PT Pindad berencana memproduksi 10 kendaraan tempur jenis Badak mulai bulan Mei tahun ini. Jika tak ada kendala, PT Pindad akan merampungkan 10 panser tersebut pada November 2016. Produksi panser Badak digenjot atas perintah Wakil Presiden Jusuf Kalla yang memesan 50 kendaraan.
Demikian disampaikan Kepala Departemen Perakitan Kendaraan 6×6 Divisi Kendaraan Khusus PT Pindad, Joko Mulyono, kepada “PR” di PT Pindad, Bandung, 11 Maret 2016.
“Badak merupakan pengembangan dari panser 6×6 buatan Pindad. Perbedaannya, Badak dilengkapi turret kaliber 90 mm yang memiliki daya rusak luar biasa. Kendaraan ini dikhususkan untuk merusak, baik itu untuk tujuan menyerang atau bertahan. Kemampuan manuvernya juga sangat baik. Ketika wapres meninjau prototipe Badak, status kendaraan ini telah tersertifikasi dan siap diproduksi,” ujarnya.
Strategi Militer Indonesia - Menyuguhkan informasi terbaru seputar pertahanan dan keamanan Indonesia
Cari Artikel di Blog Ini
Tampilkan postingan dengan label Panser. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Panser. Tampilkan semua postingan
Senin, 14 Maret 2016
10 Panser Badak Pindad Akan Selesai November 2016
Kamis, 21 Januari 2016
Pemerintah RI Pesan 50 Panser Canon "Badak" buatan Pindad
Pemerintah memesan 50 Panser Badak buatan PT Pindad, kata Wakil Presiden Jusuf Kalla ketika berkunjung ke industri senjata tersebut di Bandung, Jawa Barat, Rabu.
"Di samping melihat kemajuan (panser) Anoa, kami juga melihat perkembangan dan percobaan (panser) Badak. Dengan persetujuan Menteri Pertahanan (Ryamizard Ryacudu), kami pesan 50 unit kalau sudah lulus uji," kata Wapres di Bandung.
"Harganya sedang negosiasi dulu, sementara jumlahnya sudah disetujui 50 unit untuk tahap pertama. Berikutnya adalah meng-"upgrade" semua senjata yang masih bagus," jelasnya.
"Di samping melihat kemajuan (panser) Anoa, kami juga melihat perkembangan dan percobaan (panser) Badak. Dengan persetujuan Menteri Pertahanan (Ryamizard Ryacudu), kami pesan 50 unit kalau sudah lulus uji," kata Wapres di Bandung.
"Harganya sedang negosiasi dulu, sementara jumlahnya sudah disetujui 50 unit untuk tahap pertama. Berikutnya adalah meng-"upgrade" semua senjata yang masih bagus," jelasnya.
Label:
Industri Pertahanan,
Panser,
Pindad,
Produk Nasional,
Tank
Selasa, 05 Januari 2016
PMN Cair, Pindad Siap Produksi 30 Panser Badak
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah merealisasikan Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk PT Pindad (Persero) sesuai dengan amanat APBN-P 2015. Dana PMN tersebut akan digunakan oleh Pindad untuk meningkatkan produksi.
Direktur Utama Pindad, Silmy Karim mengungkapkan, meski pencairan itu diterimanya di detik-detik akhir 2015 namun dirinya bersyukur dan berterimakasih kepada pemerintah.
"Saya sudah dapat jaminan Menkeu dari 2 minggu lalu sebenarnya (soal pencairan), tapi memang proses kan harus dijalani, Alhamdulillah beres, dana PMN sudah masuk," kata Silmy saat berbincang dengan Liputan6.com, Senin (4/1/2016).
Dengan pencairan PMN sebesar Rp 700 miliar tersebut maka pada tahun 2016 Pindad akan fokus untuk meningkatkan kapasitas produksi. Salah satu produk yang bakal diproduksi lebih banyak di tahun ini yaitu kendaraan tempur. "Ini kan dalam rangka mendukung kebutuhan TNI dan kemandirian alutsista," tegas Silmy.
Direktur Utama Pindad, Silmy Karim mengungkapkan, meski pencairan itu diterimanya di detik-detik akhir 2015 namun dirinya bersyukur dan berterimakasih kepada pemerintah.
