Cari Artikel di Blog Ini

Sabtu, 13 April 2013

TNI Akan Gelar Latgab Tingkat Divisi Tahun 2013

Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan menggelar Latihan Gabungan (Latgab) TNI Tingkat Divisi tahun 2013. Hal ini ditandai dengan kegiatan Penataran Pelaku Latihan Posko yang dibuka oleh Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Marsdya TNI Daryatmo, S.IP selaku Direktur Latihan (Dirlat) Latgab TNI, bertempat di Markas Divisi Infantri 1 Kostrad Cilodong, Bogor-Jawa Barat, Jum’at (12/4/2013).

TNI Akan Gelar Latgab TNI Tingkat Divisi Tahun 2013
Latihan Gabungan TNI tahun 2012 (foto : tendef)

Penataran Pelaku Latihan Posko bertujuan agar para pelaku Latgab TNI tahun 2013 mendapat pencerahan dan pembekalan sebaik-baiknya, agar dalam pelaksanaan latihan tersebut dapat berjalan dengan baik sesuai yang diharapkan. Pembekalan yang diberikan, antara lain tentang Operasi Gabungan, Operasi Udara Gabungan, Operasi Linud, Operasi Amfibi, Operasi Laut Gabungan, Penerapan Strategi Latihan Gabungan TNI, Materi Olah Yudha Latgab TNI dan Prosedur Administrasi Logistik Latgab TNI.
 

Panglima Baru Harus Tuntaskan Reformasi Internal

Reformasi internal di jajaran TNI dinilai berhasil di bawah kepemimpinan Laksamana Agus Suhartono. Panglima TNI yang baru harus bisa melanjutkan dan menyempurnakan reformasi tersebut serta mampu meningkatkan disiplin prajurit.

Panglima Baru Harus Tuntaskan Reformasi Internal

"Di bawah Panglima baru, TNI harus terus meningkatkan profesionalismenya," kata Ketua Komisi I DPR, Mahfudz Siddiq, di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (12/4). Agus akan pensiun pada 25 Agustus nanti. Tiga bulan sebelum pensiun, Panglima harus menyerahkan nama kandidat penggantinya kepada Presiden. Anggota Komisi I DPR, Susaningtyas Kertopati, menambahkan Panglima yang baru harus bisa mengakomodasi segala perkembangan pertahanan sesuai rencana strategis dan kebutuhan pokok minimal (minimum essential forces/MEF).

Pesawat CN-235 MPA Pesanan TNI-AL Jalani Uji Terbang

Tanpa banyak gembar-gembor dan publikasi, PT. Dirgantara Indonesia telah berhasil melakukan uji terbang CN-235 MPA pesanan TNI-AL. ARC mendapat informasi, uji coba berlangsung pada Jumat 5 april lalu. Uji terbang dilangsungkan mulai dari Bandung hingga kawasan Pangandaran dengan waktu tempuh 1,5 jam. Uji terbang itu sendiri berlangsung sukses, dan pesawat mendarat dengan selamat. TNI-AL sendiri diketahui memesan 3 unit CN-235 versi patroli maritim.

Pesawat CN-235 MPA Pesanan TNI-AL Jalani Uji Terbang
 
Berbeda dengan CN-235 pada umumnya, pesawat patroli pesanan TNI-AL ini menggunakan desain winglet pada ujung sayapnya. Winglet dipercaya mampu mengefisienkan gaya hambat, yang nantinya berujung pada penghematan bahan bakar. Selain itu, dari foto-foto yang dikirimkan ke redaksi ARC, terlihat jelas radar pesawat akan ditempatkan pada perut pesawat, seperti konfigurasi CN-235 milik Coast Guard Korsel. Selain itu terdapat pula bubble window pada bagian belakang pesawat. Jendela gembung ini berfungsi sebagai tempat awak pesawat melakukan pengamatan secara visual. Namun demikian, isi serta peralatan yang dipasang kedalam tubuh CN-235 ini belum diketahui secara pasti.


Korea Selatan Pahami Kekhawatiran Semua Pihak Atas Penundaan KFX/IFX

Proyek prestisius-ambisius Korea Fighter Experiment/Indonesia Fighter Experiment ditunda pada tahap pertama. Hal itu dinyatakan Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Kim Young-sun, sebagai satu rancang bangun jangka panjang; sehingga kedua negara tidak perlu merasa tergesa-gesa.

 Korea Selatan Pahami Kekhawatiran Semua Pihak Atas Penundaan KFX/IFX

Kim menyatakan hal itu di ruang kerjanya, di Jakarta, Jumat, atas kelangsungan proyek arsenal tempur taktis-strategis senilai 8 miliar dolar Amerika Serikat itu.

"Proyek (KFX/IFX) ini tidak dihentikan. Ini proyek jangka panjang, sehingga tidak perlu tergesa-gesa. Kami masih mengkaji kelayakannya, selain itu juga ada upaya untuk mengadopsi teknologi-teknologi terbaru untuk diimplementasikan ke dalamnya," ujar Kim.

Meski demikian, Kim mengaku sangat memahami ketergesaan yang mungkin muncul di Indonesia berkaitan dengan kepastian soal proyek KFX/IFX.

Delapan Jenderal Calon Kuat Kapolri

Isu pergantian Kepala Polri Jenderal Timur Pradopo terus mengemuka di Markas Besar Polri. Ada sejumlah nama yang 'beredar'. Menurut sumber Tempo, delapan orang disebut-sebut bersaing ketat dalam meraih kursi tertinggi di Trunojoyo tersebut.

Delapan Jenderal Calon Kuat Kapolri?

