari dari tanggal 3 sampai dengan 19 Mei 2016 di Puckapunyal Military Range, Victoria, Australia. Ajang yang diselenggarakan Royal Australian Army ini sangat bergengsi. Bagaimana tidak? Penembak terbaik Angkatan Darat dari 20 negara bersaing unjuk kemahiran. Nama baik bangsa jadi taruhannya.
Kepala Bidang Penerangan Umum (Kabidpenum) Puspen TNI Kolonel Czi Berlin mengatakan, TNI AD dinyatakan sebagai Juara Umum AASAM 2016 setelah meraih 23 medali emas dari 50 medali emas di berbagai materi lomba tembak yang diperebutkan. Runner up dalam ajang ini adalah Angkatan Darat China dengan perolehan 9 medali emas. Kontingen Angkatan Darat Jepang berada di posisi ketiga dengan perolehan 4 medali emas.
Kamis, 19 Mei 2016
Gunakan Produk Lokal Kontingen AASAM 2016 TNI Kembali Berpeluang Menjadi Juara Umum
Untuk kesekian kalinya, Indonesia kembali berpeluang menjadi juara umum lomba menembak tingkat internasional di Australia. Tak hanya itu, para prajurit yang ikut ambil bagian dalam kejuaraan tersebut juga berhasil mempecundangi Amerika Serikat, China dan Jepang dengan menyabet setengah emas yang dilombakan.
Salah satu personel yang berhasil merebut emas dalam kejuaraan tersebut adalah Letda Inf Poltak Siahaan, Prajurit Divisi Infanteri 1 Kostrad. Dia mencatatkan namanya sebagai pemenang lomba tembak perorangan di ajang Australian Army Skill and Arms Meeting (AASAM) Tahun 2016 di Puckapunyal Military Range, Victoria, Australia.
Bagi Poltak, keberhasilannya merebut emas tersebut merupakan kemenangan berturut-turut sejak tahun 2008.
Salah satu personel yang berhasil merebut emas dalam kejuaraan tersebut adalah Letda Inf Poltak Siahaan, Prajurit Divisi Infanteri 1 Kostrad. Dia mencatatkan namanya sebagai pemenang lomba tembak perorangan di ajang Australian Army Skill and Arms Meeting (AASAM) Tahun 2016 di Puckapunyal Military Range, Victoria, Australia.
Bagi Poltak, keberhasilannya merebut emas tersebut merupakan kemenangan berturut-turut sejak tahun 2008.
Rabu, 20 April 2016
Pemeritah Malaysia Berikan Anugerah Kehormatan Kepada Laksamana TNI Ade Supandi
Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Ade Supandi, menerima penghargaan dari pemerintah Malaysia berupa medali dan gelar Darjah Kepahlawanan Angkatan Tentera Kelas Pertama, yaitu Panglima Gagah Angkatan Tentera Kehormatan, di Kuala Lumpur Malaysia, Selasa.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama TNI Edi Sucipto, di Jakarta, Selasa, mengatakan, pemberian anugerah gelar kehormatan itu, dipimpin Menteri Pertahanan Malaysia, Hishamuddin Hussein, yang dilaksanakan dalam sebuah acara kemiliteran khas Tentera Diraja Malaysia dan dihadiri para pejabat tinggi Malaysia.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama TNI Edi Sucipto, di Jakarta, Selasa, mengatakan, pemberian anugerah gelar kehormatan itu, dipimpin Menteri Pertahanan Malaysia, Hishamuddin Hussein, yang dilaksanakan dalam sebuah acara kemiliteran khas Tentera Diraja Malaysia dan dihadiri para pejabat tinggi Malaysia.
Rabu, 13 April 2016
Inspiratif Brigadir Polisi Yang Berani Menilang Sultan HB IX di Tahun 60-an
Berawal dari cerita turun menurun di keluarga, ditulis di blog, kemudian berkembang jadi sebuah inspirasi dari generasi ke generasi. Itulah gambaran tentang kisah Brigadir Royadin yang menilang Sultan Hamengkubowono IX pada tahun 1960-an.
Seorang pria bernama Aryadi Nursaid yang pertama kali memposting tulisan tersebut dengan judul 'Sultan HB IX dan Polisi Pekalongan, The Untold Story' pada tahun 2011. Aryadi menyebut Royadin adalah kakak dari ayahnya. Cerita didapat dari keterangan sumber di keluarga dan pengalamannya sendiri.