"Saya sudah dapat jaminan Menkeu dari 2 minggu lalu sebenarnya (soal pencairan), tapi memang proses kan harus dijalani, Alhamdulillah beres, dana PMN sudah masuk," kata Silmy saat berbincang dengan Liputan6.com, Senin (4/1/2016).
Dengan pencairan PMN sebesar Rp 700 miliar tersebut maka pada tahun 2016 Pindad akan fokus untuk meningkatkan kapasitas produksi. Salah satu produk yang bakal diproduksi lebih banyak di tahun ini yaitu kendaraan tempur. "Ini kan dalam rangka mendukung kebutuhan TNI dan kemandirian alutsista," tegas Silmy.
Label:
Industri Pertahanan,
Panser,
Pindad,
Produk Nasional
Rabu, 16 Desember 2015
Membedah Panser Canon Badak Buatan Pindad
PT Pindad (Persero) telah mengembangkan dan memproduksi panser roda 6 bernama Anoa 6X6. Panser yang laris manis ini telah dipakai oleh TNI untuk misi di dalam dan luar negeri.
Tak berhenti sampai di situ, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang pertahanan ini, mengembangkan panser dengan senjata berat jenis canon. Panser ini diberi nama 'Badak'.
Beda dengan Anoa yang lebih diperuntukan untuk angkut personil dan dilengkapi senjata ringan, Panser 'Badak' dilengkapi senjata berat jenis canon 90 mm di atas turret.
"Ini pengembangan dari Anoa ke Badak. Ini dilengkapi dengan senjata kaliber besar. Turret-nya ini kaliber 90 mm," kata Kepala Humas Pindad, Herdantono kepada detikFinance, Selasa (15/12/2015).
Tak berhenti sampai di situ, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang pertahanan ini, mengembangkan panser dengan senjata berat jenis canon. Panser ini diberi nama 'Badak'.
Beda dengan Anoa yang lebih diperuntukan untuk angkut personil dan dilengkapi senjata ringan, Panser 'Badak' dilengkapi senjata berat jenis canon 90 mm di atas turret.
"Ini pengembangan dari Anoa ke Badak. Ini dilengkapi dengan senjata kaliber besar. Turret-nya ini kaliber 90 mm," kata Kepala Humas Pindad, Herdantono kepada detikFinance, Selasa (15/12/2015).
Label:
Industri Pertahanan,
Panser,
Pindad,
Produk Nasional
Selasa, 15 Desember 2015
Panser Badak Pindad Sukses Lakukan Uji Tembak
Panser Cannon 90mm “Badak" buatan PT Pindad (Persero) sukses menjalani uji tembak. Kegiatan yang merupakan bagian dari proses sertifikasi oleh Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Darat (Dislitbang TNI AD) itu berlangsung antara 10 sampai 12 Desember 2015 di Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif), Cipatat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
“Kami bersyukur bahwa uji penembakan dinilai oleh pihak Dislitbang TNI AD berhasil dengan baik,” ujar Direktur Utama PT Pindad Silmy Karim di Bandung, Minggu (13/12).
Panser 90 mm Badak melakukan uji tembak dengan menggunakan 19 munisi kaliber besar. Panser buatan anak-anak bangsa itu melakukan serangkaian materi uji. Pengujian pertama yaitu masuk ke titik tengah sasaran dengan menggunaka 10 butir munisi.
Selanjutnya dilakukan penembakan arah jam 12, di mana turret dan kendaraan menggunakan 5 butir munisi. Lalu, dilakukan penembakan arah jam 6, di mana turret mengarah ke target dan badan kendaraan berbalik 180 derajat. Setelah itu dilakukan penembakan arah jam 3, di mana turret mengarah ke target dan melepaskan 2 butir munisi.
“Kami bersyukur bahwa uji penembakan dinilai oleh pihak Dislitbang TNI AD berhasil dengan baik,” ujar Direktur Utama PT Pindad Silmy Karim di Bandung, Minggu (13/12).
Panser 90 mm Badak melakukan uji tembak dengan menggunakan 19 munisi kaliber besar. Panser buatan anak-anak bangsa itu melakukan serangkaian materi uji. Pengujian pertama yaitu masuk ke titik tengah sasaran dengan menggunaka 10 butir munisi.
Selanjutnya dilakukan penembakan arah jam 12, di mana turret dan kendaraan menggunakan 5 butir munisi. Lalu, dilakukan penembakan arah jam 6, di mana turret mengarah ke target dan badan kendaraan berbalik 180 derajat. Setelah itu dilakukan penembakan arah jam 3, di mana turret mengarah ke target dan melepaskan 2 butir munisi.