Mereka adalah Kepala Badan Reserse dan Kriminal Kepolisian RI Komisaris Jenderal Sutarman, Kepala Lembaga Pendidikan Polisi (Kalemdikpol) Inspektur Jenderal Budi Gunawan, Kepala Badan Narkotika Nasional Inspektur Jenderal Anang Iskandar, Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Putut Eko Bayuseno, Kepala Polda Jawa Barat Brigadir Jenderal Tubagus Anis Akngkawijaya, Kepala Polda Kalimantan Timur Inspektur Jenderal Anas Yusuf, serta Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Inspektur Jenderal Pudji Hartanto.

Jumat, 12 April 2013

Strategi Kapolda DIY Baru Berantas Preman Pasca Kasus LP Cebongan

Brigjen Haka Astana M Widya menggantikan Brigjen Sabar Rahardjo sebagai kapolda DIY. Mutasi terjadi tak lama setelah kasus penyerangan LP Cebongan Sleman. Kasus itu membuat isu preman menyeruak. Bagaimana kapolda DIY baru mengatasinya?

Strategi Kapolda DIY Baru Berantas Preman Pasca Kasus LP Cebongan

Haka Astana mengakui wilayah DIY sangat heterogen. Sesuai lokalitas, ia akan menggunakan pendekatan budaya dan mengadopsi filosofi gamelan.

"Gamelan itu dibuat dari bahan-bahan berbeda. Bentuknya juga beda. Tetapi jika dimainkan oleh orang profesional dan mentaati aturan, bisa menghasilkan bunyi yang indah didengar," kata Haka Astana usai upacara parade pisah sambut kapolda di halaman Mapolda DIY, Jumat (12/4/2013).

Tiga jenderal Kandidat Panglima TNI

Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono disebut-sebut bakal diganti pada Agustus nanti. Alasannya, karena faktor usia. Agus lahir di Blitar, Jawa Timur, 25 Agustus 1955. Artinya kini dia sudah 57 tahun, dan pada Agustus nanti dia sudah genap berusia 58 tahun.


Lalu siapa pengganti Agus? Juru Bicara Presiden Julian Aldrian Pasha mengatakan, kemungkinan pergantian panglima TNI memang besar. Namun mengenai siapa penggantinya, dia mengaku belum mengetahui pasti karena itu kewenangan prerogatif presiden.

Dua Kapal Perang TNI AL Akan Jadi Sasaran Tembak Pada Latihan Gabungan 2013

Dua kapal perang TNI Angkatan Laut yang tercatat sebagai barang milik negara di Kementerian Pertahanan disetujui untuk dimusnahkan. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan telah menyetujui pemusnahan KRI Teluk Semangka-512 dan KRI Teluk Berau-534. Kedua kapal ditenggelamkan dengan menjadikannya sasaran tembak dalam latihan gabungan TNI AL.

KRI Teluk Berau-534

"Pemusnahan ini juga sudah sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 6 Tahun 2006 sebagaimana telah diubah dengan PP Nomor 38 Tahun 2008 dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 96 Tahun 2007," kata Direktur Hukum dan Humas Ditjen Kekayaan Negara Tavianto Noegroho dalam keterangan pers tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (10/4/2013) malam. Dia mengatakan, pemusnahan tersebut dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas tata kelola barang milik negara.

Alasan Sukhoi dan F16 Tak Meriahkan Acara HUT TNI AU ke-67

Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia menuturkan alasan pesawat tempur milik TNI Angkatan Udara (AU) seperti F-16, Sukhoi 27 dan Sukhoi 30 MK2 tidak ditampilkan dalam perayaan HUT TN AU ke-67 yang digelar di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur,.


Kedua pesawat tersebut, rencananya difokuskan untuk latihan gabungan TNI yang digelar pada Mei 2013 mendatang.

"Sejumlah alutsista (pesawat) tidak dapat ditampilkan dalam memeriahkan HUT TNI AU kali ini karena difokuskan untuk latgab," kata KSAU, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (9/4/2013).

Marsekal TNI Ida Bagus menuturkan, dalam perayaan puncak hari ulang tahun TNI AU itu menampilkan 2 tim pesawat aerobatik kebanggaannya yaitu Jupiter Aerobatic Team (JAT) dari Skadron Pendidikan 102 Lanud Adi Sutjipto dan Team Dynamic Pegasus Skadron Udara 7 Lanud Suryadarma Kalijati Subang, Jawa Barat.

Koarmabar Uji Skill Calon Komandan Kapal Perang

Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) melaksanakan uji skill kepada para perwira yang akan menjabat sebagai Komandan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) jajaran Koarmabar di Perairan Teluk Jakarta, Kamis (11/4/2013).

Koarmabar Uji Skill Calon Komandan Kapal Perang
Dansatrolarmabar Kolonel Laut (P) Deni Septiana saat memimpin dan menilai para peserta uji skill calon komandan KRI jajaran Koarmabar di KRI Kobra-867 di perairan Teluk Jakarta. (pelita online)

Uji Skill yang menggunakan KRI Imam Bonjol-383 dan KRI Kobra-867 tersebut, para perwira diberikan kesempatan untuk mempraktekkan kemampuan dalam mengawaki KRI.

Sehari sebelumnya, para perwira tersebut telah melaksanakan Uji Kompetensi secara tertulis dan lisan di hadapan Panglima Koarmabar (Pangarmabar) Laksamana Muda (Laksda) TNI Arief Rudianto, S.E., yang diwakili Kepala Staf Koarmabar (Kasarmabar) Laksamana Pertama (Laksma) TNI M. Atok Urrahman di Komando Latihan Koarmabar (Kolatarmabar).