Cerita itu menggambarkan sosok Royadin, seorang polisi lalu lintas yang sederhana, memakai sepeda onthel saat bekerja, namun berani menilang seorang Sultan HB IX. Pemicunya, Sultan yang saat itu menyetir sendiri, melanggar lalu lintas saat melintas di Pekalongan, Jawa Tengah. Belakangan, setelah diverifikasi, peristiwa ini terjadi di Semarang, Jawa Tengah, bukan Pekalongan.
Seorang pria bernama Aryadi Nursaid yang pertama kali memposting tulisan tersebut dengan judul 'Sultan HB IX dan Polisi Pekalongan, The Untold Story' pada tahun 2011. Aryadi menyebut Royadin adalah kakak dari ayahnya. Cerita didapat dari keterangan sumber di keluarga dan pengalamannya sendiri.
Cerita itu menggambarkan sosok Royadin, seorang polisi lalu lintas yang sederhana, memakai sepeda onthel saat bekerja, namun berani menilang seorang Sultan HB IX. Pemicunya, Sultan yang saat itu menyetir sendiri, melanggar lalu lintas saat melintas di Pekalongan, Jawa Tengah. Belakangan, setelah diverifikasi, peristiwa ini terjadi di Semarang, Jawa Tengah, bukan Pekalongan.
Minggu, 06 Maret 2016
Kisah Bripka Anra, Bawahi Sejumlah Jenderal Dalam Misi PBB
Awalnya cukup berat bagi Anra Nosa (33), anggota Bintara Kepolisian Daerah (Polda) Riau itu meninggalkan istri yang sedang hamil muda ke Sudan demi melaksanakan tugas negara. Polisi berpangkat Brigadir Polisi Kepala (Bripka) itu sempat bertugas sebagai penyidik di Reserse Kriminal Polda Riau.
Seleksi menjadi UN Police yang diumumkan Mabes Polri, dengan tempat penugasan di Darfur, Sudan Selatan menggerakkan pria tegap ini ikut mendaftar. Melewati seleksi ketat, ia terpilih bersama 14 polisi terbaik (dari total ribuan) se-Indonesia.
Pelatihan khusus pun diikutinya. Akhirnya ia dan rekan-rekannya mewakili Indonesia menjadi Polisi perdamaian PBB ke Sudan Selatan sekitar 2014 lalu.
“Awal bertugas langsung ada unjuk rasa besar dari pengungsi Sudan,” kisah Anra, seperti diposting dalam laman Facebook Divisi Humas Polri, Jumat (4/3/2016). Seorang anggota UN Police berpangkat Kolonel dari Negara Jerman memerintahkan tim untuk memasukkan puluhan orang pengunjuk rasa ini ke Holding Facility (semacam penjara).
Seleksi menjadi UN Police yang diumumkan Mabes Polri, dengan tempat penugasan di Darfur, Sudan Selatan menggerakkan pria tegap ini ikut mendaftar. Melewati seleksi ketat, ia terpilih bersama 14 polisi terbaik (dari total ribuan) se-Indonesia.
Pelatihan khusus pun diikutinya. Akhirnya ia dan rekan-rekannya mewakili Indonesia menjadi Polisi perdamaian PBB ke Sudan Selatan sekitar 2014 lalu.
“Awal bertugas langsung ada unjuk rasa besar dari pengungsi Sudan,” kisah Anra, seperti diposting dalam laman Facebook Divisi Humas Polri, Jumat (4/3/2016). Seorang anggota UN Police berpangkat Kolonel dari Negara Jerman memerintahkan tim untuk memasukkan puluhan orang pengunjuk rasa ini ke Holding Facility (semacam penjara).
Label:
Internasional,
PBB,
POLRI,
Prestasi Militer
Rabu, 02 Maret 2016
Duet Maut Dua Sniper Cantik Satuan Elit Brimob Polda Aceh
Bripda Nina Oktoviana dikenal sebagai salah satu sniper pasukan elite Gegana Brimob Polda Aceh. Dulu dia satu-satunya wanita yang bergabung di satuan itu. Namun kini ada Bripda ia Bripda Fransisca.
Duet penembak jitu ini langsung jadi perhatian. Keduanya langsung kompak. Bripda Nina pun berniat menularkan bakat yang dimiliki kepada sang junior.
Dulu menjadi pasukan elit, merupakan kenyataan yang tak pernah dibayangkan Bripda Nina.
"Untuk jadi Polisi Wanita memang cita-cita dari kecil, tapi bergabung dengan pasukan elit Satuan Gegana tidak pernah saya bayangkan," demikian dikutip dari akun Facebook Humas Polri, Senin (2/3).