Label:
Industri Pertahanan,
Panser,
Pindad,
Produk Nasional
Selasa, 25 November 2014
Sekilas Panser Anoa Amphibious Buatan PT. Pindad
Produsen alat persenjataan asli Indonesia PT Pindad (Persero) melakukan upaya keras demi meningkatkan kemampuan produksinya. Berbagai produk dengan teknologi baru coba dikembangkan, salah satunya adalah Panser jenis Anoa Amphibious.
Produksi panser masih dalam tahap uji coba ditargetkan bisa rampung dan diluncurkan tahun depan. Masih ada beberapa tahap uji yang harus dilewati sebelum akhirnya ditetapkan laik oleh kementerian pertahanan.
Saat Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu berkunjung ke Pindad, prototype Anoa Amphibious sempat unjuk kebolehan. Menhan pun menyambut baik pembuatan panser yang bisa berputar 360 derajat di atas permukaan air ini.
Produksi panser masih dalam tahap uji coba ditargetkan bisa rampung dan diluncurkan tahun depan. Masih ada beberapa tahap uji yang harus dilewati sebelum akhirnya ditetapkan laik oleh kementerian pertahanan.
Saat Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu berkunjung ke Pindad, prototype Anoa Amphibious sempat unjuk kebolehan. Menhan pun menyambut baik pembuatan panser yang bisa berputar 360 derajat di atas permukaan air ini.
Label:
Industri Pertahanan,
Panser,
Pindad,
Produk Nasional
Jumat, 21 November 2014
Mengenal Sang Badak, Panser Canon Buatan Pindad
Setelah melewati masa pengembangan yang panjang, Pindad akhirnya melansir panser kanon yang kemudian dinamai Badak (Rhinoceros) oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam pameran Indo Defense 2014. Dikatakan panjang, karena niatan Pindad untuk membuat panser kanon sesungguhnya sudah dimulai sejak 2009, dengan purwarupa pertama selesai pada 2011 dan dipaparkan oleh Pindad dalam sarasehan mengenai panser kanon bersama Pussenkav. Ketika itu, purwarupa pertama masih menggunakan kubah milik tank Alvis Scorpion dengan meriam 90mm Low Pressure Cockerill Mk III. Penulis sendiri sempat ngoprek purwarupa pertama ini, termasuk mencoba duduk di dalam kursi komandan dan juru tembak.
Tahun demi tahun berlalu, dan Pindad melanjutkan ke purwarupa kedua, diberi nama Bee. Masih menggunakan kubah Alvis, Bee dimodifikasi pada sistem otomotif terutama suspensi, dengan penjarangan roda ketiga dari roda pertama dan kedua untuk memperbaiki titik beratnya. Sementara itu, TNI AD malah merealisasikan pembelian ranpur Doosan Tarantula, dengan sistem senjata utama kanon 90mm Mk III dalam kubah CSE90LP, Dengan spek setara panser kanon buatan Pindad, sepertinya produk dalam negeri kalah skor 1-0 dalam pertempuran panjang merebut kemandirian bangsa dalam bidang alutsista. Pindad hanya kebagian transfer of technology berupa integrasi kubah ke dalam hull Tarantula.
Tahun demi tahun berlalu, dan Pindad melanjutkan ke purwarupa kedua, diberi nama Bee. Masih menggunakan kubah Alvis, Bee dimodifikasi pada sistem otomotif terutama suspensi, dengan penjarangan roda ketiga dari roda pertama dan kedua untuk memperbaiki titik beratnya. Sementara itu, TNI AD malah merealisasikan pembelian ranpur Doosan Tarantula, dengan sistem senjata utama kanon 90mm Mk III dalam kubah CSE90LP, Dengan spek setara panser kanon buatan Pindad, sepertinya produk dalam negeri kalah skor 1-0 dalam pertempuran panjang merebut kemandirian bangsa dalam bidang alutsista. Pindad hanya kebagian transfer of technology berupa integrasi kubah ke dalam hull Tarantula.