Menhan: Kasus LP Cebongan Tidak Melanggar HAM

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, memastikan bahwa 11 oknum prajurit Kopassus yang telah menjadi tersangka kasus penyerangan LP Cebongan, Sleman, Yogyakarta, akan diadili secara terbuka di peradilan militer.

Menhan: Kasus LP Cebongan Tidak Melanggar HAM
 
Purnomo juga menegaskan Kemenhan sudah memutuskan tidak akan menggunakan Undang-Undang Pengadilan Hak Asasi Manusia karena tindakan para pelaku dianggap tidak melanggar HAM.

"Kami mengambil sikap tidak perlu UU karena ini bukan melanggar Ham, pengadilan HAM bahwa ini dianggap pelanggaran HAM. Pengadilan HAM dilakukan kalau itu menghabiskan ras secara menyeluruh," ujar Purnomo saat jumpa pers di kantor Kementerian Pertahanan, Kamis (11/4/2013).

Membangun Air Power untuk Hadapi Open Sky Policy 2015

Menyongsong datangnya era Open Sky Policy 2015, diharapkan dapat menyatukan persepsi insan dirgantara dalam menyikapi kebijakan  “Open Sky Policy 2015”, serta bagaimana menyamakan pengertian dan persepsi menghadapi tantangan, disamping terus membangun peran air power sebagai deterence power dalam melindungi kepentingan nasional.

Membangun Air Power untuk Hadapi Open Sky Policy 2015

Demikian dikatakan Kasau Marsekal TNI Ida Bagus putu Dunia yang disampaikan Wakasau Marsdya TNI Boy Syahrir Qamar pada pembukaan Internasiona Seminar Air power 2013 yang diselenggarakan Air Power Club Indonesia (APCI) di Gedung Persada Purnawira, Halim Perdanakusuma, Kamis (11/4).

Dikatakan, melihat berbagai peluang dan tantangan dunia kedirgantaraan dikaitkan dengan kepentingan nasional, yang tujuan akhirnya agar kedirgantaraan bisa mendukung  optimalisasi semua instrument of national power negara seperti  diplomasi, informasional, militer, ekonomi, intelijen, dan penegakan hukum untuk  membela kepentingan nasional kita berhadapan dengan lingkungan persaingan dunia internasional masa kini.

Cerita Tragis Penerbangan Terakhir Pesawat RI-002

Separuh abad lebih TNI AU mengabdi untuk menjaga cakrawala NKRI, Tahun ini TNI AU merayakan ulangtahunnya yang ke 67. Sejarah perjalanan AU di langit Nusantara, di antaranya terbentuk dari peran pilot asal Amerika Serikat, Bob Freeberg dan pesawat miliknya Douglas C-47, belakangan diberi nama R1-002 (RI-002 diberikan karena RI-001 dicadangkan untuk pesawat kepresidenan yang akan dibeli dengan dana sendiri). Pesawat RI-002 ini berakhir tragis di Sumatra. Berikut ceritanya.

Cerita Tragis Penerbangan Terakhir Pesawat RI-002

Dini hari, 1 Oktober 1948 pesawat RI-002 lepas landas meninggalkan Pangkalan Udara Maguwo dengan tujuan Bukittinggi. Rute yang ditempuh adalah; Maguwo-Gorda-Tanjung Karang-Bukittinggi. Menurut rencana pesawat akan meneruskan ke luar negeri untuk membeli pesawat baru dengan mengangkut 20 kg emas murni.

Seperti tertulis dalam buku Sejarah Operasi Penerbangan Indonesia periode 1945-1950 yang diterbitkan Dinas Sejarah TNI AU, RI-002 waktu itu diterbangkan pilot Robert Earl Freeberg alias Bob. Sedangkan co-pilot adalah Opsir Udara Bambang Saptoadji, engineer Opsir Muda Udara I Sumadi, dan radio operator Sersan Udara Suryatman.

Tiga Pesawat Pertama Indonesia Hasil Sumbangsih Rakyat Sumatra

TNI Angkatan Udara (AU) identik dengan pesawat terbang. Anda mungkin sering melihat atraksi pesawat terbang ketika peringatan hari ulang tahun (HUT) TNI AU digelar. Misalnya HUT ke 67 pada 9 April sekarang ini. Tahukah Anda, bila pesawat angkut setelah masa kemerdekaan dulu merupakan hasil sumbangan rakyat Sumatra?

Tiga Pesawat Pertama Indonesia Hasil Sumbangsih Rakyat Sumatra

Dua tahun paska kemerdekaan, pemerintah RI yang masih bayi membutuhkan angkutan udara untuk jual beli barang, mengirim seorang diplomat, atau untuk mengirim pasukan secara cepat. Pesawat angkut pertama kali adalah RI-002, disusul RI-003, kemudian RI-004, kemudian RI-005, RI-006, dan terakhir adalah pesawat RI-001.

Lalu dari mana pemerintah membeli pesawat-pesawat itu? Seperti ditulis dalam buku Sejarah Operasi Penerbangan Indonesia periode 1945-1950 yang diterbitkan Dinas Sejarah TNI AU, setidaknya ada tiga pesawat dibeli dari hasil sumbangan rakyat Sumatra, yakni; pesawat Avro Anson pada Desember 1947.

Kamis, 11 April 2013

Pasok Komponen Airbus, PTDI Raup Rp113 Miliar

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) sejak 2002 lalu telah menjadi pemasok utama komponen untuk pesawat-pesawat Airbus, baik itu Airbus Military dan Airbus SAS sebagai produsen pesawat komersil.