Duet penembak jitu ini langsung jadi perhatian. Keduanya langsung kompak. Bripda Nina pun berniat menularkan bakat yang dimiliki kepada sang junior.
Dulu menjadi pasukan elit, merupakan kenyataan yang tak pernah dibayangkan Bripda Nina.
"Untuk jadi Polisi Wanita memang cita-cita dari kecil, tapi bergabung dengan pasukan elit Satuan Gegana tidak pernah saya bayangkan," demikian dikutip dari akun Facebook Humas Polri, Senin (2/3).
Label:
Brimob,
POLRI,
Polwan,
Prestasi Militer
Rabu, 10 Februari 2016
Berprestasi di Perbatasan RI-Malaysia Yonif Linud 433 akan dikirim ke Afrika
Ratusan personil satuan Batalyon Infanteri (Yonif) Linud 433 Sambueja, Maros dinilai berprestasi dalam menjalankan tugasnya di Propinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Satu dari tiga batalyon di Brigade Infanteri (Brigif) Linud 3/ Tri Budi Sakti Kostrad ini pun menuai hadiah berupa tugas operasi ke luar negeri bersama pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di daerah Darfur, Afrika pada tahun 2016.
Hal itu diungkapkan Komandan Brigif Linud 3/Tri Budi Sakti Kostrad, Kolonel Primadi Syaiful Sulun di sela bincang-bicang silaturrahmi bersama jurnalis di Mako Brigif, Kariango, Makassar, Selasa (9/2).
Adapun prestasi yang dimaksud saat bertugas di daerah operasi di Kalimantan Utara tahun tahun 2015 lalu, kata Primadi, yakni saat penugasan melakukan sweeping yang digelar banyak menemukan narkoba, miras dan juga berhasil membatasi masuknya imigran-imigran gelap. Oleh pimpinan tertinggi, pelaksanaanan tugas itu dinilai terbaik sehingga dihadiahi tugas operasi ke luar negeri.
Hal itu diungkapkan Komandan Brigif Linud 3/Tri Budi Sakti Kostrad, Kolonel Primadi Syaiful Sulun di sela bincang-bicang silaturrahmi bersama jurnalis di Mako Brigif, Kariango, Makassar, Selasa (9/2).
Adapun prestasi yang dimaksud saat bertugas di daerah operasi di Kalimantan Utara tahun tahun 2015 lalu, kata Primadi, yakni saat penugasan melakukan sweeping yang digelar banyak menemukan narkoba, miras dan juga berhasil membatasi masuknya imigran-imigran gelap. Oleh pimpinan tertinggi, pelaksanaanan tugas itu dinilai terbaik sehingga dihadiahi tugas operasi ke luar negeri.
Rabu, 03 Februari 2016
Panglima TNI Pimpin Sertijab Komandan Sesko TNI
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memimpin acara serah terima jabatan (Sertijab) Komandan Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI dari Letjen TNI Sonny Widjaya yang akan memasuki masa pensiun kepada Letjen TNI Agus Soetomo, S.E., yang sebelumnya menjabat sebagai Komandan Kodiklat TNI AD, dalam upacara militer bertempat di Gedung Gatot Soebroto, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (01/02/2016).
Panglima TNI dalam sambutannya berharap agar lebih meningkatkan serta mengembangkan terus hasil-hasil yang telah dicapai sebelumnya, guna optimalisasi kinerja dalam menyiapkan dan mendidik kader-kader pimpinan TNI yang handal, hebat, militan, profesional dan pemberani dalam tugas-tugas militer, serta memiliki kualitas dan integritas diri yang tak lagi diragukan oleh siapapun karena tantangan tugas kedepan tidak semakin ringan.
Panglima TNI dalam sambutannya berharap agar lebih meningkatkan serta mengembangkan terus hasil-hasil yang telah dicapai sebelumnya, guna optimalisasi kinerja dalam menyiapkan dan mendidik kader-kader pimpinan TNI yang handal, hebat, militan, profesional dan pemberani dalam tugas-tugas militer, serta memiliki kualitas dan integritas diri yang tak lagi diragukan oleh siapapun karena tantangan tugas kedepan tidak semakin ringan.
Panglima TNI Terima 175 Prajurit TNI Konga XX-L dari Kongo
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menerima kedatangan 175 prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kizi TNI Kontingen Garuda (Konga) XX-L/Monusco (Mission de I’Organisation de republic des Nation Unies Pour la Stabilisation en Republique du Congo) dari Republik Demokratik Kongo dalam suatu upacara militer, bertempat di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (1/2/2016).