Label:
Industri Pertahanan,
Panser,
Pindad,
Produk Nasional
Kamis, 20 November 2014
Modernisasi Alutsista, Tingkatkan Wibawa Indonesia di Dunia
Sebagai negara yang berada dalam posisi yang strategis, Indonesia mutlak memiliki kekuatan militer yang setara dan seimbang dengan negara lain. Terlebih, saat kondisi perekonomian negara mulai membaik, sepantasnya bangsa ini memperhatikan kebutuhan sekaligus penguatan alat utama sistem senjata (alutsista). Tentunya, penguatan alusista harus mampu memberikan efek getar di negara kawasan.
“Kami memproduksi amunisi ini sebagai salah satu bentuk cinta Merah Putih,” kata Kepala Divisi Amunisi PT Pindad, I Wayan Sutomo, di Turen, Malang, Jawa Timur, Rabu (19/11).
Wayan menceritakan, PT Pindad sedang membantu untuk mengurangi impor, khususnya di bidang amunisi. "Jangan sampai devisa kita terkoyak-koyak. Ini untuk Merah Putih. Kemandirian industri pertahanan nasional harus menjadi prioritas," katanya.
![]() |
| Panser Badak Produk PT. Pindad |
“Kami memproduksi amunisi ini sebagai salah satu bentuk cinta Merah Putih,” kata Kepala Divisi Amunisi PT Pindad, I Wayan Sutomo, di Turen, Malang, Jawa Timur, Rabu (19/11).
Wayan menceritakan, PT Pindad sedang membantu untuk mengurangi impor, khususnya di bidang amunisi. "Jangan sampai devisa kita terkoyak-koyak. Ini untuk Merah Putih. Kemandirian industri pertahanan nasional harus menjadi prioritas," katanya.
Minggu, 26 Oktober 2014
7 Varian Panser Buatan PT. PINDAD Bandung
PT Pindad (Persero) akan meluncurkan 2 panser Anoa varian terbaru pada awal November 2014 di acara Indo Defence 2014 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Varian panser generasi terbaru yang diluncurkan adalah tipe meriam 90mm dan amphibi buatan di pabrik Bandung, Jawa Barat. Untuk panser canon memakai persenjataan buatan Belgia sedangkan untuk paser amphibi menggandeng perusahaan asal Italia.
Harga per unit panser tipe meriam rencananya dipatok Rp 25-30 miliar per unit. Sedangkan varian amphibi dijual lebih murah.
Dalam situs resmi PT Pindad dikutip, Jumat (24/10/2014), Panser Anoa termasuk kategori produk PT Pindad jenis kendaraan khusus. PT Pindad (Persero) sejak tahun 1993, telah bekerja sama dengan berbagai pihak baik dalam maupun luar negeri dalam upaya untuk mengembangkan teknologi fungsi kendaraan khusus, termasuk kendaraan anti-peluru untuk memenuhi permintaan pasar militer dan instansi.
Varian panser generasi terbaru yang diluncurkan adalah tipe meriam 90mm dan amphibi buatan di pabrik Bandung, Jawa Barat. Untuk panser canon memakai persenjataan buatan Belgia sedangkan untuk paser amphibi menggandeng perusahaan asal Italia.
Harga per unit panser tipe meriam rencananya dipatok Rp 25-30 miliar per unit. Sedangkan varian amphibi dijual lebih murah.
Dalam situs resmi PT Pindad dikutip, Jumat (24/10/2014), Panser Anoa termasuk kategori produk PT Pindad jenis kendaraan khusus. PT Pindad (Persero) sejak tahun 1993, telah bekerja sama dengan berbagai pihak baik dalam maupun luar negeri dalam upaya untuk mengembangkan teknologi fungsi kendaraan khusus, termasuk kendaraan anti-peluru untuk memenuhi permintaan pasar militer dan instansi.
Label:
Industri Pertahanan,
Panser,
Produk Nasional,
PT DI
Selasa, 21 Oktober 2014
Anoa Buatan Pindad Dengan Kemampuan Amfibi
Memperoleh pesanan ratusan unit, tidak membuat PT.Pindad berhenti mengembangkan evolusi Ranpur Anoa. Setelah berhasil memadukan pelindung keramik tambahan, kini Pindad beranjak ke evolusi selanjutnya. Yaitu menjadikan Anoa spesies Amfibi. Dan inilah dia prototipe pertama Anoa Amfibi.