Pasok Komponen Airbus, PTDI Raup Rp113 Miliar

Direktur Utama PTDI, Budi Santoso, menjelaskan kerja sama dengan Airbus sangat penting bagi kondisi keuangan perusahaan. Meskipun jumlah yang diterima PTDI tidak sebesar dibandingkan menjual pesawat secara utuh, namun uang yang masuk berjalan secara berkelanjutan dan masuk setiap bulan.

"Ini tentu berpengaruh terhadap kelancaran kas PTDI," katanya saat berbincang dengan VIVAnews di ruang kerjanya, awal pekan ini.

Mantan Pangdam Diponegoro bangga dengan 11 anggota Kopassus

Mantan Panglima Kodam IV/Diponegoro Mayjen TNI Hardiono Saroso mengaku bangga dengan 11 Kopassus yang membunuh empat tahanan di Lapas Cebongan. Bahkan Hardiono menegaskan siap mempertaruhkan karir dan jabatannya, sebagai bentuk hormat dan bangga 11 anggotanya itu.

Mantan Pangdam Diponegoro bangga dengan 11 anggota Kopassus

"Saya memberi hormat dan bangga kepada para prajurit TNI AD yang sedang menjalani pemeriksaan karena telah bersikap kesatria," kata Hardiono usai pelepasan di markas Kodam IV/Diponegoro di Semarang, seperti dikutip dari Antara, Rabu (10/4).

Hardiono menyatakan harus memberi contoh kepada para prajurit dengan tidak memikirkan lagi pangkat dan jabatan untuk menjaga soliditas. Dia juga menegaskan sepenuhnya bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan para bawahannya itu.

5 Kehebatan Kopassus hingga diakui dunia

Kasus penembakan empat tahanan Polda DIY di Lapas Cebongan, Sleman, DIY, yang dilakukan 11 personel Komando Pasukan Khusus (Kopassus), membuat publik kembali mengarahkan perhatiannya kepada pasukan elite milik TNI Angkatan Darat itu.


Dulu jelang Reformasi bergulir, Kopassus juga sempat membuat heboh publik. Saat itu Tim Mawar Kopassus diketahui menculik sejumlah aktivis pro demokrasi.

Meski demikian, prajurit Kopassus tak selalu berbuat negatif. Pasukan elite yang memiliki moto 'Berani, Benar, Berhasil' itu juga memiliki sederet prestasi yang membanggakan.

Tak tanggung-tanggung, prestasi yang dimiliki Kopassus tak hanya di dalam negeri, di dunia internasional Kopassus juga menjadi pasukan elite yang dipandang dan disegani dengan segudang prestasi.

4 Orang ini Minta Hentikan Simpati pada Kopassus

Kejujuran 11 prajurit Kopassus mengakui kesalahan, menembak empat tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cebongan Sleman, Yogyakarta, mendatangkan simpati masyarakat. Tidak lagi dianggap sebagai pelaku kejahatan, 11 prajurit justru dinilai sebagai pahlawan dan ikon pemberantasan preman.



Namun, nyatanya tidak semua masyarakat membenarkan tindakan 11 prajurit tersebut. Mereka yang kontra, menilai tindakan pasukan khusus itu sebagai kejahatan dan melawan hukum.

Di berbagai kesempatan, mereka mengungkapkan kegerahannya dengan fenomena dukungan kepada 11 prajurit Kopassus. Mulai dari ajakan supaya masyarakat berfikir jernih, hingga mengklaim dukungan kepada Kopassus adalah sesat.

TNI AU terus tambah alutsista baru

TNI Angkatan Udara akan terus menambah jumlah alat utama sistem senjata (alutsista) yang dimilikinya, bahkan ada 102 alutsista baru pada rencana strategis pembangunan TNI AU tahun 2010-2014.

 TNI AU terus tambah alutsista baru
Sukhoi SU 35 Angkatan Udara Rusia

Alutsista baru tersebut meliputi pesawat tempur F-16, T-50, Sukhoi, Super Tucano, CN-295, pesawat angkut Hercules, Helikopter Cougar, Grob, KT-1, Boeing 737-500 dan radar, kata Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia usai geladi bersih pelaksanaan HUT ke-67 TNI AU, di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu.

"Pada tahun 2013 ini akan datang Super Tucano untuk melengkapi yang sudah ada dan pesawat tempur F-16," kata Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia.

Pembangunan Pabrik Kapal Selam Selesai 2016

Pembangunan pabrik modern untuk pembuatan kapal selam TNI Angkatan Laut di Indonesia ditargetkan dapat direalisasikan tahun 2016 atau 2017. Sebab, kapal selam pertama yang dibuat oleh Korea Selatan baru selesai tahun 2014.

  Pembangunan Pabrik Kapal Selam Ditargetkan 2016
KRI Nanggala Saat Menjalanai Proses Perbaikan

"Pembangunan pabrik semua tergantung komitmen pemerintah. Pemerintah mutlak menyokong pendanaannya. Tanpa itu saya kira sangat sulit pembangunan kapal selam bisa direalisasikan di Indonesia," kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama Untung Suropati di sela seminar tentang "Teknologi Perkapalan sebagai Bagian dari Peradaban Maritim Indonesia", di Kampus Universitas Indonesia, Depok, Rabu.

Ia berharap sudah ada perencanaan dari sekarang agar pada waktunya nanti pengerjaan kapal selam ketiga itu lancar tanpa kendala.