Satuan Tugas yang berasal dari Batalyon Zeni Tempur 10/2 Kostrad tersebut di pimpin Letkol Czi Santy Karsa Tarigan, S.E., baru saja selesai melaksanakan misi penjaga perdamaian dunia selama satu tahun di Kongo. Konga XX-L/Monusco yang berjumlah 175 personel, terdiri dari 151 TNI AD, 19 TNI AL dan 5 TNI AU.
Satuan Tugas yang berasal dari Batalyon Zeni Tempur 10/2 Kostrad tersebut di pimpin Letkol Czi Santy Karsa Tarigan, S.E., baru saja selesai melaksanakan misi penjaga perdamaian dunia selama satu tahun di Kongo. Konga XX-L/Monusco yang berjumlah 175 personel, terdiri dari 151 TNI AD, 19 TNI AL dan 5 TNI AU.
Label:
PBB,
Prestasi Militer,
Propesionalisme TNI
Prestasi Militer Indonesia yang Bikin Dunia Kagum
Bangsa Indonesia sempat membuat negara tetangga takjub dengan kemampuan juga keahlian Indonesia dalam membuat alat-alat dalam berperang. Tak terkecuali negara besar seperti Amerika dan Australia pun tidak memercayainya.
Indonesia sendiri mempunyai PT Pindad yang selalu menjadi sorotan bangsa luar atas produksi alat-alat tempur yang super canggih. Bahkan tidak sedikit ciptaan PT Pindad membuat dunia gempar, seperti senapan SP2 Kopassus hingga Panser Badak.
Selain itupun, baru-baru ini ada mahasiswa Indonesia bernama Adhitya Whisnu Pratama dan Muhammad Iqbal buat robot tank tanpa awak untuk TNI AD.
Berikut beberapa rangkuman yang dikumpul hasil karya bangsa Indonesia yang buat dunia kaget:
![]() |
| Senapan SS-2 V5 Buatan PT. Pindad |
Indonesia sendiri mempunyai PT Pindad yang selalu menjadi sorotan bangsa luar atas produksi alat-alat tempur yang super canggih. Bahkan tidak sedikit ciptaan PT Pindad membuat dunia gempar, seperti senapan SP2 Kopassus hingga Panser Badak.
Selain itupun, baru-baru ini ada mahasiswa Indonesia bernama Adhitya Whisnu Pratama dan Muhammad Iqbal buat robot tank tanpa awak untuk TNI AD.
Berikut beberapa rangkuman yang dikumpul hasil karya bangsa Indonesia yang buat dunia kaget:
Langganan:
Postingan (Atom)
Berita Populer
-
Di Era tahun 60an TNI AU/AURI saat itu pernah memiliki kekuatan udara yang membuat banyak negara menjadi ‘ketar ketir’, khususnya negara-ne...
-
Pihak inteljen Kodam, sambung Hardiono, masih melakukan pendeteksian kebangkitan PKI di wilayah Jateng dan DIY. Pangdam menambahkan memang ...
-
Kalau dipikir-pikir, ada yang ganjil dengan armada bawah laut Indonesia. Saat ini TNI AL hanya memiliki dua kapal selam gaek namun harus m...
-
Serangan ke Lapas Cebongan menambah catatan hitam Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD. Sebelumnya pada tahun 1998, Kopassus juga disoro...
-
Penyerangan Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta menggunakan senapan serbu AK-47. Diketahui anggota Kopassus ini baru saja berlatih di Gunung ...
-
TNI bersama Kementerian Pertahanan (Kemhan) sepakat memilih pesawat tempur generasi kelima Sukhoi (Su-35) buatan Rusia, sebagai pengganti pe...
-
Kejujuran 11 prajurit Kopassus mengakui kesalahan, menembak empat tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cebongan Sleman, Yogyakarta, mendat...
-
10 Pesawat angkut Hercules type H 16 Pesawat tempur coin Super Tucano ( 4 sudah datang) 16 Pesawat latih Grob G120TP 6 Pesawat lati...
-
Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono berang dituding komisioner Komnas HAM tidak pernah bekerja dan terkesan hanya tidur dalam mengatasi ko...
-
Modernisasi militer terus diupayakan oleh pemerintah. Dalam waktu dekat, dua unit pesawat tempur jenis Sukhoi Generasi 4,5 akan tiba di Tan...




