Prototipe pertama yang belum memiliki nama resmi ini, secara terbatas telah dipamerkan di sebuah acara di Sespim Polri Bandung beberapa waktu lalu. ARC pun berupaya mencari lebih tahu spesifikasi teknis ke kru Pindad. Menurut informasi terbatas yang diperoleh, Pindad melakukan upaya Re-enginering untuk membuat Anoa amfibi ini. Selain tentunya memasang perangkat yang dibutuhkan seperti Propeler di bagian belakang serta penahan ombak di bagian depan. Dari foto yang terlihat, Propeler yang terpasang memang cukup besar, namun bisa dilipat.

Prototipe pertama yang belum memiliki nama resmi ini, secara terbatas telah dipamerkan di sebuah acara di Sespim Polri Bandung beberapa waktu lalu. ARC pun berupaya mencari lebih tahu spesifikasi teknis ke kru Pindad. Menurut informasi terbatas yang diperoleh, Pindad melakukan upaya Re-enginering untuk membuat Anoa amfibi ini. Selain tentunya memasang perangkat yang dibutuhkan seperti Propeler di bagian belakang serta penahan ombak di bagian depan. Dari foto yang terlihat, Propeler yang terpasang memang cukup besar, namun bisa dilipat.
Label:
Industri Pertahanan,
Panser,
Pindad,
Produk Nasional,
RISET
Sabtu, 30 Agustus 2014
Video Pembuatan Kendaraan Tempur Anoa di Pindad
Berbagai alat utama sistem senjata atau alutsista bagi pertahanan negara telah dihasilkan PT Pindad yang bergerak di bawah naungan Kementerian BUMN. Salah satunya kendaraan Panser Anoa 6x6 yang telah diproduksi sebanyak ratusan unit dan tersebar di Indonesia maupun negara lain.
Label:
Industri Pertahanan,
Panser,
Pindad,
Produk Nasional
Senin, 18 Agustus 2014
Pindad Akan Luncurkan Panser Anoa Versi Terbaru
Dimulai pada 1808 sebagai bengkel untuk pengadaan, pemeliharaan, dan perbaikan alat-alat perkakas senjata Belanda bernama Contructie Winkel (CW) di Surabaya, kini perusahaan yang berganti nama PT Pindad ini telah prestasi baik tingkat nasional hingga Internasional. Perusahaan di bawah naungan Kementerian BUMN ini telah membantu hasilkan alat utama sistem senjata (alutsista) bagi pertahanan negara.
Salah satunya kendaraan taktis (rantis) atau Panser Anoa 6x6 yang telah diproduksi sebanyak ratusan unit dan tersebar di Indonesia maupun negara lain. Kepuasaan pelanggan membuat rantis yang terdiri 5 varian yakni Armored Personnel Carrier (APC), Ambulance, Logistic, Recovery dan Remote Control Weapon System (RCWS) ini tidak pernah luput dari permintaan.
Karena kepercayaan tersebut, PT Pindad kembali meluncurkan varian baru. Panser ini menggunakan Kanon 20 mm dengan turret buatan industry pertahanan asal Jerman, Rheinmetall.
Salah satunya kendaraan taktis (rantis) atau Panser Anoa 6x6 yang telah diproduksi sebanyak ratusan unit dan tersebar di Indonesia maupun negara lain. Kepuasaan pelanggan membuat rantis yang terdiri 5 varian yakni Armored Personnel Carrier (APC), Ambulance, Logistic, Recovery dan Remote Control Weapon System (RCWS) ini tidak pernah luput dari permintaan.
Karena kepercayaan tersebut, PT Pindad kembali meluncurkan varian baru. Panser ini menggunakan Kanon 20 mm dengan turret buatan industry pertahanan asal Jerman, Rheinmetall.
Label:
Industri Pertahanan,
Panser,
Pindad,
Produk Nasional
Senin, 09 Juni 2014
PT Pindad siap produksi amunisi tank 2A4 Leopard
Satu lompatan dilakukan PT Pindad, setelah Direktur Utama PT Pindad, Sudirman Said, menyatakan kesanggupan perusahaan itu membuat dan membangun amunisi tank utama 2A4 Leopard.
"Dari hasil Latihan Gabungan TNI 2014, banyak yang harus kami jawab, salah satunya melengkapi amunisi bagi beberapa perenjataan terkini TNI, termasuk peluru meriam 120mm smoothbore untuk tank Leopard," kata Said, di Bandung, Jumat.
Menurut dia, untuk peluru meriam 120mm smoothbore Leopard, ditargetkan pengembanganya sudah bisa dilakukan mulai akhir 2015.
"Dari hasil Latihan Gabungan TNI 2014, banyak yang harus kami jawab, salah satunya melengkapi amunisi bagi beberapa perenjataan terkini TNI, termasuk peluru meriam 120mm smoothbore untuk tank Leopard," kata Said, di Bandung, Jumat.
Menurut dia, untuk peluru meriam 120mm smoothbore Leopard, ditargetkan pengembanganya sudah bisa dilakukan mulai akhir 2015.
ITB Ciptakan Teknologi Kamuplase Untuk Panser Anoa dan Tank Pindad
Penyusupan kendaraan militer ke pihak musuh harus lolos dari sensor termal atau panas. Untuk itu, mahasiswa dan dosen Teknik Elektro ITB merintis teknologi penyamaran untuk tank atau pengangkut infanteri. Kelak kendaraan itu seakan menghilang dari pantauan, atau berubah wujud seperti hewan atau kendaraan sipil.
Kamuflase termal untuk kendaraan militer itu digarap Adrian Yopi Gazali, Claudius Andri, dan Gregorius Famalt, mahasiswa Teknik Elektro ITB 2010. Bentuknya semacam sisik berupa pelat tembaga berukuran 12,5 sentimeter sama sisi, setebal 0,4 milimeter. "Ukuran itu menyesuaikan satu pixel pada kamera pengintai termal," kata Adrian kepada Tempo di acara Electrical Engineering Days di Aula Barat ITB yang berlangsung dari 3-6 Juni 2014.
Kamuflase termal untuk kendaraan militer itu digarap Adrian Yopi Gazali, Claudius Andri, dan Gregorius Famalt, mahasiswa Teknik Elektro ITB 2010. Bentuknya semacam sisik berupa pelat tembaga berukuran 12,5 sentimeter sama sisi, setebal 0,4 milimeter. "Ukuran itu menyesuaikan satu pixel pada kamera pengintai termal," kata Adrian kepada Tempo di acara Electrical Engineering Days di Aula Barat ITB yang berlangsung dari 3-6 Juni 2014.
Label:
Industri Pertahanan,
Panser,
RISET,
Tank
Rabu, 04 Juni 2014
5 Keunggulan Panser ANOA di medan tempur
Armoured Personal Carrier (APC) Anoa 6x6 produksi PT Pindad Bandung ikut unjuk gigi di Latihan Gabungan TNI tahun 2014. Enteng saja kendaraan tempur lapis baja ini melibas medan Puslatur Marinir yang berat dan berdebu.
Ada 13 Anoa yang mengikuti Latgab TNI di Asembagus, Situbondo, Jawa Timur. Panser buatan dalam negeri ini dioperasikan oleh Batalyon Infanteri Mekanis 203 Arya Kamuning.
Reporter Ramadhian Fadillah dan Fotografer M Luthfi Rahman mengikuti latihan pasukan tersebut dan menjajal ketangguhan Panser Anoa di Puslatpur Marinir Situbondo, Jawa Timur.
Anoa menjadi salah satu kebanggaan industri pertahanan dalam negeri. Kendaraan tempur ini sudah teruji dalam penugasan Pasukan Garuda di luar negeri. Beberapa negara pun sudah memesan Anoa ke PT Pindad.Berikut beberapa keunggulan APC Anoa:
Ada 13 Anoa yang mengikuti Latgab TNI di Asembagus, Situbondo, Jawa Timur. Panser buatan dalam negeri ini dioperasikan oleh Batalyon Infanteri Mekanis 203 Arya Kamuning.
Reporter Ramadhian Fadillah dan Fotografer M Luthfi Rahman mengikuti latihan pasukan tersebut dan menjajal ketangguhan Panser Anoa di Puslatpur Marinir Situbondo, Jawa Timur.
Anoa menjadi salah satu kebanggaan industri pertahanan dalam negeri. Kendaraan tempur ini sudah teruji dalam penugasan Pasukan Garuda di luar negeri. Beberapa negara pun sudah memesan Anoa ke PT Pindad.Berikut beberapa keunggulan APC Anoa:
Jumat, 16 Mei 2014
TNI AD Siapkan Tiga Batalyon Mekanik di Jatim
Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Budiman menyatakan pihaknya menyiapkan tiga Batalyon Mekanik di Jawa Timur untuk menyesuaikan dengan perkembangan lingkungan regional dan global saat ini.
"Karena itu perlu ada Batalyon Mekanik, terutama Jatim. Untuk tahap awal kita dirikan Yon Mekanik di Surabaya yakni di Yonif 516/Branjangan, Kodam V/Brawijaya," katanya di sela-sela kunjungan ke Markas Yonif 516/Branjangan dan Yonif 500/R, Makodam V/Brawijaya, Rabu.
Didampingi Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Eko Wiratmoko, jenderal berbintang empat itu meninjau enam Panser Anoa-2 di Markas Yonif 516/Branjangan yang disiapkan untuk pendirian Yon Mekanik di Surabaya. "Batalyon yang sama juga akan kita dirikan di Malang dan Kediri," katanya.
"Karena itu perlu ada Batalyon Mekanik, terutama Jatim. Untuk tahap awal kita dirikan Yon Mekanik di Surabaya yakni di Yonif 516/Branjangan, Kodam V/Brawijaya," katanya di sela-sela kunjungan ke Markas Yonif 516/Branjangan dan Yonif 500/R, Makodam V/Brawijaya, Rabu.
Didampingi Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Eko Wiratmoko, jenderal berbintang empat itu meninjau enam Panser Anoa-2 di Markas Yonif 516/Branjangan yang disiapkan untuk pendirian Yon Mekanik di Surabaya. "Batalyon yang sama juga akan kita dirikan di Malang dan Kediri," katanya.
Rabu, 14 Mei 2014
Yonif 516 Mekanis Kodam V Ditargetkan Miliki 52 Kendaraan Tempur Anoa
Pengadaan kendaraan tempur (ranpur) milik TNI AD akan terus ditingkatkan. Seperti ranpur yang ada di Yonif 516 Mekanis Kodam V/Brawijaya, yang diharapkan pada 2015 tersedia 52 ranpur Anoa untuk mendukung penjagaan teritorial di Surabaya dan Jawa Timur.
"Sesuai perkembangan yang sudah maju, terutama di Jawa Timur khususnya Kota Surabaya, sehingga kita menilai perlu ada batalyon mekanis di Kota Surabaya, yang tepatnya adalah batalyon 516," kata Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Budiman di sela-sela kunjungannya di Yon 516, komplek Makodam V Brawijaya, Rabu (14/5/2014).
"Sesuai perkembangan yang sudah maju, terutama di Jawa Timur khususnya Kota Surabaya, sehingga kita menilai perlu ada batalyon mekanis di Kota Surabaya, yang tepatnya adalah batalyon 516," kata Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Budiman di sela-sela kunjungannya di Yon 516, komplek Makodam V Brawijaya, Rabu (14/5/2014).
Minggu, 11 Mei 2014
Kemenhan Batalkan Pembelian 50 Unit BTR-4 dari Ukraina
Krisis politik yang melanda Ukraina membuat Kementerian Pertahanan (Kemenhan) membatalkan rencana pembelian 50 unit kendaraan lapis baja Bronetransporter 4 atau BTR-4. Kemenhan, akan mencari negara lain yang dapat memasok kebutuhan tersebut.
Kepada pers, di sela acara Cyber Defence Competition 2014 di Akademi Angkatan Laut, Surabaya, Jumat (09/05), Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, awalnya, negara Eropa timur tersebut dipilih lantaran sudah dikenal sebagai produsen kendaraan lapis baja dengan kualitas bagus. BTR-4 itu dibuat oleh Biro Desain Kharkiv Morozov Machine Building (KMDB) Ukraina.
![]() |
| BTR-4 produksi Ukraina yang batal dibeli Kemenhan |
Kepada pers, di sela acara Cyber Defence Competition 2014 di Akademi Angkatan Laut, Surabaya, Jumat (09/05), Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, awalnya, negara Eropa timur tersebut dipilih lantaran sudah dikenal sebagai produsen kendaraan lapis baja dengan kualitas bagus. BTR-4 itu dibuat oleh Biro Desain Kharkiv Morozov Machine Building (KMDB) Ukraina.
Kamis, 10 April 2014
Ekspor Anoa ke Malaysia Tersendat
Rencana ekspor panser Anoa buatan PT Pindad (Persero) ke Malaysia terancam gagal karena protes pabrikan otomotif asal Prancis, Renault. Rencananya, Pindad akan menjual Anoa ke negeri jiran itu menggunakan mesin Renault.