Dukung Industri Perkapalan Nasional

UNTUK mendukung pengembangan industri perkapalan nasional membutuhkan sumber daya manusia yang handal, sarana prasarana yang memadai dan adanya kemampuan investor lokal serta memiliki pangsa pasar. Apabila semua itu dikelola dengan baik melalui suatu kebijakan yang berbasis maritim, niscaya industri perkapalan nasional akan mampu mandiri dan berdaya saing tinggi.

PT. PAL Indonesia
PT. PAL Indonesia

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Dr. Marsetio menyampaikan hal itu dalam sambutan tertulis dibacakan oleh Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Untung Suropati pada Seminar Nasional dengan tema “Teknologi Perkapalan sebagai bagian dari Peradaban Maritim Indonesia” di Aula Terapung, Universitas Indonesia, Depok, Rabu (10/4).

Seminar tersebut diselenggarakan oleh Universitas Indonesia bekerja sama dengan Indonesia Maritime Institute (IMI) dengan nama IMI Goes to Campus.

Menhan Minta DPR Bahas UU Disiplin Militer

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro meminta Dewan Perwakilan Rakyat RI segera membahas Rancangan Undang-Undang Hukum Disiplin Militer. Undang-undang ini nantinya sebagai pelengkap UU Pidana Militer yang sudah ada.

Menhan Minta DPR Bahas UU Disiplin Militer

Menurut Poernomo, ketika ada kasus pidana yang dilakukan oknum TNI maka ada pengadilan militer untuk proses hukumnya. Namun, untuk pelanggaran yang terkait dengan disiplin militer, kata dia, pihaknya menginginkan ada dasar hukum yang mengaturnya.

Rabu, 10 April 2013

Strategi Global untuk Amankan Kedaulatan

Panglima TNI, Laksamana Agus Suhartono, mengharapkan lahirnya grand aerostrategy atau strategi udara global Indonesia yang mampu membangun operasi bersama seluruh unsur pertahanan udara TNI. Strategi ini diperlukan untuk mengamankan kedaulatan udara Indonesia.

Strategi Global untuk Amankan Kedaulatan
sumber : foto.news.viva.co.id

"Strategi udara global ini juga harus mengakomodasi seluruh potensi udara nasional pada tataran operasional," kata Agus dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Staf TNI AU (Kasau), Marsekal Ida Bagus Putu Dunia, pada peringatan HUT ke-67 TNI AU, di Halim Perdana Kusumah, Jakarta, Selasa (9/4). Kelahiran strategi udara global, lanjutnya, amat penting jika dihadapkan ke geostrategi Indonesia sebagai negara kepulauan dengan luas wilayah kedaulatan mencapai 1,9 juta kilometer persegi.

Indonesia Perlu Waspadai Bioterorisme

Kewaspadaan Indonesia terhadap ancaman bioterorisme terbilang kurang, bahkan cenderung tidak peduli. Karena itu, perlu kepedulian dari elite politik untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bioterorisme.

Indonesia Perlu Waspadai Bioterorisme

"Bioterorisme atau serangan dengan menggunakan bahan kimia dan biologis merupakan ancaman nyata yang harus dihadapi negara berkembang seperti Indonesia.Di dunia ini, perang harus diciptakan karena usia peralatan perang hanya bertahan hingga 10 tahun. Karena itu, mereka menciptakan perang agar peralatan perangnya laku. 


Pesan SBY untuk pimpinan TNI & Polri

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyerukan, anggota TNI maupun anggota Polri yang ada di daerah, jangan menyepelekan hal yang kecil. Karena, hal tersebut bisa berdampak yang sangat luar biasa.

Pesan SBY untuk pimpinan TNI & Polri

Dia mencontohkan, kasus penembakan di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cebongan, Sleman, Yogyakarta, itu sangat berdampak bagi keamanan negara Indonesia di mata dunia.

"Prajurit yang tidak profesional di daerah operasi yang melakukan tindakan yang melebih kepatutannya, yang disebut melanggar HAM, itu dampaknya sampai ketingkat dunia, sampai ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)," kata SBY di Mabes TNI AD, Jakarta Pusat, Selasa (9/4/2013).

Empat Warga Palestina Ikuti Pelatihan di Pusdikzi TNI AD

Indonesia melalui Kementerian Pertahanan terus berkomitmen memberikan bantuan bagi  Palestina dalam rangka meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), salah satunya dengan memberikan pelatihan di bidang kontruksi  atau infrastruktur, pencarian sumber air dan pembekalan listrik.

Pelatihan Warga Negara Palestina (DMC)
Pelatihan Warga Negara Palestina (DMC)

Tahun ini, Kemhan melalui Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kemhan kembali memberikan kesempatan kepada empat orang warga Palestina untuk mengikuti pelatihan di Indonesia. Duta Besar Palestina untuk Indonesia Fariz N. Mehdawi, Selasa (9/3) bekesempatan meninjau secara langsung kegiatan pelatihan bagi warga Palestina yang dilaksanakan di Pusat Pendidikan Zeni (Pusdikzi) TNI AD, Bogor.

Lembaga Sandi Negara, Hi Tech dan Misterius

Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) baru saja merayakan HUT-nya yang ke-67. Tidak banyak orang mengenal lembaga yang berkantor di daerah Ragunan, Jakarta Selatan, itu.

Lembaga Sandi Negara, Hi Tech dan Misterius
Mayjen TNI dr. Djoko Setyadi (Bilkis/ detikcom)

detikcom berkesempatan mewawancarai Mayjen TNI dr. Djoko Setyadi yang menjadi kepala di lembaga itu. Dengan ramah, pria yang tampak berwibawa dengan kumis tebalnya itu berbagi soal lembaga yang pertama kali dibentuk bernama "Dinas Kode" pada tanggal 4 April 1946 tersebut.

Berikut petikan wawancaranya:

Tolong ceritakan tentang jabatan Bapak?
Jabatannya setara dengan menteri bertanggung jawab langsung pada presiden. Mempunyai hak untuk mengakses semua informasi dari seluruh instansi pemerintahan. Kita ini ada payung hukumnya, yakni Kepres 103 tahun 2001. Tugas lembaga ini adalah membantu instansi pemerintah dalam melaksanakan tugas negaranya khususnya dalam hal persandian. Kita mengamankan info-info rahasia negara.

Selasa, 09 April 2013

Kritik Ex Pangdam Diponegoro untuk Komnas HAM

Mantan Panglima Kodam IV/Diponegoro Mayor Jenderal Hardiono Saroso mengkritik kerja Komisi Nasional Hak Asasi Manusia terkait penanganan pembunuhan empat tahanan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Cebongan, Sleman, DI Yogyakarta. Menurut dia, Komnas HAM selalu tidak objektif dalam mengusut suatu kasus.

Kritik Ex Pangdam Diponegoro untuk Komnas HAM
Mantan Pangdam IV Diponegoro Mayjen Hardiono Saroso (baju coklat), saat mengikuti acara olahraga bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono, di Markas Besar TNI AD, Jakarta, Selasa (9/4/2013).

"Komnas HAM dari dulu begitu. Jangan didengar. Nih gua 2,5 tahun masalah Timor-Timor diperiksa Komnas HAM. Dia selalu nuduh terus. Jelek aja semua di mata mereka," kata Hardiono di Jakarta, Selasa (8/4/2013).

Sebelumnya, Komnas HAM berpendapat masih ada kejanggalan dalam kasus Lapas Cebongan. Salah satunya masalah pemindahan empat tersangka dari Polda DIY ke Lapas Cebongan.

Presiden apresiasi cara TNI AD tangani masalah

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengapresiasi cara jajaran TNI Angkatan Darat dalam mengatasi permasalahan yang menimpa satuan-satuannya dalam beberapa waktu terakhir.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (ANTARA/Widodo S. Jusuf)

"Satuan-satuan Angkatan Darat, tidak semua, sedang menjadi sorotan masyarakat. Sungguh pun saya senang dengan apa yang dilakukan oleh jajaran TNI dan AD untuk menyelesaikan sejumlah masalah itu," kata Presiden di Markas Besar TNI AD, Jakarta, Selasa.

Presiden mengaku bangga dengan gerakan cepat, tanggung jawab penuh dan kesediaan untuk menyelesaikan masalah sebaik-baiknya.

Aksi aerobatik meriahkan ulang tahun TNI AU

Aksi dua tim aerobatik memeriahkan perayaan hari ulang tahun TNI Angkatan Udara (AU) ke-67 di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa.

Tim Aerobatik Jupiter dari Skadron Pendidikan 102 Lanud Adi Sutjipto melakukan beberapa manuver udara menggunakan tujuh pesawat KT-1 Wong Bee buatan Korea yang diawaki oleh para Instruktur Penerbang.


Aksi aerobatik meriahkan ulang tahun TNI AU
Tim Dynamic Pegasus melakukan manuver menggunakan Helicopter Colibri pada peringatan HUT TNI AU ke-67 di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (9/4). (ANTARA/Widodo S. Jusuf)

Mereka antara lain menampilkan manuver yang disebut Jupiter Roll, LoopXClover Leap, Mirror, Tango dan Jupiter Roll Back, Hi `G` TurnRoll Slide dan Break Off.

Sementara Tim Dynamic Pegasus melakukan tarian udara menggunakan tujuh helikopter EC-120 Colibri dengan manuver Pegasus Cross, Head On, Water Fall, Pegasus Love Tactical, Huming Bird Kiss dan Sparkling.

TNI AL Ujicoba Torpedo Kapal Selam Produksi Dalam Negeri

Militer yang kuat dapat meningkatkan nilai tawar terhadap kedaulatan dan batas teritorial suatu negara. Akhir-akhir ini perkembangan teknologi militer negara-negara di kawasan Asia Pasifik menunjukkan peningkatan yang cukup pesat. Menyikapi hal tersebut Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) melaksanakan uji coba penembakan torpedo kapal selam, di sekitar perairan Selat Bali.

TNI AL Ujicoba Torpedo Kapal Selam

Uji coba ini sangat peting bagi pengembangan Alat Utama Sitem Senjata (Alutsista) TNI AL, sekaligus wahana penelitian untuk memoderenisasai sistem persenjataan strategis guna menciptakan senjata bawah air yang ampuh dan handal. Torpedo merupakan jenis senjata bawah air yang memilki fungsi sebagi senjata pamungkas bagi kapal selam.

Jaga Terus Citra Baik TNI

PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar para komandan di tiap kesatuan TNI bisa membangun kebersamaan yang baik dengan prajuritnya. Para komandan diharapkan bisa mengendalikan satuannya agar citra baik TNI tetap terjaga.

Jaga Terus Citra Baik TNI

"Asahlah hati untuk pikirkan apa yang terbaik untuk prajurit, untuk jaga citra baik. Saya mengerti berbagai kejadian, cerita-cerita pelanggaran HAM dari dulu memang ada," kata Presiden saat menyampaikan arahannya di Mabes TNI AD, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Senin (9/4).