"Renault protes karena mereka juga menawarkan panser Renault ke Malaysia," kata Direktur Perencanaan dan Pengembangan Pindad Wahyu Utomo kepada Tempo, Minggu, 6 April 2014. (Baca: 24 Anoa Perkuat Misi TNI ke Sudan)
"Renault protes karena mereka juga menawarkan panser Renault ke Malaysia," kata Direktur Perencanaan dan Pengembangan Pindad Wahyu Utomo kepada Tempo, Minggu, 6 April 2014. (Baca: 24 Anoa Perkuat Misi TNI ke Sudan)
Senin, 17 Maret 2014
Mengenal BTR-4 yang Akan Memperkuat Korps Marinir
Korps Marinir TNI AL segera akan diperkuat dengan 5 unit kendaraan lapis baja Bronetransporter 4 atau BTR-4 buatan Ukraina.
Seperti yang telah diberitakan, agen ekspor impor persenjataan Ukraina "SpetsTechnoExport" telah memenangkan tender pembelian kendaraan lapis baja untuk keperluan Korps Marinir dengan menawarkan BTR-4 yang diproduksi oleh Biro Desain Kharkiv Morozov Machine Building (KMDB) Ukraina.
Kontrak ini masih merupakan langkah awal dari program pembelian kendaraan lapis baja Korps Marinir. Jika kontrak sudah terlaksana, 50 kendaraan serupa juga akan dibeli. Juga perlu dicatat bahwa kemenangan Ukraina atas tender BTR-4 merupakan hasil kerja keras dan perjuangan panjang untuk menyisihkan kompetitor berat mereka yaitu eksportir dari Rusia.
Seperti yang telah diberitakan, agen ekspor impor persenjataan Ukraina "SpetsTechnoExport" telah memenangkan tender pembelian kendaraan lapis baja untuk keperluan Korps Marinir dengan menawarkan BTR-4 yang diproduksi oleh Biro Desain Kharkiv Morozov Machine Building (KMDB) Ukraina.
Kontrak ini masih merupakan langkah awal dari program pembelian kendaraan lapis baja Korps Marinir. Jika kontrak sudah terlaksana, 50 kendaraan serupa juga akan dibeli. Juga perlu dicatat bahwa kemenangan Ukraina atas tender BTR-4 merupakan hasil kerja keras dan perjuangan panjang untuk menyisihkan kompetitor berat mereka yaitu eksportir dari Rusia.
Langganan:
Postingan (Atom)
Berita Populer
-
Di Era tahun 60an TNI AU/AURI saat itu pernah memiliki kekuatan udara yang membuat banyak negara menjadi ‘ketar ketir’, khususnya negara-ne...
-
Pihak inteljen Kodam, sambung Hardiono, masih melakukan pendeteksian kebangkitan PKI di wilayah Jateng dan DIY. Pangdam menambahkan memang ...
-
Kalau dipikir-pikir, ada yang ganjil dengan armada bawah laut Indonesia. Saat ini TNI AL hanya memiliki dua kapal selam gaek namun harus m...
-
Serangan ke Lapas Cebongan menambah catatan hitam Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD. Sebelumnya pada tahun 1998, Kopassus juga disoro...
-
Penyerangan Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta menggunakan senapan serbu AK-47. Diketahui anggota Kopassus ini baru saja berlatih di Gunung ...
-
TNI bersama Kementerian Pertahanan (Kemhan) sepakat memilih pesawat tempur generasi kelima Sukhoi (Su-35) buatan Rusia, sebagai pengganti pe...
-
Kejujuran 11 prajurit Kopassus mengakui kesalahan, menembak empat tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cebongan Sleman, Yogyakarta, mendat...
-
10 Pesawat angkut Hercules type H 16 Pesawat tempur coin Super Tucano ( 4 sudah datang) 16 Pesawat latih Grob G120TP 6 Pesawat lati...
-
Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono berang dituding komisioner Komnas HAM tidak pernah bekerja dan terkesan hanya tidur dalam mengatasi ko...
-
Modernisasi militer terus diupayakan oleh pemerintah. Dalam waktu dekat, dua unit pesawat tempur jenis Sukhoi Generasi 4,5 akan tiba di Tan...


