SBY memaparkan, seorang komandan atau pemimpin harus memenuhi tiga kriteria. Yakni commander, leadership, dan manager. Komandan, sambung SBY, harus memiliki kepedulian dan kepekaan terhadap anak buahnya. Komandan juga harus memahami persoalan yang tengah dihadapi prajuritnya.

TNI Antisipasi Pelanggaran Wilayah Udara

PELANGGARAN wilayah udara nasional oleh pihak-pihak yang berkepentingan bukanlah hal ringan yang terus-menerus dihadapi kedepan. Kesemuanya itu merupakan ancaman lain yang bergerak paralel dengan perkembangan global sehingga menjadi tantangan yang harus senantiasa diantisipasi oleh TNI khususnya TNI AU pada saat ini dan di masa mendatang.

TNI Antisipasi Pelanggaran Wilayah Udara

“Sehubungan dengan itu, saya berharap profesionalisme dan dedikasi yang dibangun pada titik penting 2013, harus melahirkan grand aerostrategy Indonesia, yang mampu membangun interoperabilitas seluruh unsur pertahanan udara TNI dan mengakomodir seluruh potensi udara nasional pada tataran operasional, dihadapkan kepada geostrategi Indonesia sebagai negara kepulauan dengan luas wilayah kedaulatan sebesar 1.900.000 kilometer persegi,” kata Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono dalam amanat tertulis dibacakan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia saat bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan HUT Ke-67 TNI AU di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (9/4).

Senin, 08 April 2013

Masalah tapal batas, Xanana sudah temui SBY

Persoalan tapal batas antara Indonesia dengan Timor Leste, khususnya di kawasan sepanjang garis batas Distrik Oekusi yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara membuat tidak nyaman dua pimpinan negara tersebut.

Masalah tapal batas, Xanana sudah temui SBY

Perdana Menteri Timor Leste,  Xanana Gusmao mengaku sudah bertemu Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudoyono (SBY) guna membahas sengketa tapal batas antara Indonesia dengan Wilayah Enclave Timor Leste di Oecussi.

"Saya baru ketemu Pak Susilo, kita bicara bahwa harus fokus hal itu, dari saya sebagai kepala pemerintahan juga akan fokus padal hal itu agar cepat selesai," Terang Xanana, saat ditemui di pintu perlintasan Wini-Sakato, Timor Tengah Utara, saat melintas ke Distrik Oecusi bersama rombongan, Senin (8/4/2013).

Kapolri & Panglima TNI akan diganti

Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo dan Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono segera diganti. Kabar soal lengsernya petinggi kepolisian dan TNI itu dibenarkan Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha.


Kapolri & Panglima TNI akan diganti

Namun, Julian meminta agar semua pihak pergantian itu jangan disalah artikan atau dikait-kaitkan dengan masalah lain.

"Ya itu karena usia, jangan disalahartikan. Bahwa Kapolri dan Panglima TNI itu harus mengalami dalam proses persiapan karena pensiun, karena usia jelas disebutkan di sana bahwa kapolri dan panglima itu harus selesai," terang Juru Bicara Kepresiden, Julian Aldrin Pasha di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Senin (8/4/2013).

TNI AU Tambah Skadron Pesawat Tempur, Angkut, dan Pesawat Intai

TNI Angkatan Udara (AU) berencana untuk menambah tiga skadron udara, yakni skadron udara tempur, angkut, dan pesawat intai menyusul program pembelian 102 unit pesawat berbagai jenis.

TNI AU Tambah Skadron Pesawat Tempur, Angkut, dan Pesawat Intai
 
"Saat ini tengah disiapkan skadron udara 16 di Pekanbaru (Riau), pembangunan skadron udara di Makassar, Sulawesi Selatan dan skadron udara Pontianak, Kalimantan Barat," kata Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia, di Jakarta, Minggu.

Menurut dia, pembangunan skadron udara 16 nantinya akan dipakai sebagai home base pesawat tempur F-16, yang merupakan hibah dari Amerika Serikat. "Sekarang ini sudah mulai bangun shelter untuk pesawat. Tahun depan akan datang 8 unit (dari 24 unit)," katanya.

Tim Jihandak Konga XX-J Berhasil Jinakan Ranjau Darat di Kongo

Sebuah benda yang diduga kuat Ranjau Darat ditemukan oleh seorang prajurit dari Kontingen Bangladesh saat melaksanakan pembersihan Camp mereka. Kejadian ini spontan dilaporkan kepada Markas Besar Brigade Ituri di Bunia. Atas laporan tersebut, pihak Brigade Ituri memerintahkan Kontingen Garuda untuk mengatasi masalah tersebut. Sebagai Satuan Zeni, Kontingen Garuda di Kongo yang terbentuk dalam Satgas Kizi TNI Konga XX-J memiliki kemampuan penjinak bahan peledak (Jihandak).

Tim Jihandak Konga XX-J Berhasil Jinakan Ranjau Darat di Kongo

Selanjutnya, sesuai perintah dari Brigade Ituri, Tim Jihandak Garuda terbang menuju wilayah Isiro yang terletak 200 Km Barat Daya dari Kota Dungu, dimana Camp Garuda berada dengan menggunakan Helikopter MI-17 milik Bangladesh Air Force (Banair). Setibanya disana, Tim Jihandak Garuda dibawah pimpinan Lettu Czi Wiranggana langsung bergegas melaksanakan tugasnya mengamankan Ranjau dalam radius + 25 M dengan kawat berduri. Selanjutnya melaksanakan pembersihan (clearing) area Ranjau, langkah ini diambil untuk menjaga kemungkinan adanya temuan Ranjau lainnya.

Minggu, 07 April 2013

Deretan senjata maut yang dimiliki Kopassus

Penyerangan Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta menggunakan senapan serbu AK-47. Diketahui anggota Kopassus ini baru saja berlatih di Gunung Lawu.

  Deretan senjata maut yang dimiliki Kopassus

Kopassus masih menggunakan AK-47 sebagai salah satu pegangan saat latihan. Tapi senapan legendaris dari Rusia ini sudah tak lagi digunakan dalam misi-misi pertempuran.

Sebagai satuan elite, pastinya Kopassus dilengkapi dengan aneka persenjataan. Senjata terbaik untuk pasukan terbaik. Untuk senjata perseorangan, Kopassus tak kalah dengan pasukan elite dunia lainnya.

Berikut beberapa senjata yang digunakan pasukan korps baret merah ini.

Forum APEC Bahas Antisipasi Terorisme Antarnegara

Forum Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) atau pertemuan ekonomi se-Asia Pasifik yang digelar di Kota Surabaya pada Minggu fokus membahas antisipasi terorisme di antaranya mengenai deteksi arus dana terorisme antarnegara.


Forum APEC Bahas Antisipasi Terorisme Antarnegara

Direktur Kerjasama Intra Kawasan Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI Arto Suryodipuro mengatakan Forum APEC yang mengagendakan pembahasan Terrorism Task Force akan membicarakan persoalan pendanaan terorisme di Asia Pasifik.

"Mendeteksi arus uang untuk keperluan terorisme lintas negara," katanya.

Selain itu, lanjut dia, keamanan barang-barang di pesawat juga tidak luput dari perhatian Forum APEC.

6 Aksi Kopassus yang Dapat Pujian Internasional

Serangan ke Lapas Cebongan menambah catatan hitam Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD. Sebelumnya pada tahun 1998, Kopassus juga disorot karena menculik para aktivis.

6 Aksi Kopassus yang dapat pujian internasional

Tak selalu prajurit Kopassus bikin onar, masih ada sederet prestasi Kopassus yang layak diacungi jempol. Kopassus adalah peringkat tiga besar pasukan terbaik dunia, bersama Special Air Service (SAS) Inggris dan pasukan elite Israel.

Soal kemampuan prajurit Kopassus, tak diragukan lagi. Reputasinya di medan tempur juga sudah teruji lewat berbagai operasi militer sejak awal negara ini berdiri. Mulai dari menumpas DII/TII, hingga ikut operasi pembebasan sandera awak kapal Indonesia di Somalia.

4 Aksi prajurit Kopassus yang Bikin Geger

Pelaku penyerangan di Lapas Cebongan akhirnya terungkap. Mereka adalah 11 anggota Grup 2 Kopassus Kartosuro, Solo, Jawa Tengah. Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Tim Investigasi TNI AD, Brigjen TNI Unggul Yudhoyono.

4 Aksi prajurit Kopassus yang Bikin Geger

Beberapa orang menyesalkan peristiwa itu. Misalnya Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Fadli Zon."Hal ini menambah catatan hitam sejarah kekerasan yang terjadi di tanah air. Di tengah kepercayaan publik pada instansi negara yang tengah menurun," kata dia, Jumat (4/4).

Menurut Fadli, hukum harus ditegakkan sesuai aturan yang berlaku. Agar cara main hakim seperti ini tak terulang lagi di masa depan. Para pelaku yang terlibat harus mempertanggungjawabkan kejahatan yang telah diperbuat.

Sutiyoso: Pencopotan Jenderal Itu Hukuman Luar Biasa

Mantan Wakil Komandan Jenderal Kopassus Letjen TNI (Purn) Sutiyoso menilai, mutasi atau pencopotan jabatan terhadap seorang pimpinan di instansi TNI ataupun Polri merupakan hukuman yang luar biasa. Terlebih, jika pencopotan atau mutasi itu disebabkan adanya kasus yang gagal diantisipasi.

Sutiyoso: Pencopotan Jenderal Itu Hukuman Luar Biasa

"Seorang jenderal dicopot itu adalah sebuah hukuman yang luar biasa," kata Sutiyoso seusai mengisi diskusi "Kecolongan Aksi Cebongan" di Jakarta, Sabtu (6/4/2013).

Ia menanggapi pencopotan Pangdam IV Diponegoro Mayor Jenderal TNI Hardiono Suroso. Ia akan dimutasi ke Mabes TNI AD. Kepastian mengenai pencopotan Hardiono disampaikan Kadispenad TNI AD Brigjen TNI Rukman Ahmad, Sabtu pagi. Keputusan ini dua hari setelah Tim Investigasi TNI AD mengumumkan hasil temuannya yang menyatakan bahwa 11 anggota Kopassus Grup 2 Menjangan terlibat dalam peristiwa penyerangan dan penembakan yang menyebabkan empat tahanan LP Cebongan tewas.

Asal usul jiwa Korsa

Dua peristiwa besar melibatkan anggota TNI. Pertama kasus pembakaran Polres Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan yang dilakukan Danyon Armed Martapura. Ke dua kasus penyerangan Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta yang dilakukan Grup 2 Kopassus, Karangmenjangan.

Asal usul jiwa Korsa

Alasan yang mengemuka dari dua peristiwa itu karena solidaritas jiwa korsa, atau I'sprit de corps. Tentara menyerang Polres UKU dan Kopassus menyerang Lapas Cebongan karena balas dendam setelah kawan mereka terbunuh.

Berita Strategi Militer Terbaru


Lazada Indonesia

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters